Bab 8 Ku Beri Waktu Sebulan

"Astagfirullah Nia, kenapa kamu minta cerai. Kasihan anak-anak, mereka masih kecil tidak mungkin hidup tanpa keluarga yang utuh. Aku minta maaf pada mu, aku sungguh menyesal," ucap Alif.

"Aku sudah benar-benar lelah Mas, kamu tidak pernah membela ku walaupun jelas-jelas aku benar. Kamu menyuruh ku untuk menghormati ibu mu, tapi apa pernah kamu menyuruh ibu mu untuk menghargai aku? Tidak pernah bukan,"

Rania sudah tidak bisa berpikir jernih, ia merasa sangat kesal kepada suaminya. Sudah tidak memberinya hidup yang layak masih saja harus merasakan tekanan batin dari mertuanya.

"Aku janji tidak akan diam lagi, tapi bersabarlah aku harus melakukannya secara perlahan. Kamu tidak berada di posisi ku yang serba salah, mudah bagi mu berkata seperti itu,"

"Asal kamu tahu Mas, bahkan ibu kandung ku sekalipun jika memang salah tidak akan aku bela. Orang tua jika salah harus di ingatkan, jika bukan anaknya yang mengingatkan lalu siapa lagi. Justru berdosa membiarkan orang tua kita berbuat salah, itu namanya kita ikut menjerumuskannya,"

Alif hanya diam, mungkin logikanya membenarkan namun perasaannya tidak mau menerima. Selama ini memang hampir tidak pernah kata-kata minta maaf meluncur dari bibirnya, karena sifatnya menurun ibunya yang selalu merasa sempurna. Mungkin dalam pandangan mereka orang lain tidak pernah benar sedangkan mereka tidak pernah berbuat salah.

"Aku beri kamu waktu sebulan Mas, jika tidak ada perubahan dalam sikap mu maka keputusan ku tidak akan berubah. Jika kamu tidak bersedia menceraikan aku, biarkan aku yang menggugat mu," ucap Rania serius.

Kata-kata Rania yang lantang berhasil membuat Alif rapuh, jujur saja dia tidak ingin pernikahan ini hancur begitu saja. Sebenarnya dia menyayangi istri dan kedua anaknya namun entah mengapa dia tidak dapat menunjukkan dengan sikapnya. Kelakuannya tidak sejalan dengan kata-katanya yang manis.

"Nia, aku mohon jangan berbicara tentang perceraian lagi. Lihatlah anak-anak kita, bagaimana hidup mereka jika kita bercerai. Apa kamu sudah tidak mencintai ku lagi sehingga ingin berpisah dengan ku?"

Alif memohon kepada istrinya, kali ini terlihat tulus sampai pria itu tidak malu menangis meratap menggenggam tangan Rania. Inilah kelemahan Rania, betapapun selama ini dia di perlakukan dengan semena-mena, akan luluh dengan janji-janji manis yang meluncur dari bibir Alif suaminya. Tapi saat ini dia sudah benar-benar lelah, tidak ingin memperjuangkan lagi. Toh anak-anak mereka juga bisa hidup bahagia walau mereka tidak bersama.

"Justru kamu yang tidak kasihan kepada mereka, ini semua karena perbuatan mu. Kamu tidak pernah benar-benar berjuang untuk kita, kamu lebih mengasihi diri mu sendiri, Mas,"

"Maafkan aku, aku akan berusaha mengerti diri mu,"

Rania sudah tidak mau mendengar kata-kata suaminya, ia memilih tidur di samping Bintang dan menutupi telinganya dengan bantal. Ia enggan mendengarkan pembelaan suaminya lagi, keputusannya sudah bulat dan tidak bisa di ganggu gugat.

☆☆☆

Keesokan harinya.

Rania bangun dengan mata sembab, ia segera mandi dan berwudhu agar merasa segar. Ia tidak membangunkan suaminya karena masih kesal, ia memutuskan berangkat ke pasar untuk membeli bahan gorengan dengan uang yang tersisa. Karena modalnya sudah berkurang ia mengurangi belanjaannya dari biasanya.

"Kok tumben belanjanya sedikit, Nia?" tanya Ibu penjual sembako dan sayur di pasar.

"Iya Bu, uangnya hanya cukup membeli segini," jawab Rania.

"Kalau mau ambil lagi tidak apa-apa, bayarnya besok setelah kamu dapat uang. Jika besok sudah bayar mau ambil lebih lagi juga boleh, aku percaya kamu orang yang jujur,"

Rania tampak berpikir sejenak, ini adalah tawaran baik yang sayang jika di tolak. Namun ia takut jika suaminya akan memanfaatkan situasi ini, mengambil keuntungan seperti biasanya.

"Terima kasih atas tawarannya, tapi sepertinya tidak perlu Bu, saya takut tidak bisa bayar. Karena saya juga tidak tahu apa yang akan terjadi di hari esok," tolaknya lembut.

"Baiklah, aku doakan rezeki mu lancar ya,"

"Amin,"

Rania segera pulang setelah semua belanjaan selesai ia beli. Sampai di rumah ternyata semua masih tidur, pun juga suaminya. Rania memasak yang sederhana demi menghemat uang, sayur bayam serta tempe dan tahu goreng tanpa ikan. Hari ini Alisa libur sekolah jadi ia membiarkan putrinya bangun agak siangan.

Setelah semua pekerjaan rumah selesai ia segera membuat gorengan dibantu Alisa yang sudah bangun, sedangkan camilan anak-anak sudah ia keluarkan sejak tadi. Hari ini gorengan yang ia jual tidak banyak, namun ia bersyukur pukul 10 pagi semua sudah habis. Bintang tiba-tiba bangun dan rewel tidak seperti biasanya, ternyata dia batuk pilek dan badannya panas.

"Bangunlah, itu Bintang panas badannya,"

Terpaksa Rania membangunkan Alif karena panik, dia memang sangat kuatir jika anaknya sakit berbeda dengan Alif yang bisa menyikapinya dengan lebih tenang. Rania kadang kesal jika anaknya sakit lumayan parah tapi Alif masih juga bisa bersikap tenang seolah tidak kuatir dengan keadaan anaknya.

"Iya badannya panas sekali, sudah di beri obat belum?" tanya Alif.

"Ya belumlah, dia saja baru bangun,"

Rania bergegas merebus air untuk memandikan Bintang, walau Bintang menolak ia tetap memandikannya karena kata dokter begitu, tetap harus di mandikan agar kuman dan bakteri hilang.

"Sayang makan dulu terus minum obat ya," bujuk Rania.

Alif hanya diam saja melihat istrinya sibuk mengurus Bintang, ia bingung tidak tahu harus berbuat apa.

"Kamu kok cuma diam saja sih, harusnya cepat mandi dan bantuin ngurusin Bintang atau menjaga jualan," ucap Rania kesal.

Saat ini dia sudah malas bermanis-manis kepada suaminya. Dia sudah benar-benar kehilangan harapan kepada pria itu. Alif menuruti kemauan istrinya, ia segera pergi mandi. Dia ingin mengurus Bintang, namun anak itu hanya ingin bersama ibunya jadi terpaksa Alif yang menjaga dagangan.

"Ini sudah dua jam tapi panasnya tidak turun, ayo kita bawa ke dokter saja," ajak Rania.

"Tapi aku tidak punya uang, di bawa ke puskesmas saja," balas suaminya.

Mereka segera membawa Bintang ke puskesmas, menurut dokter tidak ada masalah serius, setelah menebus resep dokter mereka segera pulang.

"Sayang, sementara tidak boleh jajan di luar ya, ibu belikan roti saja ya. Bintang jangan main di luar dulu, harus nurut supaya cepat sembuh ya Sayang," ucap Rania lembut.

Bintang mengangguk lemah, ia tiduran di temani kakaknya. Gadis itu mengelus kening adiknya dengan lembut dan menciumnya, terlihat sekali ia sangat menyayangi adiknya. Rania segera menghitung penghasilan hari ini, dahinya berkerut karena uang dagangannya berkurang.

"Mas, apa tadi ada orang yang ngutang saat membeli. Uangnya ini kurang?" tanya Rania.

"Tidak ada, semuanya bayar. Tapi tadi aku ambil 20 ribu untuk beli rokok," jawab suaminya santai.

"Apa? Kemarin kamu sudah pinjam 50 ribu masak sudah habis sih? Sekarang kamu justru ambil 20 ribu lagi tanpa bilang, kamu ngerti tidak sih aku susah payah menghemat pengeluaran supaya cukup. Jika kamu terus saja begini berapa banyak pun uang yang aku punya akan selalu habis,"

Rania meradang, dadanya rasanya sesak. Air matanya mengalir tanpa bisa di bendung lagi Ia tak kuasa menahannya lagi sehingga membuat kedua anaknya melihat kesedihannya kali ini.

Terpopuler

Comments

Ida Fatmawati85

Ida Fatmawati85

Ya Alloh kisah Rania miris bgt.....suamiku juga perokok berat sehari bisa SMPK 2 pack.dulu waktu sm2 kerja semua g terasa.begitu punya anak lagi dan ak berhenti kerja ekonomi jadi harus hemat.cm disabarin saja yg penting setia.perempuan bisa menahan yg penting jgn uji kesetiaan

2023-03-26

3

SBY army

SBY army

terlalu alif itu, kok ada laki2 seperti itu

2023-02-12

0

Alifia Najla Azhara

Alifia Najla Azhara

aduh Alif memang tidak punya harga diri

2023-01-02

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Bertengkar Lagi
2 Bab 2 Lelah Yang Terbayar
3 Bab 3 Sabar
4 Bab 4 Mertua Cerewet
5 Bab 5 Tidak Pernah di Hargai
6 Bab 6 Status Whatsapp
7 Bab 7 Ceraikan Aku
8 Bab 8 Ku Beri Waktu Sebulan
9 Bab 9 Rasa Yang Memudar
10 Bab 10 Rezeki Yang Tak Terduga
11 Bab 11 Tamu Tak di Undang
12 Bab 12 Tamparan
13 Bab 13 Akhir Dari Segalanya
14 Bab 14 Minta Maaf
15 Bab 15 Mengenang Masa Lalu
16 Bab 16 Cemburu
17 Bab 17 Kejadian di Kolam Renang
18 Bab 18 Mengancam Bunuh Diri
19 Bab 19 Demi Rasa Kemanusiaan
20 Bab 20 Perubahan Sikap
21 Bab 21 Membayar Kontrakan
22 Bab 22 Bertemu Mantan
23 Bab 23 Permintaan Maaf
24 Bab 24 Bertemu Lagi
25 Bab 25 Belajar Ikhlas
26 Bab 26 Ketahuan
27 Bab 27 Terusir
28 Bab 28 Kejadian di Rumah Alif
29 Bab 29 Kedatangan Ibu Mertua
30 Bab 30 Lapor Polisi
31 Bab 31 Mencabut Laporan
32 Bab 32 Surat Panggilan
33 Bab 33 Di Tuduh Selingkuh
34 Bab 34 Sidang Pertama
35 Bab 35 Alisa Menghilang
36 Bab 36 Peringatan Keras
37 Bab 37 Kebun Binatang
38 Bab 38 Resmi Bercerai
39 Bab 39 Alif Sakit
40 Bab 40 Liburan
41 Bab 41 Mengunjungi Orang Tua Rangga
42 Bab 42 Tidur Satu Ranjang
43 Bab 43 Menyatakan Perasaan
44 Bab 44 Alif dan Desi
45 Bab 45 Kenikmatan Satu Malam
46 Bab 46 Pertemuan Tidak Terduga
47 Bab 47 Ke Sekolah Alisa
48 Bab 48 Desi si Penggoda
49 Bab 49 Lewat Masa Iddah
50 Bab 50 Pencurian
51 Bab 51 Undangan Pernikahan
52 Bab 52 Alif Menikah
53 Bab 53 Mantan Menantu Yang Sukses
54 Bab 54 Terjebak
55 Bab 55 Di Sekap
56 Bab 56 Berhasil Kabur
57 Bab 57 Di Rumah Rangga
58 Bab 58 Kedatangan Alif
59 Bab 59 Bertemu Teman Lama
60 Bab 60 Restu Orang Tua
61 Bab 61 Sifat Asli Desi
62 Bab 62 Alif Minggat
63 Bab 63 Makan Malam Keluarga
64 Bab 64 Membeli Seserahan
65 Bab 65 Lamaran
66 Bab 66 Pisah Ranjang
67 Bab 67 Keputusan Ku Sudah Bulat
68 Bab 68 Persiapan Pernikahan
69 Bab 69 Akhirnya Menikah
70 Bab 70 Malam Pertama
71 Bab 71 Rania Bahagia, Alif Terluka
72 Bab 72 Bulan Madu
73 Bab 73 Alisa di Bully
74 Bab 74 Sosok Laila
75 Bab 75 Cemburu
76 Bab 76 Hamil
77 Bab 77 Rahasia Alisa
78 Bab 78 Ngidam
79 Bab 79 Keadilan
80 Bab 80 Kunjungan Alif
81 Bab 81 Jadi Korban Preman
82 Bab 82 Acara Empat Bulanan
83 Bab 83 Ayah Untuk Akila
84 Bab 84 Jalan-Jalan
85 Bab 85 Dona Salah Paham
86 Bab 86 Rahasia Yang terungkap
87 Bab 87 Menyakiti Rania
88 Bab 88 Masuk RSJ
89 Bab 89 Menikah Ke-3 Kalinya
90 Bab 90 Alif Dan Laila
91 Bab 91 Melahirkan
92 Bab 92 Selamat Datang Abhinaya
93 Bab 93 Derita Laila
94 Bab 94 Akila Jadi Rebutan
95 Bab 95 Kedatangan Teman Lama
96 Bab 96 Ambisi Michelle
97 Bab 97 Paket Misterius
98 Bab 98 Isinya Mengerikan
99 Bab 99 Ternyata Dia Pelakunya
100 Bab 100 Baby Naya di Culik
101 Pengumuman
102 Bab 101 Selamat Tinggal, Sayang
103 Bab 102 Bu Nani Pembunuh?
104 Bab 103 Meninggalkan Rumah
105 Bab 104 Minta Maaf
106 Bab 105 Bayar Hutang Kalian
107 Bab 106 Bertemu Rania
108 Bab 107 Mengunjungi Laila
109 Bab 108 Mengerjai Mertua Laila
110 pengumuman update
111 Bab 109 Michelle Menyukai Anto?
112 Bab 110 Permintaan Michelle
113 Bab 111 Ternyata Dia Masih Mencintainya
114 Bab 112 Bunuh Diri
115 Bab 113 Cinta Yang Datang Terlambat
116 Bab 113 Kecelakaan Membawa Berkah
117 Bab 114 Akhir Yang Indah
Episodes

Updated 117 Episodes

1
Bab 1 Bertengkar Lagi
2
Bab 2 Lelah Yang Terbayar
3
Bab 3 Sabar
4
Bab 4 Mertua Cerewet
5
Bab 5 Tidak Pernah di Hargai
6
Bab 6 Status Whatsapp
7
Bab 7 Ceraikan Aku
8
Bab 8 Ku Beri Waktu Sebulan
9
Bab 9 Rasa Yang Memudar
10
Bab 10 Rezeki Yang Tak Terduga
11
Bab 11 Tamu Tak di Undang
12
Bab 12 Tamparan
13
Bab 13 Akhir Dari Segalanya
14
Bab 14 Minta Maaf
15
Bab 15 Mengenang Masa Lalu
16
Bab 16 Cemburu
17
Bab 17 Kejadian di Kolam Renang
18
Bab 18 Mengancam Bunuh Diri
19
Bab 19 Demi Rasa Kemanusiaan
20
Bab 20 Perubahan Sikap
21
Bab 21 Membayar Kontrakan
22
Bab 22 Bertemu Mantan
23
Bab 23 Permintaan Maaf
24
Bab 24 Bertemu Lagi
25
Bab 25 Belajar Ikhlas
26
Bab 26 Ketahuan
27
Bab 27 Terusir
28
Bab 28 Kejadian di Rumah Alif
29
Bab 29 Kedatangan Ibu Mertua
30
Bab 30 Lapor Polisi
31
Bab 31 Mencabut Laporan
32
Bab 32 Surat Panggilan
33
Bab 33 Di Tuduh Selingkuh
34
Bab 34 Sidang Pertama
35
Bab 35 Alisa Menghilang
36
Bab 36 Peringatan Keras
37
Bab 37 Kebun Binatang
38
Bab 38 Resmi Bercerai
39
Bab 39 Alif Sakit
40
Bab 40 Liburan
41
Bab 41 Mengunjungi Orang Tua Rangga
42
Bab 42 Tidur Satu Ranjang
43
Bab 43 Menyatakan Perasaan
44
Bab 44 Alif dan Desi
45
Bab 45 Kenikmatan Satu Malam
46
Bab 46 Pertemuan Tidak Terduga
47
Bab 47 Ke Sekolah Alisa
48
Bab 48 Desi si Penggoda
49
Bab 49 Lewat Masa Iddah
50
Bab 50 Pencurian
51
Bab 51 Undangan Pernikahan
52
Bab 52 Alif Menikah
53
Bab 53 Mantan Menantu Yang Sukses
54
Bab 54 Terjebak
55
Bab 55 Di Sekap
56
Bab 56 Berhasil Kabur
57
Bab 57 Di Rumah Rangga
58
Bab 58 Kedatangan Alif
59
Bab 59 Bertemu Teman Lama
60
Bab 60 Restu Orang Tua
61
Bab 61 Sifat Asli Desi
62
Bab 62 Alif Minggat
63
Bab 63 Makan Malam Keluarga
64
Bab 64 Membeli Seserahan
65
Bab 65 Lamaran
66
Bab 66 Pisah Ranjang
67
Bab 67 Keputusan Ku Sudah Bulat
68
Bab 68 Persiapan Pernikahan
69
Bab 69 Akhirnya Menikah
70
Bab 70 Malam Pertama
71
Bab 71 Rania Bahagia, Alif Terluka
72
Bab 72 Bulan Madu
73
Bab 73 Alisa di Bully
74
Bab 74 Sosok Laila
75
Bab 75 Cemburu
76
Bab 76 Hamil
77
Bab 77 Rahasia Alisa
78
Bab 78 Ngidam
79
Bab 79 Keadilan
80
Bab 80 Kunjungan Alif
81
Bab 81 Jadi Korban Preman
82
Bab 82 Acara Empat Bulanan
83
Bab 83 Ayah Untuk Akila
84
Bab 84 Jalan-Jalan
85
Bab 85 Dona Salah Paham
86
Bab 86 Rahasia Yang terungkap
87
Bab 87 Menyakiti Rania
88
Bab 88 Masuk RSJ
89
Bab 89 Menikah Ke-3 Kalinya
90
Bab 90 Alif Dan Laila
91
Bab 91 Melahirkan
92
Bab 92 Selamat Datang Abhinaya
93
Bab 93 Derita Laila
94
Bab 94 Akila Jadi Rebutan
95
Bab 95 Kedatangan Teman Lama
96
Bab 96 Ambisi Michelle
97
Bab 97 Paket Misterius
98
Bab 98 Isinya Mengerikan
99
Bab 99 Ternyata Dia Pelakunya
100
Bab 100 Baby Naya di Culik
101
Pengumuman
102
Bab 101 Selamat Tinggal, Sayang
103
Bab 102 Bu Nani Pembunuh?
104
Bab 103 Meninggalkan Rumah
105
Bab 104 Minta Maaf
106
Bab 105 Bayar Hutang Kalian
107
Bab 106 Bertemu Rania
108
Bab 107 Mengunjungi Laila
109
Bab 108 Mengerjai Mertua Laila
110
pengumuman update
111
Bab 109 Michelle Menyukai Anto?
112
Bab 110 Permintaan Michelle
113
Bab 111 Ternyata Dia Masih Mencintainya
114
Bab 112 Bunuh Diri
115
Bab 113 Cinta Yang Datang Terlambat
116
Bab 113 Kecelakaan Membawa Berkah
117
Bab 114 Akhir Yang Indah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!