Ia bangun dari tempat tidur melihat jam yang ada di sampingnya. Dengan mata masih mengantuk melihat jam sudah menunjukan pukul enam pagi. Davira mengutuk dirinya sendiri. Tangannya refleks memukul jidat. Ia berlari ke dalam kamar mandi. Masalahnya hari ini ujian nasional. Kalau telat bisa masalah, engga bisa ikut ujian. Tidak butuh dua puluh menit dia sudah selesai mandi dan juga sudah memakai baju serangan.
Ia melihat lagi semua perlengkapan yang sudah ada di dalam tas. "kartu ujian, buku, pensil,penghapus. Udah ada. Tinggal berangkat"
Suara derigan ponsel terdegar di saku seragamnya. Tanpa melihat siapa yang meneleponnya ia langsung mengangkatnya.
"Hallo"
"Aku tunggu di depan" Arka langsung mematikan ponselnya.
"Ngomong singkat banget nih orang" ia langsung melihat siapa yang meneleponnya. Davira hanya bisa senyum.
Ia turun dan langsung keluar dari rumah. Ia membuka pagar rumah. Davira melihat mobil hitam yang terparkir tepat di depannya.
Arka membuka jendela kaca mobil "Cepat masuk nanti telat"
"Iya bawel" dengan wajah cemberut.
Davira sudah masuk kedalam mobil. Arka menyalakan mesin mobil mulai berjalan menuju SMAnya Davira.
"Besok bangun lebih pagi. Jangan bangun kesiangan lagi" ia masih fokus menyetir.
"Tau dari mana tadi aku bangun kesiangan ?, kamu mata-matain aku?" dengan muka curiga Dengan matanya fokus melihat Arka.
"kelihatan dari serangam kamu yang berantakan dan kamu pake bedak engga rata" Ia melihat Davira sekilas, Davira mengambil wadah bedak. Arka mulai fokus lagi menyetir mobilnya.
"Ohh, keliatan banget ya. Iye besok bangun pagi" membenarkan bedaknya. Engga butuh waktu lama ia sudah sampai di sekolah.
Dengan tergesa-gesa dia keluar dari mobil. Soalnya pager sekolah mau di tutup. Ia berlari untuk bisa masuk sebelum gerbang tertutup. Untungnya Davira sudah masuk kedalam sekolah. Dan dikelas juga sudah ada pengawas.Davira langsung duduk di tempat duduknya.
***
Waktu sudah berjalan dengan cepat. Berjalan dengan lancar. Tapi tidak tau hasil dari ujian tersebut membuahkan hasil. Tapi selama pengerjaan soalnya tidak ada kesulitan. Arka membuat soal yang bakal keluar dalam ujian nasional, yang ia saring dari beberapa soal yang ada. Ternyata belajar dengan setumpuk buku tidak sia-sia. Ia mendapat kemudahan dalam mengerjakan soal-soal.
"kapan hasil ujian keluar?" Arka sedang duduk di sofa sambil nonton film. Davira yang ada di sampingnya melirik ke Arka sekilas dan fokus lagi dengan film yang sedang berputar.
"Hasil keluarnya besok"
"Ohh, udah siapin mau kuliah di mana?" kata Arka
"udah dong, kalau nilainya bagus. Soalnya aga berat juga masuk ke universitas tersebut"
Davira berjalan menuju kulkas yang tidak jauh dari sofa. Ia lagi ada di apartemennya Arka. beberapa minggu ini ia sering ke sini hanya untuk menghilangkan penat. Karena orang tua yang jarang ada di rumah. Membuat seisi rumah sepi.
"ka mau es cream engga?" ia menaikan satu oktaf.
"engga, bawa air minum aja"
"ok siap" Ia membawa es cream dan juga air minum yang ada di tanganya. Tidak lupa juga membawa sendok.
Ia duduk lagi di samping Arka. Davira menaronya di meja. Dengan kaki di lipat ia mengambil es creamnya ia mulai mengambilnya dan memakanya. Ia masik asik dengan es creamnya. Davira menyendok es creamnya. Ia hendak memakanya tapi tanganya di belok. Arka memakan es cream tersebut.
"YAH!! Katanya engga mau" mukanya cemberut. Ia paling suka dengan yang namanya es cream. Kalau ada yang minta es creamnya pasti dia akan marah.
"kaya yang enak sih" ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"tapikan ini es cream gue. Nyosor-nyosor segala. Kalau mau ambil sendiri. Tadi udah di tawarin engga mau" ia berbicara panjang lebar.
"yang beli siapa?" Arka hanya bisa tersenyum. Tadinya Davira marah jadi diam sendiri.
"lo" Davira terdiam sebentar. "ohh, jadi lo perhitungan sama gue, nih gue engga akan makan es cream yang ada di kulkas lo" ia meletakan es creamnya diatas meja. Dengan wajah cemberut dan melipat kedua tangannya di dada.
"jangan marah dong, makin jelek kalau lagi marah. Nih makan lagi es creamnya" ia mengambil es cream yang ada di meja.
"mau gue suapin" ia mengambil es cream dengan sendok. Tangannya sudah siap untuk menyuapi Davira.
Tangan Davira memegang tangan Arka yang memegang sendok. ia membalikannya tepat masuk kedalam mulut Arka "makan aja sendiri es creamnya, udah engga nafsu makannya juga"
"ya.. udah kalau engga mau gue makan sendiri aja" Arka mulai mengabaikan Davira. Ia mencoba menghindari masalah sekecil apa pun. Satu yang penting dari dia jarang keluar kata maaf dari dia. Hanya kebetulan saja kalau dia minta maaf.
"Dasar engga peka" Davira berbicara dengan suara pelan. Wajahnya masih cemberut melihat kelakuan kekanakannya Arka yang tidak mau minta maaf.
Semakin dia dekat dengan Arka. ia mulai mengetahui sisi buruk yang di miliknya. Seneng banget bisa deket sama Arka. tapi ia berfikir kalau Arka hanya manggapnya sebagai adiknya. Mereka punya sisi keras kepala.
Ia mencoba mengalah dengan egonya sendiri. Ia berbaring di sofa dan kepalanya diletakkan di paha Arka.
"udah engga marah lagi?" es cream yang ia makan sudah abis. Ia menaruhnya di atas meja.
"tau ahh.. gelap" ia langsung memejamkan mata. Tangan Arka memegang hidung Davira dan menekan hidungnnya. Davira tidak bisa bernapas.
"YAHHH.." ia menaikan semua suaranya. Dengan masih dengan posisinya. Ia memandang dengan wajah kesal.
"sabar... jangan terpancing" ia menarik nafas dalam-dalam.
***
Sepucuk surat sudah sampai kerumah. Saat ini dia sudah memegang surat kelulusannya. Rasanya deg-degan membuka hasilnya. Ia berdoa agar hasilnya bisa tinggi.
"hasilnya bagus dong" ia berbicara dalam hati. Ia membuaka kertas itu dengan cepat. Davira tidak bisa bereaksi apa-apa. Matanya membulat.
Mukin saja ia salah liat dengan hasilnya. Ia mengucek matanya dengan tangan. Ia mencoba melihat lagi tapi hasilnya tetap sama.
"YES.. YES" ia berteriak. Tangannya di kepal, menariknya ke atas dan kebawah.
"hasilnya tidak terlalu buruk dan juga tidak terlalu kecil. Ada dalam rata-rata" kata Davira.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 99 Episodes
Comments
Lela Lela
semangat akhirny lulus jg
2023-08-19
0