Kini Zhou mulai memasuki hutan hujan yang berada tak jauh dari pedesaan Nobuhide. Zhou akan mencari beberapa tanaman obat maupun hewan untuk berburu, seperti yang biasa dia lakukan.
Namun tiba-tiba saja samar- samar Zhou mulai mendengarkan suara teriakan meminta tolong dari seorang gadis. Pada awalnya Zhou mengira jika suara itu hanyalah sebuah ilusi saja. Namun rupanya Zhou kembali mendengarnya lagi.
Tolong ... siapapun tolong aku!!
"Siapa itu? Apakah suara itu adalah suara siluman? Ataukah manusia?" gumam Zhou mulai memfokuskan pendengarannya kembali untuk mendengarkannya lagi.
Tolong!! Tolong aku!!
SRAKK ...
GUSRAK ...
Suara teriakan itu kembali terdengar diiringi derap langkah berlarian yang sedang terburu-buru. Zhou segera mencari ke arah suara itu berasal, hingga akhirnya Zhou mulai menemukan seorang gadis yang masih cukup muda dengan jubah lapisnya berwarna biru muda sedang berlarian di tengah hutan hujan ini.
Tak jauh dari gadis itu, seekor harimau besar berwarna putih terlihat sedang mengejarnya seolah tak sabar lagi ingin menerkamnya.
GRAUUUMMM ...
GGRR ...
BUGHH ...
Gadis itu tersandung sebuah akar yang menjalar di atas tanah dan tubuhnya mulai terhuyung terjatuh.
"Arghhh ..." pekik gadis itu mengaduh kesakitan dan berusaha untuk segera bangun kembali.
Namun belum sempat berdiri kembali untuk melarikan diri, harimau besar berwarna putih itu kini telah melompat tinggi di udara dan lompatannya cukup jauh.
Harimau putih itu sudah bersiap untuk menerkam sang gadis yang masih terduduk dan gemetaran karena ketakutan.
"Hhuupp ..." Zhou melakukan sebuah lompatan tinggi dan kini sudah berdiri tepat di depan gadis itu.
Dengar gerakan refleknya dan begitu alami, Zhou kembali menggunakan kekuatannya di luar kesadarannya. Seolah tubuhnya sudah begitu terbiasa dan sangat lihai dalam segala hal.
"Tinju membelah langit!! Hiaatthhh ..." teriaknya sambil melayangkan tinju dari tangan kanannya dan tepat mengenai siluman harimau putih itu.
BUAKKK ...
KKKIIIKKK ...
Dalam sekali hantaman saja, siluman harimau putih itu sudah berhasil dikalahkan oleh Zhou. Seperti saat dia mengalahkan siluman srigala di hutan bayangan beberapa hari yang lalu. Darah segar itu kembali berhamburan di udara, seperti jatuhnya air hujan dari atas langit dan membasahi pakaian dan tubuh Zhou.
"Te-terima, Tuan. Terima kasih sudah menyelamatkan hidupku, Tuan." ucap gadis itu bersujud pada Zhou.
"Jangan seperti itu. Bangunlah ..." sahut Zhou merasa aneh karena mendapatkan perlakuan dari gadis itu.
Gadis itu mulai bangun kembali, meskipun sebenarnya tubuhnya masih terasa lemas karena syok saat bertemu dengan siluman harimau putih yang sudah hampir menerkamnya.
"Tuan, pakaianmu penuh dengam darah siluman harimau putih itu. Ijinkan aku untuk mencucinya untuk membalas kebaikanmu." ucap gadis itu dengan tulus
"Tidak perlu. Aku akan mencucinya di sungai saja nanti. Apa yang sedang kamu cari di dalam hutan hujan ini seorang diri? Kamu bahkan tak bisa bela diri? Bagaimana jika ada yang berusaha untuk menyerangmu lagi?"
"Namaku adalah Meisa. Aku adalah pelayan istana Nobuhide. Dan sebenarnya aku datang bersama beberapa pengawal kerajaan untuk mencari tanaman obat sesuai perintah dari tabib kerajaan. Namun aku malah terpisah dengan mereka." jelas gadis itu.
"Aku Zhou. Dan aku tinggal di pedesaan Nobuhide. Aku adalah penduduk biasa. Jadi jangan memanggilku tuan." ucap Zhou.
"Baiklah, Zhou. Besok di istana akan diadakan beberapa kompetisi. Melihat kemampuan dan bakat yang kamu miliki, sepertinya akan sangat bagus untuk kamu. Jika kamu bersedia kamu juga bisa ikut berpartisipasi." ucap Meisa lagi terlihat begitu antusias.
"Aku rasa aku tidak bisa meninggalkan pedesaanku." ucap Zhou dengan berat, karena dia masih memiliki tanggung jawab untuk istrinya.
Dan tentu saja meninggkan istrinya walaupun hanya sementara akan membuatnya bersedih dan tak tega.
"Kenapa? Kaisar Yoshinao Nobuhide akan merayakan kelahirannya. Beliau memberikan hadiah emas yang sangat banyak! Dan hadiah yang akan diberikan bukanlah main-main. Bahkan para peserta yang ikut berpartisi juga akan mendapatkan hadiah untuk kontribusi. Apalagi pemenangnya! Jangan melewatkan kesempatan ini, Zhou! Datanglah besok pagi!"
Ucap gadis itu sangat bersemangat, karena dia sangat yakin jika Zhou sangat berbakat dan memiliki bakat yang sangat luar biasa untuk memenangkan kompetisi itu.
"Memang kompetisi apa saja yang akan dilakukan?"
"Banyal sekali! Ada memanah, bermain shogi (catur) dan masih banya lagi!" ucap Meisa masih begitu antusias dan berharap Zhou akan berubah pikiran.
Namun belum sempat Zhou menjawabnya, kini mulai terdengar beberapa kuda yang ditunggangi oleh pria dengan pakaian zirahnya mulai mendekat.
"Zhou! Itu para prajurit istana! Aku akan pergi! Jangan lupa untuk datang ke istana! Karena itu untuk umum, dan siapapum bisa ikut berpartisipasi! Sampai jumpa! Jaa matte ne, Zhou-kun!" ucap Meisa penuh binar dan mulai berlalu.
Zhou hanya terdiam menatap kepergian Meisa dan para prajurit istana.
Sebenarnya Zhou sama sekali tak tertarik untuk ikut dalam kompetisi yang akan diselenggarakan oleh sang kaisar Yoshinao Nobuhide. Namun saat mengingat hadiah itu, sebenarnya hatinya mulai goyah.
Hingga akhirnya saat di rumah Zhou mulai bercerita kepada Lily, dan Zhou ingin minta pendapat dari sang istri. Karena Zhou tidak akan mengambil keputusan sendiri.
"Suamiku, pergilah jika kamu ingin pergi. Apapun yang kamu lakukan, aku akan selalu mendukungmu." ucap Lily setelah mendengarkan cerita dari Zhou saat bertemu dengan Meisa yang mengatakan jika akan ada kompetisi di istana.
"Tapi, Lily. Kompetisi itu akan diadakan 2 hari hingga 3 hari. Dan itu artinya aku tidak akan pulang selama mengikuti kompetisi itu. Lalu bagaimana dengan kamu ..." ucap Zhou mengkhawatirkan sang istri.
"Aku akan baik-baik saja. Dan aku akan selalu menjaga diriku dengan baik untukmu. Aku akan menunggumu kembali." ucap Lily dengan hangat dan mengusap sisi samping wajah tampan itu. Senyuman manis juga terukir menghiasi wajah ayunya.
Zhou mulai meraih jemari Lily yang masih mengusap sisi samping wajahnya.
"Terima kasih, Istriku. Aku akan berusaha sebaik mungkin. Aku akan berusaha untuk selalu membahagiakanmu." ucap Zhou merasa mulai bersemangat, karema Lily juga selalu mendukungnya.
"Aku sangat beruntung memilikimu. Terima kasih sudah menerimaku yang penuh dengan kekurangan ini. Terima kasih kamu selalu bersabar selama ini ..." ucap Zhou dengan tulus dan menatap dalam Lily.
"Di dunia ini tak ada yang sempurna. Namun saling melengkapi kekurangan satu sama lain akan menyempurnakan semuanya. Kebahagiaan bisa kita dapatkan dari hal-hal sederhana dan tidak selalu tentang kemewahan, harta dan martabat. Aku ... mencintaimu apapun dan bagaimanapun kamu, Suamiku." ucap Lily sepenuh hati dan sangat jujur.
Zhou yang mendengarkan untaian kata dari Lily merasa begitu terharu dan bahagia. Perlahan Zhou mulai memiringkan wajahnya dan semakin mendekati wajah Lily. Bahkan perlahan Zhou juga mulai mendorong tubuh Lily hingga Lily terbaring di atas pembaringan sederhana itu.
...⚜⚜⚜...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 127 Episodes
Comments
Labib Zack Lee Jr
komen komen komen mari biasakan komen positif
2023-04-10
1
Labib Zack Lee Jr
up up up up up seng penting up
2023-04-10
1
꧁❧❤️⃟Wᵃf ʜꙷɪᷧɑⷮɑͧтᷡʰᵉᵉʳᵅ❦꧂
apakah zhou akan datang ke istana untuk ikut kompetensi itu dan apakah di istana nanti zhou akan kembali mengingat semua nya
2023-03-02
1