Ku Terima Hinaan Kalian | 19
Aalis bangun dengan terengah-engah. Keringat kembali membasahi tubuh nya. Ia kembali memimpikan sebuah pertemuan yang tidak jelas atau kemat*an nya. Dan rasa sakit begitu membekas di dalam dadanya, rasa sakit yang nyata untuk sebuah mimpi.
Di dalam mimpi itu ia melihat seorang wanita bersayap melepaskan sayap pelindung nya untuk melindungi Orang-orang berpakaian hitam.
Di sana ia juga melihat seorang pria yang berteriak pilu karena kemat*an wanita itu.
Namun, ia tidak bisa melihat jelas wajah pria yang ada di dalam mimpinya. Tapi, ia yakin wanita itu adalah dirinya. Ia hanya bisa merasakan sakit yang tidak tahu mengapa begitu menyiksa nya.
Aalis tidak tahu mengapa mimpi ini selalu datang pada dirinya. Masih menjadi misteri kenapa ia selalu bermimpi tentang cinta yang begitu menyakitkan itu.
"Anda kembali bermimpi, Putri?" Axela turun dari atas atap kamar Aalis.
Aalis tidak menatap Axela, tapi ia menjawab pertanyaan wanita kepercayaan nya itu. "Ya. Dan rasa nya masih sama menyakitkan. Seolah jiwa ku terkoyak." tangan Aalis menyentuh dada nya yang nyeri seolah ia ada di dalam mimpi itu.
Axela tidak dapat membantu, ia mengambilkan air lalu memberikan nya pada Aalis. "Minumlah, Putri."
Aalis meraih cawan dari Axela lalu menegak cairan bening yang ada di sana.
"Saya rasa anda harus banyak beristirahat, Putri. Akhir-akhir ini terlalu banyak kejadian yang melelahkan mungkin berdampak pada alam bawah sadar Anda." Axela memandangi wajah Aalis yang tampak sedikit pucat.
"Kau mungkin benar, Axela. Tubuh dan pikiran ku harus di istirahatkan." Aalis pikir apa yang dikatakan Axela masuk akal. Rencana penghancuran Menzel mungkin berefek pada kesehatan nya.
"Saya undur diri, Putri." Axela menghilang seperti biasanya. Ia akan membiarkan Aalis kembali beristirahat.
Di ruang pemerintahan.
Terlihat wajah Raja Carlos pucat pasi. Beberapa utusannya datang dan melaporkan bahwa provinsi yang mereka awasi telah menjadi lautan api.
Ketika matahari terbenam, tiba-tiba saja terjadi ledakan beruntun. Mereka semua tidak sempat mengevakuasi warga, seolah setiap rumah telah disimpan bahan peledak.
Dan saat ini, semua bagian Menzel hancur. Hanya ibukota yang masih aman. Namun, karena letak ibukota yang berada di tengah. Maka cepat atau lambat berbagai api dari penjuru kota itu pasti akan sampai di ibukota.
Saat sedang memikirkan bagaimana jalan keluar yang akan ia ambil. Tiba-tiba seorang pelayan datang dengan tergesa-gesa.
"Salam, Yang Mulia Raja."
"Ada apa? Apa terjadi sesuatu?"
Raja bisa menangkap raut wajah pelayan yang begitu ketakutan itu.
"Ratu,... Ratu Beatrix... Ratu Beatrix telah tiada Yang Mulia."
Belum hilang keterkejutan nya akan apa yang terjadi dengan Kerajaan nya. Kini ia kembali di buat terkejut karena berita tentang Ratunya.
Raja Carlos langsung melangkah kan kakinya menuju kediaman Ratu Beatrix. Ia masih melihat istrinya itu baik-baik saja sore tadi, lalu ada apa sekarang.
Mengapa ia tiba-tiba tiada, apa ia mengakhiri nyawa nya sendiri. Berbagai asumsi negatif berputar di otak Raja Carlos.
Pintu terbuka. Terlihat tubuh kaku Ratu Beatrix terbaring. Para selir dan Pangeran berada di kamar itu.
"Ratuku! Ratu Beatrix, ada apa dengan dirimu? Bangun!"
Raja Carlos bagaikan orang id*ot. Ia menggoyangkan tubuh Ratu Beatrix yang tampak sudah memucat itu. Kehilangan orang yang paling di cinta nya didunia ini adalah ketakutan terbesarnya.
Ia begitu terpukul akan apa yang terjadi hari ini. Tiba-tiba saja, tubuhnya ambruk di samping tempat di mana Ratu Beatrix terbaring.
Ia tidak bisa menggerakkan tangan dan kaki nya. Mulut nya km tak bisa di gerakan. Ya, ini adalah efek racun yang selama ini di konsumsi Raja. Dan yang memberikannya siapa lagi kalau bukan seseorang yang sedang terbaring tak bernyawa itu.
Duaaarr!
Ledakan terdengar tidak jauh dari kediaman Ratu. Mereka yang ada di sana kembali di buat terkejut. Api dengan cepat menyebar ke seluruh istana.
Di kamar Aalis.
Ia tersenyum bahagia karena rencananya berjalan dengan mulus. Dirinya memang terlihat seperti seseorang yang lupa akan jasa-jasa orang yang telah membuat nya ada.
Tapi, dirinya puas. Karena impian nya untuk menghancurkan Menzel malam ini terlaksana. Ia tidak peduli akan kondisinya saat ini yang seharusnya beristirahat.
Namun, ada yang membuat nya heran. Mengapa Ratu Beatrix tiba-tiba mengakhiri hidupnya, dan kemana perginya Putra Mahkota Anson? Ini benar-benar di luar dugaan nya.
"Putri Aalis!"
Seorang pria berseru dengan suara yang cemas. Aalis berbalik, dan melihat Pangeran Caesar berdiri di ambang pintu kamar nya.
"Ada apa, Pangeran?"
"Kita harus segera pergi. Kita akan ke Groft sekarang! Menzel akan segera hancur dan istana ini akan segera runtuh! Cepatlah!"
Aalis mengikuti langkah Pangeran Caesar. Ia harus berlagak tidak tahu apa-apa, agar semuanya berjalan lancar.
Ia akan mengikuti Pangeran Caesar dan Putra Mahkota Jackson dengan rombongan Groft. Tidak ada lagi yang ia khawatirkan.
Sadie ikut bersamanya begitupun dengan Axela yang selalu menjadi bayangan nya. Keluarga Mentri Kehakiman sudah ia beritahukan jalan keluar saat terjadi ledakan di Menzel.
Duaaarrr!
Itulah ledakan terbesar yang terjadi. Seketika Istana Menzel runtuh dan mengubur orang-orang yang ada di sana.
Rombongan Kerajaan Groft yang berada di atas bukit dapat melihat bagaimana Menzel rata dan menjadi lautan api.
Aalis menatap datar pada lautan api itu. Tidak ada penyesalan yang terlihat dalam raut wajahnya, ia tidak menunjukan ekspresi apapun.
"Apa dendam mu sudah selesai?"
Suara itu mengejutkan Aalis. Ia menoleh dan mendapati Putra Mahkota Jackson berdiri di samping nya. Ia terkejut dengan apa yang pria itu ucapkan. Mengapa? Mengapa harus Putra Mahkota Jackson yang mengetahui ini?
Di istana kerajaan langit, Dewa pemegang takdir kini memeriksa kembali buku takdir Aalis. Seharusnya Aalis ikut tewas karena rencana nya sendiri, lalu bagaimana bisa Aalis masih hidup.
Apa lagi-lagi takdir Aalis berubah? Ini bukan yang pertama kalinya terjadi sesuatu yang tidak sesuai dengan buku takdir miliknya.
Di dunia fana Aalis seharusnya ia tidak bertemu dengan Putra Mahkota Jackson. Memang benar, Putri pertama Raja Carlos akan dinikahkan dengan Pangeran Caesar, tapi Putri itu bukan reinkarnasi Aalis.
"Apakah ada yang ikut campur dalam takdir Putra Mahkota Jackson?" tanya Raja Louis, Ayah Jackson.
"Jika ada yang ikut campur maka hal itu akan terlihat, Yang Mulia. Namun, disini tidak ada tanda tanda itu." Jawab Dewa Pemegang Takdir.
Raja Louis sedikit tertegun. Apakah Putranya dan Putri Mahkota dari Kerajaan Iblis memang terikat oleh takdir?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments
araa
ohh tentu iya
2023-01-23
3