Malam kedua menjelang bulan purnama telah tiba. Suasana hutan bayangan yang begitu gelap gulita, dingin dan dipenuhi dengan kabut yang cukup tebal menghiasi malam ini, menjadikannya semakin mencekam.
Suara hewan buas ataupun entah suara para siluman itu kini mulai terdengar saling bersahutan. Dan suara-suara itu mulai terdengar semakin jelas, seakan perlahan mulai mendekati Zhou yang masih duduk bersilang di atas bumi hutan bayangan ini.
Zhou masih saja tetap berkonsentrasi penuh tanpa menghiraukan sekitarnya. Namun sebenarnya Zhou selalu waspada. Bahkan meskipun sepasang matanya masih terpejam rapat, dia bisa menangkap dan mengetahui apa saja yang berada di sekitarnya.
Suara itu semakin mendekat dan mendekat ke arah Zhou. Namun para siluman itu seakan begitu ragu-ragu saat mendekati Zhou.
AUUUUMMMM ...
GGRR ...
Seekor serigala yang berukuran sangat besar dengan sepasang mata merahnya yang menyala tajam, mulai melompat ke arah Zhou dan bersiap untuk menerkam Zhou.
Tepat saat seekor srigala itu hanya berjarak beberapa inchi saja dari Zhou, Zhou mulai membuka sepasang matanya. Dan lagi-lagi sebuah gerakan tak terduga mulai dia lakukan secara alami. Bahkan gerakan dan nama dari gerakan ini sama sekali tak pernagh dia pelajaru dari Hiroki Feng.
"Tinju membelah langit. Hiattthhh ..."
DUAKKKK ...
BBUUMMM ...
KIIKKKK ...
Zhou mengepalkan tangan kanannya dan reflek menggunakan tinjunya untuk menghantam siluman srigala itu. Bahkan dalam hanya sekali hantaman saja siluman srigala yang terkenal kuat itu seketika menjadi debu begitu saja.
Darah siluman srigala itu berhamburan di udara dan mulai terjatuh seperti air hujan yang sesang turun saja, sehingga membuat Zhou bermandikan dengan darah siluman srigala itu.
Semua siluman lainnya yang menyaksikan semua itu, seketika tubuh mereka mulai gemetaran saking ketakutannya. Hingga akhirnya mereka semua mulai melarikan dari hadapan Zhou dan segera bersembunyi.
Lagi-lagi Zhou mulai merasa kebingunan lagi. Zhou mulai menatap kedua belah tangannya yang sudah berlumuran dengan darah siluman srigala itu dan mulai membolak-balikkan kedua tangannya.
"Tinju membelah langit?" gumamnya kebingungan.
Karena masih merasa cukup bingung dan tidak mengerti, akhirnya Zhou mulai bangkit dari duduknya. Kini Zhou mulai memejamkan sepasang matanya dan mengepalkan tangannya kembali.
Setelah memfokuskan titik cakra pada telapak tangan kanannya. Kini Zhou semakin memperkuat kepalan tangannya dan berniat untuk menghantamkannya pada tumpukan bebatuan yang sebuah goa raksasa di hadapannya.
"Tinju membelah langit!!! Hhiaatthhh ..."
DUAKKK ...
BRUGGHH ...
BRUGH ...
Seketika bebatuan goa raksasa itu bergetar dengan hebat, dan perlahan bebatuan itu mai hancur menjadi bebatuan-bebatuan kecil. Bahkan sebagian ada yang melebur menjadi debu.
Dan betapa syoknya Zhou ketika dia melihat semua ini. Sebuah kekuatan luar biasa yang selama ini terpendam di dalam dirinya.
"Kuat sekali! Kekuatan ini dasyat dan sangat luar biasa ..." gumam Zhou masih saja merasa begitu syok dan takjub.
Dan lagi-lagi Zhou memandangi jemarinya seolah masih tak mempercayai semua itu.
...⚜⚜⚜...
Sementara itu Lily yang telah mengetahui jika suaminya sedang berada di dalam hutan bayangan seorang diri, kini mulai resah dan gelisah.
Bahkan wanita cantik itu tak pernah bisa tidur dengan baik selama beberapa hari ini karena selalu saja mengkhawatirka Zhou yang entah bagaimana nasibnya saat ini.
Karena hutan bayangan memang sangatlah berbahaya dan mematikan. Hutan itu sangat tidak bersahabat dan telah ditempati oleh ribuan siluman selama berabad-abad.
"Suamiku Zhou ... hiks ... semoga kamu baik-baik saja, Suamiku. Hisks ..." Lily tak kuasa lagi untuk menahan air matanya, hingga lelehan air mata hangat itu mulai membasahi pipi mulusnya.
Setiap hari dan setiap saat Lily selalu saja memandangi luar rumahnya melalui jendela kamarnya. Wanita cantik itu berharap, jika dia akan segera melihat sosok sang suami yang kembali pulang ke rumah. Namun berhari-hari telah berlalu. Dan Zhou belum juga kembali.
Sementara itu para pemuda di pedesaan Nobuhide yang memang sangat tidak menyukai Zhou, kini tentunya mereka merasa sangat bahagia setelah mendengarkan kabar burung itu.
Jika Zhou telah ditinggalkan oleh Hiroki Feng di dalam hutan bayangan seorang diri. Para pemuda di pedesaan Nobuhide berpesta penuh dengan kemenangan untuk merayakan menghilangnya Zhou.
Karena mereka pikir tak akan ada lagi murid kesayangan dari sang guru besar maupun kesayangan dari para tetua di pedesaan mereka.
"Ckk ... pasti sampah miskin itu sudah mampus saat ini! Seorang pengembara yang kebetulan berada di sekitar hutan bayangan beberapa malam yang lalu menyaksikan jika kemarin malam terjadi hujan darah di dalam hutan bayangan. Bahkan ada sebuah dentuman keras sekali. Lolongan srigala dan para siluman yang membuat bulu kuduk merinding juga begitu jelas dia dengarkan. Ckk ... pasti Zhou sudah diterkam dan menjadi santapan para siluman itu. Gyahaha ..."
Ujar seorang pemuda tertawa renyah dan terlihat begitu bahagia atas kabar yang mulai beredar di pedesaan Nobuhide.
"Kasihan sekali Zhou! Ahahaha ... malang sekali nasibnya. Sudah miskin, tak berguna dan kini malah menjadi santapan dari para siluman di dalam hutan bayangan. Ckkk ... miris sekali! Ahaha ..." timpal pemuda lainnya lagi dengan tawa yang cukup menggelegar.
"Biarkan saja dia mati! Kedatangannya di desa Nobuhide telah merusak segalanya!! Dan ini adalah hukuman yang tepat untuk sampah itu!" tandas salah satu dari pemuda itu dengan suara tegasnya.
Namun tiba-tiba saja dari arah kejauhan, terlihat seorang pemuda yang melenggang dengan langkah lebar dan gagahnya mulai memasuki pedesaan Nobuhide.
Pemuda itu mengenakan yukata baju berwarna merah dan dipadankan dengan hakama samurai ( pakaian luar tradisional Jepang yang dipakai untuk menutupi pinggang sampai mata kaki) berwarna putih.
Jubah dan pakaiannya yang pada awalnya berwarna terang kini sudah hampir seluruhnya memudar kemerahan merata. Karena beberapa saat yang lalu, dia hanya mencuci seadanya saat melewati sebuah anak sungai.
Semua orang yang pada awalnya menertawakan berita kematian Zhou, kini seketika mereka tercengang setelah melihat kehadiran pemuda itu yang malah terlihat semakin segar bugar.
"Tidak mungkin ... ini tidak mungkin bukan? Bagaimana mungkin sampah sialan itu bisa tetap hidup setelah beberapa hari berada di dalam hutan bayangan itu? Ini tidak benar ..." gumam salah satu pemuda masih menatap Zhou dari kejauhan tanpa berkedip.
"Benar, Loiyu. Bahkan pendeta itu menyaksikannya sendiri ... jika beberapa malam yang lalu telah terjadi hujan darah dan gempa yang sangat kuat yang berasal dari dalam hutan bayangan. Lalu ... bagaimana Zhou masih bisa selamat dan masih tetap hidup?" sahut pemuda lainnya lagi tak kalah syok.
"Ini sungguh tidak masuk akal ..." sahut pemuda lainnya lagi.
"Ini pasti hanya sebuah kebetulan saja! Dia tidak kuat! Dan dia tidak memiliki bakat dalam bela diri apapun!!" pemuda lainnya mulai menepis dan menyangkal semua kenyataan yang telah terjadi saat ini.
Sedangkan Hiroki Feng dan para tetua desa Nobuhide yang kebetulan saat ini sedang berada di tempat ini, mulai menyambut hangat Zhou. Zhou dengan sangat sopan dan begitu merendah, juga mulai memberikan salam penghormatannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 127 Episodes
Comments
Sak. Lim
dasar naaaaaaif goblokkkk sadar diri sendiri lmah ngapain ngatain orang lain pecundang
2023-09-13
0
Labib Zack Lee Jr
komen komen komen mari biasakan komen dari up up up up up seng penting up
2023-04-09
1
Labib Zack Lee Jr
up up up up up seng penting up to komen komen komen mari biasakan komen positif
2023-04-09
1