Tertolak

Nachya sedikit terhenyak dengan pertanyaan Boy kali ini. Ia mengunyah satenya sambil terus memandangi abangnya lekat-lekat.

"Kayaknya enggak deh!" jawab Nachya sambil kembali menikmati sate ayamnya.

"Kenapa?!" tanya Boy dengan tatapan tajamnya ke arah Nachya.

"Ck, gak akan ada cewek yang mau pacaran sama cowok yang nyebelin banget kayak kamu, Boy!” balas Nachya.

“Oh, aku nyebelin ya?” tanya Boy yang mulai mengikis jaraknya dengan Nachya.

“Tapi aku tampan kan?”

Nachya langsung terkekeh mendengar pertanyaan narsis Boy kali ini.

“Ketampanan kamu mah levelnya masih standar banget, Boy. Buktinya sampe sekarang masih belum punya pacar kan?”

“Udah buruan dihabisin! Habis ini aku mau beli minuman boba yang ada di ujung sana itu!” ucap Nachya membuat Boy menghela nafasnya panjang dan kembali menikmati sate ayamnya.

‘Ini serius Nachya beneran gak ada perasaan khusus sama aku?’ tanya Boy bermonolog dalam hati.

‘Bahkan dia juga gak mau jadi pacar aku meski aku bukan abang kandungnya.’

Boy langsung lemas mendapatkan penolakan dari Nachya barusan. Seketika mood nya langsung turun dan tidak ada semangat seperti orang yang sedang patah hati.

‘Apa Nachya sudah punya cowok spesial yang ada di hatinya?’ batin Boy sambil terus memandangi Nachya yang begitu menikmati sate ayamnya.

 

Nachya yang merasa terus diperhatikan oleh Boy pun berusaha menahan dirinya agar tidak salah tingkah di depan Boy.

‘Duh, Boy nih apa apaan sih?’ gerutu Nachya dalam hati.

‘Gak mikir apa kalo pertanyaan dia tadi itu bikin aku sport jantung!’

‘Dasar abang gila! Cewek mana coba yang bisa menolak pesonanya. Udah ganteng, macho, cool, emm ngeselin sih, tapi diem-diem Boy perhatian kok!’ batin Nachya.

‘Duh, kayaknya aku bener-bener gak beres ini. Harusnya aku gak boleh ada perasaan kayak gini sama Boy!’

 

“Nachya...” panggil Boy membuyarkan lamunan Nachya.

Perlahan tangan Boy terulur ke wajah Nachya dan mengusap bumbu sate yang tertinggal di ujung bibir Nachya.

“Kamu makan kayak anak bayi tahu Nach, belepotan gini!” ucap Boy membuat Nachya menelan ludahnya kasar.

‘Aduh Boy, please deh. Kedekatan kita saat ini justru terasa begitu menyiksaku!’ batin Nachya.

Ia pun cepat-cepat menepis tangan Boy dan mengambil tissue untuk membersihkan ujung bibirnya sendiri.

“Namanya juga makan sate!” sanggah Nachya.

“Pulang yuk!” ajak Nachya kemudian yang langsung meletakkan piring satenya di meja dan meninggalkan Boy begitu saja.

“Loh, gak jadi beli minuman boba?!” tanya Boy sedikit berteriak.

“Gak!” jawab Nachya singkat membuat Boy langsung mengejar langkah Nachya.

Mereka berdua akhirnya pulang dengan saling bungkam sampai tiba di Mansion Uti Aleya. Bahkan Nachya tidak memeluk Boy seperti tadi. Boy juga sama sekali tidak memaksa Nachya untuk memeluknya seperti tadi.

 

***

 

Setelah malam itu, Nachya sering menghindar untuk berdekatan dengan Boy. Bahkan mereka hanya bertemu jika makan bersama dengan papa dan juga mamanya, selain itu Nachya lebih sering mengunci dirinya di dalam kamar.

 

Kini liburan Nachya sudah usai dan waktunya Nachya kembali masuk sekolah dengan statusnya sebagai anak kelas 12. Pagi ini, Nachya sudah siap lebih awal karena ia sangat ingin berangkat ke sekolah dengan membawa mobilnya sendiri.

Nachya menuruni anak tangga sambil memainkan kunci mobil di jarinya. Di ruang makan, tampak Mama Ecca sedang menyiapkan sarapan dan juga bekal untuk Nachya di hari pertamanya masuk sekolah.

“Pagi Mamaaa...” Nachya langsung memeluk Mama Ecca dari belakang dan mencium pipi kanannya.

“Waaah, mama masak nasi goreng seafood kesukaan Nachya yaa?” tanya Nachya dengan mata yang berbinar sambil menarik kursi makannya.

“Iya dong. Biar kamu semangat sekolahnya hari ini,” balas Mama Ecca.

“Thank you, Mama. You’re always my best mom!”

Nachya langsung menikmati sarapannya sendiri karena Papa Belva dan juga Boy belum keluar dari kamarnya. Sedangkan Mama Ecca akan sarapan nanti bersama dengan papa Belva.

“Sayang, hari ini kamu biar di antar jemput sama Boy ya!” ucap Mama Ecca.

“Hari pertama masuk sekolah pasti macet, terus mama gak mau kalo kamu kenapa-napa di jalan.”

“Tapi ma, Nachya bisa hati-hati kok. Ini juga masih pagi. Lagi pula Boy juga belum bangun itu!” balas Nachya yang sama sekali tidak ingin di antar oleh Boy ke sekolah.

“Kata siapa belum bangun?” tanya Boy yang tiba-tiba datang dari belakang Nachya.

“Bahkan aku sudah siap sebelum kau bangun tidur.”

Kali ini Nachya sudah tidak bisa mengelak lagi. “Tapi bawa mobil ya!” pinta Nachya sambil menyodorkan kunci mobilnya ke arah Boy.

“Naik motor saja, Nach. Biar cepet sampai di sekolah. Jadi kamu gak terjebak macet juga di jalan!” timpal Mama Ecca.

Nachya pun menghela nafasnya panjang dan menganggukkan kepalanya. “Iya ma...”

Hati Boy langsung bersorak gembira mendengar jawaban pasrah dari Nachya. Akhirnya setelah 3 hari di diamkan dan diacuhkan oleh Nachya, kali ini Boy bisa kembali berdekatan dengan wanita yang selalu membuatnya kelimpungan memikirkannya.

“Tiga hari ini cuek banget sama aku, Nach. Kamu marah ya?” tanya Boy yang sudah mulai menjalankan motornya.

“Marah?”

“Gak kok, lagi pingin di kamar saja sendiri!” balas Nachya.

“Oooh.” balas Boy singkat.

Jalanan pagi ini benar-benar sangat padat dan ramai. Untungnya Nachya menurut untuk diantarkan Boy dengan motornya, jika tidak sudah dipastikan Nachya akan terlambat tiba di sekolah.

Sesampainya di sekolah Nachya, Boy sengaja melepaskan helmnya dan membuat siswi di sekolah Nachya pun terpesona dengan ketampanan Boy.

“Itu cowok siapanya Nachya? Ganteng banget!”

“Jangan-jangan pacarnya Nachya? Aduuh, mereka serasi banget sih!”

“Pantesan Nachya gak pernah kelihatan punya pacar. Ternyata pacarnya cool abis.”

“Iya bener. Beruntung banget sih Nachya!”

Hampir semua teman wanita Nachya terpesona saat melihat ketampanan Boy. Begitu juga dengan Ruby, sahabat dekat Nachya.

“Nanti aku jemput naik mobil kamu!” ucap Boy saat Nachya sudah turun dari motornya.

“Oke, nanti aku kabarin kalo udah mau pulang sekolah!” balas Nachya sambil meninggalkan Boy yang masih memandanginya sampai masuk ke dalam kelas.

Nachya langsung dikerumuni teman teman perempuannya yang tadi sempat terpesona dengan ketampanan Boy. Semuanya pun langsung menanyakan siapa lelaki yang mengantar Nachya pagi ini.

Sayangnya belum sempat Nachya menjawab pertanyaan dari teman-temannya, bel sekolah pun berbunyi dan mereka harus bersiap untuk mengikuti upacara.

“Yuk buruan ke lapangan. Pertanyaannya nanti aku jawab jam istirahat ya...” tukas Nachya yang langsung mengambil topi yang ada di dalam tasnya dan memakainya.

☘️☘️☘️

Kali ini Author akan kasih visualnya Nachya sama Boy yaa.

Nachya (Bryonnachya Quiero)

Boy Marley Swan

☘️☘️☘️

Terpopuler

Comments

Nirwana Asri

Nirwana Asri

boy ganteng jg

2023-01-22

0

Nirwana Asri

Nirwana Asri

set dah boy gue mau jd nachya, blibet bener dah namanya

2023-01-17

0

Rice Btamban

Rice Btamban

ganteng cantik lanjutkan

2023-01-13

0

lihat semua
Episodes
1 Meet Again
2 Dag Dig Dug
3 Kenyataan Manis
4 Bukan Perasaan Terlarang
5 Perasaan Aneh Nachya
6 Healing Malam
7 Tertolak
8 Guru Baru Nachya
9 Diantar siapa?
10 Rivalnya Boy
11 Dilema Berat
12 Nachya Menggemaskan
13 Dugaan Ruby
14 Penasaran kan?
15 10 Soal Pertama
16 Cerita Nachya
17 Penjelasan Mama Ecca
18 Tetangga Baru
19 Dimana Soal Math Aku?
20 Percakapan di Mobil
21 Tawaran Pak Adit
22 Dering Ponsel
23 Makan Siang
24 Terlambat Jemput
25 Dilema Boy
26 Do Homework
27 Nah, Ketemu!
28 Tip Pertama Boy
29 Aku Cemburu
30 First Kiss??!
31 Les Math
32 Kenapa bukan kamu sih
33 Mengidolakan Pak Adit
34 Belum Final
35 Pagi di Rumah Nachya
36 Maaf Ya
37 Pernyataan Perasaan
38 Ditembak
39 Pindah Sekolah?
40 Kalang Kabut
41 Pagi Menyebalkan
42 Waduh!
43 Terngiang - ngiang
44 Surprise
45 Cinta Monyet
46 Tertimpa Durian
47 Plot Cepat
48 Iklaaan
49 The Day
50 Bad or Good News?
51 Shock!
52 Ketahuan kan?!
53 Sama-sama Lapar
54 Not Agree
55 Kamu, bukan Anak Papa!
56 Kita Putus, Boy!
57 Jangan Kalah Mesra!
58 Ternyata...
59 Salah Kaprah
60 Adit Kritis
61 Melepas Diri
62 Kencan Pertama
63 Menikmati Sun Set
64 Kecelakaan
65 Gubraaak!
66 Lamaran
67 Monica Menyerah
68 Otewe Kencan
69 Kencan Romantis
70 Kelulusan
71 Tantangan
72 Perpisahan (Go to London)
73 Welcome London
74 Tantangan Baru
75 Kado dari Boy
76 Dean Mulai Tertarik
77 Keputusan Dean
78 Rencana Baru
79 Dua Minggu Kemudian
80 Penemuan Baru Nachya
81 Tersulut Emosi
82 Sisi Lain Nachya
83 Akung Keras Kepala
84 Nachya VS Akung Mario
85 Boy Arrived
86 Bertemu dalam Diam
87 Ketahuan Bo-ong
88 Epping Forest
89 Yonna Is Nachya
90 Pertolongan Pertama
91 Boy Pamit
92 Kedatangan Papa Belva dan Mama Ecca
93 Terbongkar
94 Kemarahan semuanya
95 Boy Meet Nachya
96 Ini Serius?
97 Pulang dari RS
98 Menuju Hari H
99 The Day
100 In room with you
101 You're Mine
102 Ke Rumah Sakit
103 Minuman Racikan Uti
104 Efek Racikan Uti
105 Penawaran Boy
106 Tugas Nachya
107 Nakal ya
108 Tidak tega
109 Jelous
110 Perhatian Boy
111 Istri Sempurna
112 Bayar Hutang
113 Once again
114 Pencapaian Nachya
115 Menuju ke London
116 Kedatangan Boy
117 Pentas Budaya
118 Perpisahan dan Perjumpaan
119 Meluahkan Rindu
120 The End
Episodes

Updated 120 Episodes

1
Meet Again
2
Dag Dig Dug
3
Kenyataan Manis
4
Bukan Perasaan Terlarang
5
Perasaan Aneh Nachya
6
Healing Malam
7
Tertolak
8
Guru Baru Nachya
9
Diantar siapa?
10
Rivalnya Boy
11
Dilema Berat
12
Nachya Menggemaskan
13
Dugaan Ruby
14
Penasaran kan?
15
10 Soal Pertama
16
Cerita Nachya
17
Penjelasan Mama Ecca
18
Tetangga Baru
19
Dimana Soal Math Aku?
20
Percakapan di Mobil
21
Tawaran Pak Adit
22
Dering Ponsel
23
Makan Siang
24
Terlambat Jemput
25
Dilema Boy
26
Do Homework
27
Nah, Ketemu!
28
Tip Pertama Boy
29
Aku Cemburu
30
First Kiss??!
31
Les Math
32
Kenapa bukan kamu sih
33
Mengidolakan Pak Adit
34
Belum Final
35
Pagi di Rumah Nachya
36
Maaf Ya
37
Pernyataan Perasaan
38
Ditembak
39
Pindah Sekolah?
40
Kalang Kabut
41
Pagi Menyebalkan
42
Waduh!
43
Terngiang - ngiang
44
Surprise
45
Cinta Monyet
46
Tertimpa Durian
47
Plot Cepat
48
Iklaaan
49
The Day
50
Bad or Good News?
51
Shock!
52
Ketahuan kan?!
53
Sama-sama Lapar
54
Not Agree
55
Kamu, bukan Anak Papa!
56
Kita Putus, Boy!
57
Jangan Kalah Mesra!
58
Ternyata...
59
Salah Kaprah
60
Adit Kritis
61
Melepas Diri
62
Kencan Pertama
63
Menikmati Sun Set
64
Kecelakaan
65
Gubraaak!
66
Lamaran
67
Monica Menyerah
68
Otewe Kencan
69
Kencan Romantis
70
Kelulusan
71
Tantangan
72
Perpisahan (Go to London)
73
Welcome London
74
Tantangan Baru
75
Kado dari Boy
76
Dean Mulai Tertarik
77
Keputusan Dean
78
Rencana Baru
79
Dua Minggu Kemudian
80
Penemuan Baru Nachya
81
Tersulut Emosi
82
Sisi Lain Nachya
83
Akung Keras Kepala
84
Nachya VS Akung Mario
85
Boy Arrived
86
Bertemu dalam Diam
87
Ketahuan Bo-ong
88
Epping Forest
89
Yonna Is Nachya
90
Pertolongan Pertama
91
Boy Pamit
92
Kedatangan Papa Belva dan Mama Ecca
93
Terbongkar
94
Kemarahan semuanya
95
Boy Meet Nachya
96
Ini Serius?
97
Pulang dari RS
98
Menuju Hari H
99
The Day
100
In room with you
101
You're Mine
102
Ke Rumah Sakit
103
Minuman Racikan Uti
104
Efek Racikan Uti
105
Penawaran Boy
106
Tugas Nachya
107
Nakal ya
108
Tidak tega
109
Jelous
110
Perhatian Boy
111
Istri Sempurna
112
Bayar Hutang
113
Once again
114
Pencapaian Nachya
115
Menuju ke London
116
Kedatangan Boy
117
Pentas Budaya
118
Perpisahan dan Perjumpaan
119
Meluahkan Rindu
120
The End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!