Satu persatu ksatria mulai menuju ke arena yang telah disiapkan secara bergantian. Kali ini arenanya terbuka dan semua orang bisa menyaksikannya secara langsung.
Satu persatu ksatria mulai maju dan berusaha untuk mengambil sebuah busur panah peninggalan dari sang Dewa Petir Takemi yang sudah disediakan di atas sebuah meja khusus yang menyangga masing-masing sisinya.
Dari sekian ksatria yang sudah diberikan sebuah kesempatan untuk memulai memanah itu, tak ada satupun yang bisa mengambil panah milik sang Dewa Petir Takemi. Busur panah itu dirasakan sangat berat, hingga para ksatria itu tak kuat untuk mengangkatnya.
Bahkan Luoyi juga tak kuat untuk mengangkatnya, badannya gemetaran hingga peluh membasahi sekujur tubuhnya karena berusaha untuk mengangkat panah sakti itu. Nafasnya terengah-engah dan rasanya Luoyi sudah kehabisan tenaganya saat ini.
"Selanjutnya!!" penyelenggara kompetisi mulai memberikan perintah untuk ksatria berikutnya. Kini Zhou mulai melenggang mendekati bisur panah itu. Sementara Luoyi yang masih belum mundur dari tempatnya, seakan merasa tak terima dan masih ingin mencobanya lagi.
"Aku akan mencobanya sekali lagi!!" tandas Luoyi menatap tajam Zhou, sehingga Zhou mulai menghentikan niatnya untuk mengambil panah sakti itu.
Sang penyelenggara kompetisi memberikan kesempatan sekali lagi untuk Luoyi, namun pemuda itu tetap saja tak bisa mengangkat busur panah sakti itu.
"Sudah cukup! Berikan kesempatan untuk yang lainnya lagi!" ucap pria dengan pakaian zirah lengkap itu mulai mempersilakan Zhou untuk mencobanya.
Meskipun dengan berat hati dan dipenuhi dengan perasaan kesal, akhirnya Luoyi mulai mundur kembali ke tempat duduknya dan memberikan kesempatan untuk Zhou.
Zhou mulai mengambil nafas panjang lalu mengeluarkannya perlahan. Kini Zhou mulaieraih panah sakti yang merupakan pusaka peninggalan dari Dew Petir itu.
Sebuah fenomena yang begitu langka kini terjadi, setelah ribuan tahun tak ada satupun yang bisa mengangkat pusaka panah sakti itu, kini Zhou bisa mengangkatnya dengan begitu mudah dan ringan layaknya dia mengangkat sebuah busur panah biasa saja.
Semua orang yang menyaksikan ini terperangah terkejut bukan main. Bahkan sang kaisar Yoshinao Nobuhide yang menyaksikan semua ini melalui sebuah bola api ajaibnya juga dibuat takjub luar biasa. Tidak seperti Luoyi yang malah semakin bertambah tingkat kebenciannya kepada Zhou.
Setelah itu kini Zhou mulai mententeng busur panah sakti itu mendekati sebuah wadah raksasa yang berisikan dengan air suci. Melalui pantulan dari air suci yang begitu jernih kebiruan itu, kini Zhou mulai mengamati sebuah pergerakan burung surga yang berwarna putih bersih dengan sayapnya yang begitu indah.
Burung surga itu terbang dan bergerak seperti burung-burung pada umumnya. Kini Zhou mulai menghadapkan busur panahnya ke atas dan mulai berkonsentrasi penuh, hingga akhirnya sebuah anak panah berhasil dia ciptakan melalui kekuatannya.
Zhou masih mengawasi setiap pergerakan dari burung surga itu dan mulai memejamkan sepasang matanya. Perlahan Zhou mulai menarik busur panahnya, hingga busur panah miliknya mulai melesat kencang ke udara.
WUSSSHH ...
Semua orang yang menyaksikan semua kejadian ini merasa begitu tegang luar biasa. Mereka terdiam selama beberapa saat dan menahan nafasnya saking tegangnya.
JLEBBB ...
Anak panah yang sudah diluncurkan oleh Zhou kini tepat mengenai bagian vital burung surga itu. Seketika hujan dengan aroma yang begitu harum mengguyur bumi ini seakan untuk menyambut sang pemenang sejati.
Zhou mendapatkan cukup banyak hadiah berupa koin emas. Apalagi Zhou berhasil memenangkan sebuah kompetisi utamanya yaitu memanah burung surga itu.
Usai kompetisi itu, Zhou segera kembali ke desanya lagi. Rasanya dia sudah begitu merindukan sang istri dan ingin segera mengajaknya pergi ke pasar dna membelikan beberapa pakaian baru untuk Lily.
.
.
.
.
.
Kepulangan Zhou disambut hangat oleh Lily dan Hiroki Feng yang kebetulan juga sedang berada di rumah. Tak lupa Zhou memberikan penghormatannya untuk Hiroki Feng.
"Kakeh. Maaf aku baru kembali. Kompetisi itu baru saja diselesaikan kemarin malam. Kami mendapatkan jamuan makan malam. Dan setelah itu aku mulai beristirahat. Dan dini hari tadi aku baru melakukan perjalanan kembali." ucap Zhou yang sebenarnya merasa segan karena malah meninggalkan Lily.
"Tidak apa-apa. Selamat atas kemenanganmu, Zhou. Kakek mendengarnya dari beberapa prajurit yang kebtulan kakek temui di hutan kemarin."
Zhou tersenyum hangat dan mulai menyodorkan sebuah bingkisa untuk Hiroki Feng, "Kakek, aku membelikan beberapa jubah lapis untuk kakek."
"Hhm. Baiklah. Kalian berbincanglah dulu, kakek akan menghadiri sebuah pertemuan dengan tetua lain dari kampung Persik Putih." ucap Hiroki Feng.
"Baik, Kakek." ucap Zhou dengan nada rendah sambil menatap kepergian Hiroki Feng.
"Istriku, aku memenangkan beberapa kompetisi dan mendapatkan hadiah yang sangat banyak. Aku membelikan kamu beberapa pakaian." kali ini Zhou mulai menghampiri Lily dan memberikan beberapa oleh-oleh untuk sang istri.
"Terima kasih, Suamiku." ucap Lily dengan tulus.
"Sama-sama. Besok kita ke pasar ya, aku akan membelikan apapun yang kamu mau." ucap Zhou dengan besemangat.
Lily hanya tersenyum hangat dan mengangguk pelan saja.
...⚜⚜⚜...
Sementara itu di dalam sebuah aula utama istana, terlihat kaisar Yoahinao Nobuhide sedang duduk di singga sananya ditemani oleh permaisurinya yang masih begitu cantik.
Di hadapannya sudah ada beberapa orang kepercayaannya sudah duduk bersimpuh.
"Cari dan temukan pemuda bernama Zhouitu! Pekerjakan dia untuk menjadi pengawal dan prajurit istana! Berikan penawaran yang bagus untuknya jika dia menolak tawaran ini! Aku tidak boleh kehilangan dia!" sang kaisar Yoshinao Nobuhide mulai memberikan titahnya untuk beberapa orang kepercayaannya untuk segera menemukan Zhou.
"Baik, Yang Mulia Kaisar Yoshinao Nobuhide!" jawab sang panglima perang menautkan kepalan tinjunya.
...⚜⚜⚜...
Beberapa prajurit masih lengkap dengan pakaian zirahnnya terlihat mulai memasuki pedesaan Nobuhide. Mereka beberapa kali bertanya kepada penduduk desa Nobuhide, seakan sedang mencari seseorang.
Hingga akhirnya para prajurit istana itu mulai mendatangi sebuah rumah sederhana untuk menemui seseorang.
"Bekerjalah di istana! Kaisar Yoshinao Nobuhide memberikan penawaran ini hanya untuk tuan. Kaisar akan memberikan bayaran yang besar untuk tuan. Dan emas ini adalah untuk tambahan hadiah dari kompetisi yang telah tuan menangkan kemarin." ucap salah satu prajurit istana itu mulai membuka sebuah kotak yang berisi dengan kepingan-kepingan emas.
Zhou dan Lily merasa sangat terkejut akan penawaran tiba-tiba ini. Dan mereka tak akan mungkin segera menerimanya begitu saja, sebelu Zhou meminta ijin dari Hiroki Feng.
"Tuan. Untuk saat ini aku belum bisa memutuskannya."
"Tuan Zhou bisa merundingkannya terlebih dulu dengan keluarga tuan. Pikirkan baik-baik karena kesempatan ini sangat langka. Kalau begitu kami akan pamit. Segera pergi ke istana jika tuan berminat." ucap pengawal istana itu lagi lalu mulai berpamitan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 127 Episodes
Comments
Sak. Lim
dasar sampah pecundaaang uda lmah byk omgan
2023-09-13
0
Labib Zack Lee Jr
up up up up up seng penting up to komen komen komen mari biasakan komen positif
2023-04-10
1
Labib Zack Lee Jr
masih di mode fast like fast komen yang pasti like seng penting komen
2023-04-10
1