Senja ini Hiroki Feng terlihat sedang mengajar anak muridnya desa Nobuhide dan desa sebelah secara bersamaan sekaligus. Lagi-lagi mereka berlatih cara menggunakan katana dengan benar.
"Cck. Bukankah kita sudah sering mendapatkan materi seperti ini? Hanya menggunakan katana apa susahnya? Aku sedang menantikan guru besar Hiroki Feng mengajarkan jurus dan teknik khusus untuk kita." bisik salah satu muridnya.
"Hhm kau benar. Padahal aku maunya mendapatkan jurus khusus seperti yang dimiliki guru besar Hiroki Feng. Tendangan halilintar, tinju penggetar langit, tombak membelah lautan api, atau apapun itu. Pasti keren sekali. Tapi beliau belum mengajarkannya sama sekali selama ini ..." sahut yang lainnya lagi menggerutu kesal.
Guru Hiroki Feng masih saja menjelaskan materi pengajaran kali ini dengan bijak seperti biasanya di depan para murudnya. Auranya begitu terang dan penuh kedamaian. Membuat siapapun yang melihatnya akan merasa tenang.
"Lingkungan yang gelap bisa membuat tubuh menjadi tidak terlihat, baik untuk kita maupun lawan. Hutan memiliki banyak ruang untuk bersembunyi. Pepohonan bisa menyulitkan para petarung untuk membentuk pertahanan massal seperti dinding dari perisai, atau melancarkan serangan dengan formasi seperti dalam medan perang. Rintangan alami seperti tebing, laut, atau dinding bisa menghambat pergerakan dan menghalangi upaya untuk melarikan diri. Jadi itu semua juga harus diperhitungkan dengan baik."
Ucap Hiroki Feng yang masih berdiri dan menimang sebuah katana legendaris miliknya yang diberi nama Tenryu ken , yaitu pedang naga langit yang pernah digunakan untuk membunuh iblis yang menyerang pedesaan Kamakura 10 tahun yang lalu
Katana itu ditempa oleh Taiheiki. Seorang penempa pedang terbaik Jepang di masanya ini. Taiheiki pernah menempa magnum opus-nya, yaitu Juzumaru dan juga Tenryu ken. Katana ini adalah harta karun terbesar Jepang, Juzumaru dan Tenryu ken adalah simbol kekuasaan Keshogunan Nobohide di zaman ini.
Salah satu katana itu kini dimiliki oleh Hiroki Feng. Karena Hiroki Feng juga mengajar di istana Nonuhide. Namun katana lainnya sampai sekarang tak pernah diketahui keberasaannya.
"Petarung berpedang seperti kita yang mengenakan pakaian zirah atau baju besi, biasanya tidak bisa menampilkan kemampuan terbaik di area lumpur, rawa, es, atau di salju yang tebal dan lunak. Jadi sebisa mungkin hindari itu semua!" ucap Hiroki Feng lagi.
"Jagalah agar tubuh tetap seimbang sehingga kalian bisa menyerang dan menangkis tanpa terpukul. Selalu posisikan kaki selebar bahu, dan ketika bergerak, jagalah agar kaki tetap terentang. Jangan pernah memosisikan kedua kaki secara berdekatan. Gunakan genggaman pedang yang memudahkan tuan untuk menggerakkannya. Awasi gerakan lawan dan pelajari caranya bergerak ketika menyerang dan melancarkan serangan pembuka." ucap Hiroki Feng yang sudah menarik katana miliknya dan memperagakannya.
"Ketika menangkis, jagalah agar pedang berada di dekat tubuh sehingga kalian tidak perlu merentangkan tangan untuk menangkis serangan. Cobalah untuk selalu melakukan serangan balik. Pergerakan dan penempatan kaki adalah kunci keseimbangan. Semakin sering telapak kaki menyentuh tanah, keseimbangan menjadi semakin baik sehingga kekuatan yang pangeran salurkan dalam serangan menjadi lebih besar." imbuh Hiroki Feng lagi dengan sabar menjelaskannya.
"Untuk menjaga keseimbangan, usahakan untuk bergerak dengan menggeser kaki, bukan mengangkat dan melangkahkannya. Memiringkan tubuh ke depan akan mengangkat tumit sehingga mengurangi keseimbangan di tanah. Berhati-hatilah dengan penempatan dan penggunaan kaki di setiap serangan karena ini bisa memberi peluang bagi lawan untuk menghantam." ucap Hiroki Feng lagi lagi.
"Jagalah agar tubuh tetap lurus dengan dada dan tubuh mengarah ke depan sehingga keseimbangan akan tetap terjaga ketika kalian mengayunkan pedang. Ini juga memudahkan kalian untuk menghindari serangan lawan dengan gerakan tubuh yang sederhana. Jika tubuh menghadap ke samping, kalian akan terkunci karena hanya bisa menghindari serangan dalam satu arah." ucap Hiroki Feng lagi. "Apa kalian paham?"
"Kami paham, Guru!" sahut mereka serempak.
"Lakukan serangan pertama. Walaupun petarung yang terampil bisa bertempur secara terus-menerus dalam waktu yang lama, pertarungan pedang yang sebenarnya sering kali ditentukan oleh serangan pertama dan biasanya diselesaikan dalam waktu kurang dari 30 detik. Jika serangan pertama pangeran meleset, maka lawan akan mengambil keuntungan dan mengakhiri pertarungan dengan serangan yang mematikan." ucap Hiroki Feng lagi.
"Baiklah!! Sekarang kalian mulailah berlatih!!" imbuh Hiroki Feng lagi.
"Siap, Guru besar!" mereka menyauti dengan bersemangat dan segera memulai berkatih bersama sesama murid.
"Hiathh ..."
TRANG ...
TRANG ...
Bahkan Zhou juga mulai berlatih dan melawan salah satu dari mereka.
...⚜⚜⚜...
Hiroki Feng mulai mengajak Zhou untuk memasuki sebuah hutan bayangan. Dimana dimana hutan ini terkenal cukup berbahaya dan kental akan keberadaan siluman-siluman yang selalu ditakuti oleh penduduk sekitar.
Dan para siluman itu akan sangat merasa marah jika ada manusia yang mengusiknya atau jika ada manusia yang memasuki wilayahnya tanpa sebuah ijin terlebih dahulu.
Dan Hiroki Feng sengaja melakukan semua ini, memasuki hutan bayangan begitu saja dan malah berniat untuk meninggalkan Zhou di dalam hutan bayangan itu.
PLUUKK ...
Hiroki Feng mulai menepuk bahu lebar Zhou dan menatapnya dalam penuh arti.
"Masuklah dan bertapalah di dalam hutan bayangan ini selama bulan purnama ini. Aku akan kembali dan menunggumu di desa!" ucap Hiroki Feng tanpa ada rasa ragu sedikitpun untuk meninggalkan Zhou di dalam hutan bayangan ini.
"Baik, Kakek." jawab Zhou dengan patuh.
Tak ada sedikitpun rasa takut dan khawatir terlukis pada wajah tampan itu.
Hiroki Feng mulai berbalik dan meninggalkan hutang bayangan yang begitu gelap, dingin dan beraura begitu mencekam itu.
Tak ada sinar matahari sedikitpun bisa menembus dan memasuki hutan bayangan itu. Jika hutan biasanya identik dengan pepohonan hijau, namun tidak untuk hutan bayangan ini. Hutan ini begitu gelap gulita.
Aku ingin mendapatkan jawaban dari segala pertanyaanku selama ini! Jika kamu adalah seseorang yang terpilih, maka seharusnya kamu akan dengan mudah mengalahkan para iblis dan siluman di dalam hutan bayangan ini.
Batin Hiroki Feng mulai melenggang meninggalkan menantunya tanpa rasa khawatir sedikitpun.
Sementara itu, Zhou yang sedang berada di dalam hutan bayangan ini mulai mengamati sekitarnya.
"Hutan bayangan ini dingin dan gelap sekali. Auranya sungguh sangat berbeda dengan dunia di luar sana. Semoga aku bisa bertapa dengan baik. Dan semoga aku bisa segera bisa kembali ke desa." gumam Zhou mulai duduk bersila dan menghirup nafas dalam-dalam lalu mengeluarkannya perlahan.
Selama beberapa saat Zhou mulai melakukan pertapaannya. Semua masih dia lakukan dengan baik. Namun saat hari semakin larut, gelap dan semakin dingin, semua mulai terasa berbeda. Hawa dingin dan mencekam mulai Zhou rasakan saat ini.
GGRRR ...
GRAUUUMM ...
CCIITT ...
KKRRR ...
Suara hewan buas ataupun entah suara para siluman itu kini mulai terdengar saling bersahutan. Dan suara-suara itu mulai terdengar semakin jelas, seakan perlahan mulai mendekati Zhou.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 127 Episodes
Comments
Tiana
up
2023-06-02
1
Raysonic Lans™
nama lamanya Romawi
nama barunya China
perdesaan gurunya Nipon
jadi RoChiPon
2023-04-13
0
Labib Zack Lee Jr
up up up up up seng penting up
komen komen komen mari biasakan komen positif
2023-04-09
1