Ku Terima Hinaan Kalian | 2
Malam tiba. Aalis bersiap untuk pergi ke jamuan makan malam itu. Dirinya mengenakan gaun berwarna lilac dengan bordiran perak yang membuat nya tampak anggun dan cantik.
Rambutnya tergerai bebas dengan sedikit hiasan rambut yang semakin membuatnya menawan. Ditambah Polesan make up tipis yang menambah kesan indah padanya.
Siapa pun yang melihatnya pasti akan terpikat oleh kecantikan itu. Dirinya melangkah keluar dari kediamannya menuju aula.
Aula dihias sedemikian rupa. Berbagai hidangan sudah tersaji dengan kursi yang tertata rapi , semua orang sudah berada disana kecuali Raja dan Ratu.
Canda dan tawa mengisi ruangan tersebut menjadi hangat. Aalis melangkah masuk menuju tempat dimana para saudaranya dan para selir berada. Ini Jamuan khusus Putra, putri Raja dan para istrinya.
Ketika Aalis masuk. Suasana yang tadinya hangat berubah dingin. Tak ada yang mengumumkan kedatangan putri kedua raja tersebut.
Semua mata terpaku padanya, tersihir akan pesona yang Aalis miliki. Namun, sepersekian detik kemudian tatap kagum itu berubah menjadi tatapan jij*k, da benc*.
Aalis tidak peduli. Ia duduk di kursi yang sudah lama tak ia duduki. Biasanya jika ada jamuan makan malam ia tidak akan datang, karena baginya hal tersebut membosankan.
Ia duduk tanpa memikirkan tatapan orang-orang yang menganggap nya hina. Semua kembali pada kegiatan masing-masing.
Tak lama setelah Aalis duduk. Kedatangan Raja dan Ratu diumumkan.
"Raja Dan Ratu Memasuki Aula!"
Semua orang yang duduk berdiri menyambut kedatangan Raja Carlos dan Ratu Beatrix yang memasuki aula.
Pria setengah baya itu masih tampak gagah dengan pakaian yang dikenakannya, serta mahkota yang selalu ada dikepala nya.
Disamping nya, Ratu Beatrix yang masih terlihat begitu cantik meski dirinya sudah berusia hampir menduduki kepala empat.
Raja Carlos duduk di kursi yang telah disediakan. Begitu pun dengan Sang Ratu. Setelah dipersilahkan mereka kembali duduk.
Makan malam dimulai, suara musik yang merdu mengiringi acara itu.
"Sebuah kejutan akhirnya Putri Aalis mau bergabung di Jamuan makan malam"
Ratu Beatrix menatap Aalis disertai dengan senyuman.
Aalis membalas ucapan Ratu Beatrix dengan nada acuh tak acuh." Saat ini aku sedang memiliki banyak waktu, jadi mungkin Ratu akan sering melihat ku mulai sekarang "
"Itu sesuatu yang baik, Putri Aalis" Perkataan nya tentu saja sangat berbanding terbalik dengan hatinya. Ia bahkan enggan melihat wajah Aalis lebih lama.
Aalis hanya mengingatkan nya pada sebuah perasaan sakit hati yang tidak pernah terobati. Ibu Aalis adalah tabib kepercayaan Ratu terdahulu, ia begitu dihormati dan disegani melebihi tabib pada umumnya.
Dia lebih lama mengenal Raja daripada dirinya. Jauh sebelum dirinya ada Raja telah jatuh hati pada tabib tersebut.
Namun, Raja telah terikat pertunangan dengannya. Saat memasuki istana, Ratu terdahulu lebih akrab dengan tabib tersebut yang merupakan Ibu Aalis. Dibandingkan dirinya yang merupakan Istri dari putra mahkota.
Dua bulan pernikahan dirinya sudah mengandung putra pertama. Dan saat itu, Putra Mahkota Carlos dinobatkan sebagai Raja Kerajaan Menzel dan dirinya pun menjadi Ratu.
Setelah menjadi Raja. Raja Carlos berniat menikahi tabib tersebut yang tentu saja disetujui oleh orangtuanya. Ratu Beatrix merasa posisinya terancam.
Sebelum semua itu terjadi, ia merencanakan sebuah rencana licik untuk menyingkirkan sang tabib.
Saat malam tiba, Ratu Beatrix menghampiri kediaman tabib tersebut. Dengan alibi, ingin memeriksa kandungnya. Ia bahkan benc*, mengapa kediaman tabib sama mewahnya dengan kediamannya.
Bahkan kediaman itu terletak tak jauh dari kediaman Raja. Tetapi, Untuk saat itu dirinya senang karena ia bisa melancarkan aksinya.
Seperginya Ratu Beatrix, tiba-tiba tabib itu merasakan tubuhnya yang panas. Tak jauh dari dirinya berdiri, Raja berjalan menghampiri ke arahnya.
Ia memang berniat menemui tabib karena ingin meminta obat. Namun siapa sangka saat berhadapan tabib itu memeluk Raja.
Hingga Raja membawanya kekediamannya yang bahkan Ratu pun tak pernah menginjakkan kakinya disana.
Semua terjadi begitu cepat. Keesokan paginya kabar menggemparkan itu memenuhi seluruh sudut istana.
Dimana sang tabib yang tidak tahu diri tidur bersama Raja. Raja yang tidak mau disalahkan padahal dirinya yang membawa kekediamannya tetap menyalahkan tabib itu.
Tatapan kebenc*an dan cemoohan dilemparkan padanya. Semua yang membenci nya merasa senang. Sedangkan Raja dan Ratu terdahulu tidak percaya akan apa yang dilakukan orang kepercayaan mereka.
Hukuman mati dijatuhkan padanya. Namun, ketika ia akan di eksekusi. Dirinya mengatakan kalau dirinya sedang mengandung.
Pada akhirnya ia tinggal di penjaga hingga waktu melahirkan tiba. Setelah putra mahkota berusia Empat bulan, tabib itu melahirkan.
Dan saat itu juga, dirinya langsung dibun*h tanpa melihat bayinya sekalipun. Mereka yang menyaksikan menatap dengan berbagai tatapan.
Tanpa mereka tahu sebenarnya orang yang paling harus mereka hindari adalah wanita nomor satu di Menzel. Yang tak lain adalah Ratu sendiri.
Tiga bulan berlalu, Kematian Raja dan Ratu terdahulu diumumkan. Semua berduka cita dan menitikan air mata.
Kembali di masa sekarang. Tatapan Raja Carlos jatuh pada Aalis. Ia memandangi putri yang begitu semua orang benci namun bisa berdiri dengan kekuatan nya.
Dari lubuk hati yang terdalam. Ia selalu merasa bersalah ketika melihat wajah Aalis. Ia teringat akan wanita pertama yang sudah membuat nya jatuh hati.
Jika saja sifat dan sikap Aalis sama dengan wanita pertama yang dicintainya mungkin ia akan menyamakan putrinya itu dengan saudaranya yang lain.
Namun, melihat sifat membangkang dan tidak tahu diri Aalis ia menjadi membenci putrinya itu.
Tidak ingin larut dalam kenangan kelamnya. Sang Raja kembali pada makanan yang sedang dinikmatinya.
Begitupun dengan yang lain. Tetapi, Aalis menyadari sesuatu dengan makanannya ini. Apakah ada yang kembali ingin melenyapkan nya di jamuan makan malam ini?
Aalis merasakan tubuhnya yang tiba-tiba terasa pegal. Mata nya mulai rabun, kepalanya berdenyut tiada henti.
Dalam satu jam ia akan kehilangan nyawanya. Orang-orang menyadari Aalis yang mulai menunjukkan reaksi. Tetapi , mereka tetap acuh dan tak peduli.
Tak ingin berlama-lama disana. Aalis memutuskan pergi sebelum acara itu selesai.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments