NAMIATROS DIS (Gadis Ras Namiatros) #1

~

Siang itu kemeriahan penonton didalam kolosium terdengar hingga keluar. Para penonton terlihat sangat terhibur dengan pertarungan yang saat itu tengah berjalan.

“Apakah kamu butuh persiapan khusus sebelum pertandinganmu, Shane?” Tanya Venesia memegang pundak Shane,

“Emm…” Jawabnya menggelengkan kepala,

“Jika kamu butuh sesuatu tinggal katakan saja” Saut Richey dengan senyum,

“Ya…Jangan sungkan lagi kepada kami” Ucap Dyres menyambung perkataan Richey,

“Itu benar…” Ucap Venesia tersenyum,

Shane merasa sangat hangat karena sikap baik mereka kepadanya. Dia senang dan bersyukur bisa ada diantara mereka.

~

Disuatu lorong kolosium, terlihat beberapa orang tengah berbincang. Mereka adalah anak-anak dari Clan Argrezies yang juga sebuah clan dari Legenda Sihir Kelima yaitu Aum Argrezies.

“Ternyata kita tidak boleh meremehkan mereka…” Ucap Milo yang duduk dilantai,

“Aku tidak pernah meremehkan mereka…Karena mereka memiliki wajah yang menyimpan banyak rahasia…” Jawab Kennith,

“Aku tidak meremehkan mereka…Tapi aku pasti akan memenangkan pertarungan nanti” Ucap Hassy dengan yakin,

Mendengar hal itu, Niro yang sedang bersender didinding mengingat wajah Richey dan Dyres saat dia melihat mereka melakukan hal konyol diluar kolosium.

“Mereka tidak sama seperti kalian…” Ucap Niro,

Ucapannya yang misterius membuat mereka bertiga bingung.

“Mereka berbeda level dengan kalian…” Lanjutnya,

“Apa maksudmu?” Tanya Milo yang merasa aneh dengan Niro,

“Lupakan saja…Yang terpenting adalah jangan pernah sedikitpun memberikan mereka kesempatan untuk menyerang” Jawabnya,

“Hmm..” Saut Hassy mengangguk,

“Yaa…Apapun maksud adikku ini, jika dia berkata seperti itu maka kamu harus melakukannya, Hassy” Saut Milo,

“Mengapa Niro sangat waspada kepada mereka…” Ucap Kennith didalam hati sambil melirik Niro,

"Aku bingung dengan sesuatu..." Ucap Niro,

Teman-temannya tidak mengerti dengan apa yang dia maksud,

"Mengapa anak itu dan anak Clan Trixenom yang terlebih dahulu dipanggil untuk bertarung?" Lanjutnya sambil berpikir,

"Apa yang kamu maksud?" Tanya Kennith penasaran,

"Kalian mendengarnya sendiri jika Milo lah yang bertarung dipembukaan ujian ini..." Jelas Niro,

"Haa?" Milo bingung dengan ucapan Niro,

"Namaku berada diurutan ke 33..." Lanjut Milo menjelaskan,

Hassy menatap Niro dengan wajah serius,

"Apa kamu yakin, Niro?" Tanya Hassy,

"Lupakan saja..." Jawab Niro yang terlihat sedang memikirkan sesuatu,

"Apa yang sebenarnya terjadi disini. Apakah semua orang tidak ada yang mengingatnya?" Lanjutnya didalam hati,

~

Didalam arena, terlihat sesorang telah terkapar lalu dinyatakan kalah.

“…Dan ini dia...Pemenangnya adalah Lugo Damas Franbion!” Ucap Ryd yang terlihat sangat terhibur,

Saut sorak penonton ikut meramaikan kolosium saat itu,

“Terima kasih telah menjadi lawanku…” Ucap Lugo kepada orang yang terkapar itu lalu berjalan pergi meninggalkan arena,

“Waaahhh! Generasi Franbion saat ini sangat menjanjikan sekali!” Ucap Zheviroth yang sangat antusias dengan pertandingan yang baru saja dia saksikan,

“Tentu saja…” Saut Valden dengan bangga,

“Apa kau merasa bangga kakek tua?” Tanya Zheviroth,

“Jangan lupakan cucu-cucu kedua orang ini masih berada diarena…hahaha!” Lanjutnya memprovokasi Valden,

“Akan ku bunuh kau bocah tua!” Saut Valden kesal,

Mereka berdua terus berbalas ejekan dan membuat Legenda Sihir lain tertawa menyaksikannya.

“Apakah mereka tidak memiliki hal lain untuk diselisihkan…?” Ucap Varadis yang merasa aneh dengan sikap mereka,

~

Dari tempat Pembawa Acara, Ryd mulai berdiri dengan memegang kertas berisikan nama,

“Baiklah…Karena petugas telah mengangkat ibu jarinya, ini menandakan pertandingan selanjutnya siap untuk dimulai…” Jelas Ryd kepada para penonton,

“Pertarungan selanjutnya! Dari sisi kanan…Kita memiliki Hassy Argrezies!”

Sorak sorai penonton mulai bergema,

“Seperti yang kita ketahui, Nama belakang dari Hassy adalah nama dari sebuah clan yang saat ini tengah dalam masa keemasannya, yaitu…Argreszies!” Lanjutnya,

“Jika tidak salah…Lawannya adalah cucu mereka kan?” Ucap seorang penonton kepada temannya,

“Iya…Aku lupa siapa nama gadis kecil itu…” Jawab temannya sambil mengingat sebuah nama,

Ryd dengan suara keras berkata menggunakan pengeras suara sihir yang dipegangnya,

“…Sebagai lawannya adalah Shane Yulan!”

Sorak sorai penonton memuncak saat Shane memasuki arena,

“Kalahkan dia, Shane!” Richey berteriak mendukung Shane dari tempat peserta,

“Semangat, Shane!” Saut Venesia yang juga menyemangatinya,

Dyres hanya tersenyum karena yakin Shane akan memenangkan pertarungan,

Tanpa disadari, Dia tiba-tiba bisa melihat Annaroth milik Shane yang berbentuk seperti malaikat penjaga yang sedang memeluknya.

“Apa itu?” Ucapnya terkejut didalam hati,

Richey merasakan sesuatu dan langsung menarik Dyres ke luar dari tempat peserta. Venesia bingung karena Richey tiba-tiba melakukan hal itu, kemudian dia mengikuti mereka berdua.

“Apa yang kamu lakukan, Richey?” Ucap Dyres yang disudutkan ke dinding,

“Matamu…” Jawab Richey dengan singkat,

Venesia yang baru saja keluar dari ruang peserta, tidak sengaja melihat mata Dyres yang berubah pola menjadi segitiga hitam. Dyres menutup matanya dan mengatakan,

“Aku tidak tahu…tiba-tiba saja aku bisa melihat wujud asli Annaroth milik Shane…” Dyres mencoba menjelaskan kepada Richey,

“Bukan…” Saut Richey,

“Ada sesuatu diluar kolosium yang membuat matamu bereaksi seperti ini…” Lanjutnya menolehkan pandangan kekiri dan kenanan seperti sedang mencari sesuatu,

“Apa yang kamu rasakan?” Ucap Dyres dengan sangat serius,

“Pergerakan dan Aura Annaroth yang aneh…” Richey menjawab sambil terus berusaha merasakan sesuatu,

“Baiklah…Kita cari tahu ketika pertandinganmu selesai” Ucap Dyres,

“Hmm…” Jawab Richey mengangguk,

Tiba-tiba Richey seperti mendengarkan sesuatu ditelinganya. Dyres menatapnya dan merasa aneh.

“Apakah kamu merasakan hal lain?” Tanya Dyres,

Richey perlahan menempatkan telapak tangannya dimata kiri Dyres yang berubah. Dia menunduk seperti sedang mendengarkan sesuatu.

“INNAIMMORE”

Dengan lembut Annaroth bercahaya putih mengalir dari tangan Richey menuju kemata Dyres. Tak berselang lama setelah Annaroth selesai mengalir, Dyres terlihat seperti sedikit terhentak lalu menyender kedinding dibelakangnya.

Sesaat kemudian Dyres tersenyum menatap Richey. Venesia melihat mereka melakukan tos dengan

kepalan tangan mereka tanpa tahu apa yang telah terjadi.

“Apa yang akan kalian lakukan?” Tanya Venesia saat mereka berdua berjalan kembali untuk masuk kedalam ruangan peserta,

“Akan aku jelaskan didalam, ayo…” Jawab Dyres,

“Haa…?” Venesia bingung dengan sikap mereka,

Setelah itu Venesia menyadari bahwa mata Dyres sedikit mengeluarkan asap dan perlahan kembali ke bentuk normal. Richey dan Dyres memikirkan hal yang sama, yaitu pertandingan mereka saat ini jauh lebih penting dari satu hal aneh yang baru saja mereka rasakan.

Akhirnya mereka kembali ke tempat tonton untuk peserta,

Dari ujung ruangan, Virden Grite Franbion memperhatikan mereka yang baru saja kembali kedalam ruangan. Aglus, Samy dan Lugo menatap Virden dengan bingung karena dia terus memperhatikan mereka.

“Apa ada masalah, Virden?” Tanya Aglus ikut menatap mereka,

“Aku harap kalian tidak memaksakan diri saat giliran kalian untuk bertarung…Aku membutuhkan kalian nanti…” Jawabnya,

“Haa?” Ucap Samy dan  Lugo bersamaan,

Dari dalam arena terdengar suara Ryd yang tidak sabar untuk memulai pertandingan selanjutnya,

“…Baiklah, sepertinya petugas penjaga telah selesai memasang dinding sihir. Hal ini dilakukan agar kita semua tetap aman selama ujian ini berlangsung!” Sorakan penonton bergema menjawab Ryd,

“Sepertinya, sudah saatnya pertandingan kita mulai karena petugas telah memberikan tanda…” Lanjut Ryd setelah melihat petugas penjaga mengangkat ibu jarinya,

Ditengah arena, Shane dan Hassy telah berdiri berhadapan. Keduanya terdiam dan saling menatap satu sama lain.

“Arena terasa sangat dingin saat ini. Baiklah kita panaskan saja!" Ucap Ryd,

'Fyuh!-Dwar...!'

Suara dari suar sihir terdengar,

"Pertarungan dimulai!” Ucap Ryd memulai pertandingan dengan semangat setelah suar sihir ditembakan ke angkasa,

Hassy melakukan kuda-kudanya dan membuat segel sihir dengan tangannya,

“AERO ZONE”

Sebuah lingkaran pola sihir muncul dari bawah Hassy dan membesar hingga menutupi seluruh arena.

Sesaat kemudian polanya menghilang dan Hassy segera menggunakan senjata kipasnya untuk menyerang,

“Apa ini?” Ucap Shane melihat lingkaran sihir yang dibuat oleh Hassy,

“AERO BLADE!”

‘Fyuh-Fyuh-Fyuh!’

Beberapa sayatan sihir angin dengan cepat melesat ke arah Shane. Saat itu Shane seperti sedikit telat untuk menghindari serangan dari Hassy.

‘Srrtt!’

Serangan itu mengenai pipi kanan Shane dan membuat goresan yang mengeluarkan darah.

“Wow serangan awal dari Hassy berhasil untuk melukai Shane!” Ucap Ryd diiringi sorakan penonton yang mendukung jagoannya masing-masing,

“Bagus…!” Ucap Hassy didalam hatinya,

“Tidak buruk untuk permulaan” lanjutnya lalu melakukan gerakan melompat berputar ke arah kiri,

“AERO DANCER!”

‘Fyuuh!-Fyuh!-Fryuuh!!!’

“Aku tidak akan memberikan mu celah untuk menyerang!” Ucapnya didalam hati sambil melakukan serangan bertubi-tubi,

‘Dbuh!...Dbuh!-Dbuh!’

“Serangan telak lain mengenai Shane!” Ucap Ryd,

“Aku tidak akan kalah oleh rasa sakit ini…” Ucap Shane didalam hati dengan tenang dan mata tertutup,

Asap debu yang menggumpal ditempat Shane berdiri perlahan memudar.

Dia terlihat tetap berdiri terdiam semenjak menerima serangan sebelumnya,

“MOON BLADE*!”*

‘Byuuhh!’

Sebuah serangan sihir angin yang besar melesat ke arah Shane dengan cepat. Shane mengangkat kepalanya dan menatap Hassy dengan tajam,

“Aku memang takut dengan rasa sakit…Tapi rasa sakit inilah yang akan menjadikanku kuat!” Ucap Shane dengan semangat didalam hati,

“Ini dia…” Ucap Richey lalu tersenyum bersama dengan Dyres dan Venesia,

*“*INCELLAR SVEN!”

‘Sssfftt’

Shane tiba-tiba menghilang sesaat sebelum serangan Hassy mengenainya.

“PORTROS!”

Shane terlihat sudah menarik lengannya untuk melakukan serangan.

~Bersambung

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!