Zhou cukup bingung dengan penawaran dari sang Kaisar. Terlebih jika Zhou menerima tawaran itu, itu berarti Zhou akan meninggalkan dan berjauhan dengan Lily. Dan mungkin hanya bisa bisa beberapa kali saja bertemu dengan sang istri. Itupun jika Zhou memiliki waktu luang untuk mengunjungi Lily.
GREPP ...
Lily mulai meraih jemari Zhou yang sudah terasa sedikit dingin itu. Lamunannya kembali sirna saat kehadiran Lily yang menyusulnya saat Zhou melamun di teras rumahnya sambil menatap dedaunan kekuningan dan kemerahan yang sedang berguguran itu.
"Aku akan mendukung setiap langkahmu, Suamiku. Apapun keputusanmu, aku akan mendukungmu." ucap Lily dengan hangat dan tersenyum teduh.
Helaan nafas panjang mulai dilakukan oleh Zhou sambil menatap genggaman tangan mereka berdua.
"Jujur ... sebenarnya aku sangat ingin sekali mencobanya. Aku ... ingin maju, berubah, dan sukses agar bisa membahagiakan kamu dan juga keluargamu, Lily. Aku ingin bekerja dan bisa mendapatkan emas yang banyak. Aku ingin menjadi berguna untuk kalian. Tapi ... aku juga ragu dan khawatir jika harus meninggalkanmu." ucap Zhou yang sepertinya sangat bingung.
"Lily akan baik-baik saja. Kamu pergilah dan jangan mengkhawatirkan apapun. Mungkin ini adalah sebuah jalan untukmu, untuk membantumu mengungkap siapa dirimu yang sebenarnya, Zhou!" ucap Hiroki Feng tiba-tiba yang mendatangi mereka berdua.
Ijin dari Hiroki Feng dan dukungan dari sang istri akhirnya menjadikan penyemangat untuk Zhou. Hingga pada akhirnya Zhou memutuskan untuk menerima tawaran itu.
Dan keesokan harinya Zhou mulai berangkat ke istana dengan berjalan kaki. Karena dia tidak memiliki kuda.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, akhirnya Zhou telah tiba di istana Nobuhide. Zhou tiba saat senja. Beberapa pelayan istana mulai melayaninya dan mengantarkannya untuk segera beristirahat, karena Zhou adalah salah satu pemuda yang diinginkan oleh sang Kaisar Nobuhide untuk dijadikan sebagai prajurit istananya.
Dan tentunya hal itu adalah karena bakat serta kemampuan luar biasa yang dimiliki oleh Zhou. Bahkan sebenarnya bukan hanya Zhou yang mendapatkan penawaran ini, Luoyi juga terpilih dan menjadi salah satunya. Hingga akhirnya mereka berdua kembali bertemu di istana Nobuhide. Hanya saja mereka tidak berada di dalam satu kamar yang sama.
Hari demi hari berlalu. Dan Zhou juga mulai berlatih dan beradaptasi untuk beberapa pelatihan keras di istana. Dan semua pelatihan itu bisa dilakukan oleh Zhou dengan sangat baik, hingga membuat takjub panglima perang, shogun, maupun sang kaisar saat melihatnya secara langsung.
Selama ini mereka hanya mengamati saja dari kejauhan disaat para prajurit berlatih di tempat pelatihan di istana.
Suatu ketika mereka berlatih bersama dengan menggunakan katana. Dan mereka saling berpasangan dengan prajurit lainnya untuk berduel dengan menggunakan katana masing-masing.
Dan kali ini rupanya Zhou kembali dipasangkan dengan Luoyi. Luoyi terlihat mulai meyeringai menatap Zhou ketika mereka sudah berada di dalam arena latihan.
"Kita bertemu kembali, Zhou! Apa kamu bodoh hingga menerima tawaran dari kaisar Yoshinao Nobuhide? Mengapa kamu meninggalkan istrimu? Jika aku yang menjadi suaminya, maka aku tak akan melakukan semua ini!" ucap Luoyi memojokkan Zhou.
"Oh ... iya ... aku lupa! Kau kan miskin. Sudah pasti kamu akan menerima tawaran dari kaisar Yoshinao Nobuhide bukan? Hhmm ... berbeda denganku! Karena tujuan utamaku menerima tawaran dari kaisar adalah bukan karena bayaran emas yang banyak! Tapi karena aku yang memang ingin mengabdikan diriku untuk kekaisaran Nobuhide." sambung Luoyi tersenyum miring menatap Zhou.
Zhou hanya menatap pemuda itu datar dan sudah bersiap dengan katana sakabato miliknya. Bahkan Zhou sudah mengeluarkan katana dengan bilah terbalik itu dari sarungnya.
"Seharusnya kamu selalu menemani Lily, Zhou! Atau apakah kamu ingin menyerahkan dia padaku saja? Aku bisa merelakan pekerjaan istana ini dan kembali ke desa jika kamu mau. Aku akan menikahi Lily dan menjaganya dengan sepenuh hati. Sudah lama aku ingin menikmati kecantikannya ..."
Kicauan dari Luoyi membuat Zhou merasa muak dan mulai murka kembali. Ucapan dari Luoyi membuat Zhou teringat dengan bandit dari pedesaan Persik putih itu yang pernah menyentuh istrinya.
Seketika amarahnya mulai datang meluap-luap. Dengan sepasang mata yang dipenuhi dengan amarah yang berkobar, kini Zhou mulai meraih leher Luoyi dengan tangan kirinya dan mencengkeramnya kuat hingga mengangkatnya tinggi ke udara.
"Kkkkkk ... lep-pas, Breng-sseekkkk ... kkkk ..." Luoyi terlihat kesulitan untuk bernafas dan berusaha untuk melepaskan cengkeraman kuat dari Zhou.
Namu Zhou sama sekali tak melepasnya dan malah semakin kuat mencekik leher Luoyi.
"Jaga bicaramu, atau aku akan memecahkan urat nadimu saat ini juga!!" geram Zhou memperingatkan dengan penuh penekanan dan masih dipenuhi dengan aura kelam dan ingin membunuh.
"Kkkkk ... akkhh ... breng-sekkkkk ..." bukanya memohon untuk dilepaskan, namun Luoyi malah masih saja mengumpat kasar.
Zhou semakin memperkuat cengkeramannya.
"Zhou! Lepaskan dia!!" tiba-tiba seorang pemimpin prajurit mulai datang menghampiri mereka berdua untuk menghentikan semua itu.
Dengan terpaksa akhirnya Zhou mulai melepaskan cengkeramannya dan membuat tubuh Luoyi terjatuh begitu saja di atas tanah.
BGUGGH ...
"Uhukkk ... uhukkk ... uhukkk ..." Luoyi terbatuk-batuk dan memegangi lehernya.
Sialan!! Padahal hanya menggunakan tangan kirinya saja, namun cengkeramannya sangat kuat sekali!! Dasar monster!! Auranya juga sangat berbeda sekali dia ... hah ... sakit sekali leherku ...
Batin Luoyi masih mengatur kembali nafasnya yang belum stabil dan naik turun.
"Apa yang sedang kamu lakukan?! Kita sedang berlatih dengan menggunakan katana? Mengapa kamu malah hendak membunuhnya?!" pemimpin prajurit itu mulai mengintimidasi Zhou.
Zhou hanya terdiam tak menjawab pertanyaan dari prajurit itu, Zhou masih saja menatap tajam ke arah Luoyi.
"Sepertinya dia gila! Usir saja dari istana atau dia akan membunuh orang lain nantinya. Sangat berbahaya. Hiiyy ..." celutuk Luoyi yang kini mulai bangun kembali.
"Diam kamu, Luoyi!! Aku sudah memperhatikan kalian sejak dari tadi! Dan aku harap kamu juga bisa menjaga bicaramu itu!" tandas prajurit itu mulai beralih menatap Luoyi tajam.
Seketika Luoyi terdiam seribu bahasa, meskipun hatinya merasa sangat kesal.
"Kalian berdua lanjutkan latihan dengan pedang kalian!" perintahnya lagi dengan tegas.
Tak ada pilihan lain, akhirnya Luoyi dan Zhou mulai berlatih kembali. Dan kali ini mereka menggunakan katana masing-masing.
Masih dengan diri yang dipenuhi amarah, Zhou dengan mudahnya mengalahkan Luoyi begitu saja. Karena kekuatannya yang begitu kuat dan tersalurkan pada katana sakabato miliknya higga membuat pedang Luoyi terpatahkan kembali menjadi 2 bagian.
Luoyi merasa kesal bukan main. Karena ini adalah kedua kalinya pedang miliknya dirusakkan oleh Zhou begitu saja.
"Kauuuu!! Kini kau merusak katana peninggalan dari leluhurku??!!" tandas Luoyi begitu kesal dan dipenuhi amarah.
Belum sempat Zhou menjawabnya, tiba-tiba saja seorang gadis hadir dan segera menarik tangan Zhou begitu saja untuk meninggalkan tempat itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 127 Episodes
Comments
Sak. Lim
klaw ga bisa bruba bkal hilg di crta kmu
2023-09-13
0
Labib Zack Lee Jr
up up up up up seng penting up to komen komen komen mari biasakan komen positif
2023-04-10
1
Labib Zack Lee Jr
fast like fast komen yang pasti like seng penting komen
2023-04-10
1