GEREN ZIEN (Gerakan Hitam) #1

~

Langit biru dengan sendunya mentari yang ditemani bulan kecil diangkasa membuat Kerajaan Nedelvort terlihat indah. Seorang pria tinggi berbadan kekar memasuki gerbang kerajaan dengan wajah kagumnya setelah melihat bagian dalam kerajaan.

Hingar bingar keramaian terasa asing ditelinganya. Karena itu dia semakin antusias dengan Kerajaan Nedelvort. Beberapa kali dia berhenti untuk membeli barang dan makanan yang dijajahkan para pedagang sepanjang jalan yang dia lewati. Saat hendak melihat sebuah barang, secara tak sengaja dia merasakan sesuatu.

“Dimanapun tempatnya selalu saja ada perusak suasana…” Ucapnya sambil melihat kearah Kolosium berada,

~

Cuaca yang sangat bersahabat di hari itu, membuat semangat dan antusias penonton tidak menurun sedikitpun. Sorak sorai masih menggema hingga dipertarungan yang saat ini tengah berjalan. Didalam lorong yang tidak jauh dari ruang peserta,

“Apakah kamu butuh sesuatu sebelum masuk ke arena?” Tanya Shane kepada Venesia yang tengah meregangkan tubuhnya,

“Terima kasih, Shane…Tapi aku rasa saat ini cukup…” Jawabnya percaya diri,

“Aku yakin kamu bisa menang dengan mudah!” Ucap Richey tersenyum,

‘Tung~’

Terdengar suara kepala Richey yang dipukul oleh Dyres,

“Ingat pesan nenek untuk tidak meremehkan musuhmu…” Saut Dyres setelah memukulnya,

“Ba…ee...iik…” Jawab Richey yang kepalanya bergetar,

Seseorang menggunakan jubah hitam misterius tiba-tiba melintas dipersimpangan lorong dibelakang mereka. Secara bersamaan mereka merasakan Aura Kegelapan yang jahat.

“Richey!” Ucap Dyres memberikan isyarat,

‘Sywuh!’

Dengan cepat Richey menghilang  dan tiba-tiba menangkap jubah hitam tersebut. Namun orang misterius itu berhasil melarikan diri dengan melepaskan jubahnya sesaat sebelum Richey menggapainya.

“Minggir…” Ucap Virden berlari melewati Richey,

Richey dengan sigap langsung mengejar orang misterius itu,

‘Fyuh!’

Virden mengeluarkan sedikit kekuatannya lalu menghilang dengan cepat. Tiba-tiba dari atas orang misterius itu Virden telah bersiap menyerang.

‘Dburr!’

Hantaman pukulan Virden yang hampir mengenai kepala orang itu dan hanya mengenai lantai,

‘Fiyuuh!’

Richey melesat dan berniat untuk mencegahnya kabur keluar kolosium. Beberapa pukulan dan tendangan yang dilayangkan Richey seluruhnya berhasil di blok dan dihindari oleh orang itu.

Secara tiba-tiba Dyres muncul dari persimpangan lorong kolosium,

Dyres melompat dan melayangkan pukulan kearah orang itu, namun dengan cepat orang itu menghindar dengan menundukkan kepalanya.

‘Dbuh!’

Richey menahan pukulan Dyres sesaat sebelum pukulannya mengenai lantai,

“Kamu bisa menghancurkan area ini…” Ucap Richey lalu kembali berdiri,

“Fyuwit!” Orang itu bersiul lalu melompat dan melipat tubuhnya melewati sebuah jendela didinding kolosium,

Seekor burung iblis dengan mata hitam dan sayap yang besar terlihat oleh Richey dari jendela didinding itu.

“Apa itu…?” Ucap Richey terkejut,

Dyres menghampirinya dan ikut melihat,

“Burung itu…” Ucap Dyres menutup mata kirinya ketika merasakan sesuatu saat melihat burung itu,

“Ada apa dengan mu, Dyres?” Tanya Richey,

“Ternyata mereka…” Ucap Virden yang berjalan pergi setelah melihat mereka berdua,

“Apakah mereka…?” Ucap Avro yang melihat mereka dari ujung lorong,

Dan dari sudut yang berlawanan dengan Avro, terlihat Niro menatap mereka dengan wajah yang seakan menyimpan sesuatu. Sesaat Avro dan Niro bertatapan, kemudian mereka berdua pergi meninggalkan tempat itu.

"Sebaiknya kita segera kembali dan meminta Shane menolongmu..." Ucap Richey sambil membantu Dyres berjalan,

"Arrghh..." Dyres merintih kesakitan sambil berjalan dan menutup matanya,

~

Setelah itu, Richey dan Dyres kembali,

Venesia dan Shane terlihat khawatir dan menghampiri mereka. Richey yang berjalan sambil menuntun Dyres meminta bantuan dengan isyarat tubuh kepada Venesia.

“Apa yang terjadi?” Tanya Venesia memegang pundak Dyres,

“Aku tidak tahu…” Jawab Dyres yang merasakan sakit dimata kirinya,

Richey menghampiri Shane dan bertanya,

“Apakah kamu bisa menyembuhkannya, Shane?”

“Hmm..Akan kucoba…” Jawabnya mengangguk,

Shane mencoba menyembuhkan mata Dyres dengan Niewral-nya.

"Aku tidak tahu apakah ini akan berhasil. Tapi setidaknya kita coba dulu" Ucap Shane menaruh telapak tangannya dimata Dyres,

"Arrghh..." Dyres merasa kesakitan lagi,

"Bertahanlah..." Ucap Venesia,

"Ada apa dengan burung itu?" Richey bertanya-tanya didalam hatinya karena merasa ada sesuatu yang aneh dengan burung tadi,

Beberapa saat kemudian Dyres merasa membaik. Dia mencoba mengkedipkan matanya untuk beberapa kali.

“Masih terasa sakit…tapi sepertinya sudah lebih baik…” Jelasnya,

“Terima kasih…” Lanjutnya menatap Shane,

Richey menatap Dyres dengan perasaan khawatir,

“Jangan mengatakan hal bodoh…” Ucap Dyres menatap Richey,

“Terima kasih, Shane…” Saut Richey,

“Kita harus segera menyelesaikan pertarungan ini…” Lanjutnya menatap ke pintu arena,

“Hmm…” Jawab Venesia mengangguk,

~

Dari dalam arena terdengar suara penonton yang sangat meriah. Ryd terdengar sedang memberikan informasi,

"Sebagai tanda perayaan hari jadi Kerajaan Nedelvort... dan sebagai peresmian pembukaan Kolosium Nedelvort, Jamuan hidangan telah disiapkan oleh kerajaan. Hidangan ini dihidangkan untuk semua orang yang berada di Kolosium Nedelvort"

“Baiklah…untuk teman-teman semua. Silahkan ambil hidangan yang telah disiapkan oleh kerajaan disetiap sudut pintu keluar tribun…” Lanjut Ryd menyelesaikan ucapannya,

Para penonton merasa senang mendengar informasi tersebut. Mereka segera mengantri untuk mengambil makanan yang berada dekat dengan pintu keluar penonton.

Pertandingan dihentikan sementara untuk memberikan waktu bagi penonton menyantap makanannya,

“Wah kerajaan memang sangat hebat!” Ucap seorang penonton yang sedang mengantri,

“Aku kagum terhadap raja…” Jawab teman dibelakangnya,

“Dia adalah raja yang sangat memikirkan rakyatnya…Aku merasa bangga memiliki raja seperti itu…” Ucap seseorang didepannya yang terharu dengan kebaikan raja,

~

Ditempat para Legenda Sihir,

“Sepertinya acara tengah di jeda…” Ucap Valden,

“Mana makanan untuk kita…?” Saut Zheviroth,

Seorang koki dan lima asistennya terlihat datang dan melayani para Legenda Sihir dengan menyuguhkan hidangan-hidangan yang telah mereka bawa.

~

Sedangkan ditempat peserta, Richey, Dyres dan Shane terlihat sangat menikmati bekal mereka,

“Aku makan sedikit saja...” Ucap Venesia sambil menaruh makanan didalam ruang dimensi miliknya,

“Apakah nenek tidak memberikan kita bekal lebih?” Tanya Richey setelah menghabiskan daging terkahir di wadah bekalnya,

“Kamu sebaiknya menjaga perutmu agar tidak sakit saat bertarung nanti…” Jawab Venesia,

Shane tertawa malu-malu dan Dyres menyenggol Richey karena kerakusannya.

~

Didalam ruang peserta, terlihat orang-orang tengah menikmati hidangan yang disiapkan oleh kerajaan.

Kennith memperhatikan Milo yang belum menyentuh sedikitpun makanannya,

“Kamu tidak selera makan?” Tanya Kennith lalu menyuap makanan kedalam mulutnya,

“Aku belum melihat Niro kembali…Apa yang sedang dia lakukan…” Jawabnya khawatir dengan Niro,

“Mungkin saja dia bertemu gadis cantik diluar sana dan sekarang dia sedang merayunya…” Lanjut Kennith,

‘Pletak!’

“Dia tidak seperti itu!” Saut Milo memukul Kennith dengan sendoknya,

Minsey berkata kepada Freddy setelah mendengar mereka membicarakan Niro yang belum kembali.

“Ternyata bukan Cuma Avro yang menghilang…”

“Hmm?” Freddy menatap Minsey dengan wajah bingungnya,

“Hey…mengapa mereka juga cuma makan berdua disana?” Tanya Kennith kepada Milo,

Sesaat kemudian,

Milo dan Minsey tersadar akan sesuatu secara bersamaan. Mereka berdiri dan langsung berlari dengan tergesa-gesa. Mereka menarik tangan temannya masing-masing agar ikut dengan mereka.

“Wowowooo!” Ucap Freddy terkejut dengan mulut penuh makanan,

“Mawanan kwu...” Ucap Kennith tak sengaja menjatuhkan mangkuk makanannya karena ditarik oleh Milo,

Mereka berlarian dilorong kolosium,

Kennith menelan makanan dimulutnya dan bertanya,

“Apa yang sedang kalian lakukan?!”

“Kalian mau kemana?!” Sambung Freddy,

Milo dan Minsey melihat mereka berdua dan berkata,

“Mereka sedang bertarung!!!”

Kennith dan Freddy terlihat bingung dan tidak tahu siapa yang mereka maksud.

Mereka terus berlari mencari Avro dan Niro yang menghilang. Hingga tiba diujung lorong, mereka melihat Avro dan Niro sedang berdiri bersampingan diluar kolosium. Mereka terlihat menatap ke langit dengan wajah kesal. Milo, Kennith, Minsey dan Freddy segera menghampiri mereka.

“Avro!” Ucap Minsey,

“Niro!...Apa yang kalian lakukan disini?” Tanya Milo,

“Kita terlambat…” Jawab Avro,

“Terlambat?” Tanya Kennith yang bingung,

Niro menunjuk langit dan terlihat Annaroth hitam perlahan mengurung kolosium didalamnya. Mereka berempat menatap kelangit, namun tidak melihat keanehan apapun.

“Apa yang kalian maksud?” Tanya Freddy,

Avro menatap Niro dan berkata,

“Sepertinya hanya Avon Risen yang dapat melihatnya…”

Niro mengangguk menjawab Avro,

“Apa itu?” Tanya Milo,

“Anak-anak Suci Vlarain…” Jawab Niro,

Mereka terlihat belum faham dengan apa yang dimaksud oleh Niro dan Avro,

“Sebaiknya kita beritahu para Legenda Sihir terlebih dahulu. Tentang masalah ini” Ucap Avro menatap mereka,

“Hmm…” Niro mengangguk menjawab Avro,

Segera setelah pembicaraan itu selesai, mereka berlari untuk memberitahukan kondisi yang saat ini tengah terjadi di kolosium kepada para Legenda Sihir.

~

Waktu makan didalam arena telah selesai.

Ryd mulai berdiri sambil memegang kertas nama,

“Baiklah…Setelah menyantap sajian yang dihidangkan kerajaan, sekarang saatnya kita untuk kembali ke pertandingan!” Ucap Ryd disambut sorakan penonton,

“Untuk disudut kiri, saat ini kita memiliki…Zora Burxynom yang terkenal dengan jurus-jurus yang menggunakan Chi…!” Teriaknya mengenalkan,

Zora terlihat memasuki arena dengan santai. Dia mengangkat tangan untuk menyambut sorakan penonton.

“Fakta unik ditahun ini adalah beberapa clan hanya menurunkan dua anak untuk mengikuti ujian…dan salah satunya adalah Clan Burxynom yang hanya menurunkan Zora dan satu rekannya lagi yang sudah menunggu ditahap selanjutnya” Ryd menjelaskan sambil membaca sebuah kertas ditangannya,

~Bersambung

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!