Ku Terima Hinaan Kalian | 10
Acara penyambutan masih di gelar begitu meriah. Walaupun , keadaan sudah menjelang siang hari. Mungkin beberapa saat lagi akan di adakan acara penutupan dan makan siang bersama.
Namun, menunggu hal itu cukup menjengkelkan untuk Aalis. Ia juga heran pada dirinya yang masih duduk di tempat duduk nya. Rasanya untuk bangun begitu sulit, mungkin karena duduk terlalu lama. Bok*ngnya terasa pegal.
Ia memutuskan untuk pergi dari tempat itu, di ikuti oleh Sadie yang berada di belakang nya. Putra Mahkota Jackson melihat kepergian Aalis.
Merasa heran, mengapa wanita itu pergi. Padahal acara sebentar lagi akan selesai, tanggung bukan. Karena ingin lebih dekat dengan Aalis, atau lebih tepat nya berkenalan. Ia akan mengikuti wanita itu.
"Ada apa, Putra Mahkota Jackson?"
"Maaf, Yang Mulia. Seperti nya saya lelah dan membutuhkan istirahat. Apakah anda tidak keberatan jika saya meninggalkan acara sebelum selesai?"
"Oh tentu saja tidak, Putra Mahkota. Silahkan jika anda ingin beristirahat. "
"Baik, Yang Mulia. Terimakasih."
Tak ingin berlama-lama. Putra Mahkota Jackson segera melangkahkan kakinya pergi dari tempat itu. Sejujurnya, ia juga merasa bosan. Namun, demi menghormati tuan rumah ia hanya bisa mengikuti acara yang di gelar.
Ia berjalan menyusuri Istana Menzel. Istana yang megah dan mewah, namun jika di bandingkan dengan Istana Groft. Tentu saja Menzel tidak ada apa-apa nya.
Mata nya terus mengedar menatap sekitar. Mencari keberadaan wanita yang telah lama ia nantikan.
Lalu, tidak jauh dari dirinya berdiri. Ia melihat seorang wanita duduk di bangku taman dan di hadapannya ada seorang pria.
Ia menghampiri, namun hanya memerhatikam dari jauh. Ia akan mendekat jika pria itu pergi.
Dan, wanita itu adalah Aalis. Serta pria yang di hadapan nya adalah Drake.
"Kau tahu, Kak. Aku begitu kesal tadi malam."
Dengan menggembungkan pipi nya ia berucap manja pada pria yang ia anggap kakak itu. Sambil memasukan kue kacang merah ke mulut nya.
Drake terkekeh geli melihat tingkah wanita di hadapan nya ini. Jika dia istrinya, mungkin Drake sudah menerkam wanita itu.
"Haahah... Apa yang membuat mu kesal?"
Dengan diikuti suara tawa. Drake tetap berusaha tenang dan bertanya dengan baik.
"Ck. Kau menertawakan ku, Kak!"
Aalis semakin kesal. Ia melipat kedua tangan nya di depan dada. Sungguh, tingkah nya semakin membuat Drake gemas. Dan karena tidak tahan, pada akhirnya ia mencubit kedua pipi wanita itu.
"Kakak... Wajah ku sakit...!"
"Ahahaha.. Iya iya, Maaf. Adik ku ini begitu menggemaskan, jadi aku ingin mencubit wajah nya."
Melontarkan kata maaf namun tidak berniat meminta maaf dengan sungguh-sungguh. Aalis tahu itu, dan hanya bisa mengutuk pria di hadapan nya dalam hati.
Putra Mahkota Jackson yang melihat tingkah Aalis hanya bisa terkekeh geli. Ia tidak tahu, bahwa Aalis juga bisa berekspresi seperti itu.
Namun, sedetik kemudian ia terheran dengan ucapan pria yang ada di hadapan Aalis yang tidak ia kenal. Kakak? Kakak yang mana? Bukan kah kakak Aalis hanya Putra Mahkota Menzel?
Namun, ia sedikit mengenal wajah pria itu. Ia sering melihat wajah nya di antara para jendral perang Menzel. Ah, kemudian Putra Mahkota Jackson sadar.
Hubungan Aalis dengan keluarga istana tidak sebaik hubungan putri raja lainnya. Berita tentang Aalis yang merupakan anak dari seorang tabib tidak tahu diri, menyebar ke seluruh penjuru benua Westland.
Dan sampai saat ini, berita itu masih sering di perbincangan kan. Kemungkinan besar, pria yang berada di hadapan Aalis adalah salah satu Putra mentri istana.
Putra Mahkota Jackson hanya bisa menerka-nerka. Ia akan menyelidiki nya nanti.
"Putra Mahkota?"
Putra Mahkota Jackson terhenyak. Ia menoleh ke asal sumber suara yang ternyata berada di belakang nya.
Ia melihat wanita itu, ia tahu itu adalah pelayan Aalis. Karena sering melihat wanita itu kemanapun Aalis pergi.
Dengan cepat ia menarik tangan pelayan itu. Tidak ada rasa jij*k seperti yang putra Mahkota lainnya lakukan . Untuk apa jij*k pada pelayan, karena mereka juga manusia. Itulah prioritas Putra Mahkota Jackson.
Karena tidak ingin keberadaan nya di ketahui Aalis, ia sedikit menjauh. Sadie hanya bisa mengikuti.
"Tolong jangan beritahu Putri Aalis."
Sadie sedikit menaruh curiga pada pria di hadapannya. Bagaimana pun, Aalis yang telah melindungi nya selama ini. Pengabdian nya pada Aalis sangat besar.
Jadi, ia tidak akan membiarkan siapapun mendekati Aalis jika itu membahayakan nyawa majikannya.
Melihat tatapan tidak percaya Sadie. Putra Mahkota Jackson paham. Ia tahu, wanita di hadapannya saat ini adalah pelayan paling setia yang Aalis miliki.
"Aku tidak membahayakan. Dan... Aku hanya ingin kau merahasiakan ini. Bagaimana?"
"Baik, Putra Mahkota. Maafkan kelancangan saya."
Sadie menunduk, karena ia juga sadar bahwa tidak seharusnya ia berada di sekitar Putra Mahkota Jackson.
"Emm, Ya. Kau boleh pergi."
"Saya permisi, Putra Mahkota."
Baru Sadie u dia langkah meninggalkan Putra Mahkota Jackson. Namun, langkah nya terhenti. Pria itu tiba-tiba memanggilnya kembali.
"Pelayan Sadie."
"Ya, Putra Mahkota?"
Kembali berbalik menghadap Putra Mahkota Jackson. Ia sedikit terheran , mengapa pria itu memanggilnya kembali.
"Apa kau tahu Axela?"
Degg...
Ini seperti sebuah kejutan untuk Sadie. Bagaimana pria di hadapan nya ini mengetahui tentang Axela. Apa hubungan Axela dan Putra Mahkota Jackson?
"Maaf. Saya tidak mengetahui tentang wanita yang Anda sebutkan, Putra Mahkota."
Bibir Putra Mahkota Jackson mengukir senyum. Ia tahu Sadie berbohong. Jika tidak mengetahui bagaimana mungkin ia tahu orang yang ia tanya adalah wanita.
Memang, namanya seperti wanita. Tapi nama Axela juga banyak pria menggunakan nya untuk samaran.
"Jangan membohongi ku, Pelayan Sadie. Aku tahu kau membohongi ku."
Wajah Sadie semakin memucat. Tiba-tiba tubuh nya kamu, karena gugup. Ia bahkan mungkin tidak akan tahu cara mengangkat kepala saat ini.
"kau tahu bukan apa akibatnya jika membohongi seorang Pangeran atau anggota istana lainnya?"
"Ampun, Putra Mahkota. Maafkan, Hamba."
Sadie langsung bersujud di bawah kaki, Putra Mahkota Jackson. Ia berbohong karena ingin menepati janji majikannya untuk tidak memberitahu siapapun tentang Axela.
Jika ia memberitahu Putra Mahkota Jackson, maka sama saja ia mengkhianati majikannya, Aalis.
Putra Mahkota Jackson tersenyum senah. Ia sekarang tahu, se berapa setia pelayan Aalis ini. Ia hanya menguji ke setiaan pelayan di hadapan nya.
Dan untuk Axela, ia pasti akan menemui wanita itu.
"Bangunlah. Kau tidak salah apapun."
"Tidak, Yang Mulia. Saya salah karena berani membohongi anda."
Tetap dengan sujud nya. Sadie tidak berniat sedikit pun untuk bangun.
"Kau tidak salah. Kau membohongi ku karena tidak ingin mengkhianati majikan mu, Bukan?"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments
araa
lanjutt
2023-01-06
1