Hiroki Feng memutuskan untuk menikahkan Zhou dengan Lily, cucu perempuannya. Meskipun Hiroki Feng tak pernah mengetahui masa lalu dari Zhou sebelumnya, namun Hiroki Feng merasa sangat yakin jika Zhou adalah pemuda yang baik dan berhati mulia. Dan tentunya menurut Hiroki Feng, Zhou adalah pemuda yang paling tepat untuk Lily, cucu perempuannya.
Pernikahan mereka digelar dengan sangat sederhana, bahkan hampir seluruh biaya untuk pesta perayaan pernikahan itu berasal dari Hiroki Feng. Karena pada dasarnya Zhou memang tak memiliki emas atau harta apapun. Bahkan hasil bekerja serabutannya selama ini, semuanya dia serahkan untuk Hiroki Feng untuk membantu meringankan dan memenuhi kebutuhan hidupnya selama ini.
Sebenarnya penikahan ini sangat ditentang oleh keluarga Hiroki Feng. Dan sebenarnya mereka berharap jika Lily akan menikah dengan seorang pangeran ataupun setidaknya keluarga kekaisaran yang memiliki tahta dan harta.
Untuk apa lagi jika bukan karena harta dan kemewahan? Namun rupanya Hiroki Feng sedikitpun tak pernah memimpikan semua itu dan malah tiba-tiba saja malah menikahkan Zhou dengan Lily begitu saja.
Hampir semua keluarga Lily sangat tidak menyukai Zhou. Mereka menganggap jika Zhou adalah pemuda yang lemah, sangat miskin serta tak memiliki apapun yang berharga, tak jelas asal-usul serta keluarganya dan tak menguasai ilmu bela diri apapun dengan baik. Dan satu hal lagi, Zhou tak bisa memberikan kemewahan seperti yang diinginkan oleh mereka semua.
Sebenarnya bukan hanya pihak keluarga Lily saja yang keberatan akan pernikahan ini. Namun cukup banyak pemuda yang iri akan semua itu, karena selama ini Lily adalah gadis yang dikenal sebagai bunga desa dan menjadi incaran hampir seluruh pemuda di pedesaan ini untuk dijadikan istrinya.
Yeap mereka selalu berlomba-lomba untuk mendapatkan hati Lily maupun hati Hiroki Feng. Namun selama ini tak ada satu pun pemuda yang bisa mendapatkan hati mereka berdua.
Sesampainya di desa Nobuhide setelah acara pernikahan Zhou dan Lily, kini tiba-tiba saja ada beberapa rombongan mulai menghadang mereka. Salah satu pentolannya kini sudah berada di paling depan di antara mereka dengam berkacak pinggang menatap Zhou dengan tatapan yang begitu meremehkan.
"Kau! Pendatang baru di desa ini yang tak memiliki apapun, berani sekali tiba-tiba menikahi Lily, gadis yang selama ini aku sukai!! Cari mati kau ya?!! Kau tak tau siapa aku?! Hah?!!" pemuda dengan wajah garang itu terlihat begitu kesal karena gadis yang selama ini disukainya tiba-tiba malah menikah dengan Zhou yang selalu dipandang remeh oleh semua orang.
Belum sempat Zhou menjawab ucapan dari pemuda berwajah garang itu, kini pemuda itu mulai berniat menyerang Zhou. Dia melayangkan tinjunya ke arah Zhou.
Lily sempat merasa khawatir dan ingin sekali menghentikan semua itu. Namun pemuda itu sepertinya sudah begitu tersulut oleh api amarahnya.
Gerakannya begitu cepat, namun sebenarnya Zhou bisa melihat semua itu. Bahkan tanpa sadar Zhou dan diluar kendalinya, tiba-tiba saja Zhou menghindari serangan dari pemuda itu dengan begitu lincah dan gesit.
Berulang kali pemuda berwajah garang itu mencoba untuk melukai Zhou, namun semua serangan itu bisa dihindari oleh Zhou. Hingga akhirnya Zhou mulai menangkap tubuh pemuda itu dan menghempaskannya dengan cukup kuat hingga menabrak sebuah pohon. Pemuda itu seketika muntah darah.
Zhou yang kebingungan akan keahlian dan kekuatan yang dimiliki mulai menatap kedua tangannya dan membolak-balikkannya keheranan.
Kekuatan apa itu? Mengapa aku bisa bergerak dengan cepat dan menghindari semua serangannya? Bahkan aku bisa mengangkat tubuhnya dan menghempaskannya dengan cukup kuat?
Batin Zhou tak mengerti.
Sementara Hiroki Feng yang melihat semua itu, juga merasa cukup takjub. Bahkan Horoki Feng ingin menjadikan Zhou sebagai salah satu muridnya. Karena selama ini Hiroki Feng adalah seorang guru bela diri tingkat tinggi yang merangkap sebagai seorang tabib tingkat tinggi.
...⚜⚜⚜...
"Punya menantu kok kaya sampah! Sangat tak berguna! Ckk ... membeli makanan enak dan pakaian bagus untuk istrinya saja tidak mampu, apalagi untuk membelikan kita barang mewah!! Cih ... lihatlah Lily, pakaiannya sangat buruk, bahkan pakaiannya sudah sobek dan bolong! Benar-benar menantu miskin dan tak bisa diandalkan!!" timpal bibi dari Lily.
"Bahkan menikahi keponakanku saja dia tak mengeluarkan koin dan emas sepeserpun! Aku sangat heran dengan si tua itu mengapa bisa memilih pemuda miskin dan lemah seperti ini untuk keponakanku. Sungguh membuatku sangat kesal!!" geram paman dari Lily yang masih saja tak rela jika Zhou menikahi Lily.
Zhou tak bisa berkata-kata ataupun melawan mereka semua. Karena semua yang mereka ucapkan adalah sangat benar! Meskipun hampir setiap hari Zhou mendapatkan pelakuan buruk dan umpatan-umpatan yang sangat pedas, namun pemuda itu tak pernah menyimpan dendam di dalam hatinya.
Zhou malah semakin ingin bekerja keras dengan gigih untuk membahagiakan sang istri dan Hiroki Feng, bahkan Zhou rela untuk berangkat dini hari dan pulang saat malam dan sangat larut. Dia akan mencari tanaman obat, kayu bakar, ataupun segala jenis yang bisa dia jual ketika ia pulang.
Dan dengan uang itu akhirnya Zhou ingin memberikan sang istri sebuah jubah lapis yang sebenarnya sangatlah sederhana. Tak lupa Zhou juga membelikan oyakodon dan ikan dojo untuk sang istri dan Hiroki Feng
Ikan dojo adalah salah satu makanan khas kaum para samurai pada zaman ini. Sebenarnya ikan dojo menjadi makanan sehari-hari masyarakat kelas menengah ke atas. Namun selama ini Zhou bahkan belum pernah memakannya. Dia hanya akan memakan dari hasil buruannya sendiri yang telah dimasak oleh Lily.
"Suamiku, pakaian ini sangat bagus. Pasti sangat mahal. Sebenarnya kamu tak perlu membelikanku barang-barang seperti ini ..." ucap Lily yang sebenarnya merasa sangat terharu sekaligus segan kepada suaminya.
Karena Lily tak ingin menjadi beban untuk Zhou. Selama ini Lily sangat baik dan selalu menerima apapun keadaan hidupnya dengan baik. Lily tak pernah mengeluh akan kekurangan ataupun mengeluh segala hal duniawi.
Dan selama ini hanya Lily dan Hiroki Feng lah yang selalu bersikap baik dan menghargai Zhou. Hanya mereka berdua yang selalu menerima keberadaan Zhou.
"Selama ini aku belum pernah memberikan sesuatu yang layak untukmu, Lily. Maafkan aku. Aku harap kamu menyukai pemberianku kali ini." ucap Zhou begitu hangat dan selalu menenangkan Lily.
Lily tersenyum teduh dan mengangguk pelan. Bahkan sepasang mata beningnya yang sangat indah itu kini sudah menjadi berkaca-kaca karena terharu.
"Aku juga membawakan ikan dojo untuk kamu dan kakek. Makanlah bersama kakek Hiroki. Aku akan mandi untuk membersihkan tubuhku." ucap Zhou masih dengan hangat.
"Kamu tidak makan bersama kita?" tanya Lily sambil membantu melepaskan jubah luar Zhou.
"Aku sudah makan dan aku masih kenyang, Lily." ucap Zhou berbohong.
Padahal Zhou sama sekali belum memakan apapun seharian ini. Karena seluruh uang dan hasil buruannya kali ini telah dia gunakan untuk membeli pakaian dan makanam itu untuk sang istri dan kaleh Hiroki Feng.
"Baiklah. Setelah mandi segera beristirahatlah. Aku akan siapkan air hangat dulu." ucap Lily dengan patuh dan berniat untuk segera menyiapkan air hangat untuk Zhou.
GREPP ...
Zhou yang merasa tak berguna untuk Lily, tentunya juga tak ingin memlersulit Lily. Bahkan pemuda itu sebisa mungkin selalu berusaha untuk selalu mengurus dirinya sendiri tanpa membebani sang istri.
"Lily, aku akan siapkan sendiri. Kamu segera makan saja bersama kakek. Jika terlalu lama dimakan, ikan dojo itu akan kurang enak." ucap Zhou dengan hangat.
Zhou melemparkan senyuman hangatnya lalu segera meninggalkan sang istri. Sedangkan Lily hanya menatap punggung sang suami yang mulai menghilang dari pelupuk matanya.
Ada sebuah rasa sedih dan kecewa, karena Lily merasa tak dibutuhkan oleh suaminya. Bahkan Lily mengira jika Zhou tak mengijinkan dirinya untuk merawat dan mengurus Zhou.
Helaan nafas panjang mulai dilakukan oleh Lily, dan Lily segera menepis semua pemikiran buruknya itu. Wanita yang memiliki kecantikan alami dan sangat tak membosankan jika memandangnya kini mulai meninggalkan kamarnya untuk menemui kakeknya untuk mengajaknya makan malam.
Sementara itu ...
KRUYUUKKK ...
Zhou yang sudah bertelanjang dada dan berniat untuk memasuki kolam pemandian itu kini mulai memegangi perut yang memiliki sekatan-sekatan nyata itu. Lapar ... tapi tak ada yang bisa dilakukan olehnya saat ini kecuali hanya bisa menahannya.
Tubuhku seperti tubuh seseorang yang sering melakukan latihan fisik. Namun mengapa aku tak memiliki keahlian bela diri apapun? Apakah aku benar-benar sangat lemah. Aku sama sekali tak mengingat siapa diriku sebelumnya. Huft ...
Batin Zhou mulai memejamkan sepasang matanya dan menikmati air hangatnya saat ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 127 Episodes
Comments
fai
baju zirahnya kemana tor
2023-04-17
0
"@Lv
#mantulauthor
2023-04-08
2
"@Lv
#authormantul
2023-04-08
2