Setelah beristirahat cukup lama, kini mereka mulai melanjutkan kembali perjalanan mereka untuk menuju ke kekaisaran Maeda. Hingga akhirnya mereka sampai di istana Maeda sebelum senja tiba.
Kekaisaran Maeda menyambut hangat kedatangan putra mahkota dari Nobubide beserta para keluarga istana lainnya. Dan mereka juga memberikan jamuan dengan sangat baik dan sudah menyiapkan tempat untuk beristirahat untuk mereka selama beberapa hari. Karena sang putra mahkota masih harus membahas pernikahannya antara dirinya bersama putri mahkota Maeda.
Bahkan lamaran ini juga diterima dengan baik oleh keluarga istana Maeda. Karena kedua kekaisaran ini juga sudah saling mengenal baik. Bahkan hubungan antara kaisar Nobuhide dan kaisar Maeda adalah seperti sahabat.
Keesokan harinya, pernikahan juga langsung digelar mewah di istana Maeda. Mereka mengundang rakyat Maeda dan juga beberapa klan satu kubu yang tak jauh dari istana Maeda. Beberapa keluarga dari istana lainnya juga hadir untuk memenuhi undangan pernikahan ini. Bahkan perayaan dan upacara pernikahan ini juga dilangsungkan selama beberapa hari.
...⚜⚜⚜...
Malam itu, Zhou terlihat termenung di teras sebuah pavilliun. Dia menatap bulan yang ditemani oleh beberapa bintang yang menghiasi langit malam yang begitu gelap itu.
Suara hewan-hewan di alam liar memecah keheningan malam yang begitu dingin dan sepi ini. Karena beberapa orang sudah kembali untuk tidur dan beristirahat di kamarnya masing-masing.
Angin malam yang berhembus terasa begitu kuat dan dingin, dan membuat dedaunan kemerahan dan kekuningan itu masih saja berjatuhan.
Angan Zhou masih dipenuhi dengan potongan kenangan masa lalunya. Zhou masih merasa begitu terpukul akan kejadian naas yang telah menimpanya. Yang dilakukan oleh saudara tirinya sendiri kepadanya. Rasanya masih sangat sulit untuk mempercayai semuq itu.
Bagaimana harta dan tahta bisa membutakan mata dan membuat seseorang menjadi begitu kejam bak tak memiliki sebuah hati? Miris!
Jika hanya kekuasaan, mungkin saja Zhou akan lebih memilih untuk mengalah. Asalkan keluarganya bisa hidup dengan damai dan bahagia. Namun saudara tirinya rupanya malah dengan teganya meracuni dirinya hingga membuangnya di tebing lembah kematian saat itu.
"Mengapa kamu baru kembali? Bukankah kamu hanya ditugaskan untuk mengantarkan undangan saja ke istana Fumio? Apa kamu tersesat? Haha ..." tiba-tiba terdengar perbincangan para prajurit yang sedang melintas tak jauh dari Zhou.
"Tidak. Aku hanya sedikit berbincang dengan penduduk Fumio. Aku merasa sangat kasihan dengan mereka." ucap salah satu prajurit yang bahkan belum melepaskan pakaian zirahnya.
"Kenapa?" tanya prajurit lainnya ingin tau.
Mendengar kekaisaran sang ayah kini sedang diperbincangkan oleh mereka, kini semakin membuat Zhou untuk ingin mendengarkannya secara lebih lagi.
Dan sebenarnya kebetulan Zhou juga ingin mengetahui seperti apa istana Fumio saat ini. Istana yang Zhou tinggali sejak kecil, dan dia harus mrninggalkannya karena perbuatan Zeus.
"Kekaisaran Fumio yang sekarang sangatlah berbeda. Tidak seperti dulu yang selalu memakmurkan rakyat dan selalu menomorsatukan rakyat. Semenjak putra mahkota Zeus menggantikan kaisar selama kaisar Fumio sakit, semua menjadi sangat kacau dan berantakan. Rakyat mengatakan jika mereka menjadi sangat egois dan hanya mementingkan keluarga istana saja. Mereka sering mempekerjakan rakyatnya dengan berlebihan, selalu menekan bahkan menindas rakyat. Hasil panen ataupun hasil tambang selalu diserahkan untuk istana. Mereka hanya memberikan sedikit upah saja untuk rakyat. Kasihan sekali."
Pria itu bercerita dengan raut wajah yang juga terlihat bersedih.
"Wah kasihan sekali para rakyat disana." sahut prajurit lainnya lagi. "Andai saja pangeran Hadess masih hidup. Mungkin kekaisaran Fumio akan menjadi lebih baik. Karena pangeran Hadess pasti akan lebih bijaksana dan berhati mulia. Sayangnya pangeran Hadess harus gugur dalam usia yang masih cukup muda." ucap prajurit itu menyayangkan.
"Kau benar, Tanjuro! Miris sekali! Dan apa kamu tau aku dengar dari salah satu pelayan disana, jika putra mahkota Zeus dan sang ibu ratu memperlakukan kaisar Fumio dengan sangat buruk ketika sang kaisar Fumio sakit." ucap prajurit itu mulai memelankan suaranya.
Namun semua itu sangat terdengar jelas oleh Zhou yang saat ini mulai mengepalkan kedua tangannya. Rahang tegasnya mulai mengeras. Sementara sepasang matanya mulai sedikit berair dan memerah karena sudah dipenuhi dengan amarah.
Jika hanya dirinya saja yang dicelakai oleh Zeus, mungkin itu masih bisa ditoleransi oleh Zhou. Namun kali ini sudah menyangkut ayahnya sendiri. Jelas saja Zhou tak akan memaafkan orang itu.
Apalagi jika sampai Zhou sampai mengetahui jika Zeus adalah orang yang membuat ayahnya sakit, mungkin Zhou akan segera datang dan mencabut nyawa Zeus dan ibu tirinya.
Hanya saja, semua itu tak bisa Zhou lakukan saat ini. Karena saat ini Zhou masih memiliki dan mengemban sebuah tanggung jawab sebagai seorang panglima perang dari kekaisaran Nobuhide.
Setidaknya Zhou harus menyusun sebuah rencana yang matang untuk membalaskan dendamnya dan untuk merebut semua kembali apa yang seharusnya menjadi miliknya. Dan tentunya tujuan paling utamanya adalah untuk menyelamatkan kaisar Fumio serta rakyat Fumio.
Kehidupan dan dunia yang damai akan kembali Zhou ciptakan! Meskipun harus ada pertumpahan darah untuk melawan saudara tirinya sendiri. Keadilan dan kebenaran haruslah ditegakkan!!
...⚜⚜⚜...
Keesokan harinya keluarga istana Nobuhide mulai berpamitan untuk segera kembali ke istana Nobuhide. Dan kali ini mereka akan pulang ke Nobuhide dengan membawakan hadiah seorang menantu yang cantik untuk kaisar Nobuhide.
Sang kaisar Maeda dan sang ibu ratu melepaskan kepergian mereka dengan penuh haru karena harus berpisah dengan putri sulung mereka. Namun mau tak mau mereka harus melepaskannya.
Karena beginilah konsekuensinya. Jika memiliki seorang putri, maka suatu saat sang putri harus menikah dan meninhgalkan kedua orang tuanya karena harus ikut bersama dengan suaminya dan mengabdi untuk sang suami.
"Mengapa aku merasa sangat tak asing saat melihat panglima perang baru dari kekaisaran Nobuhide? Apakah aku pernah bertemu dengan dia sebelumnya?" gumam kaisar Maeda saat melihat kepergian keluarga istana Nobuhide melalui teras istananya.
"Wajahnya sangat rupawan dan tampan. Seperti seorang pangeran saja bukan, Suamiku?" jawab sang ibu Ratu yang berdiri tepat di sampingnya sembari menarik sudut-sudut bibirnya hingga membentuk sebuah senyuman.
"Hhm? Apa kamu berniat untuk menjodohkannya dengan putri bungsu kita, Istriku?" sang kaisar malah berbalik melemparkan sebuah pertanyaan untuk istrinya sambil menatap istrinya.
"Jika Yue bersedia, aku tidak keberatan. Bagaimama denganmu, Suamiku?" sang ibu ratu kini malah berbalil bertanya lagi dengan wajah yang masih dihiasi sebuah senyuman. "Panglima perang mereka maaih cukup muda dan tampan. Dan tentu saja kemampuannya dalam berperang juga sudah tidak diragukan lagi." sambungnya.
"Huftt ... aku akan membicarakannya dengan kaisar Yoshinao Nobuhide terlebih dulu. Lagipula putri kita masih sangat muda ( berusia 18 tahun ). Sebaiknya jangan terburu-buru ... lebih baik kita berjalan-jalan sebentar hanami di dekat kui. Ayo ..." ucap kaisar Maeda mulai melenggang dan diikuti oleh ibu ratu dan beberapa pengawal istana.
...⚜⚜⚜...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 127 Episodes
Comments
Labib Zack Lee Jr
komen komen komen mari biasakan komen positif
2023-04-11
1
Labib Zack Lee Jr
up up up up up seng penting up
2023-04-11
1
"@Lv
#mantulauthor
2023-04-08
2