"Meisa?" Zhou yang menyadari jika yang menariknya adalah Meisa, kini sedikit mengkerutkan keningnya bingung.
"Selamat ya! Akhirnya kamu sudah menjadi salah satu prajurit di kekaisaran Nobuhide!!" ucap gadis itu terlihat berbinar saat bisa bertemu kembali dengan Zhou.
"Terima kasih juga karena kamu sudah memberikan informasi itu kepadaku. Lain kali aku akan membalas semuanya." ucap Zhou yang tak ingin berhutang budi dengan Meisa.
"Jangan terlalu dipikirkan! Sebenarnya undangan itu sudah menyebar dan untuk semua orang kok. Hanya saja tiba-tiba saja saat itu aku ingin mengatakan semua itu kepadamu. Apalagi saat aku melihat seni bela diri dan bakat yang kamu miliki itu sangat luar biasa!" ucap Meisa sang pelayan istana kembali.
Belum sempat terjadi perbincangan kembali diantara mereka berdua, kini seseorang sudah mulai memanggil nama sang gadis.
"Hoi, Meisa!! Kamu mau membawa Zhou pergi kemana?! Dia sedang berlatih saat ini!! Sebaiknya kamu tidak mengganggunya!!" teriakan seorang laki-laki kini mulai mendekati mereka berdua.
Dengan cepat Meisa segera meraih sebuah wadah besar yang sudah berisikan dengan cukup banyak kue sakura mochi yang masih hangat. Lalu segera memberikannya untuk Zhou. Sedangkan Zhou terlihat kebingungan sendiri saat ini, namun dia tetap menerima wadah besar berisi sakura mochi yang banyak itu.
Sakura mochi ini berwarna merah muda dengan isi dari pasta kacang merah dan di tutupi dengan sebuah dauh bunga sakura yang mekar. Mochi sakura ini biasanya akan dihidangkan ketika acara Hinamatsuri, namun kali ini Meisa tiba-tiba saja ingin membuatnya untuk para prajurit yang sedang berlatih. Entah ada angin apa ...
"Aahhh ... kak Yaoyao, aku hanya ingin meminta tolong kepada Zhou untuk membawakan sakuramochi ini saja kok. Hehe ... kalian makanlah bersama! Aku akan membantu para pelayan istana lainnya untuk mempersiapkan makan malam nanti!" ucap Meisa lalu segera bergegas untuk meninggalkan tempat itu.
"Bawa dan berikan juga untuk yang lain, Zhou!!" seru pimpinan prajurit itu mulai berbalik dan melenggang kembali menuju tempat latihan.
"Baik, Sensei!" jawab Zhou dengan patuh dan segera mengekori Yaoyao.
...⚜⚜⚜...
Hari demi hari berlalu begitu saja. Tiba-tiba saja sebuah peperangan terjadi secara tiba-tiba, karena klan dari Minamoto tiba-tiba saja mulai menyerang kekaisaran Nobuhide.
Zhou juga ikut berkontribusi dalam peperangan ini. Bahkan Zhou-lah yang paling banyak membantai habis para prajurit dari klan Minamoto yang kebanyakan pasukannya adalah petarung jarak jauh, yaitu ahli ninja dan juga ahli panah.
Dalam peperangan ini panglima perang dari kekaisaran Nobuhide telah gugur karena mendapatkan serangan ribuan panah sekaligus dari klan Minamoto. Dan cukup banyak prajurit dari Nobuhide yang gugur dalam kali ini.
Shogun dari kekaisaran Nobuhide juga terluka cukup parah karena serangan shuriken raksasa beracun dari panglima perang klan Minamito. Sungguh klan Nobuhide benar-benar sudah sangat terdesak saat ini.
Semua ini terjadi karena kekaisaran Nobuhide yang tidak memiliki persiapan sebelumnya untuk peperangan kali ini. Sementara klan Minamoto malah mengumpulkan beberapa ksatria serta pasukan dari klan-klan yang merupakan kubunya sendiri. Sehingga dalam segi prajurit saja, klan Nobuhide sudah jauh kalah dengan klan Minamoto.
Zhou yang sudah begitu dipenuhi dengan amarah karena melihat nyawa-nyawa tak berdosa yang berguguran itu, kini mulai mengeluarkan Jumonji yari serta katana Azzael shin guto miliknya secara bersamaan.
Sebuah tombak api yang memiliki kekuatan yang sangat luar biasa serta sebuah pusaka abadi peninggalan dari sang Dewa Azzael kini akan dia persatukan menjadi sebuah serangan mematikan untuk memberantas klan Minamoto tanpa sisa.
"Tombak api membelah lautan!!! Hiatthhh ..." Zhou mengayunkan jumonji yari dan katana Azzael shin guto secara bersamaan dengan pergerakan yang begitu cepat berputar-putar.
Hingga akhirnya sebuah aura jingga bercampur putih mulai berputat-putar membentuk sebuah pusaran angin yang cukup besar, lalu mulai bergerak ke arah klan Minamoto dan berakhir dengan sebuah ledakan dasyat menyilaukan berwarna jingga keputihan.
BBUUMM ...
DUAARRR ...
Dalam sekejap saja para prajurit klan Minamoto sudah menemuai malaikat mautnya. Tubuh mereka tergeletak tak bernyawa, hujan darah menghujani sekitar istana Nonuhide dalam beberapa saat.
...⚜⚜⚜...
"Zhou!! Kaisar Yoshinao Nobuhide memberikan titah agar kamu segera menghadapnya!! Yang Mulia Kaisar Yoshinao Nobuhide sedang menunggumu di singga sananya! Cepatlah menghadapnya dan jangan membuat kaisar menunggumu terlalu lama!"
Yaoyao, sang pemimpin prajurit istana Nobuhide berkata kepada Zhou yang saat ini baru saja melepas pakaian zirahnya setelah berlatih memanah.
"Baik, Senpai!" jawab Zhou dengan nada rendah.
Zhou mulai bergegas untuk segera memenuhi panggilan dari sang kaisar. Sebenarnya Zhou merasa sedikit gugup dan berdebar, karena ini adalah pertama kalinya dia bertemu secara langsung dengan kaisar Yoshinao Nobuhide.
"Sebenarnya ada apa? Apakah aku sudah membuat sebuah kesalahan? Mengapa Yang Mulia Kaisar Yoshinao Nobuhide tiba-tiba memintaku untuk menghadapnya?" gumam Zhou saat menuju ke ruangan singga sana sang kaisar.
Setelah beberapa saat akhirnya Zhou mulai memasuki singga sana sang kaisar di istana. Di sisi sang kaisar ada Ranmaru, penasehat sekaligus ahli sihir di istana Nobuhide.
"Aku prajurit Zhou, menghadap Yang Mulia Kaisar Yoshinao Nobuhide!" Zhou mulai duduk bersimpuh dan menangkupkan tinjunya penuh hormat.
"Hhm ... Zhou!" gumam sang Kaisar Nobuhide dengan suara besar dan sedikit serak itu.
"Kekaisaran Nobuhide saat ini sedang kehilangan sosok seorang panglima perang karena peperangan beberapa yang lalu. Setelah mempertimbangkan beberapa hal dan nasehat dari orang-orang kepercayaanku. Aku memutuskan untuk menobatkan kamu menjadi seorang panglima perang di kekaisaran Nobuhide." imbuh sang kaisar Yoshinao Nobuhide lagi menatap lurus Zhou.
Zhou yang mendengarkan untaian kata dari sang kaisar, tentu saja merasa sangat terkejut luar biasa. Zhou hanyalah pemuda biasa yang berasal dari sebuah pedesaan yang tak memiliki asal usul yang jelas sebelumnya, kini telah dipilih sendiri oleh sang kaisar Yoshinao Nobuhide dan akan dinobatkan sebagai seorang panglima perang.
"Apa kamu siap untuk mengemban tanggung jawab barumu sebagai seorang panglima perang, Zhou?" tanya sang kaisar lagi, karena melihat Zhou malah terdiam cukup lama.
Zhou yang sebenarnya masih merasa ragu, namun akhirnya dia menyanggupi dan memenuhi keputusan dari sang kaisar.
"Ini adalah sebuah penghormatan untukku, Yang Mulia Kaisar Yoshinao Nobuhide! Aku-Zhou, akan melakukan tugas ini sebaik mungkin. Aku akan selalu melindungi kekaisaran Nobuhide dengan sepenuh jiwa dan ragaku!" Zhou mengikrarkan sumpahnya dengan penuh keyakinan.
Membuat sang kaisar Yoshinao Nobuhide tersenyum puas. Karena sebenarnya sudah cukup lama sang kaisar begitu mengagumi bakat yang dimiliki oleh Zhou. Terlebih saat peperangan melawan klan Minamoto, Zhou-lah yang cukup berperan banyak di dalamnya.
...⚜⚜⚜...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 127 Episodes
Comments
Labib Zack Lee Jr
komen komen komen mari biasakan komen positif dari up up up up up seng penting up
2023-04-10
1
Labib Zack Lee Jr
fast like fast komen yang pasti like seng penting komen
2023-04-10
1
Taufik Hidayat
panglima itu pangkatnya lebih tinggi dari pada jendral thor nih pangkatnya PANGLIMA - JENDRAL - KOMANDAN - PRAJURIT
2023-03-12
2