Bab 7 Ceraikan Aku

Astaga, begitu nyinyir mulut ibu mertuanya itu. Menurutnya statusnya tidak ada kata menyindir siapapun, tapi mengapa ibu suaminya itu meradang membacanya. Memang benar kata orang, sebaik apapun sikap seseorang jika dasarnya memang tidak di sukai selamanya akan di anggap salah. Pun begitu Rania di mata ibu mertuanya.

Mengapa dulu ia menyetujui pernikahann ini jika memang tidak menyukainya? Rania merasa sudah capek menghadapi keadaan rumah tangganya. Keadaan ekonomi yang sulit, suami yang tidak memberi nafkah layak dan tidak bisa bersikap tegas, di tambah mertua yang suka nyinyir, lengkaplah sudah penderitaannya.

[Maksud ibu apa? Status saya tidak ada menyindir siapa pun, mengapa ibu marah? Apa ibu merasa hidup saya susah karena menikah dengan putra ibu?]

[Saya memang terlahir dari keluarga kurang mampu, tapi saya punya harga diri. Tidak pernah mengemis kepada orang lain untuk bertahan hidup, jika ibu memang tidak suka dengan saya, silahkan suruh putra ibu menceraikan saya. Selama ini saya diam karena menghormati posisi ibu sebagai mertua saya, tapi ibu benar-benar sudah keterlaluan. Asal ibu tahu selama ini Mas Alif hanya memberi uang 500 ribu sebulan untuk semua keperluan, apa pernah saya mengeluh kepada ibu? Saya yang bekerja keras menutupi semua tapi ibu selalu menuduh saya yang menghabiskan uang putra ibu. Silahkan tanya putranya, keluarga saya tidak pernah mengajari untuk berbohong!]

Dua buah pesan segera ia kirim, ia menulisnya dengan deraian air mata. Segala rasa sakit hati yang selama ini menumpuk ia tumpahkan semua dengan bahasa yang masih sangat sopan, ya orang tuanya tidak pernah mengajarinya memaki untuk hal apapun. Jika ia bisa melontarkan kata-kata kotor itu dia pelajari dari suaminya, Alif sering mengeluarkan kata-kata kotor dan mengumpat jika sedang marah.

Saat tengah menangis meratapi jalan hidupnya, teleponnya berdering. Ternyata suaminya yang menghubungi. Rania segera mengangkat setelah berhasil menetralkan perasaannya.

"Nia, kamu mengadu apa saja kepada ibu ku? Berani ya kamu menceritakan aib suami mu? Sebenarnya apa mau mu?"

Belum mengucapkan apa-apa, Alif sudah berteriak memarahi istrinya.

'Apa lagi ini, belum selesai satu sudah muncul masalah lain' batin Rania.

"Kenapa kamu diam saja, jawab perempuan d*ngu!" hardik Alif.

Hati Rania begitu sakit, bukan karena suaminya memanggilnya d*ngu tetapi karena ia selalu menyalahkan Rania atas kesalahannya atau ibu mertuanya itu. Dia bagai manusia yang tidak pernah ada benarnya.

"Memang ibu mu mengadu apa pada mu, Mas? Coba liat status wa-nya dan coba liat status wa-ku, aku tidak pernah membalas sekalipun ia selalu menghina ku. Dia justru selalu menuduh ku menghabiskan uang mu, padahal berapa sih uang yang kamu berikan, kamu tahu sendiri bukan. Bahkan untuk makan sehari-hari saja tidak cukup, tapi kamu tidak pernah membela ku seolah membenarkan ucapannya. Aku capek Mas, 11 tahun aku berkorban sampai tidak mengurus penampilan ku, apa pernah kamu dan Ibu mu itu menghargai ku? Sekarang terserah pada mu, aku rela jika kamu ceraikan saat ini juga, toh selama ini sama saja aku berjuang sendiri untuk keluarga kita,"

Cukup sudah kesabaran Rania selama ini, selama bertahun-tahun hanya di anggap sebagai sampah. Luapan hatinya mengalir bersamaan derasnya air mata yang tumpah membasahi pipinya. Tidak semua unek-unek ia sampaikan, karena semua itu percuma. Berbicara dengan suaminya bagaikan bicara dengan tembok, jangan berharap mendapatkan balasan apalagi sesuai harapan. Hal yang sangat mustahil. Ia hanya ingin Alif sadar, bahwa dirinya sudah tidak mengharapkan apapun dari pernikahan mereka saat ini.

Alif menutup teleponnya begitu saja, begitulah suaminya yang selalu menghindar dari masalah dan ajaibnya nanti ia akan datang seolah tidak pernah terjadi apa-apa. Begitulah selama ini.

"Bu... Ibu kenapa menangis? Apa karena ayah atau nenek lagi?" tanya Alisa yang baru saja datang.

Rania segera menghapus jejak kesedihannya, dengan penuh perasaan ia kecup kening kedua buah hatinya. Dapatkah ia membesarkan mereka sendiri tanpa kehadiran sosok ayah? Keraguan mulai memenuhi relung hati Rania.

"Tidak apa-apa, Sayang. Tadi sedang nonton sinetron yang sedih sekali sampai terbawa perasaan," jawab Rania berbohong.

"Ah Ibu ada-ada saja. Ibu jangan kuatir ya, apapun yang terjadi Alisa akan selalu bersama Ibu," ucap Alisa tulus, seolah mengerti kegelisahannya.

Rania sangat terharu mendengar kata-kata putrinya, tidak menyangka anak berusia 10 tahun sudah bisa memberinya semangat. Mungkin selama ini dia mengerti apa yang terjadi, namun tidak pernah bertanya.

☆☆☆

Malam hari, pukul 20.00.

Rania sedang menemani Alisa mengerjakan PR-nya sembari menjaga Bintang. Hari ini terlalu banyak yang terjadi sehingga ia tidak pergi ke pasar untuk membeli bahan dagangan besok. Sayup-sayup ia mendengar suara motor suaminya, namun ia tetap acuh. Ia kira suaminya akan pulang ke rumah orang tuanya, ternyata ia masih punya nyali untuk pulang ke kontrakan mereka.

"Assalamualaikum,"

Alif memberi salam dengan lembut, seolah tidak pernah terjadi apa-apa sebelumnya. Rania yang sudah muak tidak menjawabnya.

"Waalaikum salam, Ayah pulang," pekik Alisa.

"Ayah, Ayah," ucap Bintang sembari memeluk ayahnya.

Astaga, di saat hatinya sudah benar-benar mantap mengakhiri semua hubungan ini mengapa justru kedua anaknya terlihat begitu sayang kepada ayahnya. Apalagi Bintang, selama ini selalu menolak jika di dekati olehnya, tapi sekarang justru memeluk ayahnya dengan perasaan bahagia.

'Permainan apa yang ingin Engkau tunjukkan dalam hidup ku Ya Allah, Maha membolak balik hati manusia?' Rania hanya bisa bertanya dalam hati.

"Sayang, jika sudah selesai semua segera tidur ya. Ibu akan menemani Bintang, sepertinya dia sudah mulai mengantuk,"

"Iya, Bu. Hanya tinggal sedikit lagi maka akan selesai,"

Rania masuk ke dalam kamar, sengaja menghindar dari suaminya. Jika biasanya ia akan bertanya apakah suaminya mau makan atau minum kopi, kali ini ia benar-benar tidak ada niat bahkan sekedar menyapanya saja rasanya malas. Ia sudah tidak peduli akan dosa, toh suaminya juga tidak pernah peduli akan perasaannya.

"Dek, apa kamu masih marah pada ku?" tanya Alif lembut.

Kedua anak mereka sudah tidur, malam semakin larut, suasana begitu sunyi hanya menyisakan suara jangkrik yang entah dari mana datangnya. Rania tidak menyahut, pura-pura memejamkan mata walau tidak benar-benar tidur.

"Aku tahu kamu belum tidur, aku mohon maafkan aku,"

Alif berangsek mendekati istrinya, pria itu memeluknya namun secepat kilat Rania menepisnya. Alif mulai menciumi tengkuk istrinya namun Rania segera bangkit dan pindah menjauhinya.

"Aku mohon maafkan aku, maafkan juga ucapan Ibu ku ya. Aku sangat menyayangi mu, Nia," Rayu Alif.

Dengan penuh kemarahan Nia bangkit, di tatapnya manik suaminya seolah ingin menghujamnya.

"Sayang kamu bilang Mas? Di mana kamu saat ibu mu menginjak-injak harga diri ku? Di mana kamu saat dia mempermalukan aku di hadapan orang banyak?" teriak Rania.

"Maafkan aku yang tidak berdaya, sebaiknya kita mengalah Nia. Kita akan tetap salah jika bertengkar dengan orang tua. Aku tidak ingin menjadi anak durhaka, tolong mengertilah posisi ku, Nia,"

Rania menghela napas panjang, ia seka air mata yang turun dengan sudut lengan bajunya. Dengan tatapan datar namun penuh kesakitan di tatapnya dengan lekat pria yang pernah mengucapkan janji suci di hadapan penghulu itu atas namanya.

"Ceraikan aku, Mas,"

Terpopuler

Comments

Dewa Rana

Dewa Rana

bagus Rania, kamu harus tegas

2024-09-16

0

SBY army

SBY army

udah cerai saja Rania, jangan mau di bujuk lagi,

2023-02-12

0

Alifia Najla Azhara

Alifia Najla Azhara

aduh kesal bgt aku thor

2023-01-02

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Bertengkar Lagi
2 Bab 2 Lelah Yang Terbayar
3 Bab 3 Sabar
4 Bab 4 Mertua Cerewet
5 Bab 5 Tidak Pernah di Hargai
6 Bab 6 Status Whatsapp
7 Bab 7 Ceraikan Aku
8 Bab 8 Ku Beri Waktu Sebulan
9 Bab 9 Rasa Yang Memudar
10 Bab 10 Rezeki Yang Tak Terduga
11 Bab 11 Tamu Tak di Undang
12 Bab 12 Tamparan
13 Bab 13 Akhir Dari Segalanya
14 Bab 14 Minta Maaf
15 Bab 15 Mengenang Masa Lalu
16 Bab 16 Cemburu
17 Bab 17 Kejadian di Kolam Renang
18 Bab 18 Mengancam Bunuh Diri
19 Bab 19 Demi Rasa Kemanusiaan
20 Bab 20 Perubahan Sikap
21 Bab 21 Membayar Kontrakan
22 Bab 22 Bertemu Mantan
23 Bab 23 Permintaan Maaf
24 Bab 24 Bertemu Lagi
25 Bab 25 Belajar Ikhlas
26 Bab 26 Ketahuan
27 Bab 27 Terusir
28 Bab 28 Kejadian di Rumah Alif
29 Bab 29 Kedatangan Ibu Mertua
30 Bab 30 Lapor Polisi
31 Bab 31 Mencabut Laporan
32 Bab 32 Surat Panggilan
33 Bab 33 Di Tuduh Selingkuh
34 Bab 34 Sidang Pertama
35 Bab 35 Alisa Menghilang
36 Bab 36 Peringatan Keras
37 Bab 37 Kebun Binatang
38 Bab 38 Resmi Bercerai
39 Bab 39 Alif Sakit
40 Bab 40 Liburan
41 Bab 41 Mengunjungi Orang Tua Rangga
42 Bab 42 Tidur Satu Ranjang
43 Bab 43 Menyatakan Perasaan
44 Bab 44 Alif dan Desi
45 Bab 45 Kenikmatan Satu Malam
46 Bab 46 Pertemuan Tidak Terduga
47 Bab 47 Ke Sekolah Alisa
48 Bab 48 Desi si Penggoda
49 Bab 49 Lewat Masa Iddah
50 Bab 50 Pencurian
51 Bab 51 Undangan Pernikahan
52 Bab 52 Alif Menikah
53 Bab 53 Mantan Menantu Yang Sukses
54 Bab 54 Terjebak
55 Bab 55 Di Sekap
56 Bab 56 Berhasil Kabur
57 Bab 57 Di Rumah Rangga
58 Bab 58 Kedatangan Alif
59 Bab 59 Bertemu Teman Lama
60 Bab 60 Restu Orang Tua
61 Bab 61 Sifat Asli Desi
62 Bab 62 Alif Minggat
63 Bab 63 Makan Malam Keluarga
64 Bab 64 Membeli Seserahan
65 Bab 65 Lamaran
66 Bab 66 Pisah Ranjang
67 Bab 67 Keputusan Ku Sudah Bulat
68 Bab 68 Persiapan Pernikahan
69 Bab 69 Akhirnya Menikah
70 Bab 70 Malam Pertama
71 Bab 71 Rania Bahagia, Alif Terluka
72 Bab 72 Bulan Madu
73 Bab 73 Alisa di Bully
74 Bab 74 Sosok Laila
75 Bab 75 Cemburu
76 Bab 76 Hamil
77 Bab 77 Rahasia Alisa
78 Bab 78 Ngidam
79 Bab 79 Keadilan
80 Bab 80 Kunjungan Alif
81 Bab 81 Jadi Korban Preman
82 Bab 82 Acara Empat Bulanan
83 Bab 83 Ayah Untuk Akila
84 Bab 84 Jalan-Jalan
85 Bab 85 Dona Salah Paham
86 Bab 86 Rahasia Yang terungkap
87 Bab 87 Menyakiti Rania
88 Bab 88 Masuk RSJ
89 Bab 89 Menikah Ke-3 Kalinya
90 Bab 90 Alif Dan Laila
91 Bab 91 Melahirkan
92 Bab 92 Selamat Datang Abhinaya
93 Bab 93 Derita Laila
94 Bab 94 Akila Jadi Rebutan
95 Bab 95 Kedatangan Teman Lama
96 Bab 96 Ambisi Michelle
97 Bab 97 Paket Misterius
98 Bab 98 Isinya Mengerikan
99 Bab 99 Ternyata Dia Pelakunya
100 Bab 100 Baby Naya di Culik
101 Pengumuman
102 Bab 101 Selamat Tinggal, Sayang
103 Bab 102 Bu Nani Pembunuh?
104 Bab 103 Meninggalkan Rumah
105 Bab 104 Minta Maaf
106 Bab 105 Bayar Hutang Kalian
107 Bab 106 Bertemu Rania
108 Bab 107 Mengunjungi Laila
109 Bab 108 Mengerjai Mertua Laila
110 pengumuman update
111 Bab 109 Michelle Menyukai Anto?
112 Bab 110 Permintaan Michelle
113 Bab 111 Ternyata Dia Masih Mencintainya
114 Bab 112 Bunuh Diri
115 Bab 113 Cinta Yang Datang Terlambat
116 Bab 113 Kecelakaan Membawa Berkah
117 Bab 114 Akhir Yang Indah
Episodes

Updated 117 Episodes

1
Bab 1 Bertengkar Lagi
2
Bab 2 Lelah Yang Terbayar
3
Bab 3 Sabar
4
Bab 4 Mertua Cerewet
5
Bab 5 Tidak Pernah di Hargai
6
Bab 6 Status Whatsapp
7
Bab 7 Ceraikan Aku
8
Bab 8 Ku Beri Waktu Sebulan
9
Bab 9 Rasa Yang Memudar
10
Bab 10 Rezeki Yang Tak Terduga
11
Bab 11 Tamu Tak di Undang
12
Bab 12 Tamparan
13
Bab 13 Akhir Dari Segalanya
14
Bab 14 Minta Maaf
15
Bab 15 Mengenang Masa Lalu
16
Bab 16 Cemburu
17
Bab 17 Kejadian di Kolam Renang
18
Bab 18 Mengancam Bunuh Diri
19
Bab 19 Demi Rasa Kemanusiaan
20
Bab 20 Perubahan Sikap
21
Bab 21 Membayar Kontrakan
22
Bab 22 Bertemu Mantan
23
Bab 23 Permintaan Maaf
24
Bab 24 Bertemu Lagi
25
Bab 25 Belajar Ikhlas
26
Bab 26 Ketahuan
27
Bab 27 Terusir
28
Bab 28 Kejadian di Rumah Alif
29
Bab 29 Kedatangan Ibu Mertua
30
Bab 30 Lapor Polisi
31
Bab 31 Mencabut Laporan
32
Bab 32 Surat Panggilan
33
Bab 33 Di Tuduh Selingkuh
34
Bab 34 Sidang Pertama
35
Bab 35 Alisa Menghilang
36
Bab 36 Peringatan Keras
37
Bab 37 Kebun Binatang
38
Bab 38 Resmi Bercerai
39
Bab 39 Alif Sakit
40
Bab 40 Liburan
41
Bab 41 Mengunjungi Orang Tua Rangga
42
Bab 42 Tidur Satu Ranjang
43
Bab 43 Menyatakan Perasaan
44
Bab 44 Alif dan Desi
45
Bab 45 Kenikmatan Satu Malam
46
Bab 46 Pertemuan Tidak Terduga
47
Bab 47 Ke Sekolah Alisa
48
Bab 48 Desi si Penggoda
49
Bab 49 Lewat Masa Iddah
50
Bab 50 Pencurian
51
Bab 51 Undangan Pernikahan
52
Bab 52 Alif Menikah
53
Bab 53 Mantan Menantu Yang Sukses
54
Bab 54 Terjebak
55
Bab 55 Di Sekap
56
Bab 56 Berhasil Kabur
57
Bab 57 Di Rumah Rangga
58
Bab 58 Kedatangan Alif
59
Bab 59 Bertemu Teman Lama
60
Bab 60 Restu Orang Tua
61
Bab 61 Sifat Asli Desi
62
Bab 62 Alif Minggat
63
Bab 63 Makan Malam Keluarga
64
Bab 64 Membeli Seserahan
65
Bab 65 Lamaran
66
Bab 66 Pisah Ranjang
67
Bab 67 Keputusan Ku Sudah Bulat
68
Bab 68 Persiapan Pernikahan
69
Bab 69 Akhirnya Menikah
70
Bab 70 Malam Pertama
71
Bab 71 Rania Bahagia, Alif Terluka
72
Bab 72 Bulan Madu
73
Bab 73 Alisa di Bully
74
Bab 74 Sosok Laila
75
Bab 75 Cemburu
76
Bab 76 Hamil
77
Bab 77 Rahasia Alisa
78
Bab 78 Ngidam
79
Bab 79 Keadilan
80
Bab 80 Kunjungan Alif
81
Bab 81 Jadi Korban Preman
82
Bab 82 Acara Empat Bulanan
83
Bab 83 Ayah Untuk Akila
84
Bab 84 Jalan-Jalan
85
Bab 85 Dona Salah Paham
86
Bab 86 Rahasia Yang terungkap
87
Bab 87 Menyakiti Rania
88
Bab 88 Masuk RSJ
89
Bab 89 Menikah Ke-3 Kalinya
90
Bab 90 Alif Dan Laila
91
Bab 91 Melahirkan
92
Bab 92 Selamat Datang Abhinaya
93
Bab 93 Derita Laila
94
Bab 94 Akila Jadi Rebutan
95
Bab 95 Kedatangan Teman Lama
96
Bab 96 Ambisi Michelle
97
Bab 97 Paket Misterius
98
Bab 98 Isinya Mengerikan
99
Bab 99 Ternyata Dia Pelakunya
100
Bab 100 Baby Naya di Culik
101
Pengumuman
102
Bab 101 Selamat Tinggal, Sayang
103
Bab 102 Bu Nani Pembunuh?
104
Bab 103 Meninggalkan Rumah
105
Bab 104 Minta Maaf
106
Bab 105 Bayar Hutang Kalian
107
Bab 106 Bertemu Rania
108
Bab 107 Mengunjungi Laila
109
Bab 108 Mengerjai Mertua Laila
110
pengumuman update
111
Bab 109 Michelle Menyukai Anto?
112
Bab 110 Permintaan Michelle
113
Bab 111 Ternyata Dia Masih Mencintainya
114
Bab 112 Bunuh Diri
115
Bab 113 Cinta Yang Datang Terlambat
116
Bab 113 Kecelakaan Membawa Berkah
117
Bab 114 Akhir Yang Indah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!