Ku Terima Hinaan Kalian | 9
"Memberi salam pada, Putra Mahkota Jackson."
Dengan sedikit menekuk kakinya. Putri Allea berdiri di hadapan Putra Mahkota Jackson. Ia terlihat menatap penuh memuja pada Putra Mahkota Jackson.
Bagaimana tidak. Iris mata hijau yang seperti hutan tropis namun memiliki tatapan yang menyesatkan. Hidung mancung, dengan rahang yang tegas. Serta bibir merah muda yang siapa saja pasti ingin mencicipi rasanya.
Dan jangan lupakan pahatan sempurna itu, siapapun tak kan bisa mengalahkan kharisma seorang Putra Mahkota Jackson.
"Ku Terima salam mu, Putri Allea."
Masih mempertahankan citra nya, Putra Mahkota Jackson menjawab salam yang di berikan Putri Allea. Aalis tampak tak suka dengan tatapan adiknya pada Putra Mahkota Jackson.
Entah mengapa, hatinya terasa panas saat melihat adiknya menatap seorang pria di samping nya dengan berani. Seolah pria itu hanya miliknya dan hanya dirinya yang bisa melakukan itu.
Putra Mahkota Jackson menangkap pandangan Aalis. Ia mengukir senyum tipis di bibirnya, sangat tipis bahkan jika tidak di perhatikan dia seperti tidak sedang tersenyum.
Ketika Putri Allea akan duduk, ia dikejutkan dengan suara Putra Mahkota Jackson.
"Apakah kau Putri dari Raja Carlos dan Ratu Beatrix?"
"Ah, ya! Benar, Putra Mahkota."
Dengan senyum indah yang mengiasi wajahnya. Allea menjawab pertanyaan itu dengan perasaan gembira.
"Maaf, Raja Carlos. Apa Putri Allea tidak mengikuti kelas tatakrama?"
Sambil menoleh pada Raja Carlos yang duduk di singgasana, Putra Mahkota Jackson bertanya dengan berani. Seketika, Raja Carlos terkejut mendapatkan pertanyaan yang begitu mencolok untuknya.
"Maaf, Putra Mahkota. Maafkan atas kelancangan Putri Allea."
Putri Allea mengerutkan kening, dirinya bingung. Mengapa sang Ayah meminta maaf? Apakah dirinya melakukan kesalahan?
"Maaf sekali lagi, atas ketidaknyamanan anda. Putra Mahkota."
"Tidak masalah Raja Carlos. Aku hanya ingin mengingat kan saja. "
Putra Mahkota Jackson tampak begitu santai. Namun, tidak dengan Raja Carlos. Ia begitu kesal pada putrinya yang telah mempermalukan nya dihadapan tamu kehormatan mereka.
"Cepat bawa pergi putri, Mu!"
Raja Carlos berucap pada Ratu Beatrix dengan kesalnya. Ratu Beatrix tampak menundukan kepala, ia begitu mengutuk ke bod*han putri nya. Bukankah putrinya menginginkan Putra Mahkota Jackson, lalu mengapa ia bisa se ceroboh ini?
"Maaf, Putri. Ratu memanggil anda ke kediamannya."
Seorang pelayan tiba-tiba berucap di samping Putri Allea. Ia mengerutkan kening heran, lalu melihat ke singgasana ibunya. Ibunya tampak bangun dan pergi meninggalkan aula. Ada apa? Bukankah acara baru di mulai?
Ia pun bangun dari duduk nya dan pergi menghampiri ibunya yang sudah menunggu di kediaman wanita itu sendiri.
Plakkk!
Suara tamparan terdengar begitu nyaring. Wanita itu yang tak lain adalah Ratu Beatrix, begitu emosi melihat kebod*han putrinya.
Putri Allea memegangi wajahnya yang terasa begitu panas dan kebas. Mungkin jika ia melihat cermin, ia bisa melihat jari-jari ibunya tercetak jelas di wajahnya.
Ia menatap ibunya dengan amarah yang memuncak. Ketika ia sampai di kediaman ibunya, tiba-tiba saja wanita itu melayangkan tamparan keras untuk nya.
"Ada, Ibu?!!! Apa salahku?!!"
Ia bahkan berani membentak wanita dihadapan nya yang ia sebut sebagai Ibu. Ratu Beatrix begitu kesal, giginya bergemeletuk dengan tangan yang mengepal kuat.
"Kau tanya apa salah mu?!! Akibat perbuatan mu, Citra ku sebagai Ratu Menzel jatuh!"
Putri Allea masih tidak paham dengan apa yang ibunya katakan. Seumur hidup, baru pertama kali ibunya men*mpar nya.
"Apa salah ku, Bu?!"
Kembali mengulang pertanyaan nya yang belum terjawab. Ia menatap sengit ibunya bagaikan menatap musuh yang harus ia musnahkan.
"Apa maksud mu memakai pakaian itu, Hah?! Ingin membuat citra mu buruk? Oh, tolong jangan bawa diriku. Walaupun aku ibu mu!"
"Apa maksud ibu? Bukankah ini gaun pemberian mu? Aku begitu menghormati mu dan memakai gaun ini!"
Kembali meninggikan suaranya, ia dengan berani menjawab tanpa rasa bersalah karena sudah membentak ibunya.
Ratu Beatrix tampak berpikir. Apa ini? Apakah Aalis yang memberikan gaun ini pada putrinya. Ia mengepalkan tangan yang dengan kesal.
Kini ia tahu apa yang terjadi. Ia bersumpah akan segera melenyapkan Aalis dari muka bumi ini untuk selamanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments
Heni Mulyani
lanjut
2023-01-03
1