~
Terik mentari pagi yang menghangatkan seakan membantu membakar semangat dan memanaskan suasana didalam kolosium. Burdel Jarhogen yang menyandang Gelar Legenda Sihir Keenam menunjukkan kertas nama di tangannya.
“Kita lihat siapa yang akan dilawannya…” Ucap Ryd terdiam sesaat,
“…Richey Vlarain!” Lanjutnya dengan semangat,
“Seperti yang kalian duga dari namanya... Richey Vlarain juga adalah salah satu cucu dari Legenda Sihir Nyonya Namira dan Tuan Varadis, Teman-teman semuanya!” Jelasnya menambah semangat penonton,
Richey kegirangan mendengar namanya disebut oleh pembawa acara itu.
Disisi lain Varadis sangat malu karena namanya disebut kembali,
“Akan kubunuh orang yang membocorkan informasi ini!” Bisiknya dengan geram sekali,
Tiba-tiba Albis yang sedang berjalan merasa ketakutan tanpa sebab,
“Hii!...Apa itu tadi…Kenapa perasaanku tiba-tiba tidak enak…” Ucapnya,
“Sebaiknya aku segera pergi dari sini…” Lanjutnya menjauh dari pintu ruang pembawa acara,
Ditempat sebelumnya, Valden tersenyum kepada Namira dan Varadis karena Richey akan melawan anak yang disebut sebagai salah satu anak terkuat dari clannya, Namun mereka hanya membalas dengan senyum santai. Valden bingung kenapa mereka tidak panik dengan hal itu.
“Sepertinya mereka terlalu lama tinggal dihutan…” Ucap Valden didalam hati,
Setelah puluhan nama disebut, akhirnya pertandingan pertama akan dimulai. Para peserta meninggalkan arena dan kembali ke ruangan peserta,
“Persiapkan diri kalian semua untuk menyaksikan pertandingan pertama yang akan dimulai sesaat lagi!” Ryd mengucapkan dengan gaya hebohnya,
“Diujian yang sangat panas tahun ini, beberapa aturan telah dibuat…” Lanjutnya,
“Kamu harus semangat untuk pertandingan pertamamu, Dyres!” Ucap Venesia menyemangati Dyres,
“Kami akan mendukung mu dari luar ruang peserta” Saut Shane dengan senyumnya,
“Tenang saja, Aku akan…” Jawab Dyres terhenti karena melihat Richey,
Richey tersenyum dengan sangat aneh disebelah Shane karena tidak sabar untuk melihat pertandingan Dyres,
“…Apakah kamu tidak memiliki wajah normal, Richey!” Lanjut Dyres kesal,
Mereka tertawa melihat tingkah Richey yang sedang aneh itu.
Setelah itu, Ryd masih terdengar menjelaskan beberapa syarat dan sistem dari ujian tahun ini.
“…Untuk beberapa anak yang di kategorikan sebagai anak berbakat…atau yang biasa kita sebut sebagai Anak Emas akan ditempatkan langsung dibabak selanjutnya sebagai hasil pertimbangan Panitia dari Kesatria Sihir dan Legenda Sihir Kerajaan…” Sebutnya sambil membaca secarik kertas yang berisi banyak tulisan,
“Untuk yang terakhir, Peserta yang gagal dalam ujian ini tidak akan didiskualifikasi atau dikeluarkan dari pendafataran Kesatria. Karena mereka akan dimasukkan kedalam Anggota Kesatria Sihir Kerajaan sebagai wakil komandan, Ajudan Komandan, atau Kapten Tim Ksatria…” Lanjutnya,
“…Dan bagi pemenang bisa menjadi Komandan Kesatria…” Ucap Namira menahan amarah,
“Kenapa Albis memasukkan mereka kedalam ujian yang ini?” Teriaknya didalam hati,
Albis yang berjalan dengan cepat merasakan kembali ketakutan yang datang dengan tiba-tiba dan tidak diketahui dari mana asalnya,
“Hiii!...Kenapa badanku semuanya bergetar…” Ucapnya memandangi langit-langit lorong kolosium,
“…Sepertinya tempat ini berhantu!” Teriaknya sambil berlari dengan cepat,
“Eee?...Ada apa dengan anak bodoh itu?” Ucap Synathisa ketika melihat Albis berlari ketakutan melewatinya saat hendak membuka pintu ruang keamanan,
Varadis yang sedang santai membayangkan sesuatu, terkejut dan terjatuh karena tiba-tiba suara teriakkan Namira berada di kepalanya.
“Ampun sayang! …Aku tidak membayangkan hal kotor dengan pelayan rumah!” Jawab Varadis panik didalam hatinya,
“Apaa?!” Namira semakin menjadi-jadi karena hal itu,
‘Plak!’
Cap tangan merah yang berdenyut di pipi Varadis membuatnya terdiam di kursi itu.
~
10 menit kemudian…
“Baiklah!” Teriak Ryd dengan semangatnya yang membara,
“Ini saatnya kita panggilkan para peserta untuk pertandingan pertama kita dihari pembukaan ini!” Serunya kepada penonton yang dijawab dengan sorak sorai,
“Dari sudut kiri kita panggilkan…Dima... Trixenon!” Ucapnya menyambut peserta,
Sorakan penonton yang sangat antusias terdengar memenuhi seisi kolosium,
“Trixenom!…Trixenom!…Trixenom!”
Dima berjalan memasuki arena dan melambaikan tangan menjawab sorakan penonton kepadanya.
“…Dan dari sudut kanan, sekaligus yang akan menjadi lawan dari Dima…Dyres...Vlarain!” Ucap Ryd dengan semangat,
Dyres terlihat tenang berjalan memasuki arena,
Disisi lain Varadis seperti menyadari sesuatu,
“Sayang…” Ucap Varadis memanggil Namira dari dalam hatinya,
“Hmm?” Jawab Namira memegang tangan Varadis,
“Apakah kamu merasakan ada yang aneh dengan cucu kita?” Lanjutnya bertanya sambil memperhatikan Dyres,
Karena perkataan Varadis, Namira mulai memperhatikan Dyres dengan seksama.
“Ohh…” Ucapnya menjawab Varadis,
Dari tengah arena, Dyres dan Dima telah berdiri berhadapan,
“Hoo…Inikah cucu nenek dan kakek yang membuat heboh seisi kolosium?” Tanya Dima sambil mengeluarkan kedua belati dari tangannya,
Dyres terdiam dan tidak menjawab apapun,
“Anak ini bahkan seperti tidak terasa memiliki Annaroth…Apakah dia hanya ingin mencari mati disini?” Ucap Dima didalam hati,
“Semoga kau bisa bertahan dengan seranganku…Agar pembukaan ini menjadi tontonan yang menarik bagi mereka semua…” Lanjutnya sambil memainkan belati yang dia pegang,
Dyres tetap terdiam mendengarkan ucapan Dima,
“Tapi tenang saja…Lelaki sepertiku tidak akan sampai hati untuk membunuh orang lemah…” Ucap Dima dengan tatapan sinis,
Dyres mulai menunjukkan kuda-kudanya,
“Jika kau lelaki…Tutuplah mulutmu dan mulailah bertarung…” Ucap Dyres dengan tatapan tajam,
Dima sangat kesal dengan sifat Dyres yang dirasa sangat meremehkannya,
“Baiklah jika itu mau mu!” Jawabnya dengan kesal lalu membuka kuda-kudanya,
Dyres telah memasang kuda-kuda dengan tangan menyilang di telinga kirinya,
“Hah....itukan?” Ucap Venesia karena melihat kuda-kuda yang digunakan Dyres adalah kuda-kuda yang pernah Richey gunakan,
Richey tersenyum dan menjelaskan,
“Kita sering latihan bersama dan berbagi tekhnik…Karena itu dia bisa menggunakan tekhnik ku…”
“Ayo maju Dyres!” Lanjutnya menyemangati Dyres,
Venesia dan Shane sangat senang mendengar hal yang disampaikan Richey,
Ketegangan terjadi di tengah arena. Sorakan penonton perlahan memudar.
Sesaat kesunyian menggantikan kebisingan yang ada.
Tidak lama kemudian, terdengar suara suar sihir ditembakkan sebagai tanda dimulainya pertarungan.
‘Fyuh!~Dwar!’
Dima dengan tatapan tajamnya mulai melakukan serangan dengan melemparkan belatinya,
Dyres tidak bereaksi sedikitpun terhadap serangan itu.
Tiba-tiba,
‘Cting-cting!”
Kedua belati milik Dima tiba-tiba seperti menabrak sesuatu yang keras saat hendak mengenai Dyres.
Semua orang terdiam dan bertanya-tanya dengan apa yang terjadi. Tanpa melakukan tangkisan dan gerakan bertahan, Dyres berhasil menghentikan serangan itu dan menyajikan tontonan yang sangat menarik bagi para penonton.
Ryd menambah keseruan pertarungan dengan ucapan-ucapannya,
“Apa yang terjadi?” Ucap Dima terkejut didalam hatinya,
Dima yang bingung dengan hal itu menjadi tambah kesal karena penonton mulai banyak yang bersorak untuk Dyres,
Setelah mengeluarkan belati baru, tanpa berpikir panjang Dima mulai menggunakan Annaroth-nya untuk melancarkan serangan selanjutnya,
“DEADLY BLADE”
Annaroth berwarna ungu menyelimuti kedua belati di tangan Dima.
“Inikah Annaroth dengan aura kematian?” Tanya Zheviroth,
Para Legenda Sihir lain juga ikut terkejut dengan Annaroth berwarna ungu yang Dima gunakan. Jergy tersenyum karena mengetahui kekuatan dari Annaroth itu.
Dima melompat dan melipat tangannya ke atas lalu melemparkan kedua belatinya dengan kuat,
‘Fyuh-syuuh!’
Kedua belati itu dengan cepat mendekati Dyres,
‘Dbuuh!-Dbuh...!’
Ledakan yang lumayan keras terjadi tepat ditempat Dyres berada. Ledakan itu menghasilkan asap debu yang menutupi Dyres.
‘Serangan itu mengenai Dyres!” Teriak Ryd terkejut lalu keadaan sunyi sesaat,
Perlahan Dyres mulai terlihat kembali. Dengan mengejutkan dia mengkap kedua belati milik Dima dengan tangannya yang masih menyilang disamping telinga.
“Wooooowww!” Ucap Ryd terkejut,
“Dyres berhasil menghentikan serangan itu!” Lanjutnya disambut dengan teriakan penonton yang terkejut,
Dia melepaskan kedua belati itu dengan tatapan tajam kearah Dima,
~Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 28 Episodes
Comments