Pagi ini Zhou terlihat sedang memasuki sebuah hutan Wizard seorang diri dengan membawa sebuah busur panah dan beberapa anak panah lainnya. Kali ini Zhou memutuskan untuk berburu beberapa hewan liar yang akan dia jual maupun untuk lauk pauk yang akan dia bawa pulang.
Selain itu Zhou juga berniat untuk berlatih dan mengasah kemampuannya dalam seni memanah, untuk semakin memperkuat dirinya. Sebagai seorang petarung jarak dekat maupun seorang petarung jarak jauh.
Tiba-tiba mulai terlihat seekor burung mulai terbang menari-nari di udara di bawah lanhit yang sedikit berawan itu. Kali ini Zhou mulai memposisikan dirinya untuk memanah burung itu dengan mengangkat busur panah itu ke udara dan bersiap untuk segera membidiknya
Gerakan Zhou terlihat begitu rileks dan santai, seperti seorang yang sudah begitu ahli dalam hal memanah. Tali itu mulai ditarik oleh tiga jari Zhou yaitu jari telunjuk, jari tengah dan jari manisnya. Tali itu ditempatkan tepatnya diletakkan pada ruas-ruas jari pertamanya, dan tekanan busur terhadap telapak tangan Zhou penahan busur ditengah-tengah titik V, yang dibentuk oleh ibu jari dan jari telunjuk (lengan penahan busur).
Setelah memfokuskan sasarannya kali ini, Zhou mulai menarik busur panahnya hingga akhirnya panah itu mulai melesat dengan cepat ke udara dan sempurna mengenai burung berwarna putih itu.
SWOOSSHH ...
JLEBB ...
Selama beberapa saat burung putih yang sudah sedikit bersimbah darah segar itu masih bisa terbang meskipun sudah tidak seimbang dan akhirnya jatuh di suatu tempat.
"Sempurna!!" Zhou tersenyum penuh kepuasan lalu mulai mengalungkan busur panah itu pada tubuhnya.
Kemudian Zhou mulai berlari kecil ke arah burung itu terjatuh untuk mencari burung yang sudah terkena anak panahnya itu.
Jalanan hutan yang sedikit landai dan dipenuhi dengan pepohonan dan semak belukar itu tak menghalangi dan menurunkan semangat Zhou sama sekali.
Dengan langkahnya yang cepat dan gesit akhirnya Zhou mulai menemukan seekor burung berwarna putih yang sudah bersimbah dengan darah pada bagian vitalnya.
Burung itu jatuh tepat di pinggiran sebuah sungai yang cukup besar dan dalam. Airnya berwarna kehijauan dan dan sedikit berlumut.
Zhou mulai mendekati burung itu dan duduk bersimpuh untuk memungutnya. Senyuman manis mulai menghiasi wajah tampannya. Namun Zhou tak menyadari jika sesuatu yang cukup besar dan sangat berbahaya sedang mengincarnya saat ini.
Zhou tak menyadari jika seekor buaya yang berukuran cukup besar sudah mulai mengawasinya sejak dari tadi. Sangat tidak terlihat, karena buaya itu hanya memperlihatkan sepasang matanya dan hidungnya di atas permukaan air sungai yang berwarna kehijauan itu.
Dengan pergerakan di permukaan air yang begitu tenang namun cepat, buaya itu mulai berenang mendekati pemuda itu.
Dan tepat disaat buaya yang memiliki panjang kira-kira mencapai 6 meter itu membuka mulutnya dengan sangat lebar. Dan buaya itu sudah bersiap untuk menerkam Zhou, hingga buaya itu memperlihatkan giginya yang sangat tajam, Zhou mulai menyadarinya.
Namun rupanya Zhou sedikit terlambat menyadari kehadiran buaya itu, hingga akhirnya buaya itu berhasil menerkam kaki kiri Zhou.
"Argghh!!" pekik Zhou karena merasa kakinya telah tertusuk oleh gigi tajam dari buaya besar itu.
Namun entah berlatih kapan dan bagaimana? Zhou begitu tenang saat menghadapi buaya raksasa itu. Bahkan Zhou juga mengetahui titik kelemahan hewan reptil raksasa itu, yang dia sendiri sangat bingung mengapa dirinya bisa mengetahuinya dengan baik.
Kali ini Zhou mulai menyerang bagian yang paling rentan dari tubuh buaya itu, yaitu pada bagian matanya. Zhou mengerahkan seluruh tenaganya dan terus menghujani mata buaya itu dengan pukulan kuatnya.
Zhou tak ingin melukai buaya itu dengan memakai panah atau senjata lainnya, karena Zhou juga ingin melihat kemampuannya bertarung dengan alam dan hewan liar saat ini.
Selain melayangkan tinju pada bagian mata, Zhou juga mulai menyerang pada sisi lainnya yaitu hidung buaya dan juga telinga buaya raksasa itu. Meskipun tidak sepeka mata, lubang hidung dan telinga juga bisa diserang secara efektif.
Pukulan keras atau luka pada salah satu area ini dapat menyebabkan hewan melepaskan serangannya. Dan titik serang ini memang sengaja dilakukan oleh Zhou di luar kesadarannya dan dilakukan reflek oleh tubuhnya.
Dan benar saja! Buaya itu kini mulai melonggarkan serangannya, namun buaya itu malah mulai menyeret Zhou hingga memasuki air. Dan kali ini Zhou tak bisa menahannya lagi dan akhirnya Zhou mulai masuk ke dalam air sungai itu masih dalam terkaman buaya raksasa itu.
Kini Zhou mulai menutup pada bagian kerongkongan buaya itu untukmencegah air mengalir ke tenggorokan buaya dan menghentikan buaya dari tenggelam yang semakin membawa Zhou untuk dibawa semakin ke dasar sungai ketika mulutnya terbuka.
Karena pada dasarnya buaya memiliki lipatan jaringan di belakang lidah yang menutupi tenggorokannya ketika buaya tenggelam dalam air. Dan semua itu sudah seperti hafal di luar kepala Zhou.
Kaki Zhou yang masih tersangkut di dalam mulut buaya raksasa itu kini mulai digerakkannya untuk bisa mencungkil bagian katup itu. Hingga akhirnya air mulai mengalir ke tenggorokan buaya. Dan buaya itu mulai melepaskan cengkeramannya begitu saja.
Zhou segera memanfaatkan kesempatan emas ini untuk segera berenang dan mencapai ke permukaan air sungai berwarna kehijauan itu. Hingga setelah beberapa saat buaya itu sudah terlihat kembali ke atas permukaan air dan mulai berenang mendekati Zhou lagi.
Zhou semakin mempercepat pergerakan berenangnya dan sedikit berenang memutar untuk mencapai bagian belakang dari sisi tubuh buaya raksasa itu. Setelah mencapai ekornya, kini Zhou mulai menaiki buaya yang cukup besar itu dan duduk di atas tubuh buaya itu.
Buaya itu masih berusaha untuk meliuk-liukkan badannya untuk bisa menangkap mangsanya kembali, namun Zhou malah memberikan hadiah spesial untuk buaya itu. Berbagai tehnik dari ilmu bela dirinya mulai dikeluakan untuk membuat buaya itu jera dan tentunya dengan sangat kuat.
Dan lagi-lagi semua bela diri dan teknik itu dilakukan secara alami oleh Zhou, dan tentu saja hal itu membuat Zhou juga merasa kebingungan sendiri.
Setelah menghabiskan waktu yang cukup lama, buaya itu terlihat sudah tidak berusaha untuk menyerang Zhou kembali. Dan mungkin saja buaya ini sudah jera dan merasa lelah untuk menangkap mangsanya lagi. Ditambah lagi Zhou yang terus menghajarnya tanpa melukainya sedikitpun.
Kini Zhou mulai berdiri dengan tegap di atas buaya itu di tengah-tengah air sungai yang berwarna kehijauan dan berlumut itu. Lalu Zhou mulai membuat sebuah suara dengan yang begitu pelan dengan bersiul.
Sebab dengan bersiul, maka akan membuat buaya itu merasa nyaman dengan kehadiran Zhou dan membuat buaya itu tidak merasa terancam. Dan Zhou melakukan semua itu bermaksud agar buaya itu bisa menganggapnya sebagai teman mulai saat ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 127 Episodes
Comments
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
zhou keren bisa naklukin buaya. hebat
2023-03-12
2
Nasira✰͜͡ᴠ᭄
keren we Zhou bisa menaklukkan buaya
2023-02-19
1
Cherryl⚘⍣⃝కꫝ 🎸
ish baca ini ikut tegang untung zhou bisa menaklukan buaya
next pasti buaya itu jadi temannya zhou
2023-02-14
2