Bab 19 Demi Rasa Kemanusiaan

"Halo, ada apa lagi Mas?"

Dengan rasa malas Rania mengangkat telepon dari suaminya.

"Maaf Bu, apa benar ini istri dari pemilik ponsel ini?" tanya seorang pria di seberang.

"Iya benar Pak, kok ponsel suami saya ada di Bapak?" tanya Rania heran.

"Suami ibu tadi kecelakaan, sekarang sedang di rawat di rumah sakit Mitra. Apa Ibu bisa kesini sekarang?" tanya pria itu.

"Apa? Baik Pak, saya kesana sekarang,"

Rania segera membawa anaknya pergi, sebenarnya ia ingin menitipkan keduanya di rumah kakaknya namun pasti Bintang akan menangis, jadi terpaksa ia bawa.

Rumah sakit itu lumayan jauh dari rumah mereka, butuh waktu 45 menit untuk sampai kesana. Ia segera menuju ruangan yang pria tadi infokan kepadanya.

"Pak, bagaimana keadaan suami saya ya?" tanya Rania.

"Saya kurang tahu Mbak, coba tanya sama dokter langsung ya. Saya hanya mau mengembalikan barang-barang suaminya yang saya amankan, karena Mbak sudah di sini saya pamit pulang duluan ya,"

Pria itu memberikan semua barang suaminya, Rania sangat berterima kasih dan memberikan sedikit uang namun di tolak oleh pria tersebut.

"Jangan Mbak, saya tulus kok membantu. Lagian Mbak pasti lebih butuh uang untuk perawatan suaminya, saya permisi dulu ya,"

"Terima kasih sekali ya Pak, semoga Allah membalas kebaikan Bapak,"

Setelah pria itu pergi, Rania segera menemui dokter dan mengurus administrasi. Menurut dokter luka suaminya cukup parah, butuh sekitar 3 hari untuk membaik. Rania menghela napas, demi rasa kemanusiaan dia harus merawat suaminya. Ia harus mengesampingkan egonya, bagaimanapun Alif adalah ayah dari kedua anaknya.

"Bu, ayah kenapa? Kenapa ayah di perban, Bu?" tanya Alisa dengan polosnya.

"Ayah kecelakaan Nak, doakan agar cepat sembuh ya," jawab Rania.

"Iya Bu, kasihan ayah ya. Kenapa ayah tidur terus, apa parah ya Bu?" tanya gadis itu lagi.

Rania membawa keduanya mendekat ke tempat suaminya berbaring, ada rasa tidak tega memisahkan anak dan ayahnya. Haruskah iya mengalah kembali demi keutuhan rumah tangganya? Ah tidak, dia sudah tidak lagi punya rasa cinta untuk pria itu.

"Ayah sudah minum obat, jadi sedang istirahat sebentar. Ibu lupa membawa bekal karena terburu-buru, kita cari makan dulu yuk," ajak Rania.

Mereka segera ke kantin rumah sakit, Alisa makan sendiri sedangkan Bintang masih Rania suapi. Tiba-tiba ada seseorang menyapanya.

"Kamu Rania kan istrinya Alif, menantunya bu Nani?" tanya wanita itu.

"Iya Bu, benar," jawab Rania.

"Kamu kenapa masih bertahan dengan keluarga seperti itu, ibu mertua mu itu selalu menjelek-jelekkan diri mu kepada siapapun. Coba saja lihat postingan dan statusnya di wa dan sosial media. Ia juga suka bergunjing tentang diri mu kepada tetangga-tetangga sekitar,"

"Memangnya beliau berkata apa, Bu?"

Rania menanggapi cerita wanita itu, ia ingin tahu sejauh mana mertuanya menghinanya.

"Banyak sekali Nia. Dia bilang kamu beruntung mendapatkan putranya sehingga bisa berjualan online, padahal kamu hanya lahir dari keluarga miskin. Katanya kamu sudah main guna-guna sehingga Alif lebih tunduk kepada mu daripada ibunya. Terus Dia juga bilang katanya kamu menantu pemalas yang sukanya menghambur-hamburkan uang suami tanpa mau bekerja,"

Astagfirullah, Rania tidak menyangka ibu mertuanya bisa sekejam itu kepada dirinya. Perasaan selama ini dia tidak pernah mengusik hidup ibu mertuanya, bahkan tidak sekalipun ia menjauhkan suaminya dari ibunya itu. Setiap suaminya berpamitan untuk mengantar ibunya kemanapun dia tidak pernah melarang, walaupun di saat yang sama sebenarnya ia juga sangat membutuhkan bantuan suaminya.

Selama ini ia tidak pernah mendengar ibu kandungnya menghina para menantunya, baik secara langsung ataupun tanpa sengaja. Ia sangat shock mendapatkan ibu mertua seperti itu. Padahal selama ini dia selalu berusaha bersikap baik, walaupun ibu mertuanya itu sudah menunjukkan rasa tidak sukanya kepada dirinya, ia tetap menghormatinya sebagai orang tua.

"Biarkan saja Bu, saya tidak ingin menanggapinya. Mungkin karena sudah tua jadi berkata seperti itu,"

"Ah sepertinya tidak, mertua ku baik kok. Memang dasar bu Naninya saja yang begitu. Sejak dulu tidak ada seorangpun yang luput dari hinaannya, makanya adik ipar mu itu sampai menikah berkali-kali, itu karena suaminya tidak ada yang tahan punya ibu mertua seperti bu Nani,"

Oh Tuhan, dia baru tahu tentang ini. Pantas saja adik iparnya sampai berkali-kali cerai, ternyata karena perangai ibu mertuanya yang tidak baik. Berarti dirinya sangat kuat hingga mampu bertahan menikah dengan Alif sampai 11 tahun ini. Rania hanya tersenyum menanggapi cerita wanita itu, ia tak ingin terlalu ikut campur.

"Eh ngomong-ngomong kenapa kamu ada di sini? Siapa yang sedang sakit?" tanyanya.

"Mas Alif kecelakaan, tadi ada yang membawanya kesini," jawab Rania.

"Oh astaga, bagaimana keadaannya? Apa ibu mertua mu tahu?"

"Belum Bu, saya juga baru datang. Tadi saya kuatir sehingga tidak menyiapkan bekal, makanya anak-anak saya bawa makan di sini. Kata dokter cukup parah, sekitar 3 hari kemungkinan baru membaik,"

"Oh ya sudah, biar nanti aku yang memberi tahu, semoga Alif cepat sembuh. Aku duluan ya,"

"Iya Bu, terima kasih,"

Rania melanjutkan menyuapi Bintang, setelah anaknya merasa kenyang barulah dia yang makan. Sebenarnya ia enggan memberi tahu mertuanya, karena takut membuat keributan di sana. Apalagi keadaan Alif masih belum pulih, ia takut kehadiran mertuanya akan memperburuk kondisi Alif.

"Bu, ayo kita kembali ke kamar ayah. Kasihan ayah sendirian, Bu," ajak Alisa.

"Iya Sayang, ini juga sudah selesai. Ayo kita kembali,"

Rania membuka pintu perlahan, ruangan itu sebenarnya berisi dua ranjang, namun satunya sedang kosong sehingga mereka lebih mudah untuk keluar masuk. Ternyata Alif sudah sadar dan menyadari kehadiran mereka.

"Rania," panggil Alif.

"Ya, aku di sini," Rania segera mendekat.

"Aku senang kalian semua ada di sini, aku senang kalian masih peduli dengan ku,"

Alif merasa terharu, sudut matanya mulai berair. Sorot kebahagiaan begitu terpancar dari kedua matanya.

"Jangan banyak bicara dan bergerak dulu, kamu harus banyak istirahat," cegah Rania ketika Alif berusaha untuk bangkit.

"Aku rela terluka, asal kalian selalu bersama ku," ucap Alif.

"Kamu tidak boleh seperti ini, kita harus menyikapi masalah secara dewasa. Sekarang fokuslah kepada kesembuhan mu, jangan memikirkan hal lainnya dulu,"

Alif merasa senang, berarti Rania tidak akan membahas masalah perceraian selama ia sakit. Rasanya ia tidak ingin sembuh jika dengan sakit membuatnya selalu bersama mereka. Hatinya tersenyum, ternyata istrinya masih peduli kepadanya.

"Alif... Alif, di mana kamu Nak?"

Terdengar teriakan dari luar, sepertinya suara bu Nani mertuanya Rania.

Pintu di buka dengan keras, tampak sosok ibu yang sedang mencemaskan keadaan putranya. Rania memilih diam untuk memberi kesempatan kepada mereka.

"Ini semua karena kamu, dasar wanita pembawa sial," tunjuknya kepada Rania.

Terpopuler

Comments

SBY army

SBY army

sumpah sebel bgt sama mertuanya Rania

2023-03-16

0

Alifia Najla Azhara

Alifia Najla Azhara

mertua g Thu diri emang

2023-02-22

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Bertengkar Lagi
2 Bab 2 Lelah Yang Terbayar
3 Bab 3 Sabar
4 Bab 4 Mertua Cerewet
5 Bab 5 Tidak Pernah di Hargai
6 Bab 6 Status Whatsapp
7 Bab 7 Ceraikan Aku
8 Bab 8 Ku Beri Waktu Sebulan
9 Bab 9 Rasa Yang Memudar
10 Bab 10 Rezeki Yang Tak Terduga
11 Bab 11 Tamu Tak di Undang
12 Bab 12 Tamparan
13 Bab 13 Akhir Dari Segalanya
14 Bab 14 Minta Maaf
15 Bab 15 Mengenang Masa Lalu
16 Bab 16 Cemburu
17 Bab 17 Kejadian di Kolam Renang
18 Bab 18 Mengancam Bunuh Diri
19 Bab 19 Demi Rasa Kemanusiaan
20 Bab 20 Perubahan Sikap
21 Bab 21 Membayar Kontrakan
22 Bab 22 Bertemu Mantan
23 Bab 23 Permintaan Maaf
24 Bab 24 Bertemu Lagi
25 Bab 25 Belajar Ikhlas
26 Bab 26 Ketahuan
27 Bab 27 Terusir
28 Bab 28 Kejadian di Rumah Alif
29 Bab 29 Kedatangan Ibu Mertua
30 Bab 30 Lapor Polisi
31 Bab 31 Mencabut Laporan
32 Bab 32 Surat Panggilan
33 Bab 33 Di Tuduh Selingkuh
34 Bab 34 Sidang Pertama
35 Bab 35 Alisa Menghilang
36 Bab 36 Peringatan Keras
37 Bab 37 Kebun Binatang
38 Bab 38 Resmi Bercerai
39 Bab 39 Alif Sakit
40 Bab 40 Liburan
41 Bab 41 Mengunjungi Orang Tua Rangga
42 Bab 42 Tidur Satu Ranjang
43 Bab 43 Menyatakan Perasaan
44 Bab 44 Alif dan Desi
45 Bab 45 Kenikmatan Satu Malam
46 Bab 46 Pertemuan Tidak Terduga
47 Bab 47 Ke Sekolah Alisa
48 Bab 48 Desi si Penggoda
49 Bab 49 Lewat Masa Iddah
50 Bab 50 Pencurian
51 Bab 51 Undangan Pernikahan
52 Bab 52 Alif Menikah
53 Bab 53 Mantan Menantu Yang Sukses
54 Bab 54 Terjebak
55 Bab 55 Di Sekap
56 Bab 56 Berhasil Kabur
57 Bab 57 Di Rumah Rangga
58 Bab 58 Kedatangan Alif
59 Bab 59 Bertemu Teman Lama
60 Bab 60 Restu Orang Tua
61 Bab 61 Sifat Asli Desi
62 Bab 62 Alif Minggat
63 Bab 63 Makan Malam Keluarga
64 Bab 64 Membeli Seserahan
65 Bab 65 Lamaran
66 Bab 66 Pisah Ranjang
67 Bab 67 Keputusan Ku Sudah Bulat
68 Bab 68 Persiapan Pernikahan
69 Bab 69 Akhirnya Menikah
70 Bab 70 Malam Pertama
71 Bab 71 Rania Bahagia, Alif Terluka
72 Bab 72 Bulan Madu
73 Bab 73 Alisa di Bully
74 Bab 74 Sosok Laila
75 Bab 75 Cemburu
76 Bab 76 Hamil
77 Bab 77 Rahasia Alisa
78 Bab 78 Ngidam
79 Bab 79 Keadilan
80 Bab 80 Kunjungan Alif
81 Bab 81 Jadi Korban Preman
82 Bab 82 Acara Empat Bulanan
83 Bab 83 Ayah Untuk Akila
84 Bab 84 Jalan-Jalan
85 Bab 85 Dona Salah Paham
86 Bab 86 Rahasia Yang terungkap
87 Bab 87 Menyakiti Rania
88 Bab 88 Masuk RSJ
89 Bab 89 Menikah Ke-3 Kalinya
90 Bab 90 Alif Dan Laila
91 Bab 91 Melahirkan
92 Bab 92 Selamat Datang Abhinaya
93 Bab 93 Derita Laila
94 Bab 94 Akila Jadi Rebutan
95 Bab 95 Kedatangan Teman Lama
96 Bab 96 Ambisi Michelle
97 Bab 97 Paket Misterius
98 Bab 98 Isinya Mengerikan
99 Bab 99 Ternyata Dia Pelakunya
100 Bab 100 Baby Naya di Culik
101 Pengumuman
102 Bab 101 Selamat Tinggal, Sayang
103 Bab 102 Bu Nani Pembunuh?
104 Bab 103 Meninggalkan Rumah
105 Bab 104 Minta Maaf
106 Bab 105 Bayar Hutang Kalian
107 Bab 106 Bertemu Rania
108 Bab 107 Mengunjungi Laila
109 Bab 108 Mengerjai Mertua Laila
110 pengumuman update
111 Bab 109 Michelle Menyukai Anto?
112 Bab 110 Permintaan Michelle
113 Bab 111 Ternyata Dia Masih Mencintainya
114 Bab 112 Bunuh Diri
115 Bab 113 Cinta Yang Datang Terlambat
116 Bab 113 Kecelakaan Membawa Berkah
117 Bab 114 Akhir Yang Indah
Episodes

Updated 117 Episodes

1
Bab 1 Bertengkar Lagi
2
Bab 2 Lelah Yang Terbayar
3
Bab 3 Sabar
4
Bab 4 Mertua Cerewet
5
Bab 5 Tidak Pernah di Hargai
6
Bab 6 Status Whatsapp
7
Bab 7 Ceraikan Aku
8
Bab 8 Ku Beri Waktu Sebulan
9
Bab 9 Rasa Yang Memudar
10
Bab 10 Rezeki Yang Tak Terduga
11
Bab 11 Tamu Tak di Undang
12
Bab 12 Tamparan
13
Bab 13 Akhir Dari Segalanya
14
Bab 14 Minta Maaf
15
Bab 15 Mengenang Masa Lalu
16
Bab 16 Cemburu
17
Bab 17 Kejadian di Kolam Renang
18
Bab 18 Mengancam Bunuh Diri
19
Bab 19 Demi Rasa Kemanusiaan
20
Bab 20 Perubahan Sikap
21
Bab 21 Membayar Kontrakan
22
Bab 22 Bertemu Mantan
23
Bab 23 Permintaan Maaf
24
Bab 24 Bertemu Lagi
25
Bab 25 Belajar Ikhlas
26
Bab 26 Ketahuan
27
Bab 27 Terusir
28
Bab 28 Kejadian di Rumah Alif
29
Bab 29 Kedatangan Ibu Mertua
30
Bab 30 Lapor Polisi
31
Bab 31 Mencabut Laporan
32
Bab 32 Surat Panggilan
33
Bab 33 Di Tuduh Selingkuh
34
Bab 34 Sidang Pertama
35
Bab 35 Alisa Menghilang
36
Bab 36 Peringatan Keras
37
Bab 37 Kebun Binatang
38
Bab 38 Resmi Bercerai
39
Bab 39 Alif Sakit
40
Bab 40 Liburan
41
Bab 41 Mengunjungi Orang Tua Rangga
42
Bab 42 Tidur Satu Ranjang
43
Bab 43 Menyatakan Perasaan
44
Bab 44 Alif dan Desi
45
Bab 45 Kenikmatan Satu Malam
46
Bab 46 Pertemuan Tidak Terduga
47
Bab 47 Ke Sekolah Alisa
48
Bab 48 Desi si Penggoda
49
Bab 49 Lewat Masa Iddah
50
Bab 50 Pencurian
51
Bab 51 Undangan Pernikahan
52
Bab 52 Alif Menikah
53
Bab 53 Mantan Menantu Yang Sukses
54
Bab 54 Terjebak
55
Bab 55 Di Sekap
56
Bab 56 Berhasil Kabur
57
Bab 57 Di Rumah Rangga
58
Bab 58 Kedatangan Alif
59
Bab 59 Bertemu Teman Lama
60
Bab 60 Restu Orang Tua
61
Bab 61 Sifat Asli Desi
62
Bab 62 Alif Minggat
63
Bab 63 Makan Malam Keluarga
64
Bab 64 Membeli Seserahan
65
Bab 65 Lamaran
66
Bab 66 Pisah Ranjang
67
Bab 67 Keputusan Ku Sudah Bulat
68
Bab 68 Persiapan Pernikahan
69
Bab 69 Akhirnya Menikah
70
Bab 70 Malam Pertama
71
Bab 71 Rania Bahagia, Alif Terluka
72
Bab 72 Bulan Madu
73
Bab 73 Alisa di Bully
74
Bab 74 Sosok Laila
75
Bab 75 Cemburu
76
Bab 76 Hamil
77
Bab 77 Rahasia Alisa
78
Bab 78 Ngidam
79
Bab 79 Keadilan
80
Bab 80 Kunjungan Alif
81
Bab 81 Jadi Korban Preman
82
Bab 82 Acara Empat Bulanan
83
Bab 83 Ayah Untuk Akila
84
Bab 84 Jalan-Jalan
85
Bab 85 Dona Salah Paham
86
Bab 86 Rahasia Yang terungkap
87
Bab 87 Menyakiti Rania
88
Bab 88 Masuk RSJ
89
Bab 89 Menikah Ke-3 Kalinya
90
Bab 90 Alif Dan Laila
91
Bab 91 Melahirkan
92
Bab 92 Selamat Datang Abhinaya
93
Bab 93 Derita Laila
94
Bab 94 Akila Jadi Rebutan
95
Bab 95 Kedatangan Teman Lama
96
Bab 96 Ambisi Michelle
97
Bab 97 Paket Misterius
98
Bab 98 Isinya Mengerikan
99
Bab 99 Ternyata Dia Pelakunya
100
Bab 100 Baby Naya di Culik
101
Pengumuman
102
Bab 101 Selamat Tinggal, Sayang
103
Bab 102 Bu Nani Pembunuh?
104
Bab 103 Meninggalkan Rumah
105
Bab 104 Minta Maaf
106
Bab 105 Bayar Hutang Kalian
107
Bab 106 Bertemu Rania
108
Bab 107 Mengunjungi Laila
109
Bab 108 Mengerjai Mertua Laila
110
pengumuman update
111
Bab 109 Michelle Menyukai Anto?
112
Bab 110 Permintaan Michelle
113
Bab 111 Ternyata Dia Masih Mencintainya
114
Bab 112 Bunuh Diri
115
Bab 113 Cinta Yang Datang Terlambat
116
Bab 113 Kecelakaan Membawa Berkah
117
Bab 114 Akhir Yang Indah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!