Ku Terima Hinaan Kalian | 17
Hati Allea terasa panas. Harusnya saat ini Pangeran Caesar membela nya. Dan kakak nya juga kenapa diam saja, seharusnya ia juga melakukan pebelaan untuk nya. Kakak nya jelas tahu bahwa yang terjadi pada nya adalah jebakan. Bukan dirinya yang harus di perk*sa, tapi Aalis.
"Cukup! Allea kau sudah menuduh Aalis. Dan kau telah memperburuk citra mu sendiri sebagai seorang Putri. Kau di jatuhi hukuman istana!"
"Tidak! Ayah, ku mohon dengarkan aku! Ayah, Ayah!"
Allea berusaha memohon, Namun permohonan nya kali ini tidak Raja Carlos anggap. Raja Carlos, Pangeran Caesar, dan Putra Mahkota Anson keluar dari kamar Aalis.
Allea terjatuh di pantai dengan derai air mata yang membasahi wajah nya. Bagaimana mungkin ia bisa menerima hukuman istana, ia mengepalkan tangan nya kuat kuat.
Mendongak menatap Aalis yang terlihat mengukir senyum menj*jikan untuk nya. Ia bangun dan bersiap melayangkan tamparan, tapi Aalis dengan cepat menangkap tangan itu.
"Terima hukuman mu, Allea!"
Setelah nya ia menghempaskan lengan Allea dengan kasar, dan pergi meninggalkan wanita itu. Sedangkan, Ratu Beatrix. Ia terdiam setelah mendengar apa yang keluar dari mulut suaminya.
Ia memang Ratu, namun tidak bisa berbuat apapun lagi untuk putrinya. Putrinya yang sudah salah langkah dan tidak mendengarkan dirinya. Ia hanya sedikit merasa bersalah sebelum nya, tapi tidak dengan sekarang.
"Ibu, lakukan sesuatu, Bu. Aku tidak ingin menerima hukuman istana. Mau di simpan dimana wajahku, Bu."
Ia memohon pada ibu nya yang terlihat tak menunjukkan ekspresi.
"Dirimu yang terlalu terburu-buru Allea. Ibu sudah katakan untuk bersabar dan tunggu, Namun kau tidak mendengar perkataan ibu. Terimalah hukuman nya, dan bersabarlah. Ibu sudah berusaha."
Setelah nya Ratu Beatrix keluar, meninggal Allea sendirian. Allea menatap kepergian ibunya tidak percaya. Mengapa ibu nya tiba-tiba berubah seperti itu, kemana ibu nya yang sebelum nya.
Ia melangkahkan kakinya keluar kamar Aalis dengan langkah yang gontai. Tatapan nya kembali kosong, wajah nya terlihat tanpa kehidupan.
.
.
"Dari mana, Kau?"
"Kediaman Putri Aalis, Kak."
Putra Mahkota Jackson mengerutkan kening tidak paham. Untuk apa adiknya itu pergi ke kamar Aalis. Ada rasa kesal juga di dalam hatinya.
"Memang ada apa?"
"Apa kau lupa, Kak? Kau masih ingat bukan apa yang terjadi pada Putri Allea kemarin? Dan pagi ini ia datang ke kediaman Putri Aalis, lalu menyalahkan wanita itu atas apa yang terjadi padanya."
Jawaban Pangeran Caesar, membuat Putra Mahkota Jackson kembali teringat tentang Allea kemarin. Sekarang ia paham, tapi bagaimana bisa Allea menuduh Aalis.
Ia seperti nya terlalu ber leha-leha di istana Menzel ini.
"Lalu apa yang kau lakukan?"
"Tentu saja membela tunangan ku."
"Oh."
Cih, tunangan mu. Dia akan menjadi istri ku. Bukan istri mu, Pangeran Caesar. Ingin rasanya Putra Mahkota Jackson mengatakan itu semua pada Pangeran Caesar.
Ia juga tahu rencana licik Pangeran Caesar dan Selir Agung. Tapi ia sedikit lega. Karena, Aalis juga mengetahui hal itu.
"Kapan kita akan kembali?"
"Dua hari lagi."
"Dua hari lagi, Putri."
Mendengar penuturan Axela. Aalis kembali di buat berpikir. Bagaimana caranya, agar Pangeran Caesar tidak menyukai nya dalam dua hari ini.
"Kau bisa membuatkan ku racun penghancur wajah?"
Axela membulatkan mata nya mendengar penuturan Aalis. Untuk apa benda itu.
"Apa maksud anda, Putri?"
"Ayolah, apa kau setuju jika aku menjadi salah satu Selir Pangeran itu?"
Axela menggelengkan kepalanya. Tentu saja ia setuju, bukan karena ia berada di pihak Putra Mahkota Jackson. Tapi, ia juga tahu sifat dan sikap Pangeran Caesar terhadap istri-istri nya bagaimana.
"Racun itu akan ku gunakan, tapi harus ada penagkal nya. Aku hanya butuh untuk satu hari. Kau tahu kan, aku selalu memakai cadar ketika berada di sekitar Pangeran Caesar. Ya mungkin hanya saat penyambutan itu aku tidak memakai cadar."
Axela mengangguk paham. Kemudian ia undur diri untuk kembali ke persembunyian nya dan melaksanakan apa yang Aalis perintahkan.
Aalis menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi yang ia duduki. Sekarang, ia harus melanjutkan rencananya. Sebelum ia pergi ke Kerajaan Groft untuk memutuskan pertunangan itu.
Ia harus membuat Menzel berantakan dan berganti kepemimpinan. Ia tidak peduli, ini tempat tinggal nya ataupun tempat nya dilahirkan. Karena, bagi dirinya. Menzel adalah tempat terburuk untuk nya.
Dengan hancurnya Menzel, ia akan menjadi putri yang tak jelas asal usul nya. Dengan begitu, Raja Kerajaan Groft dan Ratu ataupun Selir Agung tidak akan menerima nya sebagai menantu Kerajaan itu.
Ia sudah merencanakan semuanya dengan matang. Hanya tinggal menunggu apa yang akan terjadi dalam beberapa jam ini, tebakan nya tidak pernah salah dan meleset.
Bagaimana pun ia sudah sering berada di arena pertarungan dalam beberapa tahun ini. Dan tidak mungkin melupakan apa yang sering ia lakukan dalam membuat strategi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments
araa
lanjut thorr seruu amat
2023-01-22
2