Penobatan murid terbaik baru saja selesai dilakukan di dalam sebuah paviliun yang berada tak jauh dari kuil Hyonji. Kuil dimana biasanya mereka berdoa bersama. Dan Zhou-lah yang telah dinobatkan sebagai murid terbaik pada tahun ini.
Para tetua dan guru besar memberikan berkatnya untuk Zhou. Mereka begitu bangga dan sangat menyukai Zhou. Bakat terpendamnya seperti sebuah mutiara indah yang terbungkus rapi di dalam dirinya, seolah tak ada seorangpun yang bisa melihatnya sebelumnya.
Kini semua orang telah mengakuinya jika Zhou bukanlah pemuda biasa. Dia adalah salah satu pemuda dengan bakat alami yang sudah tertanam pada dirinya.
Penguasaan ilmu yang cukup tinggi dan menakjubkan yang Zhou miliki tak sedikitpun membuat Zhou berubah. Dia tetaplah Zhou yang rendah hati dan tak pernah merasa tinggi. Bahkan siluman tingkat tinggi penjaga pusaka katana Azzael shin guto saja rela bersujud dan memohon kematiannya saat itu.
Di sisi lain, Luoyi yang sedang bersama teman-temannya di dekat kaki gunung fuji terlihat sedang uring-uringan sendiri untuk meluapkan amarahnya saat ini.
"Hiitthh ... brengsek!!"
DUAKK ...
Luoyi menghantamkan tinjunya pada sebuah pohon besar hingga membuat buku-buku tangannya mengeluarkan darah segar.
Wajahnya yang putih seketika menjadi merah karena amarah yang semakin meluap-luap dan hanya bisa dia lampiaskan untuk menghamtam pohon di hadapannya itu.
"Sampah itu benar-benar sudah menghancurkan hidupku!! Bahkan ayah sangat marah padaku karena tahun ini aku tidak bisa menjadi murid terbaik karena si brengsek itu!! Brengsekkkkkkkk!!! Hiiithhhh ..." Luoyi kembali mengumpat kesal sambil menghantamkan tinjunya mengenai pohon itu lagi.
DUAKKK ...
BUGHH ...
BUAKKK ...
"Berhentilah, Luoyi! Kamu hanya menyiksa diri jika seperti ini!" Yama berusaha untuk menghentikan sahabatnya karena buku-buku tangan Luoyi sudah sangat memar.
Luoyi menghentikan dirinya dan menyandarkan tangan kanannya pada pohon itu. Nafasnya masih terlihat naik turun.
"Sialan!! Dia sudah merebut Lily dariku. Dia juga merebut penghargaan ini dariku! Dan dia juga merebut katana abadi peninggalan dari Dewa Azzael yang seharusnya menjadi milikku!! Aarhhhh" geram Luoyi frustasi.
"Ingin rasanya aku melenyapkannya dari muka bumi ini!!" imbuhnya lagi dengan tatapan tajamnya.
"Panggil dia kesini! Aku ingin menghajarnya!!" titah Luoyi dengan suara menggelegar.
Salah satu temannya atau lebih tepatnya salah satu anak buahnya kini mulai pergi untuk memenuhi perintah dari Luoyi. Hingga akhirnya beberapa saat pemuda itu segera membawa Zhou kepada Luoyi.
Karena pada saat itu Zhou sedang berada di pinggiran sungai yang berada tak jauh dari mereka untuk berlatih dan juga memancing.
"Ada apa, Luoyi? Apa kamu ada kepentingan denganku?" tanya Zhou datar.
Luoyi menatap tajam Zhou dan mulai melenggang mendekati Zhou. Sangat jelas tersiratkan kebencian melalui sepasang mata dengan pupil hitam kecoklatan itu.
"Hhm!! Ayo kita berduel!!" tandas Luoyi mengangkat kepalanya dan sedikit mendongakkannya.
Congkak, sombong, merasa besar, tak bisa mengakui keunggulan orang lain, begitulah karakter yang melekat kuat pada pemuda bernama Luoyi itu.
"Aku tidak ingin bertarung denganmu. Dan aku harus segera pulang karena istriku sedang menungguku di rumah." sahut Zhou seadanya sambil melihat kembali sebuah wadah kecil yang berisi beberapa ikan pancingannya beberapa saat yang lalu.
Luoyi yang mendengarkan ucapan dari Zhou, seketika menjadi semakin kesal, karena prmuda itu malah mengira jika Zhou sedang memamerkan Lily di hadapannya.
DUUAKKK ...
Akhirnya Luoyi mulai menendang wadah kecil itu hingga membuat ikan yang berada di dalamnya tumpah terjatuh dan terkapar di atas tanah. Ikan-ikan itu mepompat-lompat seakan sedang tersiksa karena tak ada air.
Luoyi masih saja menatap tajam Zhou seakan masih belum puas jika dia belum melihat Zhou terluka atau Zhou mati.
Sementara Zhou hanya menatap nanar ke arah ikan-ikan yang sudah terjatuh itu. Disaat Zhou jongkok untuk memungut ikan-ikan itu dan memasukkannya ke dalam wadahnya kembali, disaat itulah Luoyi kembali menendang wadah itu, hingga wadah itu kembali terhempas dari tangan Zhou.
DUIINGGG ...
PLETAKK ...
"Hadapi aku dan jangan malah mengurus ikan-ikan itu!!" ucap Luoyi dengan nada tinggi dan berkacak pinggang menunduk menatap Zhou yang masih saja jongkok.
"Apa yang kamu inginkan dariku?" tanya Zhou mulai berdiri kembali menatap datar pemuda itu.
"Serahkan katana Azzael shin guto padaku! Maka aku akan melupakan semua kesalahanmu!"
"Semua kesalahanku? Memang aku melakukan apa untukmu? Aku tidak pernah mengusik hidupnmu, Luoyi. Dan lagi, katana Azzael shin guto telah dipercayakan oleh Dewa Azzael dan juga guru besar Hiroki Feng kepadaku. Aku akan tetap menjaganya selama aku masih bernafas." jawab Zhou dengan tenang, tanpa sedikitpun terprovokasi oleh Luoyi.
"Ckkk ... kau merasa lebih hebat rupanya ya!! Baiklah sekarang hadapilah aku!!" kini Luoyi mulai menarik katana miliknya. Dan mengeluarkannya dari sarungnya.
SRRTT ...
Pedang berbilah satu itu terlihat begitu berkilauan saat cahaya mentari menyinarinya.
"Hiatthh ..." Luoyi mulai mengayunkan katana itu ke udara untuk menyerang Zhou.
Zhou menghindari serangan demi serangan dengan sangat baik. Dan Luoyi juga tak pernah lelah untuk berusaha menyerang Zhou.
Sebenarnya Luoyi adalah samurai yang cukup hebat dan handal. Dia kuat dan juga gesit. Hanya saja hatinya sedikit gelap dan mudah merasa iri atas keberhasilan orang lain yang melampaui dirinya.
Setelah cukup lama hanya berusaha menghindari serangan dari Luoyi, kini Zhou mulai memungut sebuah pisau kecil yang berada tak jauh dari dirinya. Dan sebenarnya itu adalah pisau milik warga yang sedang berjualan tak jauh dari mereka berada.
"Hiatthhh ..." Luoyi kembali mengayunkan katana kesayangannya.
Dan kali ini Zhou tidak menghindarinya lagi. Dia menahan serangan Luoyi menggunakan pisau kecil itu.
TRANG ...
SSRTT ...
Keduanya saling mengerahkan kekuatan disaat senjata mereka saling bertemu. Mereka saling menahan dan berusaha untuk mendorongnya untuk bisa tetap bertahan.
Semua orang yang menyaksikan duel kedua pemuda itu sebenarnya merasa cukup tegang. Namun tak ada satupun dari mereka yang berani untuk menghentikan duel itu.
Karena temperamen Luoyi sangatlah buruk. Apa yang sudah menjadi keinginannya maka akan terlaksana. Seperti itulah dirinya.
Setelah beberapa saat saling bertahan dan menyerang ketika kedua senjata mereka saling bergesekan, kini Zhou mulai memfokuskan kekuatannya pada titik tangannya.
Pertahanan Zhou semakin bertambah kuat, hingga membuat Luoyi sedikit terdorong mundur. Hingga akhirnya sesuatu uang cukup mengejutkan terjadi dan membuat syok semua orang.
SSRRTTT ...
KLAANGG ...
Tiba-tiba saja katana milik Luoyi terpotong menjadi 2 bagian karena terkena pisau dari Zhou. Dan Zhou menghentikan serangannya tepat disaat pisau kecil itu hanya tersisa beberapa inchi saja dari wajah Luoyi.
Jika saja Zhou tak cepat segera menahan gerakannya, mungkin Luoyi akan benar-benar terluka saat ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 127 Episodes
Comments
Sak. Lim
maling triak mling dri sendiri goblok pengecuuuuut ngatain orang
2023-09-13
0
Labib Zack Lee Jr
komen komen komen mari biasakan komen positif
2023-04-10
1
Labib Zack Lee Jr
up up up up up seng penting up
2023-04-10
1