8I Berakhirnya Masa Sma

Ia bangun dari tempat tidur melihat jam yang ada di sampingnya. Dengan mata masih mengantuk melihat jam sudah menunjukan pukul enam pagi. Davira mengutuk dirinya sendiri. Tangannya refleks memukul jidat. Ia berlari ke dalam kamar mandi. Masalahnya hari ini ujian nasional. Kalau telat bisa masalah, engga bisa ikut ujian. Tidak butuh dua puluh menit dia sudah selesai mandi dan juga sudah memakai baju serangan.

Ia melihat lagi semua perlengkapan yang sudah ada di dalam tas. "kartu ujian, buku, pensil,penghapus. Udah ada. Tinggal berangkat"

Suara derigan ponsel terdegar di saku seragamnya. Tanpa melihat siapa yang meneleponnya ia langsung mengangkatnya.

"Hallo"

"Aku tunggu di depan" Arka langsung mematikan ponselnya.

"Ngomong singkat banget nih orang" ia langsung melihat siapa yang meneleponnya. Davira hanya bisa senyum.

Ia turun dan langsung keluar dari rumah. Ia membuka pagar rumah. Davira melihat mobil hitam yang terparkir tepat di depannya.

Arka membuka jendela kaca mobil "Cepat masuk nanti telat"

"Iya bawel" dengan wajah cemberut.

Davira sudah masuk kedalam mobil. Arka menyalakan mesin mobil mulai berjalan menuju SMAnya Davira.

"Besok bangun lebih pagi. Jangan bangun kesiangan lagi" ia masih fokus menyetir.

"Tau dari mana tadi aku bangun kesiangan ?, kamu mata-matain aku?" dengan muka curiga Dengan matanya fokus melihat Arka.

"kelihatan dari serangam kamu yang berantakan dan kamu pake bedak engga rata" Ia melihat Davira sekilas, Davira mengambil wadah bedak. Arka mulai fokus lagi menyetir mobilnya.

"Ohh, keliatan banget ya. Iye besok bangun pagi" membenarkan bedaknya. Engga butuh waktu lama ia sudah sampai di sekolah.

Dengan tergesa-gesa dia keluar dari mobil. Soalnya pager sekolah mau di tutup. Ia berlari untuk bisa masuk sebelum gerbang tertutup. Untungnya Davira sudah masuk kedalam sekolah. Dan dikelas juga sudah ada pengawas.Davira langsung duduk di tempat duduknya.

***

Waktu sudah berjalan dengan cepat. Berjalan dengan lancar. Tapi tidak tau hasil dari ujian tersebut membuahkan hasil. Tapi selama pengerjaan soalnya tidak ada kesulitan. Arka membuat soal yang bakal keluar dalam ujian nasional, yang ia saring dari beberapa soal yang ada. Ternyata belajar dengan setumpuk buku tidak sia-sia. Ia mendapat kemudahan dalam mengerjakan soal-soal.

"kapan hasil ujian keluar?" Arka sedang duduk di sofa sambil nonton film. Davira yang ada di sampingnya melirik ke Arka sekilas dan fokus lagi dengan film yang sedang berputar.

"Hasil keluarnya besok"

"Ohh, udah siapin mau kuliah di mana?" kata Arka

"udah dong, kalau nilainya bagus. Soalnya aga berat juga masuk ke universitas tersebut"

Davira berjalan menuju kulkas yang tidak jauh dari sofa. Ia lagi ada di apartemennya Arka. beberapa minggu ini ia sering ke sini hanya untuk menghilangkan penat. Karena orang tua yang jarang ada di rumah. Membuat seisi rumah sepi.

"ka mau es cream engga?" ia menaikan satu oktaf.

"engga, bawa air minum aja"

"ok siap" Ia membawa es cream dan juga air minum yang ada di tanganya. Tidak lupa juga membawa sendok.

Ia duduk lagi di samping Arka. Davira menaronya di meja. Dengan kaki di lipat ia mengambil es creamnya ia mulai mengambilnya dan memakanya. Ia masik asik dengan es creamnya. Davira menyendok es creamnya. Ia hendak memakanya tapi tanganya di belok. Arka memakan es cream tersebut.

"YAH!! Katanya engga mau" mukanya cemberut. Ia paling suka dengan yang namanya es cream. Kalau ada yang minta es creamnya pasti dia akan marah.

"kaya yang enak sih" ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"tapikan ini es cream gue. Nyosor-nyosor segala. Kalau mau ambil sendiri. Tadi udah di tawarin engga mau" ia berbicara panjang lebar.

"yang beli siapa?" Arka hanya bisa tersenyum. Tadinya Davira marah jadi diam sendiri.

"lo" Davira terdiam sebentar. "ohh, jadi lo perhitungan sama gue, nih gue engga akan makan es cream yang ada di kulkas lo" ia meletakan es creamnya diatas meja. Dengan wajah cemberut dan melipat kedua tangannya di dada.

"jangan marah dong, makin jelek kalau lagi marah. Nih makan lagi es creamnya" ia mengambil es cream yang ada di meja.

"mau gue suapin" ia mengambil es cream dengan sendok. Tangannya sudah siap untuk menyuapi Davira.

Tangan Davira memegang tangan Arka yang memegang sendok. ia membalikannya tepat masuk kedalam mulut Arka "makan aja sendiri es creamnya, udah engga nafsu makannya juga"

"ya.. udah kalau engga mau gue makan sendiri aja" Arka mulai mengabaikan Davira. Ia mencoba menghindari masalah sekecil apa pun. Satu yang penting dari dia jarang keluar kata maaf dari dia. Hanya kebetulan saja kalau dia minta maaf.

"Dasar engga peka" Davira berbicara dengan suara pelan. Wajahnya masih cemberut melihat kelakuan kekanakannya Arka yang tidak mau minta maaf.

Semakin dia dekat dengan Arka. ia mulai mengetahui sisi buruk yang di miliknya. Seneng banget bisa deket sama Arka. tapi ia berfikir kalau Arka hanya manggapnya sebagai adiknya. Mereka punya sisi keras kepala.

Ia mencoba mengalah dengan egonya sendiri. Ia berbaring di sofa dan kepalanya diletakkan di paha Arka.

"udah engga marah lagi?" es cream yang ia makan sudah abis. Ia menaruhnya di atas meja.

"tau ahh.. gelap" ia langsung memejamkan mata. Tangan Arka memegang hidung Davira dan menekan hidungnnya. Davira tidak bisa bernapas.

"YAHHH.." ia menaikan semua suaranya. Dengan masih dengan posisinya. Ia memandang dengan wajah kesal.

"sabar... jangan terpancing" ia menarik nafas dalam-dalam.

***

Sepucuk surat sudah sampai kerumah. Saat ini dia sudah memegang surat kelulusannya. Rasanya deg-degan membuka hasilnya. Ia berdoa agar hasilnya bisa tinggi.

"hasilnya bagus dong" ia berbicara dalam hati. Ia membuaka kertas itu dengan cepat. Davira tidak bisa bereaksi apa-apa. Matanya membulat.

Mukin saja ia salah liat dengan hasilnya. Ia mengucek matanya dengan tangan. Ia mencoba melihat lagi tapi hasilnya tetap sama.

"YES.. YES" ia berteriak. Tangannya di kepal, menariknya ke atas dan kebawah.

"hasilnya tidak terlalu buruk dan juga tidak terlalu kecil. Ada dalam rata-rata" kata Davira.

Terpopuler

Comments

Lela Lela

Lela Lela

semangat akhirny lulus jg

2023-08-19

0

lihat semua
Episodes
1 1| Takdir yang Sial
2 2| Kilauan Agresif
3 3| Gelombang Emosi yang Tak Terkendali
4 4| Kilas Senyum Bahagia
5 5| Perubahan
6 6| Baru awal perubahan
7 7| Belajar
8 8I Berakhirnya Masa Sma
9 9I Awal yang baru
10 10I Gebetan
11 11| Mendekati
12 12I Menyelinap
13 13I Pesan Terpendam yang Terucap (Bagian 1)
14 14| Pesan Terpendam yang Terucap (Bagian 2)
15 15| Kencan pertama part 1
16 16| Kencan pertama part 2
17 17| Kencan pertama part 3
18 18| Misi
19 19| Ingatan Kelam yang ingin dia lupakan part 1
20 20| Ingatan Kelam yang ingin dia lupakan part 2
21 21| Satu hari sebelum misi
22 Story Flashback 1 [Pertemuan pertama]
23 Story Flashback 2 [Pertemuan pertama]
24 22| Menyamar
25 23| Tuan muda Hans misterius
26 24| Kita hanya teman
27 25| Ibu?
28 26| Melawan Trauma
29 27| Dua Mayat Anak Kecil
30 Story Flashback 1 [Pertemuan pertama]
31 Story Flashback 2 [Pertemuan pertama]
32 Story Flashback 3 [Pertemuan pertama]
33 28| Dia sangat merindukannya
34 29| kota H saya datang
35 30| Rumah Nenek
36 31| Dia tidak tau sama sekali tentang Arka
37 32| Bertarung dengan Rasa Takut
38 33| Pencarian Identitas yang Sebenarnya
39 34| Rencana yang Berisiko
40 35| Ketegangan
41 36| Momen Keputusan yang Sulit
42 37| Pencarian Putus Asa
43 38| Pesan Terakhir
44 39| Tidak Mungkin
45 40| Surat untuk Davira
46 41| Ketidakpercayaan yang Melanda
47 42| Menangis dalam Kegelapan
48 Update setiap hari!
49 43| Hana merasakan puas telah menghina Tante Fiona.
50 45| Penerbangan ke Negara N.
51 46| Namun, hidup terus berjalan.
52 47| Arka, aku kembali
53 48| Rutinitas Kuliahnya.
54 49| Menyewa Seorang Detektif Swasta
55 50| Pria itu membuka komputer
56 51| Kedipan Merah
57 52| Waktu Seolah-olah Terbatas
58 53| Kotak-kotak berisi karya
59 54| Dr. X
60 55| Adrenalin Kembali ke Waktu Itu
61 56| Artful Essence Gallery
62 57| Pameran dimulai
63 58| Koridor Lantai Dua
64 59| Rasa Penasaran
65 60| Dalam Keheningan.
66 61| Sampai jumpa
67 62| Davira, di mana kamu?
68 63| mengetik kode-kode yang rumit
69 64| Kegelapan Ruangan
70 65| Memperhatikan Setiap Gerakan
71 66| Melanjutkan Pelariannya
72 67| Siapa Kamu ?
73 68| Dia merunduk dan bersembunyi
74 69| Tembakku tidak meleset, bukan?
75 70| Kakak, aku merindukanmu
76 71| Jace. Kami mendekati lokasinya.
77 72| Menyusun Rencana
78 73| Ponsel berdering.
79 74| Mereka tenggelam dalam momen
80 75| Melacak Dr. X: Pergulatan Melawan Waktu
81 76| Permainan Bayangan
82 77| Bayangan di Antara Kita
83 78| Seminggu sebelum penangkapan Dr. X
84 79| Titik Balik Penangkapan
85 80| Menguak Tabir Kegelapan
86 81| Menelusuri Jejak Orakel
87 82| Perjalanan waktu
88 pengumuman
89 83| Rumah
90 84| Simpul Putus
91 85| Luka yang Tak Terhapuskan
92 86| Tidak Percaya
93 87| Merasa dikhianati
94 88| Tanpa Pilihan
95 89| Bercerita (Bagian 1)
96 90| Bercerita (Bagian 2)
97 91| Bercerita (Bagian 3)
98 92| Mata gadis kecil itu terasa familiar
99 93| Mencoba mengakses data
Episodes

Updated 99 Episodes

1
1| Takdir yang Sial
2
2| Kilauan Agresif
3
3| Gelombang Emosi yang Tak Terkendali
4
4| Kilas Senyum Bahagia
5
5| Perubahan
6
6| Baru awal perubahan
7
7| Belajar
8
8I Berakhirnya Masa Sma
9
9I Awal yang baru
10
10I Gebetan
11
11| Mendekati
12
12I Menyelinap
13
13I Pesan Terpendam yang Terucap (Bagian 1)
14
14| Pesan Terpendam yang Terucap (Bagian 2)
15
15| Kencan pertama part 1
16
16| Kencan pertama part 2
17
17| Kencan pertama part 3
18
18| Misi
19
19| Ingatan Kelam yang ingin dia lupakan part 1
20
20| Ingatan Kelam yang ingin dia lupakan part 2
21
21| Satu hari sebelum misi
22
Story Flashback 1 [Pertemuan pertama]
23
Story Flashback 2 [Pertemuan pertama]
24
22| Menyamar
25
23| Tuan muda Hans misterius
26
24| Kita hanya teman
27
25| Ibu?
28
26| Melawan Trauma
29
27| Dua Mayat Anak Kecil
30
Story Flashback 1 [Pertemuan pertama]
31
Story Flashback 2 [Pertemuan pertama]
32
Story Flashback 3 [Pertemuan pertama]
33
28| Dia sangat merindukannya
34
29| kota H saya datang
35
30| Rumah Nenek
36
31| Dia tidak tau sama sekali tentang Arka
37
32| Bertarung dengan Rasa Takut
38
33| Pencarian Identitas yang Sebenarnya
39
34| Rencana yang Berisiko
40
35| Ketegangan
41
36| Momen Keputusan yang Sulit
42
37| Pencarian Putus Asa
43
38| Pesan Terakhir
44
39| Tidak Mungkin
45
40| Surat untuk Davira
46
41| Ketidakpercayaan yang Melanda
47
42| Menangis dalam Kegelapan
48
Update setiap hari!
49
43| Hana merasakan puas telah menghina Tante Fiona.
50
45| Penerbangan ke Negara N.
51
46| Namun, hidup terus berjalan.
52
47| Arka, aku kembali
53
48| Rutinitas Kuliahnya.
54
49| Menyewa Seorang Detektif Swasta
55
50| Pria itu membuka komputer
56
51| Kedipan Merah
57
52| Waktu Seolah-olah Terbatas
58
53| Kotak-kotak berisi karya
59
54| Dr. X
60
55| Adrenalin Kembali ke Waktu Itu
61
56| Artful Essence Gallery
62
57| Pameran dimulai
63
58| Koridor Lantai Dua
64
59| Rasa Penasaran
65
60| Dalam Keheningan.
66
61| Sampai jumpa
67
62| Davira, di mana kamu?
68
63| mengetik kode-kode yang rumit
69
64| Kegelapan Ruangan
70
65| Memperhatikan Setiap Gerakan
71
66| Melanjutkan Pelariannya
72
67| Siapa Kamu ?
73
68| Dia merunduk dan bersembunyi
74
69| Tembakku tidak meleset, bukan?
75
70| Kakak, aku merindukanmu
76
71| Jace. Kami mendekati lokasinya.
77
72| Menyusun Rencana
78
73| Ponsel berdering.
79
74| Mereka tenggelam dalam momen
80
75| Melacak Dr. X: Pergulatan Melawan Waktu
81
76| Permainan Bayangan
82
77| Bayangan di Antara Kita
83
78| Seminggu sebelum penangkapan Dr. X
84
79| Titik Balik Penangkapan
85
80| Menguak Tabir Kegelapan
86
81| Menelusuri Jejak Orakel
87
82| Perjalanan waktu
88
pengumuman
89
83| Rumah
90
84| Simpul Putus
91
85| Luka yang Tak Terhapuskan
92
86| Tidak Percaya
93
87| Merasa dikhianati
94
88| Tanpa Pilihan
95
89| Bercerita (Bagian 1)
96
90| Bercerita (Bagian 2)
97
91| Bercerita (Bagian 3)
98
92| Mata gadis kecil itu terasa familiar
99
93| Mencoba mengakses data

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!