GEREN ZIEN (Gerakan Hitam) #2

~

Ryd melihat ke arah kanan dan berkata,

“…Dan disudut kanan kita, yang akan menjadi lawannya adalah…Venesia Marietta!”

“Venesia sendiri adalah seorang cucu dari kedua Legenda Sihir yang juga telah kita sebut sebelumnya, yaitu…Nyonya Namira dan Tuan Varadis!” Lanjutnya disambung dengan teriakan penonton yang sangat heboh,

Venesia mulai memasuki arena sambil memberikan senyuman dan menyapa para penonton.

“Hai semuanya…Terima kasih!”

Mereka berdua berjalan ketengah arena dan berdiri berhadapan menunggu tanda dimulainya pertarungan,

“Baiklah…Inilah mereka dan…” Ucap Ryd,

Sebuah tanda dimulainya pertarungan muncul dari sisi arena,

'Fyuwh~Dwuar...!'

“Kita mulai…!” Lanjutnya memulai pertandingan,

‘Ssyuhh..!’

Zora dengan cepat melesat ke arah Venesia sesaat setelah pertandingan dimulai,

“DEATH CORE”

Zora membuat kepalan dengan kedua tangannya dan mengincar bagian kepala Venesia yang terbuka,

‘Dbuh!’

Venesia berhasil menahan serangan Zora dengan tangannya, namun tanah dibawahnya tidak sanggup menahan beban,

“Wow!...Dengan cepat Zora menyerang Venesia!” Ucap Ryd terkejut,

‘Dbuh-Dbuh!’

“Apa yang terjadi disana?!” Lanjutnya,

Retakan tanah membuat cekungan kedalam disekitar Venesia,

“NEDEL PUCNH!”

Zora melakukan serangan lanjutan dengan memukul Venesia selagi dia masih berada diatas dan segera melompat ke belakang,

“IN-…”

Dia melafalkan jurusnya sambil membentuk segel chi dengan tangan kanannya. Perlahan tangan kirinya dilipat kebelakang dan gerakannya mulai berbayang.

“…AKARSA!”

Tanpa bisa dilihat oleh mata biasa, Zora bergerak dengan cepat dan tanpa suara kehadapan Venesia.

Dia memukul Venesia dengan telapak tangannya yang juga berbayang.

‘Dbuuh…!’

Venesia terkena serangan Zora dan terseret kebelakang.

“Apa yang barusan terjadi…?!” Tanya Ryd kebingungan,

“Tiba-tiba Venesia terdorong hingga kakinya terseret ditanah!” Lanjutnya,

Venesia berdiri tegak dan menatap Zora,

“Kamu adalah lawan yang tepat untuk pemanasan…” Ucap Venesia sambil memasang kuda-kudanya,

“Wow!...Venesia masih bisa berdiri setelah terkena serangan yang saya sendiri tidak tahu kapan terjadinya!” Ucap Ryd dan sorakan penonton mulai tambah meriah,

“Dewa tidak suka dengan makhluknya yang sombong…” Jawab Zora

“Maafkan aku…Tapi dihatiku tidak ada niat untuk menyombongkan diri…” Saut Venesia sambil memasang kuda-kudanya,

“Inilah dia!...Sepertinya Venesia akan melancarkan serangan balasannya!” Ucap Ryd,

Dia menempatkan tangan kanannya didepan badan dengan telapak tangan dan kaki terbuka. Dia terdiam kemudiam melipat jari manis dan kelingking tangan kanannya. Zora bereaksi dengan gerakan yang dilakukan Venesia.

Sebuah serangan yang tak kasat mata tiba-tiba terasa oleh Zora,

‘Dyuuhh~Dbuh-Dbuh..!!!’

Dengan cepat Zora menangkis pukulan Venesia yang diarahkan kemukanya,

“Energi dewa bisa merasakan segalanya…” Ucap Zora,

Dengan cepat Venesia melancarkan serangan tambahan yang membombardir Zora. Akan tetapi Zora dengan tenang menangkis semua serangan Venesia,

‘Dbuh!...Dbuh-Dbuh!’

Mereka saling menyerang dan menangkis untuk beberapa saat. Hingga area disekitar mereka mulai hancur,

“Wow!...Sungguh keadaan yang menegangkan!” Ucap Ryd kagum,

'Dbuwar-Dbuh-Dbuwar!!!'

“Sampai kapan ini akan berakhir…?” Lanjutnya,

Venesia menarik tangan kanannya kebelakang dan memukul Zora dengan kuat,

‘Dbuuhh!...Syuhh!’

Kuatnya pukulan Venesia membuat Zora terdorong kebelakang. Hempasan udara terdengar disekitar mereka sesaat setelah itu.

“Ini dia akhirnya!” Ucap Ryd,

“Sepertinya belum ada yang terlihat lelah diantara keduanya…Siapakah yang akan memenangkan pertarungan kali ini..?!” Lanjutnya menegangkan suasana,

“Dewa bisa menidurkan mu sekarang dengan kekuatannya…” Ucap Zora memutarkan kedua tangannya searah jarum jam dan berakhir dengan membentuk segel jurus didepan dadanya,

“CHI-AKARSA”

‘Syuuffhh…”

Sebuah titik energi yang bercahaya terkumpul dikepalan tangan Zora. Dia memindahkan kaki kanannya kebelakang lalu membuka segel jurus yang dia tahan sebelumnya.

“…BLAST!”

‘Dbuwfh…!!!’

Sebuah semburan Energi Chi yang besar dan memanjang melesat dengan cepat kearah Venesia,

“Waahh…” Venesia melihat serangan yang telah dekat dengannya itu dengan rasa kagum,

“Ayo Venesia!” Teriak Richey memberi dukungan dari tempat peserta,

~

“Apa yang dia lakukan…?” Tanya Zheviroth dari kursinya,

“Sepertinya gadis itu terlambat untuk menghindar…” Jawab Valden memperhatikan pertarungan mereka,

‘Dbbuuhh!!!’

“Gumpalan asap debu kembali terjadi dipertarungan ini!” Ucap Ryd berusaha melihat apa yang terjadi diarena,

“Gerakan gadis itu cukup bagus…” Ucap Valden setelah melihat hantaman serangan itu,

“Tidak salah lagi…itu adalah gerakan mu...” Lanjutnya menatap Namira,

“Sepertinya kamu sangat memperhatikanku, Valden. Terima kasih…” Jawab Namira lalu tersenyum kepadanya,

“Apa yang kalian lakukan hah…?!” Saut Varadis dari samping,

“Hahaha…!!! Seperti itu rupanya jika Varadis cemburu…Hahaha!!!” Zheviroth terbahak-bahak setelah melihat reaksi Varadis yang cemburu dengan Valden,

“Sudahlah…Jangan seperti anak kecil…” Saut Namira mengelus pipi Varadis,

Varadis meleleh setelah mendapatkan elusan dari Namira.

~

Sementara itu ditengah arena, perlahan Venesia mulai terlihat dari dalam gumpalan asap debu,

“Itu dia!...Sepertinya Venesia masih belum bergerak…” Ucap Ryd saat melihat Venesia dengan samar,

“Apakah terjadi sesuatu kepada dirinya?” Lanjutnya bertanya-tanya,

Venesia terlihat menahan serangan Zora dengan kedua tangannya yang menyilang,

“Kekuatan dewa bisa memusnahkan apapun yang dikehendakinya…” Ucap Zora setelah melihat Venesia yang masih terdiam,

Tiba-tiba Venesia menatap Zora dan berkata,

“Kamu adalah lawan yang tangguh…”

“Hmm..” Zora membalas tatapan Venesia dengan raut wajah sedikit terkejut,

“Wow!!!…Venesia berhasil bertahan dari serangan Zora…!!!” Teriak Ryd membuat suasana memanas,

~

“Wah-wah-wah…Gadis itu bisa menahan serangan Rugen Chi Clan mu, Dories” Ucap Jergy memperhatikan Venesia,

“Hmm…” Dories yang penasaran hanya menangguk menjawab Jergy,

“Waaahh!!!...Cucu mu hebat sekali Varadis!” Ucap Aum,

“Aa…iya iya…Hahaha…” Jawab Varadis yang merasa canggung,

“Dia bisa menahan Rugen Chi dengan tangan kosong dan tanpa terbakar…Hmm…” Ucap Valden merasa heran,

“Apakah kalian memberinya batu sebagai makanan setiap hari?” Tanya Zheviroth dengan wajah polos,

Namira hanya menjawab dengan mengeluarkan Aura Annaroth-nya. Orang disekitarnya sontak merasa terkejut dan ketakutan.

“Aa….Aku salah mengucap kata…” Zheviroth segera duduk kembali dengan tenang dan menyiulkan bunyi yang fals,

~

“Sepertinya Venesia akan menggunakan jurusnya kali ini…!!!” Teriak Ryd dengan heboh,

“Baiklah…” Lanjut Venesia memegang pergelangan tangan kanannya yang telah membentuk segel Niewral,

“Aku tidak sadar kalau dia baru menggunakan jurusnya…” Ucap Zora didalam hati,

“ARIANS”

Venesia merapalkan Niewral dan merendahkan tubuhnya. Seketika tanah disekitar tempatnya berdiri retak dan membuat cekungan,

‘Fyuuh!...Dbuh!!!’

Secara tiba-tiba Venesia lenyap,

“Venesia menghilang…!” Teriak Ryd terkejut,

“CHI…”

Zora melafalkan jurusnya sambil mencari keberadaan Venesia. Sesaat kemudian dia tersadar bahwa Venesia sedang melesat jatuh dari langit menuju kearahnya,

“IN-AKASHI…!!!’

Zora segera menyelesaikan lafalannya,

‘Dbuh…Dbuuuhh!’

Suara hentakan serangan Zora terdengar dan membuat debu disekitarnya terhempas. Sebuah Annaroth yang bernama Rugen Chi membentuk telapak tangan dan melesat dengan cepat,

“Zora menyerang keatas…!” Ucap Ryd diikuti para penonton yang mulai melihat keatas,

“Ternyata Venesia terbang jauh diatas sana!!!” Teriaknya diikuti para penonton yang terdiam dan sangat memperhatikan momen itu,

Disisi lain Venesia masih melesat jatuh mengarah ketempat Zora berada. Saat itu dia mulai menyelesaikan segel Niewral ditangannya. Perlahan dia melipat tangannya kebelakang lalu melafalkan Niewral miliknya.

“AVONUM”

Venesia melakukan serangan dengan pukulannya,

‘Crringg!...Srrbb!’

Desingan pukulan Venesia beradu dengan serangan Zora. Mencipatakan suara yang sangat mengganggu telinga, hingga para penonton menutup telinga mereka.

Namun perlahan serangan Zora mulai mengalami keretakan. Sesaat Zora melihat Venesia seperti makhluk raksasa yang sedang murka,

“Dewa…Apa itu…?” Ucapnya terkejut,

Serangan Zora yang sudah mulai hancur, akhirnya tidak dapat lagi menahan serangan yang dilancarkan oleh Venesia. Dengan cepat Venesia jatuh melesat kearah Zora yang terlihat masih terkejut.

‘Dbuh-Dbuwar-Dbuuhwarr…!!!’

Dahsyatnya serangan Venesia membuat area di sekitarnya hancur seketika. Getaran diarena terasa hingga ketempat penonton dan puing-puing tanah kembali beterbangan kemana-mana.

~Bersambung

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!