Bab 6 Status Whatsapp

Keesokan harinya.

Seperti biasa mereka bangun subuh, setelah mandi dan shalat Alif kembali tidur, sedangkan Rania segera melanjutkan aktivitas rutinnya.

"Mas bangun, hari ini apa kamu libur lagi?" tanya Rania.

Suaminya tetap tidur nyenyak walaupun sudah beberapa kali ia mencoba membangunkan, tampaknya pertempuran panas semalam benar-benar menguras energinya. Rania pun beralih membangunkan putrinya.

"Alisa Sayang, ayo cepat bangun sudah waktunya sekolah,"

Cukup satu kali membangunkannya, gadis itu langsung bergegas ke kamar mandi dan segera bersiap ke sekolah. Alisa memang anak yang baik, dia termasuk anak yang di siplin, semua itu adalah hasil didikan tegas ibunya. Dia tidak pernah absen sekolah atau mengaji jika tidak ada hal mendesak, namun berbeda dengan ayahnya yang kerap menyuruh anaknya bolos hanya untuk berkunjung ke rumah neneknya dengan alasan tidak penting. Pun begitu Rania tidak melarangnya karena malas ribut.

Setelah mengantar Alisa sekolah, Rania kembali membangunkan suaminya.

"Mas bangun, ini sudah hampir jam 7. Apa Mas Alif hari ini tidak berangkat kerja?" tanya Rania.

"Hah, jam tujuh? Kenapa tidak membangunkan sejak tadi, aku bisa terlambat, Nia,"

Matanya membulat menatap istrinya, ia segera mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi. Dia terus mengguman tidak jelas, membuat Rania angkat bicara.

"Aku sudah membangunkan kamu berkali-kali Mas, kamunya saja yang betah ngorok. Aku mengantar Alisa saja kamu tidak tahu," ucap Rania kesal.

"Harusnya kamu terus mencoba sampai aku benar-benar bangun,"

"Jadi aku lagi yang salah, Mas?"

"Ah sudahlah, aku mau berangkat kerja,"

Alif berlalu begitu saja tanpa sarapan dan pamit kepada istrinya, sedang Rania yang sudah terbiasa dengan sikap suaminya memilih acuh dan tetap melanjutkan pekerjaannya. Setelah menggelar dagangannya ia lanjut menggoreng berbagai macam gorengan, karena Bintang juga belum bangun dari tidurnya.

Tanpa perlu menunggu lama, gorengannya ludes di serbu pembeli. Rasa bahagia menyelusup di dadanya, kerja keras memang tidak pernah mengkhianati hasil. Ia mulai menggoreng kembali, tepat setelah semuanya selesai Bintang pun mulai bangun.

Rania mengajak putranya berbicara hal-hal ringan, ia mulai mengajaknya bercanda. Menggelitiki ketiaknya, membuat derai tawa tanpa kepura-puraan bergema memenuhi ruangan. Begitulah cara Rania membangunkan buah hatinya, membangun energi positif sejak bangun tidur akan membuat sepanjang hari terasa bahagia, begitu menurut Rania.

"Mbak, beli gorengannya," panggil seorang pembeli.

"Iya, sebentar," jawab Rania.

"Tunggu di sini sebentar ya Sayang, setelah ini kita main air di kamar mandi,"

Rania meninggalkan Bintang untuk melayani pembeli. Setelah pembeli sepi ia segera memandikan Bintang, lalu memberinya sarapan. Saat tengah santai sembari menemani Bintang main, ia mulai memainkan gadgetnya. Sebuah status wa menarik perhatiannya, ibu mertuanya membuat status.

"Punya menantu ratu drama, seperti hidup dalam sinetron tapi tidak menghasilkan 😡😡"

"Jangan mimpi terlalu tinggi, kerikil tetaplah kerikil walau bersanding dengan permata 😡😡"

Dua status lengkap dengan emoji marah ini sangat yakin diperuntukkan kepada Rania, sebenci itukah mertuanya kepadanya? Emosi yang semalam mereda membuatnya kembali naik pitam. Ia benar-benar tidak habis pikir dengan mertuanya yang selalu memusuhinya, apa sebenarnya salahnya sehingga ibu suaminya itu begitu membencinya? Pertanyaan yang tidak pernah ia tahu jawabannya hingga saat ini.

"Halo, Kak tiara ada di rumah tidak, aku ingin main?" tanya Rania di telepon.

"Aku di rumah, Nia. Kesini saja, mumpung aku lagi sendirian nih," jawab Tiara.

"Ok Kak, setelah menjemput Alisa aku kesana ya,"

Setelah selesai menelepon ia langsung membereskan dagangannya, gorengannya yang masih ada ia bawa untuk oleh-oleh kakaknya. Setelah menunggu Alisa berganti pakaian ia bergegas ke rumah kakaknya.

"Wah kenapa repot-repot bawa oleh-oleh sih Nia, kamu datang kesini saja kakak sudah sangat senang sekali," ucap Tiara.

"Ini buatan ku sendiri, biar Kakak bisa mencobanya,"

"Wah jadi ini jualan mu ya, harus aku coba kalau begitu,"

Tiara memakan gorengan dengan lahap, beberapa menit saja dia sudah menghabiskan 3 biji gorengan. Sementara Alisa dan Bintang bermain dengan anak ipar dari kakaknya, Rania asyik mengobrol dengan kakaknya.

"Maaf ya Kak, aku masih belum bisa menyicil utang ku. Aku harus membayar spp dan uang buku Alisa," ucap Rania.

"Tidak masalah, aku masih ada simpanan. Seharusnya semua itu tugas suami mu, kamu terlalu bekerja keras untuk keluarga mu. Bahkan penampilan kamu terlihat seperti... Maaf ya, pembantu,"

Dia tidak merasa tersinggung dengan ucapan Tiara, karena kenyataannya memang demikian. Mata yang dulu indah kini tampak sayu dengan lingkaran hitam, kulit yang dulu halus kini penuh guratan-guratan kelelahan, dekil dan tidak terurus. Dulu ia menjadi incaran tiap pria, namun kini hanya mampu berkutat dengan panci dan wajan setiap harinya.

"Kamu jangan tersinggung ya Nia, aku hanya berbicara jujur," imbuh Tiara.

"Tidak apa-apa Kak, semua juga berkata begitu,"

"Oh ya Nia, kamu ada masalah apa dengan mertua mu?"

Rania bingung menjawabnya, karena ia merasa tidak ada masalah. Kejadian semalam menurutnya hal yang biasa, karena setiap berkunjung ke rumah mertuanya memang wanita itu selalu mencari gara-gara, namun tidak pernah ditanggapinya dengan serius. Rania hanya menggelengkan kepala.

"Aku tadi iseng tanya tentang status wa mertua mu, dia curhat banyak sekali. Katanya kamu tidak menyukainya, sudah menjauhkan Alif darinya, kamu sudah menghabiskan uang Alif dan banyak keluhan yang lainnya. Tapi aku hanya menjawab agar dia lebih sabar, karena tidak ingin terlalu ikut campur,"

Apa telinganya tidak salah dengar, ia menjelekkan dirinya kepada kakak kandungnya? Ibu mertuanya benar-benar keterlaluan, selama ini dia selalu diam saat di hina dan di sindir habis-habisan, seolah ia menghabiskan harta anaknya sebanyak milyaran rupiah. Padahal kenyataannya dialah yang selalu di manfaatkan.

"Lalu kakak percaya?" tanyanya.

"Tentu saja tidak, aku tahu bagaimana kehidupan kalian. Mertua mu tipe orang yang selalu merasa benar, jadi lebih baik tidak perlu di ladeni agar tidak semakin panjang," jawab Tiara.

"Tapi aku lelah, mereka bukan hanya tidak menghargai tapi juga terang-terangan menghina ku. Memang aku terlahir dari keluarga kurang mampu, tapi sekalipun aku tidak pernah meminta uang mereka untuk hidup keluarga ku. Aku berusaha keras walau harus kepala jadi kaki dan kaki jadi kepala," ucap Rania sedih.

"Susah jika orang tua terlalu ikut campur urusan anak, itu boomerang untuk keutuhan pernikahan kalian,"

Mereka terus mengobrol hingga sore menjelang, Rania segera pamit karena Alisa harus mengaji.

"Semoga lelah ku mendapat ridhanya, semangat untuk diri sendiri"

Rania membuat story untuk menyemangati diri sendiri. Baru saja hendak memandikan Bintang, notifikasi wa beberapa kali berbunyi.

[Tidak perlu sok banting tulang, lelah itu kamu sendiri yang mau, jangan seolah-olah putra ku yang menyuruh!]

[Siapa suruh tidak mau bekerja kantoran, tinggal menghabiskan uang putra ku saja sok merasa lelah. Tidak perlu mencari simpati orang.]

Dua pesan wa dari ibu mertuanya, mengomentari status yang baru dia buat.

Terpopuler

Comments

heti lestari

heti lestari

Ihh kasar bgt omongani ibu mertuanya, ngalahi seblak yg super pedes. Bikin emosi jiwa aza.. ..yg sabar ya Rania 🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺

2023-03-26

1

SBY army

SBY army

kok ada mertua seperti itu, terlalu kepo dan mau menang sendiri,

2023-02-12

0

Alifia Najla Azhara

Alifia Najla Azhara

hadeh mertuanya benar2 menyebalkan

2023-01-02

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Bertengkar Lagi
2 Bab 2 Lelah Yang Terbayar
3 Bab 3 Sabar
4 Bab 4 Mertua Cerewet
5 Bab 5 Tidak Pernah di Hargai
6 Bab 6 Status Whatsapp
7 Bab 7 Ceraikan Aku
8 Bab 8 Ku Beri Waktu Sebulan
9 Bab 9 Rasa Yang Memudar
10 Bab 10 Rezeki Yang Tak Terduga
11 Bab 11 Tamu Tak di Undang
12 Bab 12 Tamparan
13 Bab 13 Akhir Dari Segalanya
14 Bab 14 Minta Maaf
15 Bab 15 Mengenang Masa Lalu
16 Bab 16 Cemburu
17 Bab 17 Kejadian di Kolam Renang
18 Bab 18 Mengancam Bunuh Diri
19 Bab 19 Demi Rasa Kemanusiaan
20 Bab 20 Perubahan Sikap
21 Bab 21 Membayar Kontrakan
22 Bab 22 Bertemu Mantan
23 Bab 23 Permintaan Maaf
24 Bab 24 Bertemu Lagi
25 Bab 25 Belajar Ikhlas
26 Bab 26 Ketahuan
27 Bab 27 Terusir
28 Bab 28 Kejadian di Rumah Alif
29 Bab 29 Kedatangan Ibu Mertua
30 Bab 30 Lapor Polisi
31 Bab 31 Mencabut Laporan
32 Bab 32 Surat Panggilan
33 Bab 33 Di Tuduh Selingkuh
34 Bab 34 Sidang Pertama
35 Bab 35 Alisa Menghilang
36 Bab 36 Peringatan Keras
37 Bab 37 Kebun Binatang
38 Bab 38 Resmi Bercerai
39 Bab 39 Alif Sakit
40 Bab 40 Liburan
41 Bab 41 Mengunjungi Orang Tua Rangga
42 Bab 42 Tidur Satu Ranjang
43 Bab 43 Menyatakan Perasaan
44 Bab 44 Alif dan Desi
45 Bab 45 Kenikmatan Satu Malam
46 Bab 46 Pertemuan Tidak Terduga
47 Bab 47 Ke Sekolah Alisa
48 Bab 48 Desi si Penggoda
49 Bab 49 Lewat Masa Iddah
50 Bab 50 Pencurian
51 Bab 51 Undangan Pernikahan
52 Bab 52 Alif Menikah
53 Bab 53 Mantan Menantu Yang Sukses
54 Bab 54 Terjebak
55 Bab 55 Di Sekap
56 Bab 56 Berhasil Kabur
57 Bab 57 Di Rumah Rangga
58 Bab 58 Kedatangan Alif
59 Bab 59 Bertemu Teman Lama
60 Bab 60 Restu Orang Tua
61 Bab 61 Sifat Asli Desi
62 Bab 62 Alif Minggat
63 Bab 63 Makan Malam Keluarga
64 Bab 64 Membeli Seserahan
65 Bab 65 Lamaran
66 Bab 66 Pisah Ranjang
67 Bab 67 Keputusan Ku Sudah Bulat
68 Bab 68 Persiapan Pernikahan
69 Bab 69 Akhirnya Menikah
70 Bab 70 Malam Pertama
71 Bab 71 Rania Bahagia, Alif Terluka
72 Bab 72 Bulan Madu
73 Bab 73 Alisa di Bully
74 Bab 74 Sosok Laila
75 Bab 75 Cemburu
76 Bab 76 Hamil
77 Bab 77 Rahasia Alisa
78 Bab 78 Ngidam
79 Bab 79 Keadilan
80 Bab 80 Kunjungan Alif
81 Bab 81 Jadi Korban Preman
82 Bab 82 Acara Empat Bulanan
83 Bab 83 Ayah Untuk Akila
84 Bab 84 Jalan-Jalan
85 Bab 85 Dona Salah Paham
86 Bab 86 Rahasia Yang terungkap
87 Bab 87 Menyakiti Rania
88 Bab 88 Masuk RSJ
89 Bab 89 Menikah Ke-3 Kalinya
90 Bab 90 Alif Dan Laila
91 Bab 91 Melahirkan
92 Bab 92 Selamat Datang Abhinaya
93 Bab 93 Derita Laila
94 Bab 94 Akila Jadi Rebutan
95 Bab 95 Kedatangan Teman Lama
96 Bab 96 Ambisi Michelle
97 Bab 97 Paket Misterius
98 Bab 98 Isinya Mengerikan
99 Bab 99 Ternyata Dia Pelakunya
100 Bab 100 Baby Naya di Culik
101 Pengumuman
102 Bab 101 Selamat Tinggal, Sayang
103 Bab 102 Bu Nani Pembunuh?
104 Bab 103 Meninggalkan Rumah
105 Bab 104 Minta Maaf
106 Bab 105 Bayar Hutang Kalian
107 Bab 106 Bertemu Rania
108 Bab 107 Mengunjungi Laila
109 Bab 108 Mengerjai Mertua Laila
110 pengumuman update
111 Bab 109 Michelle Menyukai Anto?
112 Bab 110 Permintaan Michelle
113 Bab 111 Ternyata Dia Masih Mencintainya
114 Bab 112 Bunuh Diri
115 Bab 113 Cinta Yang Datang Terlambat
116 Bab 113 Kecelakaan Membawa Berkah
117 Bab 114 Akhir Yang Indah
Episodes

Updated 117 Episodes

1
Bab 1 Bertengkar Lagi
2
Bab 2 Lelah Yang Terbayar
3
Bab 3 Sabar
4
Bab 4 Mertua Cerewet
5
Bab 5 Tidak Pernah di Hargai
6
Bab 6 Status Whatsapp
7
Bab 7 Ceraikan Aku
8
Bab 8 Ku Beri Waktu Sebulan
9
Bab 9 Rasa Yang Memudar
10
Bab 10 Rezeki Yang Tak Terduga
11
Bab 11 Tamu Tak di Undang
12
Bab 12 Tamparan
13
Bab 13 Akhir Dari Segalanya
14
Bab 14 Minta Maaf
15
Bab 15 Mengenang Masa Lalu
16
Bab 16 Cemburu
17
Bab 17 Kejadian di Kolam Renang
18
Bab 18 Mengancam Bunuh Diri
19
Bab 19 Demi Rasa Kemanusiaan
20
Bab 20 Perubahan Sikap
21
Bab 21 Membayar Kontrakan
22
Bab 22 Bertemu Mantan
23
Bab 23 Permintaan Maaf
24
Bab 24 Bertemu Lagi
25
Bab 25 Belajar Ikhlas
26
Bab 26 Ketahuan
27
Bab 27 Terusir
28
Bab 28 Kejadian di Rumah Alif
29
Bab 29 Kedatangan Ibu Mertua
30
Bab 30 Lapor Polisi
31
Bab 31 Mencabut Laporan
32
Bab 32 Surat Panggilan
33
Bab 33 Di Tuduh Selingkuh
34
Bab 34 Sidang Pertama
35
Bab 35 Alisa Menghilang
36
Bab 36 Peringatan Keras
37
Bab 37 Kebun Binatang
38
Bab 38 Resmi Bercerai
39
Bab 39 Alif Sakit
40
Bab 40 Liburan
41
Bab 41 Mengunjungi Orang Tua Rangga
42
Bab 42 Tidur Satu Ranjang
43
Bab 43 Menyatakan Perasaan
44
Bab 44 Alif dan Desi
45
Bab 45 Kenikmatan Satu Malam
46
Bab 46 Pertemuan Tidak Terduga
47
Bab 47 Ke Sekolah Alisa
48
Bab 48 Desi si Penggoda
49
Bab 49 Lewat Masa Iddah
50
Bab 50 Pencurian
51
Bab 51 Undangan Pernikahan
52
Bab 52 Alif Menikah
53
Bab 53 Mantan Menantu Yang Sukses
54
Bab 54 Terjebak
55
Bab 55 Di Sekap
56
Bab 56 Berhasil Kabur
57
Bab 57 Di Rumah Rangga
58
Bab 58 Kedatangan Alif
59
Bab 59 Bertemu Teman Lama
60
Bab 60 Restu Orang Tua
61
Bab 61 Sifat Asli Desi
62
Bab 62 Alif Minggat
63
Bab 63 Makan Malam Keluarga
64
Bab 64 Membeli Seserahan
65
Bab 65 Lamaran
66
Bab 66 Pisah Ranjang
67
Bab 67 Keputusan Ku Sudah Bulat
68
Bab 68 Persiapan Pernikahan
69
Bab 69 Akhirnya Menikah
70
Bab 70 Malam Pertama
71
Bab 71 Rania Bahagia, Alif Terluka
72
Bab 72 Bulan Madu
73
Bab 73 Alisa di Bully
74
Bab 74 Sosok Laila
75
Bab 75 Cemburu
76
Bab 76 Hamil
77
Bab 77 Rahasia Alisa
78
Bab 78 Ngidam
79
Bab 79 Keadilan
80
Bab 80 Kunjungan Alif
81
Bab 81 Jadi Korban Preman
82
Bab 82 Acara Empat Bulanan
83
Bab 83 Ayah Untuk Akila
84
Bab 84 Jalan-Jalan
85
Bab 85 Dona Salah Paham
86
Bab 86 Rahasia Yang terungkap
87
Bab 87 Menyakiti Rania
88
Bab 88 Masuk RSJ
89
Bab 89 Menikah Ke-3 Kalinya
90
Bab 90 Alif Dan Laila
91
Bab 91 Melahirkan
92
Bab 92 Selamat Datang Abhinaya
93
Bab 93 Derita Laila
94
Bab 94 Akila Jadi Rebutan
95
Bab 95 Kedatangan Teman Lama
96
Bab 96 Ambisi Michelle
97
Bab 97 Paket Misterius
98
Bab 98 Isinya Mengerikan
99
Bab 99 Ternyata Dia Pelakunya
100
Bab 100 Baby Naya di Culik
101
Pengumuman
102
Bab 101 Selamat Tinggal, Sayang
103
Bab 102 Bu Nani Pembunuh?
104
Bab 103 Meninggalkan Rumah
105
Bab 104 Minta Maaf
106
Bab 105 Bayar Hutang Kalian
107
Bab 106 Bertemu Rania
108
Bab 107 Mengunjungi Laila
109
Bab 108 Mengerjai Mertua Laila
110
pengumuman update
111
Bab 109 Michelle Menyukai Anto?
112
Bab 110 Permintaan Michelle
113
Bab 111 Ternyata Dia Masih Mencintainya
114
Bab 112 Bunuh Diri
115
Bab 113 Cinta Yang Datang Terlambat
116
Bab 113 Kecelakaan Membawa Berkah
117
Bab 114 Akhir Yang Indah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!