10 Soal Pertama

Sepulang dari sekolah, Nachya langsung mengganti bajunya dan bergegas menuju ke kamar Boy dengan membawa alat tulisnya.

Boy yang sedang berbaring di ranjangnya sambil memainkan ponsel langsung terbangun melihat Nachya yang tiba-tiba sudah berdiri di sampingnya.

"Ya Ampun, Nach!" pekik Boy dengan wajahnya yang sangat terkejut.

"Bikin kaget aja sih! Kenapa asal masuk, bukannya ketuk pintu dulu?" tanya Boy kesal.

"Ck, gak usah protes deh!"

"Buruan mana soalnya! Biar aku kerjain di sini!" balas Nachya sambil menarik kursi belajar Boy dan duduk manis sambil mengetuk-ngetukkan jarinya di atas meja.

Boy mengeringkan matanya ke Aah Nachya. "Kamu tuh penasaran banget ya? Sampe rela mau kerjain 100 soal math dari aku?" tanya Boy yang masih duduk di tepi ranjangnya.

"Ya iyalah!"

"Makanya kasih tau aja sekarang, apa yang udah kamu omongin sama Pak Adit tadi pagi!" pinta Nachya sambil mengedipkan matanya berkali-kali.

"Enak aja!" Boy langsung menuju ke meja belajarnya dan mencari kertas yang tadi ia selipkan di antara buku-buku.

Posisi Boy yang membungkuk tepat di depan Nachya, membuat Nachya menelan ludahnya kasar.

'Aduh! Kenapa harus dag dig dg begini sih kalo deket sama Boy?' rutuk Nachya dalam hati.

'Padahal Boy itu gak ngapa-ngapain loh Nach!' Nachya terus saja bermonolog dalam hati.

Ia tidak sadar jika Boy kali ini menoleh ke arahnya dan terus saja memandanginya.

'Ck, ni anak malah melamun sih! Aku cium bau tau rasa!' batin Boy yang mendapati Nachya terus memperhatikannya.

Perlahan Boy mendekatkan wajahnya ke wajah adiknya yang masih dalam pandangan Kosong nya.

"Ngelamunin apa sih?" tanya Boy membuyarkan lamunan Nachya.

"Ck, apaan sih!" Nachya langsung mendorong Boy agar menjauh darinya dan merebut kertas yang dipegang oleh Boy.

"Kalo mau melamun jangan di sini! Ntar kalo kesambet malah aku yang repot!" timpal Boy yang balik lagi naik ke atas ranjangnya.

"Biarin aja! Biar aku acak-acak sekalian kamar kamu!" balas Nachya sambil membuka lembaran soal dari Boy.

"Sepuluh soal doang ini!?" tanya Nachya sambil mulai mengerjakan soal dari Boy.

"Iya sepuluh dulu buat pemanasan! Abis itu kamu mandi dulu biar kamar aku gak bau acem!" balas Boy kembali memainkan ponselnya.

"Enak aja acem! Meski aku gak mandi sepuluh hari, baunya tetep wangi tauk!"

"Gak percaya tuh! Buktiin coba?" pinta Boy yang tidak dihiraukan oleh Nachya yang sudah mode serius mengerjakan soal math dari Boy.

"Lagian apa sih yang bikin kamu penasaran banget pingin tau?" tanya Boy untuk kesekian kalinya.

"Diem napa!"

"Lagi fokus nih!"

Protes dari Nachya kali ini membuat Boy menutup mulutnya rapat - rapat dan memandangi Nachya yang sedang fokus mengerjakan soal darinya.

'Aku gak bisa ngebayangin gimana jadinya kalo kamu tau aku bukan abang kandung kamu, Nach!'

'Aku takut kamu menjauh dan menjaga jarak dari aku.'

'Aku takut kita gak sedekat ini lagi. Tapi aku bebas mengutarakan perasaan aku yang sudah lama mencintaimu!'

Boy terus saja bergumam dalam hati sambil memandangi Nachya. Lama kelamaan tanpa ia sadari, Boy tertidur sambil menopang kepalanya memandangi Nachya.

15 menit berlalu dan Nachya selesai mengerjakan 10 soal math dari Boy.

"Well Done!" pekik Nachya membuat Boy langsung membuka matanya.

"Sini aku cek dulu!" pinta Boy sambil mengulurkan tangannya ke arah Nachya.

"Soal selanjutnya cari diselipan buku yang tadi!" titah Boy saat Nachya sudah memberikan hasil pekerjaannya kepada Boy.

Nachya pun langsung mengambil soal yang selanjutnya. Namun tanpa sengaja, ia melihat foto mereka berdua saat masih kecil yang sengaja disimpan oleh Boy.

"Kamu masih simpen foto kita Boy?" tanya Nachya sambil mengusap gambarnya saat masih kecil.

"Hemm!" jawab Boy singkat.

"Aku cantik banget yaa!"

"Iya, dulu cantik, imut, gemesin, tapi sekarang ENGGAK!" balas Boy membuat Nachya langsung manyun.

Nachya langsung bangun dan duduk di samping Boy sambil menyandarkan kepalanya di bahu Boy.

"Tapi kamu masih sayang kan sama aku?" tanya Nachya sambil memegang foto kecil mereka dan memperlihatkannya kepada Boy.

"Hemm!" jawab Boy dengan dehemannya lagi.

"Kita foto kayak gini lagi yuk, Boy!" ajak Nachya membuat Boy menelan ludahnya kasar.

'Aduh, Nachya! Kamu ini sadar gak sih kalo sikap kamu yang kayak gini itu sangat berbahaya!' pekik Boy dalam hati.

Nachya langsung merebut ponsel Boy dari tangannya, tapi Boy cepat-cepat merebutnya kembali.

"Jangan pakai ponsel aku!" ucap Boy yang tampak sangat was-was saat ponselnya dipegang oleh Nachya.

Nachya langsung menjauhkan sedikit tubuhnya dari Boy sambil mengerutkan keningnya.

"Kenapa hayoo?!"

"Pasti di ponsel kamu ada foto cewek kan?" tebak Nachya sambil berusaha merebut kembali ponsel Boy.

'Iya! Dan ceweknya itu kamu!' batin Boy yang cepat cepat menyembunyikan ponselnya di belakang punggungnya.

Namun karena Nachya begitu antusias ingin melihat apa yang disembunyikan Boy di ponselnya, ia pun terus meraih tangan Boy sampai tidak sadar jika posisinya kali ini ada di atas tubuh Boy dan menindihnya.

Tiba-tiba saja pintu kamar Boy terbuka dan tampak mama Ecca sedang berdiri di tengah pintu sambil menutup mulutnya.

"Ya Ampuun!" pekik Mama Ecca histeris.

"Kalian lagi ngapain?" tanya Mama Ecca membuat Nachya tersadar jika posisinya kali ini benar-benar menunjukkan jika dia cewek agresif.

"Ini gak seperti yang mama duga!" jawab Nachya sambil menjauh dari Boy dan merapikan kaosnya.

"Nachya lagi mau pinjem ponsel Boy, Ma. Tapi, Boy pelit banget!"

"Nachya yakin Boy pasti dari tadi lagi chat sama ceweknya, padahal Nachya masih ngerjain soal math dari Boy!" balas Nachya memberi penjelasan.

Mama Ecca membuang nafasnya kasar. 'Ck, tapi kalian bukan saudara kandung dan kalian berdua sudah sama-sama sudah beranjak dewasa!' gumam Mama Ecca dalam hati.

'Aku harus segera membicarakan ini kepada Nachya! Ini tidak boleh ditunda lagi, terlebih Boy sudah tau jika ia bukan abang kandung Nachya!'

"Kalian berdua, ikut mama ke ruang kerja! Ada yang ingin mama sampaikan sama kalian!" pinta mama Ecca yang langsung meninggalkan kamar Boy.

"Tuh kan! Kamu sih jadi cewek agresif banget!" gerutu Boy kesal.

"Kok jadi aku sih! Makanya jadi orang tuh jangan pelit, Boy! Salah siapa coba!" balas Nachya geram.

"Bukan pelit, tapi ini privasi, Nach!" tegas Boy. "Ada hal yang tidak boleh orang lain tau, terutama kamu!"

Boy langsung meninggalkan Nachya begitu saja.

"Jadi bener, kamu dah punya cewek spesial, Boy?" tanya Nachya saat langkah Boy sampai di pinti kamarnya.

"Iya!" jawab Boy singkat.

Deg!

Jawaban Boy kali ini membuat hati Nachya sedikit terasa nyeri.

'Ayo Nach. Jangan tenggelam dalam perasaan cinta yang salah!'

'Boy ituu abang kamu! Kamu gak seharusnya jatuh cinta sama Boy!' gumam Nachya dalam hati.

Dengan langkah kaki yang terasa begitu berat, Nachya pun memenuhi panggilan mamanya di ruang kerja.

☘️☘️☘️

Terpopuler

Comments

Ita rahmawati

Ita rahmawati

perasaan emang gk bisa dibohongi,,tau sendiri walaupun blm diberi tau klo mereka gk sekandung 😅🥰

2023-12-03

0

Rice Btamban

Rice Btamban

bnr juga ortu hrs ksh tau ke anak nya kshn si Boy ya

2023-01-18

0

☠༄༅⃟𝐐🧡 𝐌ɪ𝐌ɪᵇᵒʳⁿᵉᵒ㋛ᵗⓂ

☠༄༅⃟𝐐🧡 𝐌ɪ𝐌ɪᵇᵒʳⁿᵉᵒ㋛ᵗⓂ

ikut deg-degan menunggu mama Ecca mengatakan yang sebenarnya..

2023-01-13

1

lihat semua
Episodes
1 Meet Again
2 Dag Dig Dug
3 Kenyataan Manis
4 Bukan Perasaan Terlarang
5 Perasaan Aneh Nachya
6 Healing Malam
7 Tertolak
8 Guru Baru Nachya
9 Diantar siapa?
10 Rivalnya Boy
11 Dilema Berat
12 Nachya Menggemaskan
13 Dugaan Ruby
14 Penasaran kan?
15 10 Soal Pertama
16 Cerita Nachya
17 Penjelasan Mama Ecca
18 Tetangga Baru
19 Dimana Soal Math Aku?
20 Percakapan di Mobil
21 Tawaran Pak Adit
22 Dering Ponsel
23 Makan Siang
24 Terlambat Jemput
25 Dilema Boy
26 Do Homework
27 Nah, Ketemu!
28 Tip Pertama Boy
29 Aku Cemburu
30 First Kiss??!
31 Les Math
32 Kenapa bukan kamu sih
33 Mengidolakan Pak Adit
34 Belum Final
35 Pagi di Rumah Nachya
36 Maaf Ya
37 Pernyataan Perasaan
38 Ditembak
39 Pindah Sekolah?
40 Kalang Kabut
41 Pagi Menyebalkan
42 Waduh!
43 Terngiang - ngiang
44 Surprise
45 Cinta Monyet
46 Tertimpa Durian
47 Plot Cepat
48 Iklaaan
49 The Day
50 Bad or Good News?
51 Shock!
52 Ketahuan kan?!
53 Sama-sama Lapar
54 Not Agree
55 Kamu, bukan Anak Papa!
56 Kita Putus, Boy!
57 Jangan Kalah Mesra!
58 Ternyata...
59 Salah Kaprah
60 Adit Kritis
61 Melepas Diri
62 Kencan Pertama
63 Menikmati Sun Set
64 Kecelakaan
65 Gubraaak!
66 Lamaran
67 Monica Menyerah
68 Otewe Kencan
69 Kencan Romantis
70 Kelulusan
71 Tantangan
72 Perpisahan (Go to London)
73 Welcome London
74 Tantangan Baru
75 Kado dari Boy
76 Dean Mulai Tertarik
77 Keputusan Dean
78 Rencana Baru
79 Dua Minggu Kemudian
80 Penemuan Baru Nachya
81 Tersulut Emosi
82 Sisi Lain Nachya
83 Akung Keras Kepala
84 Nachya VS Akung Mario
85 Boy Arrived
86 Bertemu dalam Diam
87 Ketahuan Bo-ong
88 Epping Forest
89 Yonna Is Nachya
90 Pertolongan Pertama
91 Boy Pamit
92 Kedatangan Papa Belva dan Mama Ecca
93 Terbongkar
94 Kemarahan semuanya
95 Boy Meet Nachya
96 Ini Serius?
97 Pulang dari RS
98 Menuju Hari H
99 The Day
100 In room with you
101 You're Mine
102 Ke Rumah Sakit
103 Minuman Racikan Uti
104 Efek Racikan Uti
105 Penawaran Boy
106 Tugas Nachya
107 Nakal ya
108 Tidak tega
109 Jelous
110 Perhatian Boy
111 Istri Sempurna
112 Bayar Hutang
113 Once again
114 Pencapaian Nachya
115 Menuju ke London
116 Kedatangan Boy
117 Pentas Budaya
118 Perpisahan dan Perjumpaan
119 Meluahkan Rindu
120 The End
Episodes

Updated 120 Episodes

1
Meet Again
2
Dag Dig Dug
3
Kenyataan Manis
4
Bukan Perasaan Terlarang
5
Perasaan Aneh Nachya
6
Healing Malam
7
Tertolak
8
Guru Baru Nachya
9
Diantar siapa?
10
Rivalnya Boy
11
Dilema Berat
12
Nachya Menggemaskan
13
Dugaan Ruby
14
Penasaran kan?
15
10 Soal Pertama
16
Cerita Nachya
17
Penjelasan Mama Ecca
18
Tetangga Baru
19
Dimana Soal Math Aku?
20
Percakapan di Mobil
21
Tawaran Pak Adit
22
Dering Ponsel
23
Makan Siang
24
Terlambat Jemput
25
Dilema Boy
26
Do Homework
27
Nah, Ketemu!
28
Tip Pertama Boy
29
Aku Cemburu
30
First Kiss??!
31
Les Math
32
Kenapa bukan kamu sih
33
Mengidolakan Pak Adit
34
Belum Final
35
Pagi di Rumah Nachya
36
Maaf Ya
37
Pernyataan Perasaan
38
Ditembak
39
Pindah Sekolah?
40
Kalang Kabut
41
Pagi Menyebalkan
42
Waduh!
43
Terngiang - ngiang
44
Surprise
45
Cinta Monyet
46
Tertimpa Durian
47
Plot Cepat
48
Iklaaan
49
The Day
50
Bad or Good News?
51
Shock!
52
Ketahuan kan?!
53
Sama-sama Lapar
54
Not Agree
55
Kamu, bukan Anak Papa!
56
Kita Putus, Boy!
57
Jangan Kalah Mesra!
58
Ternyata...
59
Salah Kaprah
60
Adit Kritis
61
Melepas Diri
62
Kencan Pertama
63
Menikmati Sun Set
64
Kecelakaan
65
Gubraaak!
66
Lamaran
67
Monica Menyerah
68
Otewe Kencan
69
Kencan Romantis
70
Kelulusan
71
Tantangan
72
Perpisahan (Go to London)
73
Welcome London
74
Tantangan Baru
75
Kado dari Boy
76
Dean Mulai Tertarik
77
Keputusan Dean
78
Rencana Baru
79
Dua Minggu Kemudian
80
Penemuan Baru Nachya
81
Tersulut Emosi
82
Sisi Lain Nachya
83
Akung Keras Kepala
84
Nachya VS Akung Mario
85
Boy Arrived
86
Bertemu dalam Diam
87
Ketahuan Bo-ong
88
Epping Forest
89
Yonna Is Nachya
90
Pertolongan Pertama
91
Boy Pamit
92
Kedatangan Papa Belva dan Mama Ecca
93
Terbongkar
94
Kemarahan semuanya
95
Boy Meet Nachya
96
Ini Serius?
97
Pulang dari RS
98
Menuju Hari H
99
The Day
100
In room with you
101
You're Mine
102
Ke Rumah Sakit
103
Minuman Racikan Uti
104
Efek Racikan Uti
105
Penawaran Boy
106
Tugas Nachya
107
Nakal ya
108
Tidak tega
109
Jelous
110
Perhatian Boy
111
Istri Sempurna
112
Bayar Hutang
113
Once again
114
Pencapaian Nachya
115
Menuju ke London
116
Kedatangan Boy
117
Pentas Budaya
118
Perpisahan dan Perjumpaan
119
Meluahkan Rindu
120
The End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!