11| Mendekati

Hari ini Davira pulang  malem karena tugas yang mengharuskannya  ia berada di kampus. Ley dan kila sudah pulang duluan.  Mereka ngekos di daerah deket sini.  Tadinya ia di tawaran  untuk sekedar menunggu Arka yang hendak menjemputnya.

Tapi ia menolaknya pikirnya mungkin Arka sudah dekat dari kampus nya. Jam-jam malam di kampus masih ramai dengan mahasiswa yang mencari makan. Apalagi yang belajar di kampus ini bukan hanya orang Bandung saja tetapi ada orang luar Bandung yang ngampus di sini.  Pastinya banyak orang-orangan yang ngekos di daerah sini.

Ia melihat jam tangannya "mana sih, lama banget" ia masih menunggu sambil sesekali ia melihat ponselnya.

Ia masih fokus dengan ponselnya tiba-tiba sebuah motor berhenti tepat di hadapan Davira. Ia melihat dengan bingung.  Siapa?.  Ia mengabaikan mulai melihat ponselnya kembali. Mulai kesal sendiri pesannya tidak di balas oleh Arka.

"Mau gue anter? "

"Apaan in cowok kenal aja engga.  Aja anter segala" ia berbicara dalam hati sambil memandang wajahnya dengan sinis.

"Engga gue di jemput" dengan suara ketus ia memandang wajah Adit.

Ada telepon masuk dari ponselnya.

Ia melihat nama yang tertera di ponselnya tersebut. Dengan gerakan cepat ia mengangkatnya dan menempelkannya di telinga.

"Lama banget baru sampe mana?" tanpa basa-basi Davira berbicara dengan suara mulai kesal.

"Maaf engga bisa jemput ada kerjaan mendadak yang engga bisa di tunda"

"Dari tadi ke kasih kabarnya. Kalau kaya gitu aku mampir dulu ke rumah Ley" matanya melihat ke sekeliling.

"kenapa ini cowok masih di sini sih" memandang pria tersebut dengan sekilas.

"Vira lo masih di situhkan" suara terdengar dari seberang telepon.

"Ah ia" Davira langsung ingat dengan wajahnya yang tidak asing.

Ia menutup bibirnya sendiri yang lancang berbicara tidak sopan dengan kating yang satu ini. Ia mengumpat sendiri dengan ketidak pekaannya.

"Maaf Bang Adit" suaranya berubah seratus delapan puluh derajat. Ia lupa kalau ia belum menutup teleponnya.

"Udah ya ka gue tutup teleponnya"

"Itu ada kue di kulkas ambil aja"

"Siap" ia langsung mematikan teleponnya.

"Maaf Bang Adit di kirain orang iseng" ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Engga apa-apa ko. Kali aja butuh tumpangan pulang"

"Sengaja menunggu" ia berbicara dalam hati.

"Engga apa-apa nih.  Engga ngerepotin Bang Aditkan?"

"Engga ko" saat Bang Adit berbicara tersebut ia langsung naik ke motornya. Ia memberi tau kan alamat rumahnya yang tidak jauh dari kampus.

Tidak ada pembicaraan khusus  dari kita berdua. Davira hanya melihat pemandangan jalanan yang penuh dengan lalu-lalang motor dan juga mobil . Tidak butuh lama ia sudah sampai di depan Apartemennya.

"Tinggal di sini?" ia mematikan mesin motornya.

"Iya kak. Makasih udah mau nganterin pulang. Maaf sempet engga ngenalin kakak" ia berdiri tepat di sebelah Adit.

"Sans aja. Kalau mau di anter lagi bilang aja"

"Kan engga punya nomer Bang Adit"

"Mana ponselnya" Davira masih memegang ponselnya di tangan. Ia memberikan ponselnya ke Adit. Pikir Davira mungkin ada untungnya. Ia hanya berfikir positif.

Ia mengetik angka-angka di ponselnya Davira ia miskol nomernya ke ponselnya. Ia langsung mengembalikan ponselnya lagi ke Davira.

"Kalau butuh apa-apa telepon aja"

"Gue balik ya" ia menyalakan mesin motornya.

"Makasih Bang" motornya sudah menjauh dari hadapannya.

Davira masuk ke dalam gedung.

Ia berjalan menuju lift yang tak jauh dari pintu masuk.  Ia menekan tombol panah yang menujuk ke atas. Tidak butuh waktu lama lift tersebut terbuka.  Ia masuk dan menekan tombol empat.  Pintu lift tersebut tertutup.

Sambil menunggu ia mengecek ponselnya yang ada chat dari Ley dan juga Kila.  Saat membalas pesan lift tersebut terbuka ia melangkah ke pintu Apartemennya. Masuk ke Apartemennya Davira hanya untuk mengganti baju tidur yang sering ia gunakan kalau ada di rumah.

Ia mengambil ponselnya dari atas meja ia melangkah keluar untuk ke tempat Arka. Ia mengetik enam digit angka yang sudah ia ingat di luar kepala. pintu tersebut terbuka ia langsung masuk ke dalam. Hal yang pertama ia lakukan mengambil kue yang ada di dalam kulkas Arka. ia berjalan sambil membawa kuenya ke ruang tv yang tidak jauh dari dapur.

Davira menyalakan tv.  Dengan matanya yang masih fokus memandang tv ia memakan kuenya sampai  habis. untungnya besok adalah hari liburnya ia bebas untuk malem ini.  Hanya saja besok ia harus mengerjakan setumpuk tugas yang di berikan dari dosen.  Walaupun malasia harus mengerjakan semua itu.

"Yah habis" ia masih memandang piring yang tadinya berisi kue yang ia suka

Davira duduk di atas sofa ia mulai merebahkan diri sambil melihat ke arah tv. Awalnya hanyaia tidak mengantuk lama-lama ia tertidur dengan lelapnya.waktu terus berputar Davira masih terlelap di atas sofa.  Jam menunjukan pukul sebelas malam.

Suara digit angka yang berbunyi dari luar. Arka membuka pintu memandang sekeliling ruangan.  Tv masih menyala dan juga Davira yang tidur di atas sofa.  Ia berjalan menuju meja mengambil remote tv Arka mematikan tv tersebut. Davira tertidur sambil memegang ponselnya yang ada di tangan sebelah kanan.

Arka hanya memandang tingkah polos dari wajah Davira yang belum ia lihat. Tanpa sadar ia memandang Davira sudah cukup lama.  Tidak di pungkiri kalau dia sudah masuk kedalam hatinya. Dalam artian kalau dia mulai suka dengan Davira.

Terpopuler

Comments

Lela Lela

Lela Lela

ternyata jd mau jg arka

2023-08-19

0

lihat semua
Episodes
1 1| Takdir yang Sial
2 2| Kilauan Agresif
3 3| Gelombang Emosi yang Tak Terkendali
4 4| Kilas Senyum Bahagia
5 5| Perubahan
6 6| Baru awal perubahan
7 7| Belajar
8 8I Berakhirnya Masa Sma
9 9I Awal yang baru
10 10I Gebetan
11 11| Mendekati
12 12I Menyelinap
13 13I Pesan Terpendam yang Terucap (Bagian 1)
14 14| Pesan Terpendam yang Terucap (Bagian 2)
15 15| Kencan pertama part 1
16 16| Kencan pertama part 2
17 17| Kencan pertama part 3
18 18| Misi
19 19| Ingatan Kelam yang ingin dia lupakan part 1
20 20| Ingatan Kelam yang ingin dia lupakan part 2
21 21| Satu hari sebelum misi
22 Story Flashback 1 [Pertemuan pertama]
23 Story Flashback 2 [Pertemuan pertama]
24 22| Menyamar
25 23| Tuan muda Hans misterius
26 24| Kita hanya teman
27 25| Ibu?
28 26| Melawan Trauma
29 27| Dua Mayat Anak Kecil
30 Story Flashback 1 [Pertemuan pertama]
31 Story Flashback 2 [Pertemuan pertama]
32 Story Flashback 3 [Pertemuan pertama]
33 28| Dia sangat merindukannya
34 29| kota H saya datang
35 30| Rumah Nenek
36 31| Dia tidak tau sama sekali tentang Arka
37 32| Bertarung dengan Rasa Takut
38 33| Pencarian Identitas yang Sebenarnya
39 34| Rencana yang Berisiko
40 35| Ketegangan
41 36| Momen Keputusan yang Sulit
42 37| Pencarian Putus Asa
43 38| Pesan Terakhir
44 39| Tidak Mungkin
45 40| Surat untuk Davira
46 41| Ketidakpercayaan yang Melanda
47 42| Menangis dalam Kegelapan
48 Update setiap hari!
49 43| Hana merasakan puas telah menghina Tante Fiona.
50 45| Penerbangan ke Negara N.
51 46| Namun, hidup terus berjalan.
52 47| Arka, aku kembali
53 48| Rutinitas Kuliahnya.
54 49| Menyewa Seorang Detektif Swasta
55 50| Pria itu membuka komputer
56 51| Kedipan Merah
57 52| Waktu Seolah-olah Terbatas
58 53| Kotak-kotak berisi karya
59 54| Dr. X
60 55| Adrenalin Kembali ke Waktu Itu
61 56| Artful Essence Gallery
62 57| Pameran dimulai
63 58| Koridor Lantai Dua
64 59| Rasa Penasaran
65 60| Dalam Keheningan.
66 61| Sampai jumpa
67 62| Davira, di mana kamu?
68 63| mengetik kode-kode yang rumit
69 64| Kegelapan Ruangan
70 65| Memperhatikan Setiap Gerakan
71 66| Melanjutkan Pelariannya
72 67| Siapa Kamu ?
73 68| Dia merunduk dan bersembunyi
74 69| Tembakku tidak meleset, bukan?
75 70| Kakak, aku merindukanmu
76 71| Jace. Kami mendekati lokasinya.
77 72| Menyusun Rencana
78 73| Ponsel berdering.
79 74| Mereka tenggelam dalam momen
80 75| Melacak Dr. X: Pergulatan Melawan Waktu
81 76| Permainan Bayangan
82 77| Bayangan di Antara Kita
83 78| Seminggu sebelum penangkapan Dr. X
84 79| Titik Balik Penangkapan
85 80| Menguak Tabir Kegelapan
86 81| Menelusuri Jejak Orakel
87 82| Perjalanan waktu
88 pengumuman
89 83| Rumah
90 84| Simpul Putus
91 85| Luka yang Tak Terhapuskan
92 86| Tidak Percaya
93 87| Merasa dikhianati
94 88| Tanpa Pilihan
95 89| Bercerita (Bagian 1)
96 90| Bercerita (Bagian 2)
97 91| Bercerita (Bagian 3)
98 92| Mata gadis kecil itu terasa familiar
99 93| Mencoba mengakses data
Episodes

Updated 99 Episodes

1
1| Takdir yang Sial
2
2| Kilauan Agresif
3
3| Gelombang Emosi yang Tak Terkendali
4
4| Kilas Senyum Bahagia
5
5| Perubahan
6
6| Baru awal perubahan
7
7| Belajar
8
8I Berakhirnya Masa Sma
9
9I Awal yang baru
10
10I Gebetan
11
11| Mendekati
12
12I Menyelinap
13
13I Pesan Terpendam yang Terucap (Bagian 1)
14
14| Pesan Terpendam yang Terucap (Bagian 2)
15
15| Kencan pertama part 1
16
16| Kencan pertama part 2
17
17| Kencan pertama part 3
18
18| Misi
19
19| Ingatan Kelam yang ingin dia lupakan part 1
20
20| Ingatan Kelam yang ingin dia lupakan part 2
21
21| Satu hari sebelum misi
22
Story Flashback 1 [Pertemuan pertama]
23
Story Flashback 2 [Pertemuan pertama]
24
22| Menyamar
25
23| Tuan muda Hans misterius
26
24| Kita hanya teman
27
25| Ibu?
28
26| Melawan Trauma
29
27| Dua Mayat Anak Kecil
30
Story Flashback 1 [Pertemuan pertama]
31
Story Flashback 2 [Pertemuan pertama]
32
Story Flashback 3 [Pertemuan pertama]
33
28| Dia sangat merindukannya
34
29| kota H saya datang
35
30| Rumah Nenek
36
31| Dia tidak tau sama sekali tentang Arka
37
32| Bertarung dengan Rasa Takut
38
33| Pencarian Identitas yang Sebenarnya
39
34| Rencana yang Berisiko
40
35| Ketegangan
41
36| Momen Keputusan yang Sulit
42
37| Pencarian Putus Asa
43
38| Pesan Terakhir
44
39| Tidak Mungkin
45
40| Surat untuk Davira
46
41| Ketidakpercayaan yang Melanda
47
42| Menangis dalam Kegelapan
48
Update setiap hari!
49
43| Hana merasakan puas telah menghina Tante Fiona.
50
45| Penerbangan ke Negara N.
51
46| Namun, hidup terus berjalan.
52
47| Arka, aku kembali
53
48| Rutinitas Kuliahnya.
54
49| Menyewa Seorang Detektif Swasta
55
50| Pria itu membuka komputer
56
51| Kedipan Merah
57
52| Waktu Seolah-olah Terbatas
58
53| Kotak-kotak berisi karya
59
54| Dr. X
60
55| Adrenalin Kembali ke Waktu Itu
61
56| Artful Essence Gallery
62
57| Pameran dimulai
63
58| Koridor Lantai Dua
64
59| Rasa Penasaran
65
60| Dalam Keheningan.
66
61| Sampai jumpa
67
62| Davira, di mana kamu?
68
63| mengetik kode-kode yang rumit
69
64| Kegelapan Ruangan
70
65| Memperhatikan Setiap Gerakan
71
66| Melanjutkan Pelariannya
72
67| Siapa Kamu ?
73
68| Dia merunduk dan bersembunyi
74
69| Tembakku tidak meleset, bukan?
75
70| Kakak, aku merindukanmu
76
71| Jace. Kami mendekati lokasinya.
77
72| Menyusun Rencana
78
73| Ponsel berdering.
79
74| Mereka tenggelam dalam momen
80
75| Melacak Dr. X: Pergulatan Melawan Waktu
81
76| Permainan Bayangan
82
77| Bayangan di Antara Kita
83
78| Seminggu sebelum penangkapan Dr. X
84
79| Titik Balik Penangkapan
85
80| Menguak Tabir Kegelapan
86
81| Menelusuri Jejak Orakel
87
82| Perjalanan waktu
88
pengumuman
89
83| Rumah
90
84| Simpul Putus
91
85| Luka yang Tak Terhapuskan
92
86| Tidak Percaya
93
87| Merasa dikhianati
94
88| Tanpa Pilihan
95
89| Bercerita (Bagian 1)
96
90| Bercerita (Bagian 2)
97
91| Bercerita (Bagian 3)
98
92| Mata gadis kecil itu terasa familiar
99
93| Mencoba mengakses data

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!