15| Kencan pertama part 1

Seharian dia memandang ponsel dengan wajah tersenyum, setiap pesan yang dikirim Davira kepadanya. Masih berlangsung perkuliahan. Tidak biasanya seorang Arka tersenyum lebar. Keanu hanya menatap sahabatnya sambil mengkode Gibran yang masih memperhatikan dosen di depan.

"Gibran ..." dia memanggil gibran dengan nada suara yang pelan.

Dia langsung memandang Keanu alisnya terangkat sebelah 'apa?'.

Keanu dengan wajahnya yang penuh dengan curiga menunjuk kearah Arka yang ada di belahnya. Saat Gibran memandang Arka dengan sama dia memandangnya dengan curiga. Tidak biasanya dia tersenyum lebar dan Arka terus memandang hpnya saat jam kuliah. Kaya bukan Arka yang si kutu buku.

"Sampai di sini dahulu mata kuliah hari ini, selamat siang" Dosen keluar dari ruangan. Yang lainnya menyusul setelah dosen tersebut keluar dari ruangan kelas.

Keanu mulai melirik dan kepalanya di condongkan kearah Arka yang sedang membereskan buku. dengann cepat Arka mendorong mukannya dengan tangan kanannya.

"Ada hari bahagia apa nih? Dari tadi senyum-senyum sambil melihat ponsel?" dia menaikan satu alis kanan.

"Mau tahu saja" dengan nada meledek. dia berjalan keluar kelas, Keanu dan Gibran mengikutinya dari belakang.

Mereka berbisik membuat suatu rencana. Keanu merangkul Arka dari arah belakang.

"Gua nebeng balik ke rumah" dengan wajah polosnya. "Gue juga" gibran mengikut dari belakang.

"Mengapa mobil kalian? Tumben sangat nebeng" dia berbicara sambil berjalan ke parkiran mobil.

"Mogok" dengan kompak mereka berdua berbicara kearah Arka.

Arka memandang mereka berdua dengan tatapan curiga. apalagi mereka berdua tidak biasanya kompak sangat. dia mencium bau ke bohongan.

"Engga! Kalian berdua bisa naik taksi atau sopir lo dateng ke sini untuk jemput" mereka masih berdiri di depan mobil Arka. mereka berdua memandang dengan wajah memelas.

"Bisa lumutan gue kalau minta jemput sopir" kata Keanu.

Kalau hari ini Arka niatnya akan menjemput Davira dan melakukan kecan pertamanya dengan Davira. tetapi dua sahabatnya ini tiba-tiba ingin nebeng karena alasannya mobil mereka mogok. Keanu dengan muka imutnya dia mencoba membujuk Arka untuk bisa menumpang. Sedangkan Gibran dengan wajah coolnya dia memandang Arka dengan biasa saja dia hanya ikut alur permainan Keanu. Keanu memberi tahu Gibran kalau Arka mempunyai sesuatu yang di sembunyikan dari mereka berdua.

'Mengapa keanu maksa sangat minta nebeng, apalagi hari ini kencan pertamaku dengan Davira. ahh sial. Aku hanya tidak ingin Davira bertemu dengan Gibran' di sela dia berbicara dalam hati Arka mempunyai ide untuk mengelabui Keanu. dia hanya tersenyum geli.

"Wah.. gila gue lupa bawa ponsel. Kayanya ketinggalan di kelas deh" matanya memandang kearah Keanu.

"Mengapa lihat gue?" kata Keanu.

"Kode minta di ambilkan" kata Gibran memberi penjelasan kearah Keanu.

"Di dunia ini tidak ada yang gratis. Kalau mau nebeng ambilkan dahulu ponsel gue" dengan wajah serius padahalmah dia hanya pura-pura.

"Iya-iya gue ambillin" dia berjalan menuju kelas dengan wajah polosnya. Keanu sifatnya terlalu polos dan mudah sangat untuk di tipunya.

Keanu yang sudah menghilang dari pandangan mereka berdua. Saat ini hanya ada Gibran dan Arka yang masih di parkiran mobil.

"Gue duluan ya jaga tuh si Keanu" dia menepuk pundak Gibran.

"Jaga juga Davira jangan buat dia nangis kalau engga lo berlawanan dengan gue" dia menepuk pundak Arka dengan setenggah tenaga. Untuk memberitaukan kalau dia serius dengan omongannya. apalagi Davira udah di anggap adiknya sendiri oleh Gibran.

"Itu pasti" dengan suara yang dingin. dia langsung berjalan menuju mobilnya dan mulai menjalankan mobilnya menuju apartemennya.

***

Dia masih memandang cermin yang terletak di samping lemari pakaiannya. Dengan menggambil baju dan melemparnya ke sebarang arah. Di kasurnya penuh dengan tumpukan baju yang dia cocokan di badannya. Entah mengapa bajunya tidak ada yang cocok. Semuanya penuh dengan baju tomboy. Tidak ada dress dalam lemarinya. Di lemarinya penuh dengan kaus, jaket, celana jins yang tergantung di lemarinya. dia merasa dunia mau kiamat Davira tidak tahu harus pake baju apa.

Dia menggambi baju dengan warna biru dengan gambar kartun dan dia menyetelkan dengan celana jins yang panjang ke tubuhnya.

"Engga kaya bocah" dia melempar bajunya ke sebarang tempat. dia mengambil baju yang lain.

Dia mengambil baju polos dengan kemeja flanel warna merah dengan baju polos putih di dalamnya. Dengan celana panjang. dia memandang di cermin, memandang ke samping kanan dan kiri. dia hanya mengaplikasikan di luar tidak dipakai.

Dia menggeleng kepala "engga cocok" dia melempar sembarang tempat.

Dia berpikiran untuk coba pinjam ke Kila tetapi lima menit lagi Arka sudah sampai di apartemen. Arka dan Davira satu kampus tetapi beda fakultas. Fakultanya Arka dan Davira lumayan aga jauh gedungnya. Jadi selama di kampus mereka berdua tidak pernah berpapasan bertemu.

Waktu terasa cepat berlalu sekarang sudah menunjukkan pukul satu kurang dua menit. Dua menit lagi sudah pasti

Arka sudah sampai di apartemen. Tambah Davira bigung harus pakai apa. dia asal memilih baju. Mengambil baju polos dengan celana pendek dan dia masuk ke kamar mandi untuk mengganti bajunya. Dengan secepat kilat dia memakai riasan natural Davira menyemprotkan parfum ke tubuhnya. Bel Apartemenya berbunyi dia merapihkan rambutnya yang tergerai dengan model rambul keriting gantung . dia mulai bernapas.

"Bentar ka" dia berteriak sambil menggambil baju yang berserakan di lantai dia taro di atas kasur.

'Nanti gue beresin pulangnya' dia berbicara dalam hati sambil melempar bajunya ke Atas kasur.

Dia berjalan menuju pintu Davira membuka dan Arka sudah di depan dengan baju simpel seperti Arka yang biasanya. dia berpikiran kalau dia tidak salah kostum kali ini. Davira tersenyum Kearah Arka yang sudah ada di hadapannya. Arka melepas jaketnya dengan bigung Davira memandang Arka. mengapa dia membuka jaket?

"Mengapa?.." belum selesai berbicara Arka melingkarkan tangannya di pinggang Davira untuk mencoba menutupi pahanya.

"Harusnya Viraku memakai celana panjang" dia mengikatnya di pinggang Davira. dia tersipu malu pipinya berubah merah merona.

Dia mengipaskan wajahnya dengan tangannya. "kapan bisa gombal kaya tadi?" Davira berjalan sambil berjalan

menghindar kontak mata dengan Arka.

"Baru mencoba" dengan wajah polos. Mereka berdua sudah masuk dalam Lift. Di dalam lift hanya mereka berdua.

"Sudah berapa cewek yang sudah kamu gombalin?" dia memandang dengan tatapan curiga. Mana mungkin seorang Arka tidak pernah gombalin seorang cewek. apalagi dia populer di Fakultasnya.

"Baru kamu" dia tersenyum sambil menggoda Davira. dia mengaitkan tangannya dengan tangan Davira. dia mengengam tangan Davira dengan erat.

"Seriusan" dia menatap ke arah Arka.

"Iya hanya kamu yang aku ngombalin" dia tersenyum kearah Davira. Arka mencoba mendekat dengan muka Davira. pintu lift terbuka.

"Pintu lifnya udah kebuka. GO GO" dia menarik Arka dengan tangannya masih menggenggam satu sama lain. dia hanya tersenyum dengan tingkah Davira yang di anggapnya lucu.

Mereka berdua sudah ada di dalam mobil duduk dengan tenang.

"sekarang kitamau kemana bang" dia memandang Arka.

"Ke tempat seru kamu pasti suka" kata Arka.

"Let's go" dia menaikan suaranya satu oktap. Arka masih megang tangan Davira yang tangan kanannya memegang setir. Mereka melaju menuju ke tempat kencan pertamanya.

Terpopuler

Comments

Lela Lela

Lela Lela

uduuuh yg mau kencan

2023-08-20

0

Madhan Abdullah

Madhan Abdullah

makin asyini mana lanjutannya

2022-06-10

2

lihat semua
Episodes
1 1| Takdir yang Sial
2 2| Kilauan Agresif
3 3| Gelombang Emosi yang Tak Terkendali
4 4| Kilas Senyum Bahagia
5 5| Perubahan
6 6| Baru awal perubahan
7 7| Belajar
8 8I Berakhirnya Masa Sma
9 9I Awal yang baru
10 10I Gebetan
11 11| Mendekati
12 12I Menyelinap
13 13I Pesan Terpendam yang Terucap (Bagian 1)
14 14| Pesan Terpendam yang Terucap (Bagian 2)
15 15| Kencan pertama part 1
16 16| Kencan pertama part 2
17 17| Kencan pertama part 3
18 18| Misi
19 19| Ingatan Kelam yang ingin dia lupakan part 1
20 20| Ingatan Kelam yang ingin dia lupakan part 2
21 21| Satu hari sebelum misi
22 Story Flashback 1 [Pertemuan pertama]
23 Story Flashback 2 [Pertemuan pertama]
24 22| Menyamar
25 23| Tuan muda Hans misterius
26 24| Kita hanya teman
27 25| Ibu?
28 26| Melawan Trauma
29 27| Dua Mayat Anak Kecil
30 Story Flashback 1 [Pertemuan pertama]
31 Story Flashback 2 [Pertemuan pertama]
32 Story Flashback 3 [Pertemuan pertama]
33 28| Dia sangat merindukannya
34 29| kota H saya datang
35 30| Rumah Nenek
36 31| Dia tidak tau sama sekali tentang Arka
37 32| Bertarung dengan Rasa Takut
38 33| Pencarian Identitas yang Sebenarnya
39 34| Rencana yang Berisiko
40 35| Ketegangan
41 36| Momen Keputusan yang Sulit
42 37| Pencarian Putus Asa
43 38| Pesan Terakhir
44 39| Tidak Mungkin
45 40| Surat untuk Davira
46 41| Ketidakpercayaan yang Melanda
47 42| Menangis dalam Kegelapan
48 Update setiap hari!
49 43| Hana merasakan puas telah menghina Tante Fiona.
50 45| Penerbangan ke Negara N.
51 46| Namun, hidup terus berjalan.
52 47| Arka, aku kembali
53 48| Rutinitas Kuliahnya.
54 49| Menyewa Seorang Detektif Swasta
55 50| Pria itu membuka komputer
56 51| Kedipan Merah
57 52| Waktu Seolah-olah Terbatas
58 53| Kotak-kotak berisi karya
59 54| Dr. X
60 55| Adrenalin Kembali ke Waktu Itu
61 56| Artful Essence Gallery
62 57| Pameran dimulai
63 58| Koridor Lantai Dua
64 59| Rasa Penasaran
65 60| Dalam Keheningan.
66 61| Sampai jumpa
67 62| Davira, di mana kamu?
68 63| mengetik kode-kode yang rumit
69 64| Kegelapan Ruangan
70 65| Memperhatikan Setiap Gerakan
71 66| Melanjutkan Pelariannya
72 67| Siapa Kamu ?
73 68| Dia merunduk dan bersembunyi
74 69| Tembakku tidak meleset, bukan?
75 70| Kakak, aku merindukanmu
76 71| Jace. Kami mendekati lokasinya.
77 72| Menyusun Rencana
78 73| Ponsel berdering.
79 74| Mereka tenggelam dalam momen
80 75| Melacak Dr. X: Pergulatan Melawan Waktu
81 76| Permainan Bayangan
82 77| Bayangan di Antara Kita
83 78| Seminggu sebelum penangkapan Dr. X
84 79| Titik Balik Penangkapan
85 80| Menguak Tabir Kegelapan
86 81| Menelusuri Jejak Orakel
87 82| Perjalanan waktu
88 pengumuman
89 83| Rumah
90 84| Simpul Putus
91 85| Luka yang Tak Terhapuskan
92 86| Tidak Percaya
93 87| Merasa dikhianati
94 88| Tanpa Pilihan
95 89| Bercerita (Bagian 1)
96 90| Bercerita (Bagian 2)
97 91| Bercerita (Bagian 3)
98 92| Mata gadis kecil itu terasa familiar
99 93| Mencoba mengakses data
Episodes

Updated 99 Episodes

1
1| Takdir yang Sial
2
2| Kilauan Agresif
3
3| Gelombang Emosi yang Tak Terkendali
4
4| Kilas Senyum Bahagia
5
5| Perubahan
6
6| Baru awal perubahan
7
7| Belajar
8
8I Berakhirnya Masa Sma
9
9I Awal yang baru
10
10I Gebetan
11
11| Mendekati
12
12I Menyelinap
13
13I Pesan Terpendam yang Terucap (Bagian 1)
14
14| Pesan Terpendam yang Terucap (Bagian 2)
15
15| Kencan pertama part 1
16
16| Kencan pertama part 2
17
17| Kencan pertama part 3
18
18| Misi
19
19| Ingatan Kelam yang ingin dia lupakan part 1
20
20| Ingatan Kelam yang ingin dia lupakan part 2
21
21| Satu hari sebelum misi
22
Story Flashback 1 [Pertemuan pertama]
23
Story Flashback 2 [Pertemuan pertama]
24
22| Menyamar
25
23| Tuan muda Hans misterius
26
24| Kita hanya teman
27
25| Ibu?
28
26| Melawan Trauma
29
27| Dua Mayat Anak Kecil
30
Story Flashback 1 [Pertemuan pertama]
31
Story Flashback 2 [Pertemuan pertama]
32
Story Flashback 3 [Pertemuan pertama]
33
28| Dia sangat merindukannya
34
29| kota H saya datang
35
30| Rumah Nenek
36
31| Dia tidak tau sama sekali tentang Arka
37
32| Bertarung dengan Rasa Takut
38
33| Pencarian Identitas yang Sebenarnya
39
34| Rencana yang Berisiko
40
35| Ketegangan
41
36| Momen Keputusan yang Sulit
42
37| Pencarian Putus Asa
43
38| Pesan Terakhir
44
39| Tidak Mungkin
45
40| Surat untuk Davira
46
41| Ketidakpercayaan yang Melanda
47
42| Menangis dalam Kegelapan
48
Update setiap hari!
49
43| Hana merasakan puas telah menghina Tante Fiona.
50
45| Penerbangan ke Negara N.
51
46| Namun, hidup terus berjalan.
52
47| Arka, aku kembali
53
48| Rutinitas Kuliahnya.
54
49| Menyewa Seorang Detektif Swasta
55
50| Pria itu membuka komputer
56
51| Kedipan Merah
57
52| Waktu Seolah-olah Terbatas
58
53| Kotak-kotak berisi karya
59
54| Dr. X
60
55| Adrenalin Kembali ke Waktu Itu
61
56| Artful Essence Gallery
62
57| Pameran dimulai
63
58| Koridor Lantai Dua
64
59| Rasa Penasaran
65
60| Dalam Keheningan.
66
61| Sampai jumpa
67
62| Davira, di mana kamu?
68
63| mengetik kode-kode yang rumit
69
64| Kegelapan Ruangan
70
65| Memperhatikan Setiap Gerakan
71
66| Melanjutkan Pelariannya
72
67| Siapa Kamu ?
73
68| Dia merunduk dan bersembunyi
74
69| Tembakku tidak meleset, bukan?
75
70| Kakak, aku merindukanmu
76
71| Jace. Kami mendekati lokasinya.
77
72| Menyusun Rencana
78
73| Ponsel berdering.
79
74| Mereka tenggelam dalam momen
80
75| Melacak Dr. X: Pergulatan Melawan Waktu
81
76| Permainan Bayangan
82
77| Bayangan di Antara Kita
83
78| Seminggu sebelum penangkapan Dr. X
84
79| Titik Balik Penangkapan
85
80| Menguak Tabir Kegelapan
86
81| Menelusuri Jejak Orakel
87
82| Perjalanan waktu
88
pengumuman
89
83| Rumah
90
84| Simpul Putus
91
85| Luka yang Tak Terhapuskan
92
86| Tidak Percaya
93
87| Merasa dikhianati
94
88| Tanpa Pilihan
95
89| Bercerita (Bagian 1)
96
90| Bercerita (Bagian 2)
97
91| Bercerita (Bagian 3)
98
92| Mata gadis kecil itu terasa familiar
99
93| Mencoba mengakses data

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!