Ku Terima Hinaan Kalian | 4
"Saya tidak menerima lamaran kerajaan Pangeran kedua Kerajaan Groft" Aalis menatap mata Elang Raja Carlos tanpa terganggu.
Raja Carlos tidak percaya Aalis akan menolak lamaran Kerajaan Groft. Tidak ada yang salah dengan Pangeran Kedua Kerajaan itu. Walaupun dia terlahir bukan dari rahim Ratu, tetapi Pangeran kedua memiliki paras yang rupawan, seorang ahli bela diri, serta bijaksana. Aalis harusnya merasa beruntung, bukan malah menolak lamaran itu seperti ini.
"Keputusan ku tidak bisa di ganggu gugat, Putri Aalis"
"Anda bisa memberi saya perintah apapun, tapi saya tidak akan pernah menerima lamaran apapun itu. Tidak ada orang yang berhak untuk mencampuri urusan pribadi saya" Lagi-lagi Aalis memberikan jawaban lugas.
Tangan Raja Carlos mengepal.
"Kenapa kau selalu membuat sesuatu yang mudah menjadi sulit! Kau terus mengujiku dengan berbagai sifat pembangkang mu!" Tatapan Raja Carlos menajam.
Aalis tersenyum tipis, membuat sebuah garis mengerikan terlihat di bibirnya. "Aku tidak meminta anda mengatur tentang pernikahan ku, jadi tidak usah repot."
"Putri Aalis!" Suara Raja Carlos meninggi. Susah sekali membuat Aalis menjadi patuh. Hanya dengan menggunakan ancaman dirinya akan berakhir seperti ibunya. Apakah ia harus selalu menggunakan hal itu agar Aalis tidak membuatnya sakit kepala.
"Jika anda tetap memaksa saya makan jangan salahkan saya jika saya berbuat hal yang akan sangat mengecewakan anda." Aalis tidak mengancam, ia serius dengan ucapannya. Ia tidak peduli apapun yang akan terjadi.
"Apa yang salah dengan mu, Putri Aalis! Ayah hanya ingin kau menikah!"
"Aku tidak menginginkan pria itu!"
"Lalu siapa yang kau inginkan! Katakan! Ayah akan mempertimbangkan nya."
"Tidak ada!"
"Kalau begitu, diam dan terima lamaran dari Pangeran Kedua."
"Jika anda tidak mengubah keputusan anda, maka saya tidak akan ragu untuk melakukan apapun itu." Kata-kata Aalis semakin menyulut amarah Raja Carlos.
Sang Raja tidak pernah berpikir bahwa Aalis akan bersikap terlalu angkuh seperti ini, tampaknya Aalis berpikir memegang kekuasaan militer terbesar di Menzel membuat wanita itu memiliki kekuatan yang bisa menghancurkan Menzel.
Raja Carlos menertawakan Aalis. Kekuasaan yang Aalis miliki berasal dari nya. Dan ia bisa mengambil apa yang telah ia berikan pada Aalis hanya dengan beberapa kata dari mulutnya.
Keputusannya tidak akan pernah berubah hanya karena ancaman dari Aalis.
Aalis hanyalah pion nya untuk mencapai ambisinya, bukan batu sandungan yang sewaktu-waktu bisa berbalik menyerangnya.
"Anda hanya memiliki waktu satu bulan dari sekarang. Jika anda tidak mengubah keputusan anda maka saya pastikan anda akan menyesal, Yang Mulia." Setelah mengeluarkan ancaman serius itu Aalis membalik tubuhnya kemudian pergi.
Raja Carlos memukul meja didepannya dengan keras. Aalis terlalu berani padanya. Lihat apa yang akan ia lakukan atas kelancangan Aalis.
Ancaman Aalis tidak dianggap serius oleh Raja Carlos. Jika Aalis ingin memberontak maka wanita itu harus melakukannya tanpa prajurit Menzel.
"Ratu Beatrix."
Sudah Aalis duga, ini semua adalah rencana Ratu Beatrix. Ia tahu Kerajaan Groft adalah Kerajaan terbesar di Kekaisaran Westland.
Dan, ia mengenal Selir Agung atau ibu Pangeran kedua. Selir agung Kerajaan Groft adalah teman dekat Ratu Beatrix, tentu saja dengannya menikah dengan Pangeran kedua.
Dirinya akan semakin dalam genggaman wanita ular tersebut. Apa dia fikir mudah untuk melakukannya, tidak. Ia akan memberikan timbal balik untuk wanita itu.
"Kau boleh kembali, Axela."
Aalis menatap Axela yang berlutut dihadapannya. Setelah menganggukan kepala, Axela menghilang dengan gerakan angin nya.
Tidak berselang lama, tiba-tiba Sadie masuk dan memberitahukan bahwa Allea berada di depan ruangannya dan ingin bertemu dengan nya.
"Putri Allea ingin menemui Anda, Putri."
"Biarkan dia masuk, Sadie."
"Baik, Putri."
Setelah Sadie pergi. Pintu kembali dibuka, menampilkan sosok wanita cantik nan anggun berjalan menghampiri Aalis.
Tatapan lembutnya dengan iris mata Coklat dengan bulu mata lentik. Hidung nya yang mancung serta kulit putih nya yang mengenakan gaun berwarna biru muda dengan bordiran emas. Semakin membuatnya tampak cantik dan anggun.
Perlu diketahui. Semua Pangeran dan Putri memiliki iris mata berwarna Coklat, hanya Aalis yang berbeda.
Iris mata birunya sama persis seperti milik Ibu nya. Dan hal itulah yang tetap membuat Raja membiarkan Aalis berada di Istana Menzel ini.
Melihat kedatangan Allea, Aalis tetap duduk santai di kursinya. Ia hanya memperhatikan Allea tanpa mempersilahkan wanita itu untuk duduk.
Allea yang merasa pegal langsung duduk tanpa di persilahkan oleh Aalis. Ia mengutuk Aalis dalam hatinya, karena sudah merendahkan harga dirinya.
"Apa tujuan mu kemari?"
Aalis bertanya dengan nada acuh tak acuh. Sungguh, dirinya sangat malas melihat kedatangan Allea.
"Aku ingin memberikan selamat pada Kakak, atas lamaran Pangeran kedua."
Aalis mencibir dalam hati. Cih, memberikan selamat. Ya, perlu diakui gadis ini memang hebat dalam memainkan peran dan memasang topeng.
Ia bersikap seolah-olah ia ikut bahagia atas lamaran Kakaknya.
"Sudah?!"
"Oh ya, Kak. Ku dengar Pangeran kedua akan datang ke Menzel beberapa hari lagi. Kalau tidak salah untuk menjemput mu!"
Dengan tidak tahu malu nya Allea tetap melanjutkan ucapannya walaupun ia melihat raut wajah Aalis yang tidak biasa.
"Kak, ku dengar Pangeran kedua Kerajaan Groft itu terkenal tampan dan petarung hebat. Kau sangat beruntung, kak!"
Allea kembali berbicara dengan semangat nya.
"Seperti nya kau tahu banyak tentang Pangeran kedua, Allea."
"Ah, tentu saja. Ibu dan Selir Agung Kerajaan Groft adalah teman dekat. Aku tahu banyak Pangeran kedua dari ibu."
"Begitukah?"
"Emmm, ya!"
"Lalu, mengapa bukan kau yang menikah dengan Pangeran kedua?"
Seketika ucapan terakhir Aalis membuat Allea terdiam. Tujuannya menemui Aalis adalah untuk memberitahu banyak apa yang dimiliki dan keahlian Pangeran kedua.
Ia ingin Aalis menerima lamaran itu dan mencintai Pangeran kedua. Dengan begitu, dirinya dapat mengendalikan Aalis lewat Pangeran tersebut yang tak lain adalah sahabat nya. Ralat! Mungkin kekasihnya.
Aalis terkekeh melihat Allea yang terdiam seribu bahasa. Ia tahu, Allea begitu menginginkan pernikahannya dengan Pangeran kedua.
Ia juga tahu, Allea dan Pangeran itu memiliki hubungan khusus. Tapi, bagi Allea yang serakah, Pangeran kedua tidak cukup. Ia juga menargetkan Putra Mahkota kerajaan Groft untuk menjadi suaminya.
Mungkin jika Allea pria. Dirinya sudah memiliki banyak Selir. Benar-benar orang yang serakah.
"Jika dirimu sudah selesai. Silahkan kembali, aku ingin istirahat. Hariku begitu lelah. Apalagi setelah melihat dirimu."
Tentu saja ucapan terakhir itu Aalis ucapkan dalam hati. Ia masih ingin Allea menganggap nya wanita bod*h dan tidak tahu apa-apa selain satu bidang. Yaitu, berperang.
"Baiklah, Kak. Selamat malam, dan selamat beristirahat."
Setelah itu Allea pergi meninggalkan Aalis. Aalis menatap kepergian Allea, bibirnya yang indah menampilkan senyuman indah yang membuat siapa saja dapat terpesona.
Namun, sepersekian detik kemudian senyum indah itu berubah mengerikan. Dan udara disekitar nya pun berubah dingin.
Tidak ada yang bisa mengatur hidup nya. Itulah prinsip kuat yang dipegang Aalis.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments