Ku Terima Hinaan Kalian | 18

Ku Terima Hinaan Kalian | 18

"Sesuai dekrit kerajaan. Putri Allea, diberikan hukuman seratus cambukan dan di kirim ke pulau pengasingan selama sepuluh tahun!"

Dengan lantang, Raja Carlos mengatakan hukuman apa yang di terima Allea. Allea tidak bisa berbuat apapun lagi.

Di depan para petinggi istana dirinya menerima hukuman yang di berikan ayah nya. Kedua tangan nya mengepal kuat, ia akan membalaskan semua ini pada Aalis.

Air mata kesedihan yang terus berderai berubah menjadi tatapan mengerikan. Jika saja tatapan itu dapat memb*nuh, mungkin orang-orang yang ada di istana Emas sudah tewas.

"Selama di pulau pengasingan, ia tidak membawa gelar Putri. Statusnya hanyalah rakyat biasa!"

Hati Allea kembali teriris. Ia sedikit mengangkat wajah nya untuk menatap sang ibu yang berdiri di samping Ayahnya.

Wajah Ratu Beatrix terlihat datar dan tenang. Tidak ada gurat bahagia, sedih, ataupun kecewa. Dari ibunya, ia beralih menatap kakak Putra Mahkota Anson.

Gurat kesedihan begitu terpancar diwajahnya. Ia melihat kakaknya menggerakkan mulut, seolah berkata 'Tunggu aku menjadi Raja'.

Interaksi itu tak lepas dari pandangan Aalis. Aalis sedikit merasa kasihan pada Allea. Wanita itu terlalu merasakan manisnya hidup, sehingga tidak tahu bagaimana pahit nya.

Ia juga melihat Raja Carlos yang begitu tegas dan tak pandang bulu dalam memberikan hukuman. Namun, Aalis sedikit kasihan pada Raja Carlos.

Ya, hidupnya memang menyedihkan. Tetapi, hidup Raja jauh lebih menyedihkan darinya. Jadi ia tidak ingin repot memusnahkan Raja dengan tangan nya.

Orang yang dipercaya mengkhianati nya, istri yang ia cintai menginginkan nya menjadi orang tidak berguna. Dan anak yang ia banggakan ingin cepat menggulingkan nya.

Kenyataan itu saja pasti akan menghantam Raja Carlos tanpa ampun. Pria yang harga diri dan egonya terlalu tinggi itu pasti akan menderita sampai mat*.

Setelah Raja mengucapkan kata terakhir nya. Datanglah seseorang dengan membawa cambuk di tangannya, berjalan ke tengah atau lebih tepatnya menghampiri Allea.

Ctaarrrr!

"Akkkh!"

Ctttaaarrr!

"Arrghh!"

Cambuk itu bertemu dengan kulit mulus nan putih milik Allea, hingga menimbulkan suara memekak telinga dan bekas kemerahan. Benda itu terus dilayangkan.

Para tamu kerajaan Groft yang melihat. Kini tahu, bahwa Raja Carlos benar-benar menyama ratakan semuanya dalam memberikan hukuman.

Mereka sedikit merasa iba atas apa yang terjadi pada Allea. Para pembenci Allea tertawa dalam hati, mereka akhirnya melihat bagaimana orang yang selalu merendahkan mereka mendapatkan hukuman.

Masih belum mencapai hitungan ke seratus. Allea berusaha agar dirinya tetap sadar. Kulit mulus itu kini sudah terkoyak, gaunnya yang berwarna putih sudah tergantikan dengan warna merah dar*h dari luka nya.

Tubuh nya sudah tak berbentuk, dan dirinya bermandikan d*rah. Di sisa sisa hukumannya, di dalam hatinya ia bersumpah akan membalaskan apa yang ia rasakan.

Hingga hitungan ke seratus, dirinya ambruk tak sadarkan diri. Tetapi, tak ada toleransi lagi untuk nya atau sekedar membiarkan nya istirahat dan mengobati luka itu.

Karena, sudah tidak ada gelar Putri lagi. Ia langsung di bawa prajurit istana untuk di antarkan ke pulau pengasingan yang berada di bagian Utara Kekaisaran Westland.

Di sana ia akan bekerja untuk Istana tanpa di bayar. Mencari makan untuk diri nya bertahan hidup, mungkin jika Aalis yang dikirim ke sana ia akan baik-baik saja.

Tapi, bagaimana dengan Allea yang notabe nya hanya pandai bersolek? Itu tentu saja bagaikan neraka untuk nya, ingin bun*h diri? Tidak akan bisa, karena akan ada prajurit yang mengawasinya.

Setelah semua selesai. Orang-orang yang ada di sana membubarkan diri. Kembali ke kegiatan masing-masing yang sempat tertunda.

.

.

Aalis kembali dari kediaman Mentri Kehakiman saat hari sudah mulai gelap. Wanita itu tidak berbohong mengenai hukuman Allea yang terjadi akibat ulah nya.

Tak ada tanggapan dari Mentri Kehakiman, pria yang sudah menjadi guru Aalis selama belasan tahun itu tahu bahwa apapun yang Aalis lakukan pasti sudah di perhitungkan.

Sebagai seorang guru, ia cukup mengenal Aalis yang berhati-hati dalam mengambil tindakan.

Kedatangan Aalis ke kediaman Mentri Kehakiman murni hanya untuk sebuah kunjungan murid ke gurunya. Ia tidak memberitahukan kepada Mentri Kehakiman bahwa dalam dua hari ini ia akan menghancurkan Menzel.

Aalis tidak ingin melibatkan Mentri Kehakiman dalam tindakannya, karena jika sampai ia gagal maka kehidupan seluruh keluarga guru nya akan terancam.

Meski sebenarnya Aalis yakin dia akan memenangkan pertarungan, hanya saja ia tidak ingin menempatkan posisi guru nya di dalam bahaya.

Sampai di kamar nya, Aalis mengistirahatkan tubuh nya sebentar, sembari menunggu pelayan menyiapkan air mandinya.

Sadie mendekat pada Aalis, mengatakan bahwa air mandi telah siap. Aalis segera bangkit dari tempat duduk nya, ia melangkah menuju ke tempat pemandian lalu membuka semua yang ia kenakan.

Air hangat beraroma Lavender membuat saraf-saraf otak Aalis menjadi lebih tenang. Ia memejamkan mata, terus menghirup udara yang menyegarkan.

Setelah puas, Aalis keluar dari kolam pemandian. Ia mengenakan jubah mandinya lalu melangkah kembali ke kamarnya.

Lekas ia berpakaian dan pergi tidur karena malam yang semakin larut.

Terpopuler

Comments

Pak Yan

Pak Yan

GARA KEKEJAMAN DN KEBENGISAN ORG 2 YG SERAKAH DN TAMAK AKAN KEKUASAAN JUGA TAMAK AKAN HARTA BENDA...... BISA MENYEBABKAN ORG YG LUGU DN TAK BERDOSA ( SEPERTI EILIS / ORG 2 TAK BERSALAH LAINNYA ) BISA MENJADI MANUSIA 2 PENDENDAM DN PYSCOPAT KEJAM DN BENGIS !!!!!!!! 🤔🤔🤔🤔😠😠😠😠😠😡😡😡👹👹👹👹👹👹👹😲😲😲😲😲😲😲👍👍👍👍👍👍👍👍👍

2023-01-24

0

lihat semua
Episodes
1 Ku Terima Hinaan Kalian | 1
2 Ku Terima Hinaan Kalian | 2
3 Ku Terima Hinaan Kalian | 3
4 Ku Terima Hinaan Kalian | 4
5 Ku Terima Hinaan Kalian | 5
6 Ku Terima Hinaan Kalain | 6
7 Ku Terima Hinaan Kalian | 7
8 Ku Terima Hinaan Kalian | 8
9 Ku Terima Hinaan Kalian | 9
10 Ku Terima Hinaan Kalian | 10
11 Ku Terima Hinaan Kalian | 11
12 Ku Terima Hinaan Kalian | 12
13 Ku Terima Hinaan Kalian | 13
14 Ku Terima Hinaan Kalian | 14
15 Ku Terima Hinaan Kalian | 15
16 Ku Terima Hinaan Kalian | 16
17 Ku Terima Hinaan Kalian | 17
18 Ku Terima Hinaan Kalian | 18
19 Ku Terima Hinaan Kalian | 19
20 Ku Terima Hinaan Kalian | 20
21 Ku Terima Hinaan Kalian | 21
22 Ku Terima Hinaan Kalian | 22
23 Ku Terima Hinaan Kalian | 23
24 Ku Terima Hinaan Kalian | 24
25 Ku Terima Hinaan Kalian | 25
26 Ku Terima Hinaan Kalian | 26
27 Ku Terima Hinaan Kalian | 27
28 Ku Terima Hinaan Kalian | 28
29 Ku Terima Hinaan Kalian | 29
30 Ku Terima Hinaan Kalian | 30
31 Ku Terima Hinaan Kalian | 31
32 Ku Terima Hinaan Kalian | 32
33 Ku Terima Hinaan Kalian | 33
34 Ku Terima Hinaan Kalian | 34
35 Ku Terima Hinaan Kalian | 35
36 Ku Terima Hinaan Kalian | 36
37 Ku Terima Hinaan Kalian | 37
38 Ku Terima Hinaan Kalian | 38
39 Ku Terima Hinaan Kalian | 39
40 Ku Terima Hinaan Kalian | 40
41 Ku Terima Hinaan Kalian | 41
42 Ku Terima Hinaan Kalian | 42
43 Ku Terima Hinaan Kalian | 43
44 Ku Terima Hinaan Kalian | 44
45 Ku Terima Hinaan Kalian | 45
46 Ku Terima Hinaan Kalian | 46
47 Ku Terima Hinaan Kalian | 47
Episodes

Updated 47 Episodes

1
Ku Terima Hinaan Kalian | 1
2
Ku Terima Hinaan Kalian | 2
3
Ku Terima Hinaan Kalian | 3
4
Ku Terima Hinaan Kalian | 4
5
Ku Terima Hinaan Kalian | 5
6
Ku Terima Hinaan Kalain | 6
7
Ku Terima Hinaan Kalian | 7
8
Ku Terima Hinaan Kalian | 8
9
Ku Terima Hinaan Kalian | 9
10
Ku Terima Hinaan Kalian | 10
11
Ku Terima Hinaan Kalian | 11
12
Ku Terima Hinaan Kalian | 12
13
Ku Terima Hinaan Kalian | 13
14
Ku Terima Hinaan Kalian | 14
15
Ku Terima Hinaan Kalian | 15
16
Ku Terima Hinaan Kalian | 16
17
Ku Terima Hinaan Kalian | 17
18
Ku Terima Hinaan Kalian | 18
19
Ku Terima Hinaan Kalian | 19
20
Ku Terima Hinaan Kalian | 20
21
Ku Terima Hinaan Kalian | 21
22
Ku Terima Hinaan Kalian | 22
23
Ku Terima Hinaan Kalian | 23
24
Ku Terima Hinaan Kalian | 24
25
Ku Terima Hinaan Kalian | 25
26
Ku Terima Hinaan Kalian | 26
27
Ku Terima Hinaan Kalian | 27
28
Ku Terima Hinaan Kalian | 28
29
Ku Terima Hinaan Kalian | 29
30
Ku Terima Hinaan Kalian | 30
31
Ku Terima Hinaan Kalian | 31
32
Ku Terima Hinaan Kalian | 32
33
Ku Terima Hinaan Kalian | 33
34
Ku Terima Hinaan Kalian | 34
35
Ku Terima Hinaan Kalian | 35
36
Ku Terima Hinaan Kalian | 36
37
Ku Terima Hinaan Kalian | 37
38
Ku Terima Hinaan Kalian | 38
39
Ku Terima Hinaan Kalian | 39
40
Ku Terima Hinaan Kalian | 40
41
Ku Terima Hinaan Kalian | 41
42
Ku Terima Hinaan Kalian | 42
43
Ku Terima Hinaan Kalian | 43
44
Ku Terima Hinaan Kalian | 44
45
Ku Terima Hinaan Kalian | 45
46
Ku Terima Hinaan Kalian | 46
47
Ku Terima Hinaan Kalian | 47

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!