~
“Giliranku…” Ucap Dyres dengan tenang,
‘Fyuh!’
Asap debu disekitar Dyres terhempas dan tiba-tiba Dyres berada tepat didepan Dima,
“RIGROS”
‘Dbuuhh...!’
Dyres berhasil melakukan pukulan telak kebagian perut Dima dan melayangkannya keatas,
“Apa yang terjadi! Tiba-tiba Dima terlempar ke atas!” Ucap Ryd terkejut,
“Waaaa!...Bagaimana cara dia melakukan serangan seperti itu tanpa menggunakan Annaroth?!” Ucap Zheviroth yang kembali terkejut,
Dyres melompat mengejar Dima dan melakukan serangan yang sama,
‘Dbuhh-Dbuhh...!’
Dima terhempas dengan sangat keras dan menghantam tanah,
“Lakukan lagi, Dyres!” Teriak Venesia mendukung Dyres,
‘RIGROS VNIOMOR’
‘Dburr-Dbuh-Dwuar…”
Pukulan beruntun dilancarkan oleh Dyres dengan membabi buta. Tanah diarah yang dia serang hancur dan menimbulkan asap tebal.
"Dyres menyerang dengan sangat ganas!!!" Ryd semakin heboh karena serangan Dyres yang terlihat sangat brutal,
“Luar biasa!” Ucap Dories dengan semangat, kemudian sadar bahwa disebelahnya ada Jergy yang sedang kesal karena melihat pertandingan itu,
“Aaa….hehehe…Maafkan aku” Lanjutnya melihat Jergy,
Sesaat kemudian setelah serangan itu berakhir, Dories merasa aneh karena Jergy tiba-tiba tersenyum. Aura Annaroth berwarna ungu terlihat dari tebalnya asap.
‘Fyuh!’
Dima tiba-tiba melesat keluar dari asap dan mengarah langsung ke arah dimana Dyres akan mendarat.
Dengan tubuhnya yang diselimuti Annroth, Dima bersiap untuk menyerang Dyres yang akan mendarat.
“Ini dia Rage milik Trixenom yang ditakuti banyak orang!” Teriak Ryd dengan semangat,
“Dia akan melakukannya…” Ucap Varadis sambil mengaktifkan ruang dimensi lalu menyandarkan tubuhnya ke kursi,
Dia mengingat Dyres sewaktu kecil yang terjatuh dari pohon besar. Saat itu Dyres tiba-tiba sudah berada dipunggunya ketika sedikit lagi akan menghantam tanah.
“Dia lebih cepat dari pelepasan sihirku yang paling sederhana…Bahkan lebih cepat dari ruang dimensiku ini” Lanjutnya tersenyum dan menutup ruang dimensinya,
‘Dhebs!’
Tangan Dyres tiba-tiba telah dihantamkan tepat diperut Dima,
“Mustahil…!” Ucap Valden yang terkejut bersama Zheviroth disampingnya yang sangat fokus menyaksikan pertarungan mereka,
‘Dbuh!’
Dyres memukul Dima dan menghempaskannya dengan sangat cepat,
‘Syuh!’
‘Dbuur-Dbuuh-Dbuuh...!’
Dima terdorong sangat jauh hingga menghantam tembok pembatas arena kolosium. Karena keras dan cepatnya serangan Dyres, tembok pembatas itu tidak bisa menahan tubuh Dima. Terlihat kerusakan yang besar akibat serangan Dyres di arena.
“Aaa…Apa yang baru saja terjadi?!” Tanya Ryd kebingungan,
Kolosium tiba-tiba hening. Para penonton mulai bertanya-tanya tentang apa yang sebenarnya terjadi barusan,
“Hmm…Manusia biasa tidak akan bisa melihat serangan secepat itu…” Ucap Aum Argrezies yang merupakan pemegang gelar Legenda Sihir Kelima dengan kemampuan serangan cepat yang sudah sangat terkenal,
“Dimana sebenarnya mereka menemukan makhluk ini?” Ucapnya didalam hati sambil melirik Varadis yang duduk disebelah kanannya,
Reruntuhan tembok berjatuhan ketempat dimana Dima terhempas. Dengan samar tertutup asap debu yang tebal, Dima terlihat berusaha untuk bangkit dengan tubuh penuh luka dan darah.
“Dima berusaha untuk bangkit dengan tubuh yang sepertinya sudah mencapai batas…” Ucap Ryd,
~
Tim Medis Sihir terlihat telah bersiap-siap dibelakang pintu petugas,
“Sepertinya nama Trixenom diawal ujian ini akan sedikit mendapatkan guncangan…” Ucap salah satu petugas medis,
“Haahh…Aku sudah terlanjur memasang taruhan untuk Trixenom diawal pertandingan…” Saut salah satu rekannya,
“Istriku akan memarahiku jika dia tahu aku juga memasang untuk Trixenom…” Ucap lainnya dengan wajah cemas,
“Kalian!” Bentak seseorang yang terlihat seperti ketua tim mereka,
“Fokuslah pada tugas kita saat ini!” Lanjutnya memarahi rekannya,
“Siap!!!” Jawab mereka bertiga,
~
Kembali ke arena, Dima yang penuh luka dan darah terlihat berdiri terdiam ditengah kepulan asap debu.
“Aa…” Dima berusaha mengatakan sesuatu,
“Aku tidak…akan kalah dengan…orang lemah sepertimu disini…” Lanjutnya terengah-engah,
Dima perlahan menyatukan kedua telapak tangan didepan dadanya,
Dyres hanya memperhatikan apa yang akan dilakukan Dima,
“…sepertinya sesuatu yang hebat akan dilakukan oleh Dima!” Ucap Ryd,
“Dengan ini dia akan selesai…” Ucap Jergy didalam hati,
“Aku tidak akan kalah dengan orang yang sama sekali tidak memiliki Annaroth!” Dima berteriak dan Annaroth berwarna ungu muncul dengan jumlah yang besar memutari tubuhnya,
“PHANTOM”
Dima merapalkan segel sihir dengan berbisik lalu tiba-tiba,
‘Sssfff!’
Dima melesat dengan cepat ke arah Dyres,
“Hyaaa…!!!” Teriaknya sambil melakukan serangan dengan tangannya yang telah dilapisi Annaroth,
“DARK BLADE!”
‘Dbuuhh!!!...Dbuhh-Dbuhh!!!’
Dengan sangat cepat Dyres melakukan serangan kejutan yang mengarah kepunggung Dima,
Dia menghantamkan Dima ketanah dengan sangat keras. Seketika tanah hancur membentuk bulatan besar disekitar mereka. Kerasnya hantaman itu membuat seisi arena merasakan getaran hingga puing-puing tanah yang besar beterbangan kemana-mana.
“Aaa…!” Ryd tercengang dengan dahsyatnya pertarungan itu,
“…Apa yang barusan terjadi!” Lanjutnya bertanya-tanya,
Asap debu yang tebal membentuk bulatan hingga keangkasa. Para penonton sempat panik karena hal itu, hingga beberapa penonton berlarian.
“Bereskan sebelah sana...!” Ucap seorang petugas penjaga menunjuk tribun penonton yang terkena puing-puing tanah,
“Hei nenek tua!” Teriak Jergy dari kursinya sambil menghancurkan beberapa puing tanah yang menuju ke arahnya dengan tembakan Annaroth,
“Apakah cucu mu berniat membunuh, hah?!” Jergy bertanya dengan kesal,
Namira membalas dengan senyuman dan mengatakan,
“Tenang saja…Aku tidak mengizinkannya membunuh disini…”
Jergy semakin kesal mendengar jawaban Namira. Varadis yang tidak enak hati kepada Jergy meminta maaf dan memintanya tenang dengan isyarat.
“Hahaha…Luar biasa…Sungguh pembukaan yang menarik!” Ucap Zheviroth,
“Hee…Kakek tua bodoh itu malah menambah rusak keadaan!” Keluh Varadis didalam hati,
“Aku setuju dengan Zhev…” Saut Valden,
Varadis merasa lelah dengan keadaan dan membiarkan mereka mengatakan apapun sesuka hati mereka.
“Sepertinya manusia kehilangan hati mereka saat bertambah kuat…” Ucapan lemas Varadis dengan wajah datarnya,
“Yeeee!!!” Teriakan Richey dan Venesia dari tempat peserta,
Shane terdiam setelah melihat serangan terakhir Dyres,
“Ternyata…mereka semua sangat kuat, Ayah…” Ucapnya didalam hati,
“Jadi jangan khawatirkan aku…” Lanjut Shane melihat ke angkasa membayangkan ayahnya,
Pertarungan yang berat sebelah itu meninggalkan cekungan besar yang membekas di arena. Dyres terlihat sedang berdiri disebelah Dima yang terkapar.
“Itu mereka!” Ucap salah satu penonton menunjuk Dyres dan Dima,
“Apa yang baru saja terjadi teman-teman sekalian…” Ucap Ryd bingung,
‘Dung-Dung-Dung...!’
Suara tanda berakhirnya pertarungan terdengar di arena.
“…Tiba-tiba saja pertarungan telah mencapai akhir!” Ucap Ryd setelah mendengar tanda berakhirnya pertarungan,
“Dan...pemenangnya adalah... Dyres Vlarain!” Lanjutnya dengan semangat,
Histeria penonton menggema diarena seraya menyambut kemenangan Dyres.
~
“Jika kau adalah lelaki…gunakanlah mulutmu setelah kau menggunakan otakmu…” Ucap Dyres sambil menatap Dima yang perlahan kehilangan kesadarannya,
Dyres mengangkat tangan kanannya dan berjalan meninggalkan arena. Varadis tersenyum melihat Dyres yang berjalan ditengah arena.
“Bahkan dalam pertandingan seperti ini mereka dapat berpikir melebihi lawannya…Bakat jahilnya memang sangat berguna…Hahaha!” Ucap kakek itu didalam hati,
“Itu yang dinamakan kedewasaan dalam pertarungan…” Saut Namira lalu tersenyum dengan bangga,
Dyres mengingat bahwa sebelum pertandingan, dia meminta Shane menggunakan salah satu niewral untuk menutupi tubuhnya. Niewral itu menekan Aura Annaroth yang ada didalam tubuhnya.
Hal itu yang membuat Annaroth Dyres terlihat dan terasa hanya sebagian kecil dari yang dia miliki.
“Sebelumnya aku sempat kesulitan karena Annaroth ini masih bisa menembus niewral milik Shane…” Ucap Dyres didalam hati saat memasuki pintu arena,
“Ya…Biarlah…” Lanjutnya menutup mata dan tersenyum santai,
~
‘Tuk-tuk-tuk’
Suara langkah kaki terdengar mendekati,
“Kamu berhasil!” Richey tiba-tiba melompat kearah Dyres,
Dyres membuka matanya dan,
‘Gbrug!’
Richey menabrak Dyres dan menjatuhkannya kelantai,
“Apa yang kamu lakukan makhluk bodoh?!” Bentak Dyres,
“Hahaha!” Richey tertawa dengan rasa bangga dihatinya.
~Bersambung
Tolong bantu Rate ye kak. :)
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 28 Episodes
Comments