Bab 10 Rezeki Yang Tak Terduga

"Oh iya, Mas baru saja dapat rejeki. Alhamdulillah bisa berbagi untuk keponakan-keponakan ku, tadi sudah aku transfer ke rekening mu. Semoga itu dapat membantu, walau tidak banyak ya. Aku berharap yang terbaik untuk hidup mu, Nia. Sudah dulu ya, aku harus kembali bekerja,"

"Terima kasih Mas, semoga rezekinya selalu lancar dan sekeluarga selalu dalam lindungannya,"

"Amin,"

Setelah mengucap salam panggilannya segera berakhir.

Rania mengucap syukur atas rezeki yang tidak terduga ini. Selama ini ia memang tidak berharap pemberian dari siapapun, namun Tuhan sering memberinya rezeki yang tidak pernah di sangka-sangka datangnya. Ia segera mengecek mbankingnya, benar saja saldonya telah bertambah. Kakaknya memberinya 1 juta rupiah, uang yang sangat banyak menurutnya saat ini.

Ia segera memandikan Bintang, keadaannya sudah mulai membaik. Badannya sudah tidak panas lagi, bahkan tingkahnya sudah mulai aktif lagi.

"Sayang, ikut ibu ke minimarket sebentar ya. Nanti ibu belikan ayam kentucky kesukaan mu," ajak Rania.

"Hore, ibu beli ayam kentucky," ia bersorak kegirangan.

Hanya beberapa menit mereka telah sampai, Bintang segera berhambur ke area penjualan mainan anak-anak. Namun Rania segera membujuknya untuk ikut ke atm bersamanya. Ia mengambil 500 ribu dan menyisakan setengahnya di rekening.

"Bu, ini sedang promo lo. Beli satu gratis satu. Yang ini ada diskon besar setiap pembelian 60 ribu dapat potongan langsung 20 ribu, harganya juga sedang promo jadi benar-benar murah,"

Salah satu mbak-mbak kasir sedang berbicara dengan ibu-ibu yang tampaknya sedang memborong di minimarket tersebut. Rania penasaran dan ikut nimbrung.

"Bu belanjanya kok banyak sekali, bukannya harganya lebih mahal jika beli di minimarket seperti ini?" tanya Rania berbisik.

"Iya Bu, tapi ini harganya sedang promo dan ada potongan harga juga. Ini saja semua sudah pesanan orang, saya tinggal lempar saja. Cuan sekali, saya sudah bisa beli perhiasan dari jualan barang promo begini, baru 3 bulan saya ikut jualan seperti ini," jawab ibu itu.

"Wah bagaimana caranya Bu? Saya juga ingin berjualan begini tapi masih bingung," ucap Rania.

"Awal memang begitu nanti juga bisa, Ibu ikut group ini saja. Tinggal baca-baca saja postingan dari member-membernya, jika ada info promo pasti mereka posting di sini,"

Ibu itu memberi tahu beberapa group yang bermanfaat di facebook, Rania mengikuti saran ibu itu dengan ikut bergabung dengan group tersebut. Setelah mengucapkan terima kasih, ia membelikan anaknya kentucky yang tadi dia janjikan dan bergegas pulang ke rumah.

"Ibu darimana sama Bintang?" tanya Alisa yang baru datang mengaji.

"Dari minimarket depan Sayang, ini ibu belikan ayam kentucky buat kalian," jawab Rania.

"Wah, ibu sedang banyak uang ya?"

"Alhamdulillah di beri rezeki sama om Bagas,"

Alisa tidak banyak bertanya lagi, setelah berganti pakaian dia dan Bintang segera memakan ayam yang di belikan ibunya. Terlihat raut keceriaan di wajah mereka, mungkin karena jarang memakannya jadi begitu kentara kebahagiaannya.

"Assalamualaikum,"

Seseorang memberi salam, suaranya begitu familiar.

"Waalaikum salam, Kak Tiara. Ayo masuk, Kak," ajak Rania.

"Wah kalian sedang makan apa itu, kelihatannya enak sekali?"

Tiara bertanya kepada kedua keponakannya yang tampak lahap memakan nasi dengan ayam kentucky.

"Ini ayam kentucky yang baru ibu beli, Tante. Katanya dapat rejeki dari om Bagas, sini kalau Tante mau makan juga,"

Dengan polosnya Alisa menjawab, Tiara mengarahkan pandangan kepada adiknya. Betapa miris kehidupan adiknya, sudah hidup harus mengontrak, ekonominya juga sedang tidak baik-baik saja.

"Kenapa kamu tidak makan, sana makan juga tidak apa-apa. Aku kesini hanya ingin bersilaturahmi saja,"

"Tidak Kak, aku tidak lapar kok,"

"Kamu pasti hanya beli 2 ya ayamnya?" tanya Tiara.

Rania hanya tersenyum tidak menjawab, ia memang selalu mengalah kepada kedua anaknya. Selama ini yang penting mereka kenyang itu sudah membahagiakannya sebagai seorang ibu.

Alisa yang sudah cukup mengerti walaupun usianya masih terbilang anak-anak segera mendekati ibunya. Dengan tangan mungilnya ia berusaha menyuapi ibunya.

"Ibu, maaf aku tidak peka. Ayo kita makan bersama," ajak gadis kecil itu.

Rania menerima suapan dari Alisa dengan penuh rasa haru, bahkan Tiara sampai tak kuasa menahan air mata yang turun dari sudut matanya. Betapa beruntungnya memiliki seseorang yang mengerti perasaan kita.

"Alisa belajar yang rajin ya, jaga ibu dan Adik. Jadi anak yang berbakti terhadap agama, keluarga, nusa dan bangsa," pesan Tiara.

"Iya, Tante," jawab Alisa.

Mereka berdua tersenyum, anak-anak memang adalah kekuatan terbesar seseorang dalam menjalani hidup. Tanpa adanya mereka, dunia terasa hampa bagaikan sayur tanpa garam, hambar tak ada rasa.

"Oh iya, aku sampai lupa. Sebenarnya aku kesini mau memberi ini kepada mu, semoga bisa membantu ya,"

"Apa ini, Kak?"

"Kamu buka saja,"

Rania membuka amplop yang di sodorkan Tiara, matanya membulat tidak percaya. Ada 5 lembar pecahan 100 ribu di sana.

"Maaf Kak, aku tidak mau meminjam lagi. Hutang ku saja masih banyak, lagian aku masih ada uang pemberian Mas Bagas tadi," tolak Rania.

"Ini bukan pinjaman, ini untuk mu dan anak-anak. Alhamdulillah kemarin ada sedikit rejeki yang lumayan, semoga bisa membantu mu ya,"

Rania sangat terharu, disaat yang hampir bersamaan ia mendapatkan rezeki yang tidak terduga 2x hari ini. Ketika dirinya memikirkan sisa uang yang tinggal sedikit untuk menyambung hidup, Tuhan memberinya pertolongan. Ia harus benar-benar menggunakan pemberian saudaranya dengan benar, kali ini dia tidak akan membiarkan suaminya memanfaatkan dirinya lagi.

"Terima kasih ya Kak, semoga rezekinya selalu lancar,"

"Amin,"

Karena hari hampir magrib, Tiara segera berpamitan pulang. Setelah shalat Magrib, sembari menemani anak-anaknya nonton kartun ia mulai berselancar di dunia maya. Ia mulai mempelajari postingan ibu-ibu di group promo, ia lebih banyak menyimak sambil sesekali bertanya. Otaknya yang memang dasarnya cerdas membuatnya segera paham dengan berbagai postingan yang ada.

"Sepertinya aku harus mulai mencoba, uang pemberian Mas Bagas dan Kak Tiara bisa aku gunakan sebagai modal. Ya Allah semoga usaha ku berjalan lancar, amin," ucap Rania.

Pukul 19.00 ia keluar mengajak kedua anaknya untuk survei dan membeli beberapa barang promo. Ternyata tidak mudah mencari barang dengan membawa anak kecil, apalagi Bintang sedang aktif-aktifnya bergerak. Setelah 2 jam akhirnya mereka sampai di rumah, Rania benar-benar merasa lelah. Tapi dia begitu senang membayangkan keuntungan yang akan di dapat. Mulailah ia membuat status di wa nya.

[Jual sembako dan aneka kebutuhan rumah tangga dengan harga miring, pembelian banyak ada diskon.]

Rania segera memfoto barang-barang yang tadi ia beli, dan mempostingnya di status wa nya. Hanya beberapa menit saja banyak sekali yang mengirim pesan padanya, ada yang sekadar bertanya namun lebih banyak yang ingin membeli. Namun sebuah pesan segera merusak mood nya.

[Katanya putra ku tidak memberi nafkah yang layak, kok bisa jualan banyak begitu. Dasar kamu menantu yang sukanya menjelek-jelekkan suami sendiri!]

Terpopuler

Comments

Dewa Rana

Dewa Rana

buang saja mertuamu ke laut, Rania

2024-09-16

0

Dewa Rana

Dewa Rana

😭😭😭

2024-09-16

0

blecky

blecky

dasar merrua tak Tau diri

2023-03-19

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Bertengkar Lagi
2 Bab 2 Lelah Yang Terbayar
3 Bab 3 Sabar
4 Bab 4 Mertua Cerewet
5 Bab 5 Tidak Pernah di Hargai
6 Bab 6 Status Whatsapp
7 Bab 7 Ceraikan Aku
8 Bab 8 Ku Beri Waktu Sebulan
9 Bab 9 Rasa Yang Memudar
10 Bab 10 Rezeki Yang Tak Terduga
11 Bab 11 Tamu Tak di Undang
12 Bab 12 Tamparan
13 Bab 13 Akhir Dari Segalanya
14 Bab 14 Minta Maaf
15 Bab 15 Mengenang Masa Lalu
16 Bab 16 Cemburu
17 Bab 17 Kejadian di Kolam Renang
18 Bab 18 Mengancam Bunuh Diri
19 Bab 19 Demi Rasa Kemanusiaan
20 Bab 20 Perubahan Sikap
21 Bab 21 Membayar Kontrakan
22 Bab 22 Bertemu Mantan
23 Bab 23 Permintaan Maaf
24 Bab 24 Bertemu Lagi
25 Bab 25 Belajar Ikhlas
26 Bab 26 Ketahuan
27 Bab 27 Terusir
28 Bab 28 Kejadian di Rumah Alif
29 Bab 29 Kedatangan Ibu Mertua
30 Bab 30 Lapor Polisi
31 Bab 31 Mencabut Laporan
32 Bab 32 Surat Panggilan
33 Bab 33 Di Tuduh Selingkuh
34 Bab 34 Sidang Pertama
35 Bab 35 Alisa Menghilang
36 Bab 36 Peringatan Keras
37 Bab 37 Kebun Binatang
38 Bab 38 Resmi Bercerai
39 Bab 39 Alif Sakit
40 Bab 40 Liburan
41 Bab 41 Mengunjungi Orang Tua Rangga
42 Bab 42 Tidur Satu Ranjang
43 Bab 43 Menyatakan Perasaan
44 Bab 44 Alif dan Desi
45 Bab 45 Kenikmatan Satu Malam
46 Bab 46 Pertemuan Tidak Terduga
47 Bab 47 Ke Sekolah Alisa
48 Bab 48 Desi si Penggoda
49 Bab 49 Lewat Masa Iddah
50 Bab 50 Pencurian
51 Bab 51 Undangan Pernikahan
52 Bab 52 Alif Menikah
53 Bab 53 Mantan Menantu Yang Sukses
54 Bab 54 Terjebak
55 Bab 55 Di Sekap
56 Bab 56 Berhasil Kabur
57 Bab 57 Di Rumah Rangga
58 Bab 58 Kedatangan Alif
59 Bab 59 Bertemu Teman Lama
60 Bab 60 Restu Orang Tua
61 Bab 61 Sifat Asli Desi
62 Bab 62 Alif Minggat
63 Bab 63 Makan Malam Keluarga
64 Bab 64 Membeli Seserahan
65 Bab 65 Lamaran
66 Bab 66 Pisah Ranjang
67 Bab 67 Keputusan Ku Sudah Bulat
68 Bab 68 Persiapan Pernikahan
69 Bab 69 Akhirnya Menikah
70 Bab 70 Malam Pertama
71 Bab 71 Rania Bahagia, Alif Terluka
72 Bab 72 Bulan Madu
73 Bab 73 Alisa di Bully
74 Bab 74 Sosok Laila
75 Bab 75 Cemburu
76 Bab 76 Hamil
77 Bab 77 Rahasia Alisa
78 Bab 78 Ngidam
79 Bab 79 Keadilan
80 Bab 80 Kunjungan Alif
81 Bab 81 Jadi Korban Preman
82 Bab 82 Acara Empat Bulanan
83 Bab 83 Ayah Untuk Akila
84 Bab 84 Jalan-Jalan
85 Bab 85 Dona Salah Paham
86 Bab 86 Rahasia Yang terungkap
87 Bab 87 Menyakiti Rania
88 Bab 88 Masuk RSJ
89 Bab 89 Menikah Ke-3 Kalinya
90 Bab 90 Alif Dan Laila
91 Bab 91 Melahirkan
92 Bab 92 Selamat Datang Abhinaya
93 Bab 93 Derita Laila
94 Bab 94 Akila Jadi Rebutan
95 Bab 95 Kedatangan Teman Lama
96 Bab 96 Ambisi Michelle
97 Bab 97 Paket Misterius
98 Bab 98 Isinya Mengerikan
99 Bab 99 Ternyata Dia Pelakunya
100 Bab 100 Baby Naya di Culik
101 Pengumuman
102 Bab 101 Selamat Tinggal, Sayang
103 Bab 102 Bu Nani Pembunuh?
104 Bab 103 Meninggalkan Rumah
105 Bab 104 Minta Maaf
106 Bab 105 Bayar Hutang Kalian
107 Bab 106 Bertemu Rania
108 Bab 107 Mengunjungi Laila
109 Bab 108 Mengerjai Mertua Laila
110 pengumuman update
111 Bab 109 Michelle Menyukai Anto?
112 Bab 110 Permintaan Michelle
113 Bab 111 Ternyata Dia Masih Mencintainya
114 Bab 112 Bunuh Diri
115 Bab 113 Cinta Yang Datang Terlambat
116 Bab 113 Kecelakaan Membawa Berkah
117 Bab 114 Akhir Yang Indah
Episodes

Updated 117 Episodes

1
Bab 1 Bertengkar Lagi
2
Bab 2 Lelah Yang Terbayar
3
Bab 3 Sabar
4
Bab 4 Mertua Cerewet
5
Bab 5 Tidak Pernah di Hargai
6
Bab 6 Status Whatsapp
7
Bab 7 Ceraikan Aku
8
Bab 8 Ku Beri Waktu Sebulan
9
Bab 9 Rasa Yang Memudar
10
Bab 10 Rezeki Yang Tak Terduga
11
Bab 11 Tamu Tak di Undang
12
Bab 12 Tamparan
13
Bab 13 Akhir Dari Segalanya
14
Bab 14 Minta Maaf
15
Bab 15 Mengenang Masa Lalu
16
Bab 16 Cemburu
17
Bab 17 Kejadian di Kolam Renang
18
Bab 18 Mengancam Bunuh Diri
19
Bab 19 Demi Rasa Kemanusiaan
20
Bab 20 Perubahan Sikap
21
Bab 21 Membayar Kontrakan
22
Bab 22 Bertemu Mantan
23
Bab 23 Permintaan Maaf
24
Bab 24 Bertemu Lagi
25
Bab 25 Belajar Ikhlas
26
Bab 26 Ketahuan
27
Bab 27 Terusir
28
Bab 28 Kejadian di Rumah Alif
29
Bab 29 Kedatangan Ibu Mertua
30
Bab 30 Lapor Polisi
31
Bab 31 Mencabut Laporan
32
Bab 32 Surat Panggilan
33
Bab 33 Di Tuduh Selingkuh
34
Bab 34 Sidang Pertama
35
Bab 35 Alisa Menghilang
36
Bab 36 Peringatan Keras
37
Bab 37 Kebun Binatang
38
Bab 38 Resmi Bercerai
39
Bab 39 Alif Sakit
40
Bab 40 Liburan
41
Bab 41 Mengunjungi Orang Tua Rangga
42
Bab 42 Tidur Satu Ranjang
43
Bab 43 Menyatakan Perasaan
44
Bab 44 Alif dan Desi
45
Bab 45 Kenikmatan Satu Malam
46
Bab 46 Pertemuan Tidak Terduga
47
Bab 47 Ke Sekolah Alisa
48
Bab 48 Desi si Penggoda
49
Bab 49 Lewat Masa Iddah
50
Bab 50 Pencurian
51
Bab 51 Undangan Pernikahan
52
Bab 52 Alif Menikah
53
Bab 53 Mantan Menantu Yang Sukses
54
Bab 54 Terjebak
55
Bab 55 Di Sekap
56
Bab 56 Berhasil Kabur
57
Bab 57 Di Rumah Rangga
58
Bab 58 Kedatangan Alif
59
Bab 59 Bertemu Teman Lama
60
Bab 60 Restu Orang Tua
61
Bab 61 Sifat Asli Desi
62
Bab 62 Alif Minggat
63
Bab 63 Makan Malam Keluarga
64
Bab 64 Membeli Seserahan
65
Bab 65 Lamaran
66
Bab 66 Pisah Ranjang
67
Bab 67 Keputusan Ku Sudah Bulat
68
Bab 68 Persiapan Pernikahan
69
Bab 69 Akhirnya Menikah
70
Bab 70 Malam Pertama
71
Bab 71 Rania Bahagia, Alif Terluka
72
Bab 72 Bulan Madu
73
Bab 73 Alisa di Bully
74
Bab 74 Sosok Laila
75
Bab 75 Cemburu
76
Bab 76 Hamil
77
Bab 77 Rahasia Alisa
78
Bab 78 Ngidam
79
Bab 79 Keadilan
80
Bab 80 Kunjungan Alif
81
Bab 81 Jadi Korban Preman
82
Bab 82 Acara Empat Bulanan
83
Bab 83 Ayah Untuk Akila
84
Bab 84 Jalan-Jalan
85
Bab 85 Dona Salah Paham
86
Bab 86 Rahasia Yang terungkap
87
Bab 87 Menyakiti Rania
88
Bab 88 Masuk RSJ
89
Bab 89 Menikah Ke-3 Kalinya
90
Bab 90 Alif Dan Laila
91
Bab 91 Melahirkan
92
Bab 92 Selamat Datang Abhinaya
93
Bab 93 Derita Laila
94
Bab 94 Akila Jadi Rebutan
95
Bab 95 Kedatangan Teman Lama
96
Bab 96 Ambisi Michelle
97
Bab 97 Paket Misterius
98
Bab 98 Isinya Mengerikan
99
Bab 99 Ternyata Dia Pelakunya
100
Bab 100 Baby Naya di Culik
101
Pengumuman
102
Bab 101 Selamat Tinggal, Sayang
103
Bab 102 Bu Nani Pembunuh?
104
Bab 103 Meninggalkan Rumah
105
Bab 104 Minta Maaf
106
Bab 105 Bayar Hutang Kalian
107
Bab 106 Bertemu Rania
108
Bab 107 Mengunjungi Laila
109
Bab 108 Mengerjai Mertua Laila
110
pengumuman update
111
Bab 109 Michelle Menyukai Anto?
112
Bab 110 Permintaan Michelle
113
Bab 111 Ternyata Dia Masih Mencintainya
114
Bab 112 Bunuh Diri
115
Bab 113 Cinta Yang Datang Terlambat
116
Bab 113 Kecelakaan Membawa Berkah
117
Bab 114 Akhir Yang Indah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!