19| Ingatan Kelam yang ingin dia lupakan part 1

Dia berjalan menuju pintu. Membukanya, Jace berdiri tepat di depan pintu. Ambil menyerahkan dokumen misi.

Jace sangat menentang Arka untuk ikut misi. Tapi dia terlalu keras kepala.

“Ini ambil,” menyerahkan ke tangan Arka. “Aku akan mengawasi selama misi, kalau traumanya kambuh cepat berhenti ditengah misi.

“Iya.”

“Misi dua hari lagi, kumpul di Stasiun kereta Kota H.”

Selama misi, tim semua yang bertugas dalam kasus ini akan menyamar. Untuk bisa mendapat informasi dan berbaur dengan organisasi pedagang anak.

Jace kembali ke kamarnya.

Arka melihat dokumen tugas yang ada ditangannya. percis sama dengan informasi yang dia kumpulkan bertahun-tahun ini.

***

Merias wajahnya di depan cermin. dengan sentuhan lipstik merah merubah wanita menjadi, lebih sexy. di celah pintu, anak laki-laki di depan pintu memandangnya. setiap malam wanita itu akan keluar dan pulang disiang hari.

Bergerak cepat dengan kaki kecilnya bersembunyi di kamarnya. wanita tersebut keluar dari kamar.

Mengetuk pintu Liam, "Liam apa kamu tidur?"

Tidak ada tanggapan dari kamarnya. Membuka hendel pintu kamar Liam, tetapi terkunci.

Liam berdiri di belakang pintu.

Wajah tanpa emosi, dia tau apa yang akan dilakukan ibunya di luar.

"Bagus kalau dia tertidur."

Dia berjalan keluar rumah. Suara hak sepatu terdengar di rumah kecilnya. Saat suaranya hilang Liam membuka pintunya.

Keluarga mereka miskin. Ayahnya berkerja keras buat mencari nafkah keluarga. Liam sudah berumur lima tahun dalam satu tahun lagi dia akan sekolah. Ayahnya bekerja sangat keras.

Sesekali Liam juga membantu mencari uang. Dengan menjual botol ditukar dengan uang. Saat ayahnya berangkat kerja buat belayar. Setiap belayar bisa berbulan-bulan tidak pulang.

Setiap malam dia selalu mendengar suara aneh terdengar dari kamar ibunya. Awalnya dia tidak tau itu apa.

Liam penasaran, dia mengendap untuk keluar dari kamar. Kamar ibunya tepat ada di sampingnya. Jam menunjukan pukul dua belas malam. suara jam terdengar dengan jelas di telinga Liam.

Saat keluar kamar ada sepatu pria di ruang tengah dan juga sepatu hak tinggi ibunya.

Liam ingat kalau Ayahnya belum pulang dari belayar. Liam juga ingat kalau sepatu ayahnya sudah lama dipakai, ada warna yang usang. Sepatu yang dia lihat bersih seperti baru.

“Jangan mengodaku,” suara genit terdengar dari dalam kamar.

Tergesa-gesa ingin melakukannya. Mereka lupa menutup pintunya, ada celah pintu yang terbuka.

“Kamu terlalu manis.”

Pria tersebut menciumnya. Suara ciumannya terdengar jelas di telinga Liam. Ciuman yang bergebu-gebu di dalam kamar membuat mereka merasa panas.

Liam mematung di celah pintu kamar ibunya. Mereka berciuman dengan ganas. Dengan sekilas dia tau kalau itu bukan Ayahnya.

Bajunya sudah berantakan tetapi masih melekat di tubuh mereka.

Liam tidak tau harus bagaimana. Wajah Liam berubah suram memandang mereka yang masih berciuman. Ada suara ambigu di dalam kamar ibunya yang menikmati sentuhan pria tersebut.

Ingin mengeksposnya tapi ...

Apa ada yang berubah kalau Liam marah dengan ibunya yang masih bercumbu dengan pria itu.

Yang ada dia kena pukul lagi oleh ibunya dan menguncinya di dalam kamar.

Pemikirannya sudah dewasa sebelum waktunya. Karena dia hidup susah, Liam tidak berteman dengan teman sebayannya. Dia lebih suka menyendiri dan juga mencari botol bekas.

Pria melepas ciumannya, “Anakmu sudah tidur?"

Masih dengan posisi wanita itu di bawah dan prianya di atasnya. Tangannya bergerak-gerak di antara dua kaki wanita itu. sambil bertanya, wanita itu mendesah.

Masih memakai pakaian lengkap, dan wanita itu memakai rok. Dengan bebas tangan pria itu bergerak memasukinya lebih dalam.

“Dia sudah ... Ah ... tidur.” Dia mendesah saat saat tangan pria itu memasukinya lebih dalam “Masukan ke dalam ...”

Liam yang di depan pintu berjalan keluar dari rumah. Masih dengan wajah tanpa emosi. Liam berlari ke pelabuhan. Dia ingin pergi menemukan Ayahnya.

Berlari dengan cepat. malam ini udaranya dingin. Liam yang masih pakai baju tidur merasa kedinginan. Sangat sedih dan juga terpukul. Tetapi Liam tidak mengeluarkan air mata.

Dia tau kalau ibunya tidak sayang sama Liam. Ayah yang baik, dia selalu memanjakannya. Tetapi sebenarnya ibunya menyesal sudah menikah dengan Ayahnya Liam. Hidupnya menderita dengan kemiskinan.

Ada orang yang mau berangkat belayar. Liam yang berbadan kecil ke arah kapal.

Memeriksa wajah satu persatu. Kalau Liam ikut mereka apa bisa bertemu dengan Ayahnya?.

Liam membuang jauh-jauh pemikiran yang terlintas di pikirannya. Dia ingin menunggu disini untuk menunggu Ayahnya.

Menunggu lama Ayahnya tidak pulang. sudah tiga bulan sejah Ayahnya belayar. Biasanya dua bulan Ayahnya sudah pulang. tetapi kali ini lebih lama.

Terik matahari siang, Liam berdiri di depan pintu rumah. Dengan sekejap mata dia berpindah. Pandangan matanya melihat ruang sempit dan dia terikat.

Suara langkah kaki mendekat ke tempat Liam. Liam menutup matanya.

"Ada anak baru?"

"Iya, wajahnya cukup bagus."

Mereka berdua berhenti di depan jeruji besi. Melihat Liam yang masih pingsan. Posisinya yang masih tergeletak di bawah lantai keras dan tangannya terikat.

"Tidak terlalu bagus kalau dia jadi, tentara anak, kita bisa menjualnya keluar negeri. Pasti laku keras dengan wajah tampannya."

Liam terus berpura-pura masih pingsan.

"Liat wajahnya pasti dia keras kepala"

"Sebelum dijual cuci otaknya dulu biar patuh"

Jantungnya berdetak dengan cepat. dia harus keluar dari sini. Ayahnya pasti sudah pulang. dia tau kalau Liam menghilang dan mencarinya.

"Sungguh menyedihkan dia dijual oleh ibunya dan ayahnya meninggal."

Seperti tersambar petir saat saat dia mendengar obrolan mereka berdua.

"Menyedihkan, tetapi kita mencari uang dari ini."

"Kita tidak bisa berbuat apa-apa."

Pria sebelahnya hanya mengangguk.

"Aku mendengar gosip kalau bos juga akan menikahi ibu dari anak ini."

"Gila."

"Semuanya di rencanakan."

Liam mengepalkan tangannya. Tangannya masih terikat di belakang. Dia tau kelakuan ibunya. Ayahnya meninggal saat belayar. Sekarang dia dijual oleh ibunya sendiri hanya karena dia ingin menikahi pria itu.

Dia ingin tertawa dengan kemalangannya sendiri. Ini seperti mimpi siang bolong.

Di sisi lain tubuh Arka berkeringat, wajah gelisah. bajunya sudah penuh dengan keringat. Dengan matanya masih terpejam.

Berhasil untuk melarikan diri. Liam masuk ke ruang senjata. Untuk pertama kalinya dia memegang senjata. Pistol dia pegang di tangannya.

Meletakannya di saku celananya.

“Cepat cari anak itu.”

Semua orang mencari Liam. Dia bersandar di pintu, tangannya mengeluarkan pistol di dalam saku.

Hatinya sudah tidak karuan. Liam berusaha tenang. Dia harus keluar dari sini. tubuh kecilnya tidak kuat menahan rasa sakit dan perutnya belum makan seharian.

Dia harus kuat.

Liam mengintip dicela pintu. melihat situasi di luar. Orang-orang menyebar dan di luar aman dia menyelinap ke luar.

Terpopuler

Comments

Rohad™

Rohad™

Ibu kandung Arka, kok tega ya sama anak sendiri? 🤦‍♂️

2023-10-11

2

Rohad™

Rohad™

Ini scene flashback masa lalu Arka kah?

2023-10-11

1

Lela Lela

Lela Lela

davira ny mn ah thor

2023-08-20

0

lihat semua
Episodes
1 1| Takdir yang Sial
2 2| Kilauan Agresif
3 3| Gelombang Emosi yang Tak Terkendali
4 4| Kilas Senyum Bahagia
5 5| Perubahan
6 6| Baru awal perubahan
7 7| Belajar
8 8I Berakhirnya Masa Sma
9 9I Awal yang baru
10 10I Gebetan
11 11| Mendekati
12 12I Menyelinap
13 13I Pesan Terpendam yang Terucap (Bagian 1)
14 14| Pesan Terpendam yang Terucap (Bagian 2)
15 15| Kencan pertama part 1
16 16| Kencan pertama part 2
17 17| Kencan pertama part 3
18 18| Misi
19 19| Ingatan Kelam yang ingin dia lupakan part 1
20 20| Ingatan Kelam yang ingin dia lupakan part 2
21 21| Satu hari sebelum misi
22 Story Flashback 1 [Pertemuan pertama]
23 Story Flashback 2 [Pertemuan pertama]
24 22| Menyamar
25 23| Tuan muda Hans misterius
26 24| Kita hanya teman
27 25| Ibu?
28 26| Melawan Trauma
29 27| Dua Mayat Anak Kecil
30 Story Flashback 1 [Pertemuan pertama]
31 Story Flashback 2 [Pertemuan pertama]
32 Story Flashback 3 [Pertemuan pertama]
33 28| Dia sangat merindukannya
34 29| kota H saya datang
35 30| Rumah Nenek
36 31| Dia tidak tau sama sekali tentang Arka
37 32| Bertarung dengan Rasa Takut
38 33| Pencarian Identitas yang Sebenarnya
39 34| Rencana yang Berisiko
40 35| Ketegangan
41 36| Momen Keputusan yang Sulit
42 37| Pencarian Putus Asa
43 38| Pesan Terakhir
44 39| Tidak Mungkin
45 40| Surat untuk Davira
46 41| Ketidakpercayaan yang Melanda
47 42| Menangis dalam Kegelapan
48 Update setiap hari!
49 43| Hana merasakan puas telah menghina Tante Fiona.
50 45| Penerbangan ke Negara N.
51 46| Namun, hidup terus berjalan.
52 47| Arka, aku kembali
53 48| Rutinitas Kuliahnya.
54 49| Menyewa Seorang Detektif Swasta
55 50| Pria itu membuka komputer
56 51| Kedipan Merah
57 52| Waktu Seolah-olah Terbatas
58 53| Kotak-kotak berisi karya
59 54| Dr. X
60 55| Adrenalin Kembali ke Waktu Itu
61 56| Artful Essence Gallery
62 57| Pameran dimulai
63 58| Koridor Lantai Dua
64 59| Rasa Penasaran
65 60| Dalam Keheningan.
66 61| Sampai jumpa
67 62| Davira, di mana kamu?
68 63| mengetik kode-kode yang rumit
69 64| Kegelapan Ruangan
70 65| Memperhatikan Setiap Gerakan
71 66| Melanjutkan Pelariannya
72 67| Siapa Kamu ?
73 68| Dia merunduk dan bersembunyi
74 69| Tembakku tidak meleset, bukan?
75 70| Kakak, aku merindukanmu
76 71| Jace. Kami mendekati lokasinya.
77 72| Menyusun Rencana
78 73| Ponsel berdering.
79 74| Mereka tenggelam dalam momen
80 75| Melacak Dr. X: Pergulatan Melawan Waktu
81 76| Permainan Bayangan
82 77| Bayangan di Antara Kita
83 78| Seminggu sebelum penangkapan Dr. X
84 79| Titik Balik Penangkapan
85 80| Menguak Tabir Kegelapan
86 81| Menelusuri Jejak Orakel
87 82| Perjalanan waktu
88 pengumuman
89 83| Rumah
90 84| Simpul Putus
91 85| Luka yang Tak Terhapuskan
92 86| Tidak Percaya
93 87| Merasa dikhianati
94 88| Tanpa Pilihan
95 89| Bercerita (Bagian 1)
96 90| Bercerita (Bagian 2)
97 91| Bercerita (Bagian 3)
98 92| Mata gadis kecil itu terasa familiar
99 93| Mencoba mengakses data
Episodes

Updated 99 Episodes

1
1| Takdir yang Sial
2
2| Kilauan Agresif
3
3| Gelombang Emosi yang Tak Terkendali
4
4| Kilas Senyum Bahagia
5
5| Perubahan
6
6| Baru awal perubahan
7
7| Belajar
8
8I Berakhirnya Masa Sma
9
9I Awal yang baru
10
10I Gebetan
11
11| Mendekati
12
12I Menyelinap
13
13I Pesan Terpendam yang Terucap (Bagian 1)
14
14| Pesan Terpendam yang Terucap (Bagian 2)
15
15| Kencan pertama part 1
16
16| Kencan pertama part 2
17
17| Kencan pertama part 3
18
18| Misi
19
19| Ingatan Kelam yang ingin dia lupakan part 1
20
20| Ingatan Kelam yang ingin dia lupakan part 2
21
21| Satu hari sebelum misi
22
Story Flashback 1 [Pertemuan pertama]
23
Story Flashback 2 [Pertemuan pertama]
24
22| Menyamar
25
23| Tuan muda Hans misterius
26
24| Kita hanya teman
27
25| Ibu?
28
26| Melawan Trauma
29
27| Dua Mayat Anak Kecil
30
Story Flashback 1 [Pertemuan pertama]
31
Story Flashback 2 [Pertemuan pertama]
32
Story Flashback 3 [Pertemuan pertama]
33
28| Dia sangat merindukannya
34
29| kota H saya datang
35
30| Rumah Nenek
36
31| Dia tidak tau sama sekali tentang Arka
37
32| Bertarung dengan Rasa Takut
38
33| Pencarian Identitas yang Sebenarnya
39
34| Rencana yang Berisiko
40
35| Ketegangan
41
36| Momen Keputusan yang Sulit
42
37| Pencarian Putus Asa
43
38| Pesan Terakhir
44
39| Tidak Mungkin
45
40| Surat untuk Davira
46
41| Ketidakpercayaan yang Melanda
47
42| Menangis dalam Kegelapan
48
Update setiap hari!
49
43| Hana merasakan puas telah menghina Tante Fiona.
50
45| Penerbangan ke Negara N.
51
46| Namun, hidup terus berjalan.
52
47| Arka, aku kembali
53
48| Rutinitas Kuliahnya.
54
49| Menyewa Seorang Detektif Swasta
55
50| Pria itu membuka komputer
56
51| Kedipan Merah
57
52| Waktu Seolah-olah Terbatas
58
53| Kotak-kotak berisi karya
59
54| Dr. X
60
55| Adrenalin Kembali ke Waktu Itu
61
56| Artful Essence Gallery
62
57| Pameran dimulai
63
58| Koridor Lantai Dua
64
59| Rasa Penasaran
65
60| Dalam Keheningan.
66
61| Sampai jumpa
67
62| Davira, di mana kamu?
68
63| mengetik kode-kode yang rumit
69
64| Kegelapan Ruangan
70
65| Memperhatikan Setiap Gerakan
71
66| Melanjutkan Pelariannya
72
67| Siapa Kamu ?
73
68| Dia merunduk dan bersembunyi
74
69| Tembakku tidak meleset, bukan?
75
70| Kakak, aku merindukanmu
76
71| Jace. Kami mendekati lokasinya.
77
72| Menyusun Rencana
78
73| Ponsel berdering.
79
74| Mereka tenggelam dalam momen
80
75| Melacak Dr. X: Pergulatan Melawan Waktu
81
76| Permainan Bayangan
82
77| Bayangan di Antara Kita
83
78| Seminggu sebelum penangkapan Dr. X
84
79| Titik Balik Penangkapan
85
80| Menguak Tabir Kegelapan
86
81| Menelusuri Jejak Orakel
87
82| Perjalanan waktu
88
pengumuman
89
83| Rumah
90
84| Simpul Putus
91
85| Luka yang Tak Terhapuskan
92
86| Tidak Percaya
93
87| Merasa dikhianati
94
88| Tanpa Pilihan
95
89| Bercerita (Bagian 1)
96
90| Bercerita (Bagian 2)
97
91| Bercerita (Bagian 3)
98
92| Mata gadis kecil itu terasa familiar
99
93| Mencoba mengakses data

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!