Dag Dig Dug

Selepas makan malam, seperti biasanya Nachya pasti membantu mama Ecca untuk mencuci piring. Meskipun ada asisten rumah tangga, Mama Ecca memang mendidik Nachya untuk mandiri.

"Nach, malam ini papa sama mama mau ke rumah uti sama akung ya. Kemungkinan akan menginap di sana. Kamu mau ikut?" tawar Mama Ecca.

"Emm, gak deh Ma. Besok pagi Nachya nyusul aja!" jawab Nachya yang sudah selesai mencuci piring.

"Oke, besok ditunggu yaa. Kamu berangkat aja sama Boy!" ucap Mama Ecca yang langsung pergi meninggalkan Nachya.

Boy yang baru saja selesai makan, langsung mendekati Nachya yang masih berdiri di dekat tempat pencuci piring.

"Cuciin piring aku!" titah Boy sambil meletakkan piring dan gelas kotor begitu saja dan berbalik meninggalkan Nachya.

"Eits!" Nachya langsung menarik kaos Boy. "Enak aja! Emang aku babu!"

"Cuci sendiri! Atau aku laporin ke mama nih!" ancam Nachya.

Mau tidak mau Boy pun berbalik dan mencuci piring dan gelas kotornya sendiri. Namun kali ini Boy sengaja mencucinya tidak menggunakan sabun dan membuat Nachya kembali melayangkan protesnya.

"Boy, kamu nih gimana sih? Masa' nyuci piring gak pake sabun?"

"Emang salah ya? Aku biasa nyuci piring kayak gitu kok," jawab Boy membela diri.

"Ya jelas salah dong. Dasar jorok! Namanya nyuci piring tuh pake sabun. Awas!"

Nachya kali ini mengambil alih Boy dan mencuci ulang piring kotor milik Boy menggunakan sabun. "Liatin nih cuci piring yang bener!"

Sayangnya Boy bukannya memperhatikan Nachya, ia justru melingkarkan tangannya dan membantu Nachya mencuci piring. Posisi mereka saat ini seperti sedang berpelukan.

Deg!

Jantung Nachya langsung berdebar-debar mendapati sikap Boy yang seperti ini. Cepat - cepat Nachya menyudahi mencuci piring dan langsung berbalik sambil berkacak pinggang.

"Ck, disuruh merhatiin malah peluk-peluk sih!" protes Nachya.

Boy terkekeh sambil menoel hidung Nachya.

"Siapa juga yang mau peluk-peluk cewek udik kayak kamu?! Narsis!" balas Boy.

"Tadi kan aku langsung praktek apa yang barusan kamu ajarin."

Nachya langsung tengsin mendengar ucapan Boy barusan. Iapun memutar bola matanya malas dan meninggalkan Boy yang masih berdiri di pantry.

'Aduh! Aku pasti sudah gila ini. Bisa bisanya sih aku malah deg-degan gini di dekat Boy!' batin Nachya sambil menaiki anak tangga menuju kamarnya.

'Sadar dong Nach! Dia itu abang kamu!' batin Nachya bermonolog.

'Tapi Boy beneran tampan banget sekarang. Kek oppa oppa korea. Haduuuuuh!'

Nachya langsung masuk ke dalam kamarnya sambil terus berusaha meredam perasaan aneh yang terus bergejolak setiap berdekatan dengan Boy.

...🎍🎍🎍...

Sedangkan Boy sendiri memilih menonton televisi di ruang keluarga. Sayangnya meski televisi terus menyala, Boy sama sekali tidak fokus menyaksikannya. Karena fikirannya penuh dengan bayangan Nachya.

'Kenapa perasaan ini bukannya hilang tapi malah semakin menggebu-gebu?'

'Seharusnya aku tidak boleh memiliki hasrat cinta seperti ini kepada Nachya. Dia itu adik aku dan hubungan asmara ini sama sekali tidak dibenarkan!' teriak Boy dalam hati.

'Ayo Boy! Berfikir lah dengan baik!'

Boy terus memijit kepalanya agar bisa terlepas dari perasaan terlarang ini dengan Nachya.

Sayangnya konsentrasi Boy kini harus buyar karena Nachya sengaja menyalakan musik yang begitu memekakkan telinganya.

Dengan geram Boy naik ke atas dan langsung masuk ke dalam kamar Nachya. Tanpa ba bi bu lagi, Boy langsung mematikan speaker bluetooth musik Nachya.

"Kamu ini tinggal di hutan yaa? Seenak jidat nyalain musik keras-keras!" tegur Boy.

"Ini gak keras Boy! Papa sama mama juga gak pernah protes kok sama aku!" sanggah Nachya sambil kembali menyalakan speaker musiknya.

Lagi-lagi Boy mematikan speaker musik Nachya. "Tentu aja papa sama mama gak akan protes kalo kamu nyalainnya pas mereka berdua pergi kayak gini!" balas Boy sambil membawa speaker Nachya yang tingginya hampir sepinggang Boy ke kamarnya.

"Speaker aku mau dibawa kemana Boy?!" teriak Nachya mengikuti langkah Abangnya.

"Aku sita!" balas Boy sambil menutup pintu kamarnya dan langsung menguncinya.

"Dasar Boy sialan!" pekik Nachya sambil menggedor pintu kamar Boy.

"Emang Abang gak tau diri. Belum ada sehari udah nyusahin!" gerutu Nachya sambil kembali ke kamarnya.

Dengan kesal Nachya merebahkan tubuhnya di atas tempat tidurnya. Pandangannya pun tertuju ke gorden kamarnya yang bergerak tertiup angin. Tiba-tiba senyum Nachya pun merekah mendapati 2 kata kunci cara merebut kembali speaker miliknya.

"Balkon Kamar!" gumam Nachya yang langsung menuju ke balkon kamarnya yang menghubungkan dengan kamar Boy.

Kali ini keberuntungan berpihak kepada Nachya karena pintu kamar Boy yang menghubungkan dengan balkon tidak terkunci.

"Balikin speaker aku!" pinta Nachya yang sudah berdiri tepat di belakang Boy.

Boy yang terkejut dengan kedatangan Nachya yang tiba-tiba langsung berbalik dan menabrak Nachya yang berdiri di belakangnya.

Nachya yang berdiri tidak seimbang pun jadi limbung dan terjatuh di ranjang Boy sambil menarik tubuh Boy hingga akhirnya keduanya jatuh secara bersamaan.

Bruk!

Boy yang jatuh tepat di atas Nachya membuatnya harus menelan ludahnya kasar. Aroma tubuh Nachya dan paras cantiknya yang terus menjadi bayang bayang Boy selama ini benar-benar membuat Boy lupa akan dirinya sendiri.

Begitu juga dengan Nachya yang makin terpesona dengan Boy, Abangnya sendiri.

'Boy benar-benar sempurna. Beruntung banget cewek yang nantinya bisa ngedapetin hati Boy!' gumam Nachya dalam hati sambil terus memandangi Boy tanpa berkedip.

Perlahan Boy mendekatkan wajahnya ke arah Nachya membuat Nachya semakin berdebar-debar tidak karuan.

'Aduh, Boy mau ngapain ini?!' Nachya perlahan memejamkan matanya membuat Boy tersenyum smirk.

"Lain kali kalo mau masuk kamar orang itu ketuk pintu dulu!" bisik Boy tepat di telinga Nachya dan membuat Nachya langsung membuka matanya.

Boy pun langsung berdiri dan mulai menjauh dari Nachya.

"Ini bukan kamar orang, tapi kamar gorila!" balas Nachya yang sudah duduk di tepi ranjang Boy.

"Gorila tampan?" tanya Boy membuat adiknya berdecih kesal.

"Cih! Tampan dari Hongkong!"

"Cepet balikin speaker aku!" titah Nachya yang langsung menggeret tangan Boy untuk membawakan speaker yang tadi ia sita.

"Enak aja! Bayar denda dulu!" balas Boy sambil menengadahkan tangannya.

"Sini bayar dulu seratus ribu!"

Nachya menghela nafasnya panjang sambil melipat kedua tangannya. "Aku gak ada uang!"

"Oke, kalo gitu temenin aku nongkrong di cafe. Setelah itu aku balikin speakernya!"

Mendengar Boy mengajaknya nongkrong, mata Nachya langsung membulat sempurna. Selama ini Mama Ecca dan Papa Belva selalu melarangnya nongkrong.

Tapi kali ini tawaran Boy seperti angin segar di telinga Nachya.

"Oke, aku ganti baju dulu ya!" ucap Nachya yang langsung melangkah ke kamarnya.

Setelah Nachya keluar dari kamarnya, Boy cepat cepat mengunci pintu kamarnya. Namun sebelumnya ia berteriak ke arah adik perempuannya itu.

"Eh, gak jadi deh. Aku ngantuk!" teriak Boy.

"Apaaa?!!" pekik Nachya yang baru sadar jika ia sudah dibohongi oleh Boy.

"Dasar GORILA!"

...🦍🦍🦍...

Terpopuler

Comments

Ita rahmawati

Ita rahmawati

boy 😅😅

2023-12-02

0

Mommy QieS

Mommy QieS

OMG!😱

2023-02-17

0

Mommy QieS

Mommy QieS

aku pun merasa dag-dig-dug

2023-02-17

0

lihat semua
Episodes
1 Meet Again
2 Dag Dig Dug
3 Kenyataan Manis
4 Bukan Perasaan Terlarang
5 Perasaan Aneh Nachya
6 Healing Malam
7 Tertolak
8 Guru Baru Nachya
9 Diantar siapa?
10 Rivalnya Boy
11 Dilema Berat
12 Nachya Menggemaskan
13 Dugaan Ruby
14 Penasaran kan?
15 10 Soal Pertama
16 Cerita Nachya
17 Penjelasan Mama Ecca
18 Tetangga Baru
19 Dimana Soal Math Aku?
20 Percakapan di Mobil
21 Tawaran Pak Adit
22 Dering Ponsel
23 Makan Siang
24 Terlambat Jemput
25 Dilema Boy
26 Do Homework
27 Nah, Ketemu!
28 Tip Pertama Boy
29 Aku Cemburu
30 First Kiss??!
31 Les Math
32 Kenapa bukan kamu sih
33 Mengidolakan Pak Adit
34 Belum Final
35 Pagi di Rumah Nachya
36 Maaf Ya
37 Pernyataan Perasaan
38 Ditembak
39 Pindah Sekolah?
40 Kalang Kabut
41 Pagi Menyebalkan
42 Waduh!
43 Terngiang - ngiang
44 Surprise
45 Cinta Monyet
46 Tertimpa Durian
47 Plot Cepat
48 Iklaaan
49 The Day
50 Bad or Good News?
51 Shock!
52 Ketahuan kan?!
53 Sama-sama Lapar
54 Not Agree
55 Kamu, bukan Anak Papa!
56 Kita Putus, Boy!
57 Jangan Kalah Mesra!
58 Ternyata...
59 Salah Kaprah
60 Adit Kritis
61 Melepas Diri
62 Kencan Pertama
63 Menikmati Sun Set
64 Kecelakaan
65 Gubraaak!
66 Lamaran
67 Monica Menyerah
68 Otewe Kencan
69 Kencan Romantis
70 Kelulusan
71 Tantangan
72 Perpisahan (Go to London)
73 Welcome London
74 Tantangan Baru
75 Kado dari Boy
76 Dean Mulai Tertarik
77 Keputusan Dean
78 Rencana Baru
79 Dua Minggu Kemudian
80 Penemuan Baru Nachya
81 Tersulut Emosi
82 Sisi Lain Nachya
83 Akung Keras Kepala
84 Nachya VS Akung Mario
85 Boy Arrived
86 Bertemu dalam Diam
87 Ketahuan Bo-ong
88 Epping Forest
89 Yonna Is Nachya
90 Pertolongan Pertama
91 Boy Pamit
92 Kedatangan Papa Belva dan Mama Ecca
93 Terbongkar
94 Kemarahan semuanya
95 Boy Meet Nachya
96 Ini Serius?
97 Pulang dari RS
98 Menuju Hari H
99 The Day
100 In room with you
101 You're Mine
102 Ke Rumah Sakit
103 Minuman Racikan Uti
104 Efek Racikan Uti
105 Penawaran Boy
106 Tugas Nachya
107 Nakal ya
108 Tidak tega
109 Jelous
110 Perhatian Boy
111 Istri Sempurna
112 Bayar Hutang
113 Once again
114 Pencapaian Nachya
115 Menuju ke London
116 Kedatangan Boy
117 Pentas Budaya
118 Perpisahan dan Perjumpaan
119 Meluahkan Rindu
120 The End
Episodes

Updated 120 Episodes

1
Meet Again
2
Dag Dig Dug
3
Kenyataan Manis
4
Bukan Perasaan Terlarang
5
Perasaan Aneh Nachya
6
Healing Malam
7
Tertolak
8
Guru Baru Nachya
9
Diantar siapa?
10
Rivalnya Boy
11
Dilema Berat
12
Nachya Menggemaskan
13
Dugaan Ruby
14
Penasaran kan?
15
10 Soal Pertama
16
Cerita Nachya
17
Penjelasan Mama Ecca
18
Tetangga Baru
19
Dimana Soal Math Aku?
20
Percakapan di Mobil
21
Tawaran Pak Adit
22
Dering Ponsel
23
Makan Siang
24
Terlambat Jemput
25
Dilema Boy
26
Do Homework
27
Nah, Ketemu!
28
Tip Pertama Boy
29
Aku Cemburu
30
First Kiss??!
31
Les Math
32
Kenapa bukan kamu sih
33
Mengidolakan Pak Adit
34
Belum Final
35
Pagi di Rumah Nachya
36
Maaf Ya
37
Pernyataan Perasaan
38
Ditembak
39
Pindah Sekolah?
40
Kalang Kabut
41
Pagi Menyebalkan
42
Waduh!
43
Terngiang - ngiang
44
Surprise
45
Cinta Monyet
46
Tertimpa Durian
47
Plot Cepat
48
Iklaaan
49
The Day
50
Bad or Good News?
51
Shock!
52
Ketahuan kan?!
53
Sama-sama Lapar
54
Not Agree
55
Kamu, bukan Anak Papa!
56
Kita Putus, Boy!
57
Jangan Kalah Mesra!
58
Ternyata...
59
Salah Kaprah
60
Adit Kritis
61
Melepas Diri
62
Kencan Pertama
63
Menikmati Sun Set
64
Kecelakaan
65
Gubraaak!
66
Lamaran
67
Monica Menyerah
68
Otewe Kencan
69
Kencan Romantis
70
Kelulusan
71
Tantangan
72
Perpisahan (Go to London)
73
Welcome London
74
Tantangan Baru
75
Kado dari Boy
76
Dean Mulai Tertarik
77
Keputusan Dean
78
Rencana Baru
79
Dua Minggu Kemudian
80
Penemuan Baru Nachya
81
Tersulut Emosi
82
Sisi Lain Nachya
83
Akung Keras Kepala
84
Nachya VS Akung Mario
85
Boy Arrived
86
Bertemu dalam Diam
87
Ketahuan Bo-ong
88
Epping Forest
89
Yonna Is Nachya
90
Pertolongan Pertama
91
Boy Pamit
92
Kedatangan Papa Belva dan Mama Ecca
93
Terbongkar
94
Kemarahan semuanya
95
Boy Meet Nachya
96
Ini Serius?
97
Pulang dari RS
98
Menuju Hari H
99
The Day
100
In room with you
101
You're Mine
102
Ke Rumah Sakit
103
Minuman Racikan Uti
104
Efek Racikan Uti
105
Penawaran Boy
106
Tugas Nachya
107
Nakal ya
108
Tidak tega
109
Jelous
110
Perhatian Boy
111
Istri Sempurna
112
Bayar Hutang
113
Once again
114
Pencapaian Nachya
115
Menuju ke London
116
Kedatangan Boy
117
Pentas Budaya
118
Perpisahan dan Perjumpaan
119
Meluahkan Rindu
120
The End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!