Penasaran kan?

Deg!

Nachya langsung menelan ludahnya kasar sambil nyengir memperlihatkan deretan gigi putihnya yang tertata begitu rapi membuat Adit semakin gemas dengan sikap murid perempuannya kali ini.

"Eh, Pak Adit!"

"Gak ada apa-apa kok pak!" balas Nachya sambil berbalik meninggalkan Pak Adit.

Namun Pak Adit cepat-cepat menarik tangan Nachya untuk masuk ke dalam ruangannya.

'Aduh, aduh! Ini Pak Adit mau ngapain coba?' tanya Nachya dalam hati yang sudah mulai was-was.

"Muka kamu kenapa pucat pasi begini Nachya?" tanya Pak Adit yang hampir mengusap pipi Nachya.

Namun, cepat-cepat Nachya menepis tangan guru barunya itu sambil berjalan mundr ke belakang.

"Bapak jangan macem-macem sama saya ya!"

Adit langsung tersenyum melihat sikap Nachya barusan yang terlihat begitu ketakutan.

"Memangnya saya mau ngapain kamu?" tanya Adit sambil mengikis jaraknya dengan Nachya.

"Bapak pasti mau jahat kan sama saya!" tebak Nachya yang sudah terpojok di dinding ruangan Pak Adit. "Buktinya bapak memaksa saya masuk ke dalam ruangan bapak!"

Tuduhan Nachya kali ini membuat Adit langsung mengunci tubuh Nachya dengan kedua tangannya.

"Sepertinya kamu berharap saya macem-macem ya sama kamu?" tanya Adit membuat Nachya semakin dag dig dug.

"Padahal saya cuma mau minta tolong sama kamu untuk membantu saya membawakan buku yang kemarin saya koreksi ke dalam kelas!"

Blush!

Ucapan Pak Adit kali ini seketika membuat wajah Nachya merona menahan rasa malu.

Adit langsung tersenyum dan mengambil buku yang ada di atas meja kerjanya, kemudian menyerahkan kepada Nachya.

"Maaf Pak!" tukas Nachya yang masih merasa begitu malu.

"Tidak masalah Nachya. Terima kasih sudah membantu saya!" balas Adit dan Nachya langsung cepat-cepat keluar dari ruangan Adit.

Setelah Nachya keluar dari ruangannya, Adit langsung tersenyum sendiri mengingat sikap Nachya yang menurutnya begitu mengemaskan itu.

"Aku memang sangat ingin bertindak macam-macam denganmu, Nachya. Tapi tidak sekarang, karena aku akan melakukan pendekatan secara perlahan."

"Kali ini aku tidak mau terburu-buru untuk mendapatkan cinta darimu, Nachya. Dan nantinya aku akan tetap macem-macem sama kamu setelah kau sah menjadi istriku!" gumam Adit sambil terus membayangkan wajah Nachya yang sedari kemarin menari-nari di pelupuk matanya.

Sedangkan Nachya pun langsung kembali ke dalam kelas dengan membawa buku teman-teman sekelasnya yang sudah dikoreksi oleh Pak Adit.

"Kamu dari ruangan Pak Adit?" tanya Ruby yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Nachya.

"Ck, dugaan kamu tuh salah, Ruby! Bikin malu aja!" gerutu Nachya kesal.

"Trus Boy tadi ngapain dong ke ruangan Pak Adit?" tanya Ruby lagi dan Nachya hanya mengedikkan bahunya.

"Nanti aku mau tanya sendiri sama Boy!" balas Nachya sambil memutar bola matanya malas mengingat dirinya terlalu percaya dengan omongan Ruby.

...☘️☘️☘️...

Sepulang dari sekolah, Nachya langsung pulang bersama Boy yang sudah tiba di sekolah 30 menit sebelum Nachya keluar dari kelasnya.

"Boy!" panggil Nachya yang melihat Abangnya sangat fokus mengemudikan mobil.

"Hemm!"

"Tadi pagi ngapain di ruangan Pak Adit?" tanya Nachya.

"Kamu ngintip ya?" Bukan menjawab pertanyaan dari Nachya, Boy justru balik bertanya.

"Enggak, cuma ngeliat aja kamu masuk ke ruangan Pak Adit sampai bel sekolah bunyi. Emang ngomongin apaan sih?" tanya Nachya lagi.

"Sama aja itu ngintip namanya!"

"BEDA!" balas Nachya dengan menekan ucapannya.

"Apa bedanya coba? Sama-sama pake mata kan?" balas Boy lagi.

"Idih, kenapa malah bahas ngintip sama ngeliat sih?!" gerutu Nachya yang kemudian mengulangi pertanyaannya lagi.

"Kamu ngomongin apa sama Pak Adit tadi pagi?"

"Jadi cewek jangan kepo napa?" balas Boy sambil menoel hidung Nachya.

"Boy pelit banget sih jadi cowok! Ku sumpahin kuburannya sempit!" gerutu Nachya yang tidak mendapat jawaban sedikit pun dari rasa penasarannya.

"Di mana-mana, kuburan itu pasti sempit, Nachya! Emangnya pocong kalo tidur harus guling-guling kayak kamu!" balas Boy membuat Nachya semakin kesal.

Nachya pun langsung memperlihatkan mode ngambeknya dengan melipat kedua tangannya di depan dada dan membuang wajahnya keluar jendela.

Boy yang sadar telah membuat Nachya kesal pun hanya tersenyum tanpa berniat memberikan jawaban atas pertanyaan Nachya tadi.

'Maaf ya Nach! Aku belum bisa cerita tentang statusku saat ini!'

'Jujur, aku belum siap jika kamu nanti nya justru semakin jauh dari aku!' gumam Boy dalam hati.

Sedangkan Nachya terus memikirkan bagaimana caranya untuk mendapatkan jawaban dari rasa penasarannya kali ini.

'Ck, Boy ngeselin banget sih! Dia bener-bener gak mau cerita sama aku!'

'Bikin aku tambah penasaran aja nih!' gerutu Nachya dalam hati

'Emm, kira-kira gimana ya caranya biar Boy mau cerita sama aku?' tanya Nachya bermonolog dalam hati.

"Gak usah ngambek gitu, Nach!" tukas Boy. "Nanti cantiknya hilang loh!"

"Bodo amat!" balas Nachya ketus.

"Nanti aku ceritain deh, tapi ada syaratnya!"

Ucapan Boy barusan membuat pandangan Nachya langsung beralih padanya dan matanya pun tampak berbinar.

"Apa syaratnya?" tanya Nachya dengan semangat 45.

"Kerjain 100 soal matematika dari aku!" jawab Boy membuat Nachya langsung membeliakkan matanya.

"Kamu mau bunuh aku, hah?!"

"Dasar gila!" Nachya kembali melipat tangan dan membuang wajahnya dari Boy.

"Gak ada niat mau ngebunuh kamu sih! Tapi emang gak pingin cerita aja sama kamu, karena ini adalah RAHASIA BESAR!" ucap Boy menekan kalimat terakhirnya dan semakin membuat Nachya penasaran.

"Gimana? Mau gak kerjain soal dari aku?" tawar Boy lagi.

"Kalo gak tau caranya boleh tanya kok. Nanti aku bakal ajarin kamu!"

Nachya menimang-nimang tawaran dari Boy kali ini.

"Aku hitung nih sampai tiga, setelahnya tawaran tidak berlaku!" ucap Boy membuat Nachya semakin bimbang.

Seratus soal bukanlah jumlah yang sedikit untuk Nachya mengerjakan soal dari Boy. Bisa-bisa otak Nachya langsung keriting gara-gara ngerjain 100 soal math.

"Ck, Boy ngeselin banget sih!" gerutu Nachya kesal.

"Satu!"

"Kurangin dong Boy, jangan seratus!" pinta Nachya. "Dua puluh lima soal, gimana?" tawar Nachya

"Dua!"

"Ck, lima puluh deh, lima puluh!" tawar Nachya lagi berharap Boy setuju atas tawarannya.

"Seratus atau tidak sama sekali!" balas Boy membuat tangan Nachya mengepal geram.

"Tii..."

"Oke oke. Aku mau!" balas Nachya terpaksa. "Tapi kalo udah selesai, kamu harus cerita semuanya!"

"Siap cantik!" jawab Boy sambil menyentuh dagu Nachya sekilas.

...☘️☘️☘️...

Terpopuler

Comments

Ita rahmawati

Ita rahmawati

ini jadinya sm² salah faham dong 🤦‍♀️

2023-12-03

0

Rice Btamban

Rice Btamban

Bai jjr SM adik ny Boy

2023-01-18

1

Oz An

Oz An

Jujur aj Boy,,, sblum perasaan kalian smkin dalam... 😁😁😄

langsung lanjut

2023-01-03

1

lihat semua
Episodes
1 Meet Again
2 Dag Dig Dug
3 Kenyataan Manis
4 Bukan Perasaan Terlarang
5 Perasaan Aneh Nachya
6 Healing Malam
7 Tertolak
8 Guru Baru Nachya
9 Diantar siapa?
10 Rivalnya Boy
11 Dilema Berat
12 Nachya Menggemaskan
13 Dugaan Ruby
14 Penasaran kan?
15 10 Soal Pertama
16 Cerita Nachya
17 Penjelasan Mama Ecca
18 Tetangga Baru
19 Dimana Soal Math Aku?
20 Percakapan di Mobil
21 Tawaran Pak Adit
22 Dering Ponsel
23 Makan Siang
24 Terlambat Jemput
25 Dilema Boy
26 Do Homework
27 Nah, Ketemu!
28 Tip Pertama Boy
29 Aku Cemburu
30 First Kiss??!
31 Les Math
32 Kenapa bukan kamu sih
33 Mengidolakan Pak Adit
34 Belum Final
35 Pagi di Rumah Nachya
36 Maaf Ya
37 Pernyataan Perasaan
38 Ditembak
39 Pindah Sekolah?
40 Kalang Kabut
41 Pagi Menyebalkan
42 Waduh!
43 Terngiang - ngiang
44 Surprise
45 Cinta Monyet
46 Tertimpa Durian
47 Plot Cepat
48 Iklaaan
49 The Day
50 Bad or Good News?
51 Shock!
52 Ketahuan kan?!
53 Sama-sama Lapar
54 Not Agree
55 Kamu, bukan Anak Papa!
56 Kita Putus, Boy!
57 Jangan Kalah Mesra!
58 Ternyata...
59 Salah Kaprah
60 Adit Kritis
61 Melepas Diri
62 Kencan Pertama
63 Menikmati Sun Set
64 Kecelakaan
65 Gubraaak!
66 Lamaran
67 Monica Menyerah
68 Otewe Kencan
69 Kencan Romantis
70 Kelulusan
71 Tantangan
72 Perpisahan (Go to London)
73 Welcome London
74 Tantangan Baru
75 Kado dari Boy
76 Dean Mulai Tertarik
77 Keputusan Dean
78 Rencana Baru
79 Dua Minggu Kemudian
80 Penemuan Baru Nachya
81 Tersulut Emosi
82 Sisi Lain Nachya
83 Akung Keras Kepala
84 Nachya VS Akung Mario
85 Boy Arrived
86 Bertemu dalam Diam
87 Ketahuan Bo-ong
88 Epping Forest
89 Yonna Is Nachya
90 Pertolongan Pertama
91 Boy Pamit
92 Kedatangan Papa Belva dan Mama Ecca
93 Terbongkar
94 Kemarahan semuanya
95 Boy Meet Nachya
96 Ini Serius?
97 Pulang dari RS
98 Menuju Hari H
99 The Day
100 In room with you
101 You're Mine
102 Ke Rumah Sakit
103 Minuman Racikan Uti
104 Efek Racikan Uti
105 Penawaran Boy
106 Tugas Nachya
107 Nakal ya
108 Tidak tega
109 Jelous
110 Perhatian Boy
111 Istri Sempurna
112 Bayar Hutang
113 Once again
114 Pencapaian Nachya
115 Menuju ke London
116 Kedatangan Boy
117 Pentas Budaya
118 Perpisahan dan Perjumpaan
119 Meluahkan Rindu
120 The End
Episodes

Updated 120 Episodes

1
Meet Again
2
Dag Dig Dug
3
Kenyataan Manis
4
Bukan Perasaan Terlarang
5
Perasaan Aneh Nachya
6
Healing Malam
7
Tertolak
8
Guru Baru Nachya
9
Diantar siapa?
10
Rivalnya Boy
11
Dilema Berat
12
Nachya Menggemaskan
13
Dugaan Ruby
14
Penasaran kan?
15
10 Soal Pertama
16
Cerita Nachya
17
Penjelasan Mama Ecca
18
Tetangga Baru
19
Dimana Soal Math Aku?
20
Percakapan di Mobil
21
Tawaran Pak Adit
22
Dering Ponsel
23
Makan Siang
24
Terlambat Jemput
25
Dilema Boy
26
Do Homework
27
Nah, Ketemu!
28
Tip Pertama Boy
29
Aku Cemburu
30
First Kiss??!
31
Les Math
32
Kenapa bukan kamu sih
33
Mengidolakan Pak Adit
34
Belum Final
35
Pagi di Rumah Nachya
36
Maaf Ya
37
Pernyataan Perasaan
38
Ditembak
39
Pindah Sekolah?
40
Kalang Kabut
41
Pagi Menyebalkan
42
Waduh!
43
Terngiang - ngiang
44
Surprise
45
Cinta Monyet
46
Tertimpa Durian
47
Plot Cepat
48
Iklaaan
49
The Day
50
Bad or Good News?
51
Shock!
52
Ketahuan kan?!
53
Sama-sama Lapar
54
Not Agree
55
Kamu, bukan Anak Papa!
56
Kita Putus, Boy!
57
Jangan Kalah Mesra!
58
Ternyata...
59
Salah Kaprah
60
Adit Kritis
61
Melepas Diri
62
Kencan Pertama
63
Menikmati Sun Set
64
Kecelakaan
65
Gubraaak!
66
Lamaran
67
Monica Menyerah
68
Otewe Kencan
69
Kencan Romantis
70
Kelulusan
71
Tantangan
72
Perpisahan (Go to London)
73
Welcome London
74
Tantangan Baru
75
Kado dari Boy
76
Dean Mulai Tertarik
77
Keputusan Dean
78
Rencana Baru
79
Dua Minggu Kemudian
80
Penemuan Baru Nachya
81
Tersulut Emosi
82
Sisi Lain Nachya
83
Akung Keras Kepala
84
Nachya VS Akung Mario
85
Boy Arrived
86
Bertemu dalam Diam
87
Ketahuan Bo-ong
88
Epping Forest
89
Yonna Is Nachya
90
Pertolongan Pertama
91
Boy Pamit
92
Kedatangan Papa Belva dan Mama Ecca
93
Terbongkar
94
Kemarahan semuanya
95
Boy Meet Nachya
96
Ini Serius?
97
Pulang dari RS
98
Menuju Hari H
99
The Day
100
In room with you
101
You're Mine
102
Ke Rumah Sakit
103
Minuman Racikan Uti
104
Efek Racikan Uti
105
Penawaran Boy
106
Tugas Nachya
107
Nakal ya
108
Tidak tega
109
Jelous
110
Perhatian Boy
111
Istri Sempurna
112
Bayar Hutang
113
Once again
114
Pencapaian Nachya
115
Menuju ke London
116
Kedatangan Boy
117
Pentas Budaya
118
Perpisahan dan Perjumpaan
119
Meluahkan Rindu
120
The End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!