"Kau!! Beraninya kau menghancurkan katana kesayangku!! Brengsek!" Luoyi semakin murka saat katana miliknya kini malah rusak.
"Maaf, tapi itu adalah salahmu. Dan aku benar-benar tak ada waktu lagi. Aku harus pergi. Aku harus mendapatkan buruan!" ucap Zhou mulai meninggalkan tempat itu, karena semua ikan hasil pancingannya malah dimakan begitu saja oleh beberapa anjing milik warga.
Zhou memutuskan untuk kembali berburu. Karena hari ini dia sama sekali belum mendapatkan apa-apa untuk dibawa pulang ke rumah. Dan tentu saja sang istri pasti sudaj menantikan Zhou dan buruannya untuk segera dimasak.
Hingga akhirnya saat di dalam hutan hujan yang berada tak jauh dari perkampungan Nobuhide, Zhou mulai melihat seekor rusa. Dengan begitu gesit dan cepat, Zhou segera melumpuhkan rusa itu hanya dengan sekali panah.
Namun belum sempat Zhou mengambil hasil buruannya itu, tiba-tiba saja seekor anjing besar dengan bulunya yang lebat dan berwarna putih bersih terlihat mulai membawa rusa mati itu.
Zhou yang melihat semua itu segera berlari untuk menyusul anjing putih dengan bulu yang panjang dan indah itu. Niat hati ingin mengambil kembali apa yang telah menjadi haknya, namun rupanya Zhou malah menemukan anjing itu malah mendatangi anak-anaknya yang masih kecil.
Anjing putih yang kemungkinan adalah ibu anjing dari anak-anaknya itu memberikan daging rusa mati itu untuk anak-anaknya. Zhou merasa tak tega melihat semua ini. Dia menyadari, jika bukan hanya dirinya saja yang sedang berjuang untuk mencari makan demi keluarga.
Helaan nafas panjang dihembuskan oleh Zhou begitu saja. Dan pemuda itu berniat mengikhlaskan rusa itu untuk anjing-anjing itu.
"Maafkan aku, Lily. Aku akan sedikit pulang terlambat hari ini. Aku bahkan belum mendapatkan apa-apa hari ini untuk kita makan." gumamnya menatap busur panah yang masih berada pada genggamannya.
Namun baru saja melangkah 3 langkah, tiba-tiba saja Zhou mulai menghentikan langkah kakinya. Kini di hadapan Zhou sudah ada seorang wanita cantik dengan jubah lapis putih dengan memancarkan aura berwarna putih. Begitu menyilaukan setiap mata yang memandangnya.
Wanita itu tersenyum manis menatap Zhou yang masih saja tercengang akan kehadira wanita cantik itu yang sangat misterius dan tiba-tiba.
"Siapa kamu?!" tanya Zhou waspada.
"Aku adalah seseorang yang telah mengambil rusa darimu." jawabnya dengan senyuman yang begitu merekah indah.
"Ka-kamu ... adalah anjing putih itu?" tanya Zhou mengkerutkan keningnya dan segera berbalik untuk melihat anjing di belakangnya, namun rupanya ibu anjing dan anak-anak anjing itu sudah menghilang begitu saja.
"Benar sekali. Aku adalah siluman anjing itu." jawab wanita cantik itu lagi.
"Lalu apa yang sebenarnya kamu inginkan dariku? Apa kamu juga ingin menyerangku?"
"Tidak. Aku hanya ingin mengujimu saja. Rupanya kamu adalah manusia yang baik dan tidak menyerangku saat aku mengambil buruanmu." ucap siluman wanita anjing itu lagi mulai mengulurkan tangan kanannya ke depan.
Cahaya terang berwarna jingga mulai terpancar berputar-putar di atas jemarinya yang terbuka. Cahaya berwarna jingga itu mulai berubah memanjang hingga membentuk sebuah tombak dengan 3 mata runcing.
"Ini adalah jumonji-yari. Tombak api ini adalah warisan dari leluhurku. Tombak api ini sangat kuat dan bisa membunuh 1000 nyawa sekaligus sekali sapuannya. Dan kali ini aku akan memberikannya untukmu. Aku sangat yakin kamu adalah orang yang tepat untuk menjadi tuan dari jumonji-yari ini."
"Mengapa kamu memberikannya untukku?" tanya Zhou tak mengerti.
"Pemilik sebelumnya adalah suamiku. Dan dia adalah seorang manusia. Namun dia gugur saat berusaha untuk melindungiku dari para manusia jahat yang ingin melenyapkanku saat itu. Setelah suamiku meninggal, aku memutuskan untuk mengurung diri di dalam hutan ini. Dan disaat itu aku mulai membenci manusia. Namun kini aku sadar karena bertemu denganmu. Bahwa tidak semua manusia adalah jahat. Kamu sangat baik seperti suamiku. Terimalah jumonji yari ini ..." ucap siluman wanita itu menyodorkan tombak bermata 3 itu.
Meskipun sebenarnya Zhou sangat ragu-ragu, namun akhirnya Zhou menerima jumonji yari pemberian dari siluman anjing itu.
"Gunakanlah untuk kebaikan. Jangan sampai hatimu digelapkan oleh dunia ..." ucap wanita siluman anjing itu lalu mulai menghilang dan hanya menyisakan cahaya putih yang begitu menyilaukan.
...⚜⚜⚜...
Zhou pulang saat senja, dan disambut hangat oleh sang istri.
"Lily maaf aku pulang sangat terlambat hari ini. Dan maaf aku hanya bisa membawakan sedikit saja untuk makanan kita hari ini." ucap Zhou merasa sangat bersalah karena hanya mendapatkan 3 ekor burung saja.
"Hhm. Tidak masalah kok. Aku akan segera memasaknya. Kamu mandilah dulu, Suamiku." jawab Lily dengan wajah teduhnya.
"Baiklah." sahut Zhou penuh haru karena melihat kehangatan dari istrinya yang selalu saja menerima dirinya dalam kondisi seperti apapun.
Zhou mulai membersihkan dirinya. Namun entah mengapa dia malah selalu terbayang sang istri ketika dia mandi. Ada rasa rindu untuk mencumbu sang istri. Karena selama ini mereka berdua sangat jarang melakukannya bersama.
Bukan karena tak saling menginginkannya. Namun karena Zhou yang terkadang merasa belum bisa memberikan kebahagiaan sempurna untuk Lily, membuatnya selalu merasa segan untuk menggauli sang istri.
Makan malam kali ini mereka hanya berdua saja, karena kakek Hiroki Feng sedang mendapatkan sebuah undangan untuk pergi ke perkampungan sebelah.
"Makanlah yang banyak, Lily." ucap Zhou karena melihat Lily yang hanya mengambil sedikit makanan saja.
"Aku janji, besok aku akan lebih giat lagi untuk berburu."
Lily tersenyum manis mendengar ucapan Zhou, "Sedikit atau banyak, semua tergantung bagaimana kita mensyukuri nikmat ini." ucapnya begitu menenangkan hati.
Zhou cukup merasa tenang saat mendengar ucapan dari Lily. Dia merasa sangat beruntung karena menikahi Lily. Meskipun pernikahan ini sangat ditentang oleh keluarga besar Lily, namun Lily begitu menghormati Zhou sebagai suaminya.
"Kamu pernah mengatakan ingin segera memiliki seorang anak. Mari kita berusaha untuk membuatnya hadir ..." ucap Zhou dengan pelan dan mulai menyudahi makan malamnya.
"Eh ... i-iya ..." Lily menyauti singkat dengan wajah yang sudah mulai bersemu merah karena menahan malu.
Tidak munafik, sebagai seorang istri pastinya Lily juga selalu merindukan sentuhan dari sang suami sebagai pengungkapan kasih sayangnya. Namun selama ini dia sangat jarang mendapatkannya dari Zhou.
Bahkan Lily sempat berfikir jika Zhou sama sekali tidak menginginkan dan tidak mencintainya selama ini. Namun Lily selalu saja menepis semua pemikiran itu.
Zhou mulai menggendong depan Lily dan mulai membawanya ke kamar. Hingga akhirnya mereka mulai melakukan hal yang semestinya dilakukan oleh pasangan suami istri. Rasa berdebar masih saja dirasakan oleh Lily meskipun mereka sudah pernah melakukannya sebelumnya.
Penyatuan cinta mereka dengan bersatunya kembali mereka malam ini, terasa begitu membuat keduanya merasa lebih tenang.
...⚜⚜⚜...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 127 Episodes
Comments
Sak. Lim
goblokkkk mc nya lebay jlnin sesuai alur cerita nya jgn naaaaaif mc.
2023-09-13
0
Labib Zack Lee Jr
komen komen komen mari biasakan komen positif
2023-04-10
1
Labib Zack Lee Jr
up up up up up seng penting up
2023-04-10
1