Berlatih

Hiroki Feng mulai melatih Zhou agar menjadi pemuda yang kuat dengan berbekal dengan ilmu bela diri. Karena Hiroki Feng juga begitu yakin jika sebenarnya Zhou sangat berbakat.

Zhao mulai berlatih fisik seperti dengan push up, sit up, dan beberapa latihan fisik lainnya lagi. Hiroki Feng juga mengajarkan beberapa dasar ilmu bela diri, teknik bela diri, dan teknik pernafasan.

Hiroki Feng juga mulai melatih Zhou dengan Jujutsu. Yaitu seni bela diri Jepang Kuno yang menekankan pertarungan tanpa senjata. Seperti namanya Ju yang artinya lembut, dan jutsu yang berarti teknik.

Alih-alih menggunakan kekuatan seseorang, jujutsu justru berpusat pada teknik memanipulasi kekuatan lawan. Bela diri yang unik ini sangat berguna ketika posisi samurai berada terlalu dekat dengan lawan dan harus bergulat menggunakan jujutsu sebagai pengganti senjata mereka. Jujutsu juga menggunakan tubuh lawan untuk melawan dirinya sendiri.

Hiroki Feng juga mengajarkan Zhou dalam menggunakan sebuah katana. Sebagai kelas elit dalam hierarki, samurai sangat terlatih untuk bertempur, dan harta benda mereka yang paling berharga adalah katana, sebuah pedang Jepang yang sangat tajam.

Namun, dengan memegang pedang bukan berarti Zhou langsung tahu bagaimana cara menggunakannya. Zhou masih harus melalui proses pelatihan yang sangat ketat untuk menguasai teknik pedang yang benar.

"Para samurai sejati akan selalu mengikuti bushido atau jalan prajurit. Yaitu dengan menerapkan prinsip-prinsip bushido ke dalam latihan dan kehidupan sehari-hari. Mereka akan selalu mendisiplinkan diri dalam berbagai aspek. Dan kamu juga harus bisa melakukan semua itu dengan baik. Apa kamu siap, Zhao?" Hiroki Feng yang masih memantau Zhou berlatih dengan sabar melatih pemuda itu.

"Aku siap, Kakek." jawab Zhou penuh dengan keyakinan dan tekad yang kuat.

"Bushido sendiri memiliki 7 prinsip yang harus selalu kamu ingat, Zhou!" ucap Hiroki Feng yang kini berdiri di depan Zhou dengan posisi membelakangi pemuda itu.

"Pertama adalah Gi, yaitu ketulusan hati. Lalu yang kedua adalah Yu, yaitu keberanian. Yang ketiga adalah Jin, yaitu kemurahan hati. Yang keempat adalah Rei, yaitu perasaan untuk menghormati. Yang kelima adalah Makoto, yaitu kejujuran. Yang keenam adalah Meiyo, yaitu kehormatan. Dan yang terakhir adalah Chugo, yaitu kesetiaan." imbuh Hiroki Feng mulai berbalik menatap pemuda yang baru saja dia nikahkan dengam cucunya.

"Sebagai seorang samurai sejati, kamu harus menanamkan semua itu di dalam hatimu! Karena kekuatan bukanlah satu-satunya hal yang akan berkuasa dan memenangkan segalanya. Samurai sejati hanya akan berperang dengan kejam namun untuk membela kebenaran dengan hati yang lembut." imbuh Hiroki Feng menepuk bahu kiri Zhou dengan tatapan seriusnya.

"Apa kamu siap untuk melakukan dan menerapkan semua itu di dalam kehidupanmu, Zhou?" Hiroki Feng kembali mengulang pertanyaannya dan berharap lelaki tua itu akan mendapatkan jawaban yang membuatnya puas.

"Aku siap, Kakek!" jawab Zhou tanpa berubah pikiran sedikitpun.

"Hati yang bersih adalah pemenang sejati! Menciptakan dunia yang damai adalah impian yang mulia. Namun untuk tetap melangkah dan menciptakan semua itu, maka kamu harus masuk ke dalam titik hitam terlebih dulu!" ucap Hiroki Feng tiba-tiba yang sebenarnya tak dipahami oleh Zhou.

"Baiklah, sebaiknya kita lanjutkan dulu untuk latihan fisik kembali. Lain kali kakek akan melatihmu kembali, dan kita lakukan secara bertahap." ucap Hiroki Feng dengan bijaksana.

"Baik, Kakek!" sahut Zhou dengan patuh.

Kali ini Hiroki Feng juga melatih Zhou untuk melakukan lari cooper. Yaitu jenis lari sejauh mungkin selama beberapa menit. Manfaat dari lari cooper adalah untuk mengukur beban fisik seseorang mulai dari daya tahan otot, daya tahan jantung, pernapasan serta peredaran darah. Zhou bahkan dengan mudahnya melakukan lari cooper dengan stabil.

Latihan fisik selanjutnya yang diberikan oleh Hiroki Feng adalah mengambil air dari kaki gunung Fuji dengan menggunakan sebuah wadah yang lebih menyerupai sebuah keranjang yang memiliki banyak celah dan lubang pada beberapa titiknya.

Dan Zhou harus mengumpulkan air tersebut di sebuah wadah yang telah disiapkan oleh Hiroki Feng di atas gunung. Hiroki Feng juga menunggu di tempat itu.

Jadi Zhou benar-benar harus berlari cepat untuk naik ke gunung agar air yang dia bawa tidak habis karena tumpah di jalanan.

Sungguh latihan kali ini sebenarnya cukup berat untuk seorang pemula. Namun Zhou tak pernah menyerah sedikitpun. Pemuda itu berusaha untuk melakukannya dengan baik. Seakan tak pernah merasa lelah, Zhou terus berlari dengan cepat.

Beberapa kali Zhou melihat dan berpapasan dengan para pemuda di pedesaan Nobuhide yang sedang menertawakan dirinya.

"Ckk ... lihatlah si miskin dan si lemah itu! Bergaya mau berlatih ilmu bela diri segala. Dia pikir mudah apa jika sama sekali tidak memiliki bakat atau kemampuan dasar terlebih dulu!" celutuk seorang pemuda sambil menatap Zhou dengan tatapan meremehkan.

"Apalagi untuk menjadi murid dari kakek Hiroki Feng. Itu sangatlah tidak mudah! Mengapa dia begitu percaya diri dan sangat bodoh ya."

"Hhm. Kau benar, Yama! Selama ini kita saja selalu berlatih keras, namun masih belum diakui oleh kakek Hiroki Feng. Apalagi dia yang tak memiliki bakat sama sekali! Ckk ..." timpal pemuda lainnya lagi.

Hiroki Feng adalah seorang yang begitu terhormat di perkampungan Nonuhide. Selain sebagai seorang tabib tinggkat tinggi, Hiroki Feng adalah seorang guru bela diri tingkat tinggi yang sudah sangat diakui dan dikenal hingga beberapa penjuru pedesaan lainnya.

Selain sebagai guru besar di klan Nonuhide, Hiroki Feng memiliki cukup banyak murid. Bahkan dia juga mengajar beberapa pemuda yang berasal dari pedesaan lainnya lagi.

Zhou tak menanggapi untaian kata dari para pemuda itu yang selalu saja meremehkan dirinya. Zhou hanya fokus untuk berlatih dan berlatih saja saat ini.

Namun rupanya para pemuda itu memiliki sebuah rencana jahat dan berniat untuk mencelakai Zhou dengan rencana jahatnya.

HUUPP ...

"Hei sampah Zhou!!" kali ini seorang pemuda yang merupakan salah satu murid dari Hiroki Feng mulai melompat tepat di depan Zhou. "Paman Lun memerintahkan kamu untuk segera menghadapnya. Paman Lun sedang berada di sungai seberang pedesaan ini!" imbuhnya sambil melihat sebuah arah barat daya untuk memberikan informasi itu untuk Zhou.

"Baiklah. Aku akan segera kesana." jawab Zhou tanpa rasa curiga sedikitpun untuk segera menemui paman dari sang istri.

Zhou mulai melenggang ke arah tersebut, namun rupanya para pemuda itu sudah mempersiapkan sesuatu. Sebenarnya ada tempat itu memiliki sebuah sumur kuno yang berdiameter cukup besar, yang sama sekali belum pernah diketahui oleh Zhou.

Dan di dalamnya ada seekor buaya penunggu. Karena sebenarnya sumur tua itu terhubung dengan sebuah goa yang begitu tersembunyi.

Para pemuda itu sengaja menutup sumur tua itu dengan pepohonan kering agar tak terlihat oleh Zhou. Hingga akhirnya Zhoun yang sedang berjalan di atasnya mulai terperosot jatuh.

Para pemuda itu tertawa renyah menyaksikan semua itu. Mereka mengira jika Zhou akan tewas dan menjadi santapan buaya itu. Namun sangat diluar dugaan, Zhou bisa menghindari semua itu dengan baik. Kedua tangan kuatnya mulai berpegangan pada sebuah kayu yang kebetulan tertancap pada bagian dalam sumur itu.

Zhou berusaha mengayunkan tubuhnya dengan kuat, hingga kedua kakinya tiba-tiba saja dengan mudahnya bisa berjalan mendaki sedikit demi sedikit untuk kembali naik ke permukaan.

Para pemuda itu seketika terkejut bukan main setelah melihat Zhou yang bisa kembali dengan selamat.

Zhou memutuskan untuk segera kembali ke kaki gunung dan mengambil air untuk melqnjutkan latihannya kali ini.

"Kekaisaran Fumio sekarang resmi menobatkan pangeran Zeus sebagai putra mahkota tunggal." terdengar perbincangan antara pria paruh baya saat Zhou melewati rombongan mereka di dekat sebuah tempat perstirahatan.

"Hm. Mau bagaimana lagi? Pangeran Zeus adalah satu-satunya putra dari kaisar Fumio saat ini. Huft ... sungguh malang dan tragis sekali kisah pangeran Hadess yang malah terjatuh di dalam tebing lembah kematian." ucap pria paruh baya lainnya.

"Apa kamu tak merasa sedikit aneh akan semua ini? Bisa jadi pangeran Zeus sendiri yang mencelakai pangeran Hadess saat itu bukan?"

"Jaga mulutmu, Yoshi!! Jika sampai mereka mendengarmu, mereka tak akan membiarkanmu hidup! Aku dengar pangeran Zeus sangat kejam, tidak seperti kaisar Fumio dan mendiang saudara tirinya." timpal pria paruh baya lainnya lagi memperingatkan.

Zhou hanya menghela nafas panjang mendengarkan semua yang tak sengaja telah dia dengarkan itu.

Perasaan iri dan dendam hanyalah sebuah racun yang perlahan akan mengikis hati. Semoga hal itu tak benar-benar terjadi dan menimpa pangeran Zeus dan pangeran Hadess. Permusuhan dan perang antar saudara pastinya akan sangat menyakitkan.

Batin Zhou mulai berlari dengan cepat untuk segera mengumpulkan air-air itu ke atas gunung.

...⚜⚜⚜...

Senja itu Zhou sedang duduk termenung di teras kamarnya. Namun tiba-tiba saja mulai terlintas beberapa potong kenangan yang begitu melekat dalam pikirannya.

Bahkan tanpa sadar kini Zhou sudah berdiri dan memperagakan setiap gerakan yang tiba-tiba dia ingat. Gerakan-gerakan itu adalah gerakan-gerakan bela diri yang cukup menakjubkan. Bahkan hanya dengan melakukannya sedikit saja, Zhou merasa jika tubuhnya menjadi sedikit berbeda dari sebelumnya.

"Gerakan bela diri apa ini? Aku sama sekali tak mengingatnya dengaj baik. Namun aku terlihat begitu menguasainya. Bahkan semua gerakan ini bukanlah seperti yang kakek Hiroki Feng ajarkan sebelumnya." gumam Zhou masih tak mengingat semuanya dengan baik.

Disisi lain sang kakek Hiroki Feng juga termenung dalam tapanya di dalam sebuah ruang latihan.

Aku merasa jika Zhou adalah bukanlah pemuda yang biasa-biasa saja. Lalu siapakah sebenarnya dia? Kemampuan dan bakatnya bukanlah seperti seorang pemula.

Batin Hiroki Feng saat itu.

...⚜⚜⚜...

Terpopuler

Comments

"@Lv

"@Lv

#mantulauthor

2023-04-08

2

"@Lv

"@Lv

#authormantul

2023-04-08

2

@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸

@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸

pasti zhou bisa berlatih dengan mudah

2023-03-12

1

lihat semua
Episodes
1 Pengkhianatan
2 Pernikahan
3 Berlatih
4 Serangan Si Reptil Raksasa
5 Ujian Di Dalam Hutan Bayangan
6 Tinju Membelah Langit ?
7 Labirin Ilusi
8 Sang Terpilih
9 Berduel Dengan Luoyi
10 Bertemu Siluman Anjing Dan Hadiah Jumonji Yari
11 Bersama Lily Ke Pedesaan Persik Putih
12 Sakabato Untuk Zhou
13 Bertemu Dengan Sang Pelayan Istana
14 Kompetisi Di Istana
15 Penawaran Dari Kaisar Nobuhide
16 Keputusan Zhou
17 Tawaran Untuk Zhou
18 Ingatan Yang Kembali
19 Pernikahan Putra Mahkota Nobuhide
20 Rencana Zhou
21 Melepaskan
22 Lamaran Dari Kekaisaran Fumio
23 Pohon Kebencian Yang Semakin Tumbuh Kuat
24 Sayembara
25 Kelicikan Dan Kelicikan
26 Dua Pangeran
27 Kejujuran
28 Rencana Licik Zeus
29 Mengunjungi Istana Fumio Sebagai Seorang Panglima Perang
30 Bertemu Dengan Nouhime
31 Pemimpin Baru ?
32 Disidang
33 Sang Pelaku
34 Permintaan Zhou
35 Helios
36 Pengumuman
37 Pesan Hiroki Feng
38 Rencana Licik Zeus Terhadap Pedesaan Nobuhide
39 Penyerangan Dan Serangan Tak Terduga
40 Penyeraangan Klan Sparta
41 Serangan Mematikan Arslan
42 Menghadapi Black Demon
43 Istana Tersembunyi
44 Menguasai Istana Sparta
45 Bersama Ke Istana Nobuhide
46 Berkencan
47 Melihat Kembang Api Bersama
48 Terbang Bersama Igurukingu
49 Serangan Untuk Lily
50 Menyerang Klan Mitzuhiro Dan Genda
51 Menyelamatkan Nouhime
52 Kamu Adalah Hadess!!
53 Aku Adalah Hadess
54 Siapakah Zhou?
55 Dihadang Lagi
56 Menyusul Zhou
57 Insting Zeus
58 Kebohongan Nouhime
59 Janji Zhou
60 Mengunjungi Kota Akita
61 Terlahirnya Kirasodo Dan Tubuh Abadi
62 Kirasodo Dan Zeus
63 Dewa Bintang Dan Kirasodo
64 Diskusi Bersama
65 Sebuah Rencana
66 Kekhawatiran Nouhime.
67 Mendatangi Kuil Kiyomizu
68 Menemui Seiryu
69 Mendapatkan Buku Kehidupan
70 Kegundahan Lily
71 Serangan Siluman Rubah Merah
72 Mencari Phoenix Api Suzaku
73 Saika Dan Kenshin
74 Mendatangi Lembah Persik Emas
75 Mendapatkan Kristal Pemicu Pancingan
76 Bertemu Dengan Suzaku
77 Kekhawatiran Yaoyao
78 Kejujuran Zhou
79 Keresahan Lily
80 Pengakuan Zhou
81 Membuka Buku Kehidupan
82 Mempelajari Buku Kehidupan
83 Lukisan Dan Mata-Mata
84 Prajurit Klan Genda Yang Melarikan Diri
85 Pernyataan Himura
86 Menyusun Rencana
87 Mengambil Keputusan Dan Awal Peperangan
88 Melawan Monster Tengu
89 Pergi Ke Tebing Laut Berhantu
90 Pengorbanan Zhou
91 Perih Dan Lara
92 Permintaan Nouhime Untuk Yaoyao
93 Melewati Portal Dunia Kegelapan
94 Sebuah Harapan Yang Terkubur Dosa
95 Berperang
96 Berperang 2
97 Bertemu Kembali
98 Teknik Kilat Putih Tanpa Batas ?
99 Formasi Membuka Portal Dunia Lain
100 Ada Apa Dengan Kirasodo?
101 Berakhirnya Zeus Dan Kirasodo
102 Bertemu Kembali Dengan Ayahanda
103 Sesuatu Yang Rumit
104 Berita Dari Yaoyao
105 Keputusan Zhou Dan Meninggalkan Nobuhide
106 Meninggalkan Nobuhide
107 Sebuah Pilihan Yang Sulit
108 Pengorbanan
109 Sebuah Pengorbanan 2
110 Kebenaran Yang Diketahui Nouhime
111 Keputusan Lily
112 Permintaan Nouhime
113 Serangan Hawa Iblis
114 Pengorbanan Hiroki Feng
115 Mendatangi Taman Langit Wilayah Barat
116 Kebenaran
117 Kebenaran Yang Mulai Terungkap
118 Serangan Para Bandit Di Perbatasan
119 Menuju Ke Itsuki
120 Hadiah Untuk Yaoyao
121 Dua Pernikahan
122 Menemui Kaisar Langit
123 Sebuah Takdir Dan Ramalan
124 Kembali Berkumpul Bersama
125 Kebersamaan
126 Sebuah Akhir
127 Promo
Episodes

Updated 127 Episodes

1
Pengkhianatan
2
Pernikahan
3
Berlatih
4
Serangan Si Reptil Raksasa
5
Ujian Di Dalam Hutan Bayangan
6
Tinju Membelah Langit ?
7
Labirin Ilusi
8
Sang Terpilih
9
Berduel Dengan Luoyi
10
Bertemu Siluman Anjing Dan Hadiah Jumonji Yari
11
Bersama Lily Ke Pedesaan Persik Putih
12
Sakabato Untuk Zhou
13
Bertemu Dengan Sang Pelayan Istana
14
Kompetisi Di Istana
15
Penawaran Dari Kaisar Nobuhide
16
Keputusan Zhou
17
Tawaran Untuk Zhou
18
Ingatan Yang Kembali
19
Pernikahan Putra Mahkota Nobuhide
20
Rencana Zhou
21
Melepaskan
22
Lamaran Dari Kekaisaran Fumio
23
Pohon Kebencian Yang Semakin Tumbuh Kuat
24
Sayembara
25
Kelicikan Dan Kelicikan
26
Dua Pangeran
27
Kejujuran
28
Rencana Licik Zeus
29
Mengunjungi Istana Fumio Sebagai Seorang Panglima Perang
30
Bertemu Dengan Nouhime
31
Pemimpin Baru ?
32
Disidang
33
Sang Pelaku
34
Permintaan Zhou
35
Helios
36
Pengumuman
37
Pesan Hiroki Feng
38
Rencana Licik Zeus Terhadap Pedesaan Nobuhide
39
Penyerangan Dan Serangan Tak Terduga
40
Penyeraangan Klan Sparta
41
Serangan Mematikan Arslan
42
Menghadapi Black Demon
43
Istana Tersembunyi
44
Menguasai Istana Sparta
45
Bersama Ke Istana Nobuhide
46
Berkencan
47
Melihat Kembang Api Bersama
48
Terbang Bersama Igurukingu
49
Serangan Untuk Lily
50
Menyerang Klan Mitzuhiro Dan Genda
51
Menyelamatkan Nouhime
52
Kamu Adalah Hadess!!
53
Aku Adalah Hadess
54
Siapakah Zhou?
55
Dihadang Lagi
56
Menyusul Zhou
57
Insting Zeus
58
Kebohongan Nouhime
59
Janji Zhou
60
Mengunjungi Kota Akita
61
Terlahirnya Kirasodo Dan Tubuh Abadi
62
Kirasodo Dan Zeus
63
Dewa Bintang Dan Kirasodo
64
Diskusi Bersama
65
Sebuah Rencana
66
Kekhawatiran Nouhime.
67
Mendatangi Kuil Kiyomizu
68
Menemui Seiryu
69
Mendapatkan Buku Kehidupan
70
Kegundahan Lily
71
Serangan Siluman Rubah Merah
72
Mencari Phoenix Api Suzaku
73
Saika Dan Kenshin
74
Mendatangi Lembah Persik Emas
75
Mendapatkan Kristal Pemicu Pancingan
76
Bertemu Dengan Suzaku
77
Kekhawatiran Yaoyao
78
Kejujuran Zhou
79
Keresahan Lily
80
Pengakuan Zhou
81
Membuka Buku Kehidupan
82
Mempelajari Buku Kehidupan
83
Lukisan Dan Mata-Mata
84
Prajurit Klan Genda Yang Melarikan Diri
85
Pernyataan Himura
86
Menyusun Rencana
87
Mengambil Keputusan Dan Awal Peperangan
88
Melawan Monster Tengu
89
Pergi Ke Tebing Laut Berhantu
90
Pengorbanan Zhou
91
Perih Dan Lara
92
Permintaan Nouhime Untuk Yaoyao
93
Melewati Portal Dunia Kegelapan
94
Sebuah Harapan Yang Terkubur Dosa
95
Berperang
96
Berperang 2
97
Bertemu Kembali
98
Teknik Kilat Putih Tanpa Batas ?
99
Formasi Membuka Portal Dunia Lain
100
Ada Apa Dengan Kirasodo?
101
Berakhirnya Zeus Dan Kirasodo
102
Bertemu Kembali Dengan Ayahanda
103
Sesuatu Yang Rumit
104
Berita Dari Yaoyao
105
Keputusan Zhou Dan Meninggalkan Nobuhide
106
Meninggalkan Nobuhide
107
Sebuah Pilihan Yang Sulit
108
Pengorbanan
109
Sebuah Pengorbanan 2
110
Kebenaran Yang Diketahui Nouhime
111
Keputusan Lily
112
Permintaan Nouhime
113
Serangan Hawa Iblis
114
Pengorbanan Hiroki Feng
115
Mendatangi Taman Langit Wilayah Barat
116
Kebenaran
117
Kebenaran Yang Mulai Terungkap
118
Serangan Para Bandit Di Perbatasan
119
Menuju Ke Itsuki
120
Hadiah Untuk Yaoyao
121
Dua Pernikahan
122
Menemui Kaisar Langit
123
Sebuah Takdir Dan Ramalan
124
Kembali Berkumpul Bersama
125
Kebersamaan
126
Sebuah Akhir
127
Promo

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!