“Haa?!” Richey kesal kepada Dyres,
“Hahaha!” Tawa Dyres,
“Tenang dulu anak muda…mungkin kamu akan menemuinya nanti…” Jawab Hassac sambil tersenyum,
Mereka berdua merasa bahagia kemudian merasa bingung setelah mencerna semua perkataan Hassac,
“Untuk gadis muda ini…” Ucap Hassac mengarah ke Venesia,
“Jumlah Annaroth mu sangat tidak sesuai dengan ukuran mu…” Lanjutnya dengan senyuman hangat,
“Venesia adalah anak dari sahabatku yang bernama Elvoner Aves…Dia adalah seorang raja dari Ras Vlagtania…” Jelasnya,
Venesia terkejut karena dalam catatan sejarah yang dia pelajari tidak tertulis akan hal itu.
“Paman…Tolong ceritakan seperti apa itu Ras Vlagtania…” Ucap Venesia memohon,
“Mungkin saja dari situ…aku akan tahu siapa sebenarnya diriku ini” Lanjutnya merenung,
“Hahaha…Tidak ku sangka kamu akan menjadi seperti ayahmu…” Saut Hassac,
Mereka memperhatikan Hassac kembali,
“Vlagtania juga salah satu ras dominan yang ada di Vlarain. Mereka adalah satu-satunya ras kuno yang memiliki tempat tinggal jauh dari ras lain. Karena…” Dia berhenti sambil tersenyum,
“Vlagtania adalah ras raksasa…atau banyak makhluk menyebutnya sebagai ras titania…
“Haaa?!” Ucap mereka terkejut bersama,
"Mereka adalah pengguna Annaroth Api Suci yang sangat berbahaya. Karena salah sedikit saja, Annaroth itu bisa melukai penggunanya…” Terang paman itu,
“Memang benar, Paman. Selama ini aku selalu kesulitan untuk menggunakan kekuatanku saat berlatih…Api ini selalu membakarku…” Lanjut Venesia,
“Menurut sejarah yang diceritakan Elvoner…Annaroth yang kamu miliki itu adalah sebuah bentuk pembalasan dari tuhan untuk para makhluk yang menyimpang dari nilai-nilai suci…Annaroth itu bernama Tiranroth” Jelas Hassac kepada Venesia,
“Wow…” Ucap Richey dan Dyres dengan tatapan kagum kepada Venesia,
“…Akan ku bunuh kalian” Ucap Venesia kesal melihat wajah mereka berdua,
“Hahaha…kalian benar-benar menjadi anak yang sangat lucu” Saut Hassac sambil mengusap rambut Shane,
“Tunggu, Paman...” Ucap Dyres,
“Jika paman adalah sahabat dari Raja Vlagtania…Apakah paman ini…” Tanya Dyres dengan penasaran,
“Ya…Aku juga seorang raja” Saut Hassac memotong Dyres,
“Aku adalah Raja Ras Namiatros…” Ungkapnya,
Hati dan wajah Shane berbunga-bunga mendengar hal itu. Dia berbalik menghadap
ayahnya dan bertanya,
“Apakah itu benar, Ayah?”
“Hmm-Hmm…” Jawab Hassac seraya berkata “Iya”,
Shane sangat kagum sekaligus senang mendengarnya. Dia kembali memeluk Hassac dengan erat.
“…Aku hampir melupakan satu hal” Ucap Hassac sambil melepaskan pelukannya,
“Apakah kalian pernah mengalami hal aneh yang hanya ada di pikiran kalian masing-masing?” Tanya Hassac kepada mereka,
“apakah maksud paman adalah suara seseorang yang ada di pikiran kita?” Tanya Richey kembali,
“Haa?! …Apakah kalian juga mengalaminya?” Tanya Venesia terkejut,
Dyres dan Shane mengangguk menjawab pertanyaan itu,
“Huuuhh…Kukira hanya aku sendiri yang memiliki kelainan itu…” Keluh Venesia,
“Siapa yang mengatakan hal itu sebagai kelainan?” Tanya Hassac,
“Kakek yang mengatakannya kepada ku…” Jawab Venesia,
“Kakek yang kamu maksud…Apakah dia Varadis Zailen?” Tanyanya kembali,
“Haaa?!” Mereka bertiga terkejut karena Hassac mengetahui nama dari kakek mereka.
“Kenapa paman bisa tahu?” Tanya Dyres,
“Bocah itu selalu saja mengatakan hal bodoh yang tidak diperlukan…” Ucap Hassac kesal sendiri,
“Bocah?” Saut Richey bingung,
“Ahh…ehm…” Hassac membersihkan tenggorokannya,
“Dia adalah muridku…” Ungkapnya,
“Haa?!” Mereka bertiga tambah terkejut dengan pernyataan yang Hassac ucapkan,
“Ceritakan, Paman!” Ucap Richey kegirangan,
“Sebelum peperangan mencapai puncaknya…Aku diberikan tugas oleh Raja Zyabulous dan Raja Nituadron, mereka adalah Raja Almerith Zyan dan Raja Vulgatros Anydron. Aku di tugaskan untuk menyampaikan berkah kepada Anak-anak Suci Vlarain” Ucap Hassac,
“Saat itu Aku menggunakan seluruh Annaroth yang ku miliki…beserta tambahan setengah Annaroth yang berhasil dikumpulkan oleh Almerith Zyan untuk mengaktifkan Algrast Moldiregres…” Lanjutnya,
“Apa itu, Ayah?” Tanya Shane penasaran,
“Itu adalah salah satu Ancrozt Niewral Vendum…” Hassac terhenti karena melihat mereka seperti tidak memahami apa yang dia katakan,
“A..hahaha…Aku lupa, Maaf…” Ucapnya menggaruk kepala,
“Jika dalam Bahasa Ras Manusia itu artinya Skill Kuno Terlarang” Jelasnya,
“Apakah skill itu berbahaya?” Tanya Shane dengan wajah khawatir,
“Iya sayang…Skill itu memiliki persyaratan khusus, yaitu melepaskan jiwa pengguna dari tubuh aslinya…” Jelas Hassac,
“Apakah itu artinya ayah telah meninggal?” Tanya Shane dengan wajah sedih,
“Bisa dikatakan seperti itu sayang…” Jawab Hassac,
Shane bersedih dan memeluk kembali ayahnya itu. Hassac membalas dekapannya dan mengatakan,
“Kamu tidak perlu bersedih, Nak. Karena kita semua para orang tua rela melakukan apapun demi anak kami dan masa depannya…”
“Kalianlah segalanya bagi kami para orang tua. Tidak hanya aku seorang…Orang tua mereka juga telah berkorban nyawa demi masa depan anak-anaknya…dan kalian harus bangga memiliki orang tua seperti itu” Jelasnya menenangkan Shane,
Mereka semua menjadi sedih setelah mendengar perkataan Hassac. Air mata yang tidak bisa ditahan oleh Venesia, menetes di pipinya.
“Emm…bagaimana mereka meninggal, Paman?” Tanya Richey lemas,
Dyres memegang pundak Richey dan mengisyaratkan untuk melihat Venesia,
“Maafkan aku…” Ucap Richey kemudian,
Shane melihat ke arah Venesia dan perlahan menghampirinya. Dia memeluk Venesia seperti saudaranya sendiri. Venesia menangis haru dipelukan Shane. Melihatnya, Hassac sangat senang karena Shane tumbuh menjadi anak baik yang peka dengan perasaan orang di sekitarnya.
“Aku ingin sekali berterima kasih kepada mereka…” Ucap Venesia sambil menangis,
Richey dan Dyres menghampiri Venesia lalu memegang pundaknya untuk berbagi perasaan dengannya.
Tiba-tiba sebuah pertanda dirasakan oleh Hassac lalu dia berkata,
“Hmm…Sepertinya sudah waktunya…” Ucap Hassac sambil berdiri dari duduknya,
Mendengar itu, mereka semua melihat Hassac. Dia mengangkat kedua tangannya dan mulai mengumpulkan Annaroth.
“Lar dis gress alum Alf-fniming Dom…” Hassac teringat kalau mereka tidak mengerti dengan Bahasa Vlarain,
“Ehm…Maksudku Aku akan memberikan kalian Anugerah Tuhan. Anugerah ini adalah titipan orang tua kalian yang berasal dari Nevtah, yaitu Tuhan yang harus kalian sembah. Pergunakan lah untuk kebaikan…” Ucapnya terengah karena menahan luapan Annaroth yang sangat besar,
“Ayah…” Ucap Shane khawatir melihat ayahnya,
“Jangan pernah sekalipun kalian menyimpang dari jalan kesucian…Jadilah anak yang kuat dan tahan banting, walaupun dunia ini begitu kejam kepada kalian…ughk-ughk…” Lanjut Hassac menunduk hingga batuk,
Melihat Hassac menahan Annaroth yang sangat besar, mereka berdiri dan merasa khawatir kepadanya.
“Paman…” Ucap Dyres khawatir,
Hassac menjawabnya dengan menggelengkan kepala,
“Jadilah makhluk lumpuh, tuli, bisu dan buta untuk mengikuti keburukan…Karena jalan kesucian adalah sebenar-benarnya jalan yang diciptakan untuk kalian…” Ucapnya terus menahan Annaroth yang semakin membesar hingga sampai dalam jumlah yang tidak masuk akal,
“Maafkan kami para orang tua yang tidak bisa memberikan masa depan cerah untuk kalian…” Ucapnya sambil meneteskan air mata,
Seketika mereka melihat seperti ada bayangan samar dari beberapa orang yang ikut berbicara hal serupa disamping Hassac,
“…dan hanya memberikan beban kepada kalian. Janganlah berterima kasih kepada kami…Justru kamilah yang harus berterima kasih kepada kalian dan meminta maaf. Inilah titipan dari kami…Ibu dan ayah kalian. Kami sangat mencintai kalian…” Lanjutnya semakin sedih,
“Increzion Alf-fniming Dom!”
(Anugerah Tuhan, Berkatilah)
Sebuah lafalan niewral di lantunkan oleh Hassac. Cahaya Annaroth melesat merasuki tubuh mereka berempat dengan cepat.
“Anugerah Tuhan? …Apa ini?” Ucap Dyres didalam hati,
“Aku merasa sangat tenang…” Lanjutnya dan perlahan menutup mata,
“Nyaman sekali…” Ucap Venesia yang telah memejamkan matanya,
Tanpa mereka sadari, tubuh mereka mulai melayang. Kedamaian dan perasaan hangat terasa hingga menyentuh hati mereka.
“Ibu…aku bisa merasakan mu…” Ucap Richey berbisik,
“Ayah..Ibu…terima kasih…” Ucap Shane dan mulai tertidur,
“Terima kasih kembali…Anakku sayang” Jawab Hassac,
Annaroth itu menyelimuti dan terus masuk kedalam tubuh mereka berempat dengan sangat deras. Tiba-tiba cahaya lain muncul dari belakang mereka berempat. Richey merasakan energi dari cahaya itu seperti energi yang dia kenal. Kemudian dia mendengar ucapan terakhir dari Hassac sesaat sebelum kesadarannya hilang.
“Sepertinya jemputan kalian telah sampai…Hiduplah kalian dengan baik. Selalu hormati orang tua yang mengurus kalian…sampai kita bertemu kembali…” Ucap Hassac dengan senyuman hangatnya.
Richey melihat senyuman itu dan perlahan kesadarannya menghilang.
~Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 28 Episodes
Comments