Kenyataan Manis

Keesokan harinya, Nachya sarapan bersama dengan Boy sambil membuang muka. Nachya masih merasa sangat kesal mengingat semalam Boy berhasil menipunya.

Sedangkan Boy bersikap biasa saja seolah tidak ada masalah di antara mereka berdua. "Nanti ke rumah uti sama akungnya naik motor aku aja!" ucap Boy sambil menikmati sarapannya.

Boy dan Nachya memang lahir di tanggal dan bulan yang sama, namun di tahun yang berbeda. Jika 3 bulan yang lalu Nachya mendapat hadiah mobil dari Papanya, Boy lebih memilih motor sport yang dengan harganya yang sebanding dengan mobil milik Nachya.

"Dih, ogah banget! Panas!" tolak Nachya tanpa sedikit pun memandang ke arah Boy.

"Kita pergi sendiri-sendiri aja!" lanjut Nachya yang memperlihatkan kalau dia masih marah dengan Boy.

Boy hanya berdehem menanggapi ucapan Nachya barusan. Setelah menyelesaikan sarapan, Boy langsung mencuci piringnya dan kemudian pergi lebih dulu dari Nachya.

"Cih, emang dasar gorila! Gak peka banget sih jadi orang!" gerutu Nachya yang melihat Boy pergi begitu saja meninggalkannya.

"Minta maaf kek!"

"Ngerayu biar bisa berangkat bareng kek!"

"Ini malah pergi gitu aja!" gerutu Nachya sambil membawa piring kotornya ke pantry dan mencucinya.

"Perasaan dari kemarin Non Nachya ngedumel terus!" ucap Bik Surti yang baru selesai membersihkan taman.

"Abisnya kesel banget ama GORILA, bik!" tukas Nachya membuat Bik Surti terkekeh.

"Jangan kesel atuh Non cantik, masa' ama abang sendiri kesel sih!"

"Ya mau gimana lagi, orang dia duluan yang ngajakin perang!"

"Ya udah, Nachya ke rumah uti dulu ya. Bik Surti jaga rumah baik-baik!" pamit Nachya yang langsung menuju ke parkiran mobil.

Namun betapa terkejutnya Nachya saat melihat ke 4 ban mobilnya kempes.

"Loh kok kempes sih?!" tanya Nachya yang kemudian melihat secarik kertas yang terselip di wiper mobilnya.

......BESOK LAGI, JANGAN TOLAK TAWARAN ABANG TAMVAN! SAMPAI KETEMU DI RUMAH UTI YA! ......

Nachya langsung meremas kertas tersebut dengan geram, "Awas ya Boy!"

"Aku akan becek-becek ampe ancur nanti!" gumam Nachya yang langsung memesan taksi online untuk menuju ke rumah Uti.

...☘️☘️☘️...

Sedangkan Boy saat ini sudah tiba di rumah Uti Aleya lebih dulu dari Michie. Namun, langkahnya tiba-tiba terhenti karena ia tidak sengaja mendengarkan percakapan antara Utinya dengan Mama Ecca.

"Boy sudah besar, Ecca. Sudah saatnya ia tahu dan mengenal siapa ayah dan ibunya yang asli," tukas uti Aleya membuat Boy terhenyak.

"Bener Mami, Ecca juga sedang menunggu waktu yang pas untuk memberi tahu Boy. Ecca gak mau nanti dia sakit hati dan kecewa setelah mengetahui semuanya," timpal Mama Ecca.

'Jadi aku bukan anak kandung papa Belva dan Mama Ecca?' tanya Boy bermonolog dalam hati.

"Mami yakin sekali, Boy itu kuat dan tidak akan merasa sakit hati. Meski dia bukan anak kandung kamu dan Belva, dia kan tetap cucu Mami dan anggota keluarga Marley," ucap Uti Aleya.

Percakapan kedua wanita yang beda generasi tadi membuat Boy mulai paham akan statusnya di keluarga Papa Belva.

Selama ini ia selalu bertanya tanya tentang nama panjangnya yang tidak disematkan nama papanya dan justru disematkan nama dari keluarga mamanya.

'Kalau aku bukan akan kandung Papa Belva dan Mama Ecca, aku anak siapa?'

'Kenapa papa dan mama mau merawat dan membesarkan aku jika aku bukan anak kandung mereka?'

'Lalu kemana sebenarnya orang tua aku?'

Berbagai pertanyaan kini memenuhi benak kepala Boy. Ia masih ingat betul jika sejak masih kecil sudah dirawat oleh Papa Belva dan juga Mama Ecca.

Terlebih fotonya sejak masih bayi pun selalu bersama dengan papa mamanya. Bahkan di Kartu Keluarga juga tertulis jika Boy adalah anak dari mereka berdua.

"Hei, gorila sialan!" teriak Nachya dari pintu gerbang Mansion membuyarkan lamunan Boy.

Cepat-cepat Boy berlari ke arah Nachya dan menutup mulut adik perempuannya itu.

"Baru dateng itu jangan teriak-teriak! Inget, kita lagi di Mansion Uti sama Akung!" ucap Boy menasehati Nachya.

Dengan kesal Nachya menyikut perut Boy agar bisa melepaskan diri. "Kenapa? Kamu takut aku laporin semua kenakalan kamu sama Uti, Akung, Papa dan Mama?" tanya Nachya yang masih sangat kesal karena Boy berkali-kali membuat masalah dengannya.

Boy menghela nafasnya panjang, "Aku gak takut! Silakan aja laporin semuanya!" balas Boy sambil mengusap perutnya yang sakit akibat sikutan Nachya.

"Ooh, Nantangin ya!" Nachya langsung melipat lengan bajunya dan langsung siap masuk ke Mansion Uti dan Akungnya.

Dengan keras Nachya mengucapkan salam dan kemudian menyalami Uti dan Mamanya.

"Preman cantik dari mana sih ini?" tanya Uti sambil menyalami cucunya. "Suaranya udah kayak TOA," ledek Uti Aleya.

Nachya langsung duduk di samping utinya sambil melipat kedua tangannya. "Nachya kesel sama Gorila ini, Uty!" tunjuk Nachya ke arah Boy yang baru masuk an menyalami utinya.

"Wah, Boy. Kamu makin tampan aja sekarang!" puji Uti Aleya yang justru mengacuhkan Nachya.

Merasa diacuhkan Utinya, Nachya langsung memeluk lengan Utinya dan kembali mengadukan sikap Boy yang sejak kemarin membuatnya sangat kesal.

"Uti, dia hanya gorila yang menyebalkan. Sama sekali tidak tampan dan selalu membuatku kesal." ucap Nachya yang tidak suka Uti Aleya memuji ketampanan Boy.

"Nach, gak boleh gitu loh sama abang sendiri!" tukas Mama Ecca menasehati Putrinya.

"Dia!" Nachya menunjuk ke arah Boy. "Bukan abang aku!" ucap Nachya dengan tegas.

"Emang aku bukan abang kamu!" jawab Boy dengan santai. "Siapa juga yang mau punya adek kayak kamu!" balas Boy yang langsung berdiri dan berjalan ke depan televisi.

Uti Aleya dan Mama Ecca pun langsung saling melempar pandang.

"Ini sebenarnya ada masalah apa sih?" tanya Uti Aleya. "Dulu tuh kalian lengket banget loh."

"Boy juga selalu sayang dan perhatian sama Nachya. Kamu juga Nach, dulu selalu manja sama Boy."

"Ini kenapa sekarang malah kayak kucing sama tikus sih?" tanya Uti Aleya.

"Iya nih Mi, gak tau kenapa dari kemarin Boy dateng, Nachya bawaannya uring-uringan terus?" timpal Mama Ecca.

"Gimana gak kesel coba, Ma! Ban mobil aku semuanya dikempesin sama Boy!" ucap Nachya dengan emosi yang meluap-luap sambil menunjuk ke arah Boy yang dengan santainya menonton televisi.

"Oh, jadi itu masalahnya." tukas Mama Ecca dengan santai.

"Sebenernya bukan Boy yang kempesin ban mobil Nachya, tapi Papa Belva tuh tersangkanya." Mama Ecca menunjuk ke arah suaminya yang baru saja keluar dari kamar.

"Emang sengaja dikempesin sama papa, katanya biar kamu gak keluyuran malem-malem!" tukas Mama Ecca membuat Nachya langsung memandang ke arah papanya.

"Papaaa!!!" teriak Nachya kesal yang tidak menyangka jika ban mobilnya kempes karena ulah papanya.

...😁😁😁...

Terima kasih banyak atas dukungan kalian semua.

Sambil nunggu cerita selanjutnya, mampir dulu yuk ke Novel bestie aku yang dijamin ceritanya menarik dan seru banget.

Judulnya Twins A and Miss Ceriwis

Karya Author Hebat Rira Syaqila

Terpopuler

Comments

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Nah kan ketahuan kalian gak sedarah, Harusnya kamu seneng dong Boy..😂

2024-01-21

0

Ita rahmawati

Ita rahmawati

astaga belva ,kelakuanmu 🤣🤣🤣🤣

2023-12-02

0

Melisa Author

Melisa Author

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

2023-02-17

0

lihat semua
Episodes
1 Meet Again
2 Dag Dig Dug
3 Kenyataan Manis
4 Bukan Perasaan Terlarang
5 Perasaan Aneh Nachya
6 Healing Malam
7 Tertolak
8 Guru Baru Nachya
9 Diantar siapa?
10 Rivalnya Boy
11 Dilema Berat
12 Nachya Menggemaskan
13 Dugaan Ruby
14 Penasaran kan?
15 10 Soal Pertama
16 Cerita Nachya
17 Penjelasan Mama Ecca
18 Tetangga Baru
19 Dimana Soal Math Aku?
20 Percakapan di Mobil
21 Tawaran Pak Adit
22 Dering Ponsel
23 Makan Siang
24 Terlambat Jemput
25 Dilema Boy
26 Do Homework
27 Nah, Ketemu!
28 Tip Pertama Boy
29 Aku Cemburu
30 First Kiss??!
31 Les Math
32 Kenapa bukan kamu sih
33 Mengidolakan Pak Adit
34 Belum Final
35 Pagi di Rumah Nachya
36 Maaf Ya
37 Pernyataan Perasaan
38 Ditembak
39 Pindah Sekolah?
40 Kalang Kabut
41 Pagi Menyebalkan
42 Waduh!
43 Terngiang - ngiang
44 Surprise
45 Cinta Monyet
46 Tertimpa Durian
47 Plot Cepat
48 Iklaaan
49 The Day
50 Bad or Good News?
51 Shock!
52 Ketahuan kan?!
53 Sama-sama Lapar
54 Not Agree
55 Kamu, bukan Anak Papa!
56 Kita Putus, Boy!
57 Jangan Kalah Mesra!
58 Ternyata...
59 Salah Kaprah
60 Adit Kritis
61 Melepas Diri
62 Kencan Pertama
63 Menikmati Sun Set
64 Kecelakaan
65 Gubraaak!
66 Lamaran
67 Monica Menyerah
68 Otewe Kencan
69 Kencan Romantis
70 Kelulusan
71 Tantangan
72 Perpisahan (Go to London)
73 Welcome London
74 Tantangan Baru
75 Kado dari Boy
76 Dean Mulai Tertarik
77 Keputusan Dean
78 Rencana Baru
79 Dua Minggu Kemudian
80 Penemuan Baru Nachya
81 Tersulut Emosi
82 Sisi Lain Nachya
83 Akung Keras Kepala
84 Nachya VS Akung Mario
85 Boy Arrived
86 Bertemu dalam Diam
87 Ketahuan Bo-ong
88 Epping Forest
89 Yonna Is Nachya
90 Pertolongan Pertama
91 Boy Pamit
92 Kedatangan Papa Belva dan Mama Ecca
93 Terbongkar
94 Kemarahan semuanya
95 Boy Meet Nachya
96 Ini Serius?
97 Pulang dari RS
98 Menuju Hari H
99 The Day
100 In room with you
101 You're Mine
102 Ke Rumah Sakit
103 Minuman Racikan Uti
104 Efek Racikan Uti
105 Penawaran Boy
106 Tugas Nachya
107 Nakal ya
108 Tidak tega
109 Jelous
110 Perhatian Boy
111 Istri Sempurna
112 Bayar Hutang
113 Once again
114 Pencapaian Nachya
115 Menuju ke London
116 Kedatangan Boy
117 Pentas Budaya
118 Perpisahan dan Perjumpaan
119 Meluahkan Rindu
120 The End
Episodes

Updated 120 Episodes

1
Meet Again
2
Dag Dig Dug
3
Kenyataan Manis
4
Bukan Perasaan Terlarang
5
Perasaan Aneh Nachya
6
Healing Malam
7
Tertolak
8
Guru Baru Nachya
9
Diantar siapa?
10
Rivalnya Boy
11
Dilema Berat
12
Nachya Menggemaskan
13
Dugaan Ruby
14
Penasaran kan?
15
10 Soal Pertama
16
Cerita Nachya
17
Penjelasan Mama Ecca
18
Tetangga Baru
19
Dimana Soal Math Aku?
20
Percakapan di Mobil
21
Tawaran Pak Adit
22
Dering Ponsel
23
Makan Siang
24
Terlambat Jemput
25
Dilema Boy
26
Do Homework
27
Nah, Ketemu!
28
Tip Pertama Boy
29
Aku Cemburu
30
First Kiss??!
31
Les Math
32
Kenapa bukan kamu sih
33
Mengidolakan Pak Adit
34
Belum Final
35
Pagi di Rumah Nachya
36
Maaf Ya
37
Pernyataan Perasaan
38
Ditembak
39
Pindah Sekolah?
40
Kalang Kabut
41
Pagi Menyebalkan
42
Waduh!
43
Terngiang - ngiang
44
Surprise
45
Cinta Monyet
46
Tertimpa Durian
47
Plot Cepat
48
Iklaaan
49
The Day
50
Bad or Good News?
51
Shock!
52
Ketahuan kan?!
53
Sama-sama Lapar
54
Not Agree
55
Kamu, bukan Anak Papa!
56
Kita Putus, Boy!
57
Jangan Kalah Mesra!
58
Ternyata...
59
Salah Kaprah
60
Adit Kritis
61
Melepas Diri
62
Kencan Pertama
63
Menikmati Sun Set
64
Kecelakaan
65
Gubraaak!
66
Lamaran
67
Monica Menyerah
68
Otewe Kencan
69
Kencan Romantis
70
Kelulusan
71
Tantangan
72
Perpisahan (Go to London)
73
Welcome London
74
Tantangan Baru
75
Kado dari Boy
76
Dean Mulai Tertarik
77
Keputusan Dean
78
Rencana Baru
79
Dua Minggu Kemudian
80
Penemuan Baru Nachya
81
Tersulut Emosi
82
Sisi Lain Nachya
83
Akung Keras Kepala
84
Nachya VS Akung Mario
85
Boy Arrived
86
Bertemu dalam Diam
87
Ketahuan Bo-ong
88
Epping Forest
89
Yonna Is Nachya
90
Pertolongan Pertama
91
Boy Pamit
92
Kedatangan Papa Belva dan Mama Ecca
93
Terbongkar
94
Kemarahan semuanya
95
Boy Meet Nachya
96
Ini Serius?
97
Pulang dari RS
98
Menuju Hari H
99
The Day
100
In room with you
101
You're Mine
102
Ke Rumah Sakit
103
Minuman Racikan Uti
104
Efek Racikan Uti
105
Penawaran Boy
106
Tugas Nachya
107
Nakal ya
108
Tidak tega
109
Jelous
110
Perhatian Boy
111
Istri Sempurna
112
Bayar Hutang
113
Once again
114
Pencapaian Nachya
115
Menuju ke London
116
Kedatangan Boy
117
Pentas Budaya
118
Perpisahan dan Perjumpaan
119
Meluahkan Rindu
120
The End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!