Malam yang sebenarnya cukup dingin kala itu menjadi malam yang begitu hangat untuk Zhou dan Lily. Mereka saling bersatu dengan peluh dan saliva yang saling menyatu. Membuat mereka melewati malam yang begitu menenangkan hati mereka yang selama ini gundah karena merasa tak pantas untuk satu sama lain.
Pagi ini Lily merengek untuk ditemani pergi ke pasar berbelanja, dengan alasan Lily telah disuruh Hiroki Feng berbelanja beberapa bahan makanan sebelum beliau bepergian ke pedesaan sebelah.
Zhou memenuhi permintaan dari sang istri. Karena sekali-kali dia ingin membuat sang istri merasa bahagia seperti istri-istri orang-orang pada umumnya, yaitu dengan memenuhi keinginannya.
Pasar itu terletak cukup jauh dari pedesaan Nobuhide karena harus menyeberangi sebuah sungai. Dan tepatnya pasar itu berada di desa seberang. Sebelum-sebelumnya Lily tidak pernah bepergian ke pasar itu, karena dia hanya pergi ke pasar yang ada di desanya saja.
Lily terlihat mulai memilih-milih beberapa barang yang dibelinya, sementara Zhou yang bertugas membawakannya. Namun tiba-tiba saja Zhou meminta ijin kepada Lily untuk mendatangi sebuah toko yang menjual persenjataan karena tak sengaja Zhou melihat toko itu. Sementara Lily masih sibuk berbelanja sendiri.
Zhou begitu takjub melihat segala jenis persenjataan yang dijual di toko ini. Persenjataan yang dijual cukup lengkap dan memiliki banyak jenis.
Karena saking asyiknya melihat-lihat beberapa senjata, tak sadar Zhou sudah menghabiskan waktunya cukup lama di dalam toko ini. Hingga akhirnya ia mulai teringat dengan Lily disaat Zhou melihat wanita penjaga toko sedang membantu suaminya untuk melayani pengunjung.
Yeap, pasangan itu membuat Zhou teringat dengan Lily. Hingga akhirnya Zhou bergegas untuk menyusul Lily. Zhou mulai sudah menyisiri pasar ini untuk mencari sang istri. Namun dia sama sekali tak menemukan sang istri.
Zhou terus mencari Lily tak pernah merasa lelah. Meskipun dari luar Zhou terlihat begitu tenang, namun sebenarnya Zhou merasa sangat khawatir. Terlebih Zhou tak pernah bepergian jauh bersama Lily sebelumnya, dan kini Lily malah menghilang begitu saja.
"Lily. Kamu ada dimana?" gumam Zhou semakin mengkhawatirkan istrinya.
Karena sudah cukup lama Zhou mencarinya, namun tak juga menemukannya. Bahkan Zhou hanya menemukan beberapa belanjaan Lily yang tertinggal di depan tempat penjual ikan.
"Ada seorang wanita yang dibawa bandit kampung ini. Kasihan sekali wanita itu." tiba-tiba saja Zhou mendengar obrolan dari beberapa orang pria paruh baya yang sedang lewat melaluinya.
"Benar. Sepertinya wanita itu bukan penduduk di desa kita. Kasihan sekali wanita itu kini akan menjadi korban pemuas hasrat dari Oda. Ckk ..." sahut pemuda lainnya lagi.
"Sayang sekali tak ada satupun yang berani melawan Oda. Oda sangat kuat dan ditakuti. Namun perilakunya semakin hari semakin meresahkan saja. Andai saja ada pendekar yang bisa membuatnya kapok. Huft ..." sahut pria lainnya lain.
Karena merasa curiga akan wanita yang menjadi sasarannya kali ini adalah Lily, Zhou segera menghampiri para laki-laki paruh baya itu.
"Maaf, permisi. Kalau boleh tau dimana paman melihat wanita yang dibawa bandit itu?" tanya Zhou dengan ramah.
"Ikuti saja jalan setapak ini. Maka kamu akan menemukan sebuah persimpangan. Aku melihat Oda membawa wanita itu saat melewati persimpangan itu." jawab salah satu laki-laki paruh baya itu menjelaskan.
"Kalau boleh tau bagaimana ciri-ciri dari wanita itu?" tanya Zhou lagi untuk memastikan.
"Wanita itu cantik dan memiliki rambut hitam pekat dan lurus panjang sepinggang. Dia mengenakan jubah lapis berwarna kehijauan. Sepertinya wanita itu bukan penduduk di daerah sini. Karena aku tak pernah melihatnya sebelumnya." jelas laki-laki paruh baya itu.
Lily! Itu Lily! Aku harus segera menemukannya!!
Batin Zhou mulai yakin jika wanita yang dibawa oleh bandit itu adalah istrinya.
"Terima kasih atas informasinya, Paman." ucap Zhou dengan ramah dan mulai berjalan cepat untuk menyusuri jalan setapak yang telah ditunjukkan oleh laki-laki paruh baya itu.
"Siapa dia? Sepertinya bukan pemuda di desa ini?" gumam laki-laki paruh baya itu menatap kepergian Zhou.
"Entahlah. Tapi sepertinya aku pernah melihat wajah itu. Sangat mirip dengan seseorang yang pernah aku temui. Tapi dimana ya? Hhm ..." gumam laki-laki lainnya.
Sementara itu di sebuah rumah di pedesaan Persik putih, terlihat seorang pria bertubuh kekar dengan wajah sangar dan tegas terlihat sedang menyeret paksa seorang wanita cantik.
BRUKK ...
Pria itu menghempaskan wanita cantik itu, hingga membuat wanita cantik dengan jubah lapis kehijauan itu mulai jatuh tersungkur di atas lantai. Wanita yang tak lain adalah Lily itu terlihat gemetaran saking ketakutan
"Saat ini aku sedang membutuhkan seorang wanita. Dan kau yang cantik malah datang di hadapanku. Sungguh aku beruntung sekali. Gyahaha ..." pria itu tertawa menggelegar dan mulai melepaskan yukata bajunya hingga menyisakan hakama hitamnya saja.
"Aku dengar kamu adalah cucu kesayangam dari si tua Hiroki Feng ya? Hhm? Takdir memang sangat indah!" ucap pria itu lagi merentangkan kedua tangannya lebar dengan menyeringai.
"Aku merasa beruntung sekali karena bisa sekalian membalaskan dendamku untuk si tua itu! Karena dia, kedua orang tuaku mati konyol begitu saja saat perampokan di desanya! Kali ini aku akan memakanmu sampai habis. Dan si tua itu pasti akan sangat remuk dan akan hancur. Gyahahaaa ..."
Pria itu tertawa lepas kembali dan mulai mendekati Lily lalu mencengkeram kedua tangan Lily kuat, berusaha untuk mulai melakukan aksinya yaitu untuk menggagahi Lily.
"Lepaskan aku ..." Lily berusaha untuk mendorong tubuh pria itu, namun sang bandit malah semakin tak kuasa lagi menahan keinginannya hingga dia sudah berhasil merobek jubah lapis Lily pada bagian lengannya.
Rupanya Zhou sudah berdiri tepat di ambang pintu rumah itu. Rahangnya mengeras, kedua tangannya mengepal sangat kuat. Sepasang matanya yang biasanya selalu terlihat hangat dan teduh kini mulai terlihat dingin dan tajam.
Zhou merasa marah karena selain bandit itu sudah berani menyentuh istrinya, dia juga berani menghina guru besarnya yang selama ini selalu dihormati oleh Zhou. Bahkan jika dirusuh untuk bersujud kepada manusia, maka Hiroki Feng adalah orang pertama yang akan mendapatkan sujud dari Zhou.
Amarah Zhou mulai memuncak, kehangatan itu seketika lenyap dari dirinya. Jiwanya saat ini hanya ingin membantai bandit kurang ajar itu.
Di antara langkah tegasnya yang semakin mendekati mereka, jiwa Zhou semakin bergemuruh disaat mendengar pekikan-pekikan dari Lily yang masih berusaha untuk melepaskan dirinya dari cengkeraman bandit itu.
Tanpa berkata-kata, kini Zhou segera menjambak rambut bandit perkampungan Persik putih ini dan menghempaskannya kuat hingga menabrak dinding bangunan.
Seketika dinding itu retak karena hantaman itu. Begitu kuat dan menakjubkan kekuatan yang dimiliki oleh Zhou. Sudah bisa dibayangkan bagaimana kondisi bandit itu saat ini, pria itu terkapar tak berdaya begitu saja.
Namun karena masih dipenuhi amarah, Zhou mendekatinya dan menghantam wajahnya beberapa kali, meskipun bandit itu sudah tak bernyawa lagi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 127 Episodes
Comments
Labib Zack Lee Jr
komen komen komen mari biasakan komen positif
2023-04-10
1
Labib Zack Lee Jr
up up up up up seng penting up
2023-04-10
1
꧁❧❤️⃟Wᵃf ʜꙷɪᷧɑⷮɑͧтᷡʰᵉᵉʳᵅ❦꧂
saking asyiknya zhou melihat semua jenis senjata sampai" dia melupakan istrinya dan istrinya malah di bawa bandit
2023-02-21
3