~
Hangat mentari pagi menyelimuti seluruh Kerajaan Nedelvort. Pepohonan yang bergoyang disepanjang jalan seperti ikut serta memeriahkan perayaan ulang tahun Kerajaan Nedelvort dan Peresmian Kolosium Nedelvort.
Hingar bingar makhluk-makhluk dari berbagai ras yang berhiliran memenuhi kolosium menampakkan antusias yang sangat tinggi dari penghuni kerajaan.
“Tunggu aku didalam ya…Aku sedang menunggu seseorang” Ucap seorang wanita dipintu masuk kolosium,
Terlihat seseorang mengenakan jubah tertutup dengan tangan kirinya yang sedikit keluar dari jubah dan berjalan dibalik wanita itu,
‘crsstt’
Suara Annaroth yang terhalangi ramainya suara dari kerumunan makhluk yang memasuki kolosium tidak disadari oleh wanita itu,
Orang berjubah itu beberapa kali melakukannya. Hingga akhirnya dia menghilang ditengah kerumunan.
~
Disisi lain,
“Aku bersemangat sekali hari ini!” Ucap Richey yang sedang duduk di bangku luar kolosium,
“Aku akan bakar mereka semua…” Saut Venesia dengan semangat,
“Hihihi…” Shane tertawa sambil menutup mulutnya,
“Ingat apa yang dikatakan nenek semalam…” Ucap Dyres,
Mereka mengingat neneknya mengatakan,
“…Selanjutnya yang harus kalian ingat adalah jangan pernah merasa paling kuat. Dengan begitu kalian akan selalu waspada dan bisa melebihi orang lain…”,
Dengan senyumnya ke arah Dyres, Shane mengatakan,
“Ya..Aku akan ingat itu…”
“Tentu..!” Jawab Venesia,
“Kita hajar semua yang menghalangi kita...!!!” Teriak Richey dan orang-orang disekitar melihat kearahnya,
Mereka bertiga tersadar dengan keadaan sekitar dan merasa malu karena teriakan Richey. Kemudian Dyres bersama mereka berdua menutup mulut Richey lalu membawanya secara paksa kedalam Kolosium,
“Maafkan kami…hehe…” Ucap Shane kepada para warga yang memperhatikan mereka,
Jauh ditempat lain, ditempat yang gelap dan sunyi dengan dinding yang terlihat samar seperti dinding kastil,
“Mereka yang terakhir sepertinya sudah terbangun, tuan…” Ucap seseorang yang menundukkan tubuhnya,
“Perhatikan mereka dan tetap lanjutkan rencana kita…” Titah seseorang yang duduk disinggasana dari balik kegelapan,
“Baik, tuan…” Jawabnya dan melangkah pergi,
~
Disisi barat kolosium, dari balik rimbunnya pepohonan. Bayangan tubuh beberapa orang melesat diatas pepohonan. Dengan jubah hitam tertutup dan topeng menyeramkan, mereka berhenti di sebuah pohon besar yang sangat rimbun.
Ketujuh orang misterius itu berdiri mengarah ke kolosium.
“Apakah itu tempatnya?” Seseorang dibelakang bertanya,
“Ya…” Ucap seseorang yang terlihat seperti pemimpin mereka.
Dia perlahan berdiri dan mengatakan,
“Target kita ada disana”,
Ketujuh orang itu seperti memiliki misi yang mengarah kepada sesautu yang berada di kolosium,
~
Kepadatan penonton terlihat dari penuhnya setiap sudut tribun didalam kolosium,
“Selamat pagi para pecinta petarungan!” Suara dari pembawa acara kolosium,
Sorak sorai suara penonton kolosium menyambut sapaan pembawa acara itu dengan sangat antusias.
“Saya Ryd akan menemani kalian sepanjang ujian ini!” Lanjutnya berjalan ke tengah arena kolosium,
“Sebelumnya…Izinkan saya untuk memberi hormat kepada raja kita, yaitu Raja Alion Nedel Furthihosen yang akan menyaksikan ujian ini dari tempat spesial yang ada timur kolosium...” Sapa Ryd kepada raja,
Raja berdiri lalu menanggapi sambutan Ryd dan penonton yang sangat meriah,
~
Didalam ruangan peserta, Richey terlihat sedang menahan rasa ingin buang air kecil,
“Aku akan ke toilet!” Ucapnya berlari keluar ruangan,
Yang lain melihat Richey dengan aneh,
‘Bruk’
Richey tak sengaja menabrak seseorang yang berjalan berlawanan arah dengannya,
“Maafkan aku…Aku sedang buru-buru!” Ucapnya berlari mencari toilet,
Orang itu tersadar akan sesuatu saat ditabrak oleh Richey lalu melihatnya tajam,
“Kamu baik-baik saja, Virden?” Tanya seorang temannya,
“Hmm…Aku baik-baik saja” Jawabnya sambil terus melihat Richey yang sudah menjauh,
“Ada apa dengannya?” Ucap temannya yang lain,
“Dia bukan seorang manusia…” Gumam Virden,,
“Haa? …Maksudmu dia seorang monster?” Tanya teman lainnya yang tidak sengaja mendengarnya bergumam,
“Aglus…Monster tidak bisa berbicara” Ucap Virden,
“Haaa…Kamu benar. Maaf…Lugo memang bodoh..Hahaha!” Jawab Aglus,
“Kenapa aku?” Ucap Lugo dengan suara khasnya yang berat,
“Samy lebih bodoh dari aku…” Lanjutnya,
‘Tok!’
“Berhenti melemparkan hal bodoh kepada orang lain” Saut Samy memukul kepala Lugo dengan tongkat sihirnya,
“Aduh…Kenapa tanganmu ringan sekali?” Ucap Lugo kesal,
Virden dan teman-temannya berjalan masuk kedalam ruangan peserta yang sangat besar. Didalam ruangan sudah terdapat banyak peserta yang menunggu.
Semua orang melihat kearah mereka berempat ketika memasuki ruangan. Beberapa orang terlihat segan, kagum dan beberapa lainnya terlihat dengan wajah kesal menatap mereka berempat.
“Apakah mereka yang disebut terkuat oleh orang-orang?” Bisik seorang peserta dari sudut ruangan,
“Haa?…Aku akan menghajar mereka nanti” Jawab orang lain yang berbincang dengannya,
“Apanya yang terlihat kuat dari Franbion?” Bisik seseorang dari sudut lain,
“Mereka semua terlihat lemah” Jawab yang lainnya,
“Cih...” Ucap Aglus kesal,
“Biarkan mereka mengatakan apa yang ingin mereka katakan, Aglus” Saut Virden lalu duduk disebuah bangku panjang disudut ruangan,
“Apakah kita boleh membunuh mereka?” Tanya Lugo dengan polos,
“Kita dilarang membunuh disini…dasar bodoh…” Jawab Samy geram kepada Lugo,
“Aku heran kenapa hanya badan mu yang besar tetapi tidak dengan otak mu…” Lanjutnya,
Sesaat kemudian Richey memasuki ruangan dengan perasaan lega.
“Kamu sudah selesai dengan urusan mu?” Tanya Dyres yang sedang duduk dibangku panjang bersama Venesia dan Shane,
“Iyaap!” Jawabnya dengan gembira,
“Dia terlihat sangat bahagia hanya dengan buang air kecil…” Ucap Venesia dengan wajah datar,
“Itu berarti mudah untuk membuatnya bahagia ketika dia sedang sedih…” Saut Shane terseyum kepada Venesia,
“Semoga saja seperti itu…” Ucap Venesia,
Dari ujung ruang peserta, Virden memperhatikan Richey yang sedang duduk dan berbincang dengan Shane. Beberapa orang lain juga ikut memperhatikan mereka.
“Apakah mereka yang disana adalah cucu dari para Legenda Sihir?” Tanya seorang gadis kepada temannya,
“Ya…Kamu benar Hassy. Apakah kita akan buat mereka menangis di arena?” Tanya temannya yang lain,
“Kamu terlalu baik Kennith…Kita akan buat mereka menangis dan mengompol disana” Jawab seorang temannya yang lain,
“Ayolah…ikut bergembira sedikit dengan kita, Niro” Lanjutnya,
“Tidak tahu kenapa…Tapi aku seperti sudah mengenalnya” Jawab Niro yang duduk dan bersandar ke dinding,
“Apa maksud mu?” Tanya temannya yang tadi,
“Aku sulit menjelaskannya kepadamu yang hanya berpikir tentang kekerasan, Milo” Jawabnya dengan tajam,
“Hee…?” Orang bernama Milo itu terlihat bingung dengan wajah datarnya,
“Lupakan saja, kita harus fokus ke ujian ini” Lanjut Niro,
“Di ujian babak pertama nanti adalah babak individu…Semua orang akan bertarung untuk dirinya sendiri” Jelas Hassy kepada mereka,
“Haaa?” Jawab Kennith dan Milo
“Kamu dan Kennith tidak ada bedanya..” Lanjutnya,
"Maksudnya...?" Tanya mereka berdua bersamaan,
“Kalian sama-sama bodoh…” Ucap Niro lalu tertawa,
“Haa...?! Apa kata kalian tadi?” Ucap Kennith dengan wajah kesal diikuti oleh Milo dengan aura seramnya,
Mereka baku pukul satu sama lain setelah itu.
~
Dari luar arena,
“Baiklah..Sesaat lagi kita akan panggilkan seluruh peserta untuk masuk kedalam arena!” Ucap Ryd dengan semangat dari tempat komentator,
Suara musik dengan terompet khas kerajaan mulai terdengar. Perlahan para peserta mulai memasuki arena bersama dengan clan atau teamnya masing-masing.
Mereka berbaris menghadap ke arah Raja Nedelvort dan para Legenda Sihir, kemudian mereka semua memberikan hormat dengan menundukkan kepala.
Raja dan para Legenda Sihir terlihat sangat senang dan penasaran dengan mereka yang disebut-sebut sebagai Anak-anak Emas.
Dibalkon ruangan khusus raja yang langsung menghadap ke dalam arena,
“Aku bersyukur melihat anak-anak di kerajaan ini bisa tumbuh dengan sehat dan berprestasi…” Ucap Raja Alion yang tengah duduk di kursi mewah itu,
Terlihat seseorang berdiri disebelah raja. Sesaat pikirannya kosong kemudian sadar kalau raja tengah berbicara kepadanya,
“…Anda benar yang mulia”
“Apakah kamu sudah sarapan, Neveron?” Tanya Raja Alion,
“Sudah yang mulia…” Jawab Neveron,
“Sudah yang mulia, Maafkan hamba… Hamba tidak pantas mendapat perhatian yang mulia hingga seperti itu…” Lanjutnya menundukkan kepala,
“Jika saat ini kamu belum mengisi perutmu dengan makanan…Maka perkatan ku diawal tadi adalah kesalahan” Raja Alion mengetahui bahwa orang yang bernama Neveron itu sedang berbohong kepadanya,
Neveron terkejut dan merasa tidak enak hati kepada Raja Alion,
"Emm..." Gumamnya,
~Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 28 Episodes
Comments