Ditengah angin kencang itu, Zhou mulai mendekati pedang pusaka abadi itu dan mulai meraih pegangannya. Hingga akhirnya pedang itu bisa diraih dan diangkat tinggi ke udara dengan mudahnya oleh Zhou.
Seketika angin kencang itu mulai berhenti disaat Zhou mengangkat tinggi pedang itu.
"Ti-tidak mungkin ..." gumam makhluk bertubuh setengah kuda dan setengah manusia itu seakan masih tak percaya.
Bukan hanya makhluk itu saja yang terkejut, Zhou sebenarnya juga cukup terkejut. Bahkan seluruh orang yang berada di tempat juga mulai merasakan sesuatu yang sedikit berbeda. Karena angin kencang itu tiba-tiba saja mulai menghilang kembali.
"Ampunilah hamba yang tak mengenali Yang Mulia ..." makhluk itu mulai duduk bersujud menghadap Zhou, seakan sedang meminta pengampunan kepada sang Dewa.
"Yang Mulia, saya akan merasa terhormat jika yang mulia menepati janji yang mulia dengan mengantarkannya nyawa saya ke tempat peristirahatan abadi dengan menggunakan pusaka abadi itu. Saya mohon, Yang Mulia. Gunakan pusaka abadi itu untuk menghunus tepat pada jantung saya."
Pada awalnya Zhou merasa begitu ragu untuk melakukan semua itu. Namun akhirnya dia mulai mengayunkan pedang bercahaya putih kebiruan itu ke udara dan mulai menghunus bagian vital dari makhluk itu.
JLEBB ...
Satu tikaman saja dari pusaka abadi itu, seketika membuat makhluk ini menghembuskan nafas terakhirnya lalu perlahan tubuhnya melebur bagaikan debu yang beterbangan.
Sementara itu ...
Yama dan Luoyi terlihat masih berada di jalan yang sama. Namun mereka juga menyadari jika sesuatu baru saja terjadi.
"Luoyi, sebaiknya kita segera kembali saja yuk! Semakin lama tempat ini terasa semakin dingin saja." gumam Yama menyarankan.
"Haa? Apa? Meninggalkan tempat ini tanpa menemukan pusaka abadi itu? Apa kamu gila, Yama?! Aku tidak akan keluar sebelum menemukan pusaka abadi itu! Dan aku akan membawanya kembali bersama denganku pusaka itu!" tandas Luoyi dengan tegas.
SSHHH ...
SSHH ...
Desis suara ular dengan jumlah yang cukup banyak mulai terdengar semakin mendekati dan mengepung mereka.
"Sialan!! Ayo kita kembali saja!! Ular ilusi sangat berbahaya, Luoyi! Mereka tidak akan pernah melepaskan kita jika sampai mereka menangkap kita!" tanpa menunggu jawaban dari Luoyi, Yama langsung menarik tangan Luoyi saking panik dan ketakutan.
Setelah beberapa saat akhirnya semua pemuda itu sudah berhasil keluar dari labirin ilusi raksasa itu dengan menggunakan kemampuan dan bakatnya masing-masing.
Dan Zhou-lah yang paling akhir keluar dengan membawa sebuah pedang yang selalu memancarkan cahaya putih kebiruan itu. Semua orang dibuat melongo menyaksikan semua ini.
Pemuda yang selalu mereka anggap lemah, namun kini bisa menemukan pusaka abadi yang merupakan peninggalan dari Dewa Azzael. Sebuah pusaka yang selalu terjaga dan tak pernah terlihat oleh semua orang. Dan rupanya dia telah memilih Zhou.
Dengan begitu penuh hormat, Zhou segera menghadap Hiroki Feng. Guru besar sekaligus kakeknya. Zhou menyodorkan pusaka abadi itu untuk sang guru besar dengan duduk bersimpuh di hadapannya.
Hiroki Feng sungguh merasa takjub luar biasa. Namun rupanya Hiroki Feng menolak pusaka abadi itu.
"Pusaka abadi Azzael shin guto ini telah memilihmu sebagai pemiliknya, Zhou! Simpanlah baik-baik dan gunakan untuk menciptakan kedamaian di muka bumi ini!" ucap Hiroki Feng menatap lurus pemuda itu. "Tugasku disini adalah sebagai perantara saja untuk mempertemukan pusaka ini dengan tuan barunya saja."
Dan tentu saja ucapan dari Hiroki Feng membuat semua anak muridnya melongo dan menjadi semakin iri kepada Zhou. Terutama Luoyi.
...⚜⚜⚜...
Hari ini di pedesaan Nobuhide akan diadakan beberapa perlombaan untuk murid terbaik pada tahun ini. Ada berbagai macam perlombaan, seperti yabusame, duel dengan menggunakan katana, ataupun masih banyak lagi.
Yabusame merupakan bela diri memanah Jepang lainnya, selain kyudo tentunya. Berbeda dengan kyudo, pemanah pada bela diri ini diharuskan menaiki kuda sembari menembak busur panah. Ini membuat yabusame begitu rumit dibanding kyudo.
Bela diri ini sangat menekankan aspek batin pelakunya, sehingga setiap orang harus menguasai jiwanya bila ingin mempelajari ninjutsu.
Satu persatu pemuda itu mulai melakukannya dengan bergantian. Kali ini Luoyi cukup bagus saat melakukan perlombaan Yabosame ini. Dia selalu mengenai papan target dengan sangat sempurna. Dan untuk sementara Luoyi masih memimpin.
Luoyi tertawa menggelegar sambil berdiri di atas kuda putihnya dengan mengangat busur panahnya ke atas tinggi-tinggi. Dia merasa bangga karena bisa mengungguli para muris lainnya.
Dada bidangnya membusung ke depan, penuh dengan kesombongan dan rasa percaya diri.
"Jangan merasa di atas awan, Luoyi! Di atas langit masih ada langit. Kamu bahkan belum melihat Zhou melakukan yabosame bukan?" ucap seorang pemuda tiba-tiba.
Pemuda itu adalah Ron, salah satu murid terbaik dari Hiroki Feng pada tahun-tahun sebelumnya. Dan merupakan salah satu pemuda yang memiliki ilmu penguasaan tinggi. Dan terkadang Ron juga membantu sang guru besar jika memang dia sedang dibutuhkan. Misalnya untuk mempersiapkan segala persiapan lomba dan memantau mereka.
"Ckk, Ron-kun ... aku sangat yakin jika dia tak akan bisa menandinginku dalam hal memanah. Akulah yang terhebat kali ini! Karena ayahku adalah seorang pemanah terbaik di istana!" jawab Luoyi tersenyum lebar meremehkan Zhou. "Bahkan sejak kecil aku sudah selalu dilatih memanah oleh ayahku!" sambungnya menyombongkan diri.
"Luoyi! Tak pantas kamu menyombongkan diri seperti itu!" tandas Ron menekankan.
"Bwahahaha ... tapi memang seperti itulah kenyataannya, Senpai!" jawab Luoyi tertawa lepas.
Para murid lain juga terlihat begitu takjub saat melihat teknik yabosame milik Luoyi yang memang begitu sempurma. Sedangkan Hiroki Feng dan para tetua lainnya hanya mengamati dan menilai dari kejauhan saja.
Ron tak menanggapi kembali ucapan dari Luoyi lagi. Dia memutuskan untuk mulai melanjutkan perlombaan ini kembali.
"Zhou! Majulah! Sekarang giliranmu!" ucap Ron menatap Zhou tegas.
"Baik, Senpai!" sahut Zhou membungkukkan badannya dan mulai menaiki seekor kuda.
Setelah beberapa saat memacu kudanya, kini Zhou mulai memasuki daerah yang sudah disediakan sebelumnya, dimana pada beberapa titik sudah dipasang dengan papan target sederhana yang akan mereka gunakan sebagai sasaran anak panah.
Kini Zhou mulai meraih tiga anak panah sekaligus. Di atas kuda yang masih berjalan, Zhou mulai memfokuskan bidikannya pada beberapa papan target itu.
Hingga akhirnya ketiga anak panah itu mulai melesat bersamaan di udara dan mengenai tiga papan taget sekaligus dengan sangat sempurna.
SRTTT ...
WUSH ...
SWOSH ...
JLEBB ...
PRAKKK ...
Ketiga papan target itu seketika pecah hanya dengan sekali panahan saja. Fantastis! Dan bakat memanah Zhou yang menakjubkan seketika membuat semua yang sedang berada di tempat pelatihan ini melongo. Ada yang merasa kagum namun ada semakin merasa benci dan iri kepada Zhou.
Ditambah lagi secara tidak langsung guru besar mereka juga memberikan katana abadi Azael shin guto untuk Zhou.
...⚜⚜⚜...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 127 Episodes
Comments
Labib Zack Lee Jr
komen komen komen mari biasakan komen positif
2023-04-10
1
Labib Zack Lee Jr
up up up up up seng penting up
2023-04-10
1
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
louyi jangan terlalu membenci zhou. jika ingin bersaing, lakukan dengan sportif
2023-03-12
1