5 September 2017,
Pemain Arouca dan para staff sudah berada di ruang ganti Estadio do Mar. Ini merupakan stadion dari tim Leixoes.
Arouca hari ini menggelar pertandingan away. Sean masih masuk daftar besar, namun ia tidak starting line up karena pelatih mempercayai pemain veteran untuk awal pertandingan.
Pemain yang mengisi kosongnya Osei adalah Kuca, dia juga veteran yang sama dengan Osei, berumur 31 tahun.
Sean juga tak masalah karena dirinya tak mungkin langsung starter.
Para pemain yang sedang berada di ruang ganti sedang mendengarkan instruksi pelatih untuk pertandingan hari ini.
Leixoes merupakan tim yang musim kemarin finish di posisi 8, 1 peringkat di bawah Arouca.
"Kita bermain di rumah lawan, jadi sebaik mungkin lakukan yang terbaik agar tidak kemasukan lebih awal, jika tidak kita akan susah untuk menyamakan kedudukannya."
"Jangan anggap remeh lawan, meski lawan menderita kekalahan di pertandingan pertama, itu karena mereka harus melawan Nacional yang sekarang berada di peringkat 1 apalagi mereka bertanding away."
"Mereka pasti ingin menghasilkan 3 poin penuh karena mereka sudah kalah, mereka juga akan memanfaatkan status mereka sebagai tuan rumah agar bisa mendapatkan 3 poin."
"Oke baiklah, sekarang lakukan." Ungkap pelatih yang sudah selesai memberikan instruksi.
Staff official juga sudah memberi tahu agar pemain segera ke lorong pemain.
Sean dan para pemain lain yang tidak masuk starting line up berjalan ke luar lapangan lebih dulu dan duduk di bench.
Komentator dan para penonton sudah berbicara banyak.
Stadion ini lebih besar dari pada stadion Arouca. Estadio do Mar memiliki kapasitas 6700 penonton, sedangkan Estadio Municipal Arouca hanya 5000.
Dengan masuknya para pemain dari lorong ke lapangan, komentator segera memberitahukan starting line up kedua tim.
Tak lama, kick off pun dimulai.
Kick off di mulai dengan sentuhan Roberto yang menendang bola ke belakang.
Pertandingan baru saja di mulai dan Leixoes sudah langsung menekan dengan pressing agresifnya.
Mereka tidak ingin kalah di kandangnya sendiri.
Pertandingan yang berlangsung juga sangat intens, pemain Arouca benar benar kesulitan padahal pertandingan baru saja di mulai.
Biasanya ketika pertandingan di mulai, para pemain selalu banyak melakukan kesalahan. Mungkin Leixoes mengandalkan hal ini agar bisa mencetak gol dengan cepat.
Leixoes berharap para pemain Arouca melakukan kesalahan.
Di lapangan, Valente yang sedang menguasai bola hanya bisa mengoper bolak balik antara wilayah tengah dan belakang.
Kadang kadang gelandang tim Arouca melakukan back pass sampai ke kiper, mencoba menarik pemain Leixoes agar keluar lebih maju.
namun para pemain Leixoes tetap sabar dan hanya melakukan pressing agresif di zona yang sudah di instruksikan oleh pelatihnya.
Santos juga yang merupakan gelandang inovatif dan cerdas meminta bola dan hanya bisa segera mengembalikannya lagi karena dia langsung di pressing oleh lawannya.
Keadaan terus bolak balik, kadang Leixoes juga mendapatkan bola dan mereka langsung melancarkan serangan tidak membuang waktu lama.
Serangan serangan yang di lancarkan Leixoes memang sangat berbahaya, namun karena rusuh mereka pun belum bisa berhasil mencetak gol.
20 menit sudah berlalu, pertandingan masih dengan kedudukan 0 0, namun peluang untuk Leixoes lebih banyak di bandingkan dengan tim Arouca.
Pelatih Jorge Costa yang melihat ini berwajah jelek, ia berjalan ke pinggir lapangan dan memberikan instruksi untuk tidak takut dan coba saja.
Dengan instruksi pelatih, para pemain Arouca mulai bermain keluar secara aktif dan bebas.
Mereka sudah berani dengan santai nya melakukan serangan tapi tak lupa juga mereka tetap fokus pada pertahanan karena takut Leixoes tiba tiba mendapatkan bola dan melakukan serangan balik cepat.
35 menit sudah berlalu, Roberto yang berposisi sebagai penyerang tim Arouca benar benar kesulitan.
Dalam 35 menit, Roberto hanya mendapatkan 6 sentuhan karena dia di kawal dengan ketat sampai sampai berbalik badan saja susah.
Tapi meski di jaga ketat, Roberto tidak kesal dan tidak kehilangan kewarasannya sampai sampai harus melakukan foul, dia tetap sabar.
Mungkin inilah yang di sebut pengalaman, mereka bisa mengerti dan tidak terprovokasi.
Dengan sabar Roberto juga berusaha mencari ruang.
Pertandingan terus berlanjut, serangan demi serangan di lakukan oleh kedua tim namun belum ada yang berhasil mencetak gol.
Tim Arouca sudah menyerang namun serangan itu belum menghasilkan hasil yang mereka harapkan.
Leixoes juga merasa kesusahan karena mereka berniat bahwa di awal pertandingan mereka harus mencetak gol agar menurunkan moral pemain lawan.
Namun kenyataannya berbeda, mereka sangat kesulitan.
Pelatih Joao Henrique yang merupakan pelatih Leixoes berada di pinggir lapangan dan memberikan instruksi dengan gerakan tangan yang melambai ke bawah beberapa kali.
Mengisyaratkan bahwa para pemain harus tenang jangan rusuh.
Pertandingan juga berubah, meski masih agresif dalam pressing, tim Leixoes melakukan serangan dengan teratur tidak terburu buru seperti di awal.
Mereka tidak langsung melakukan serangan cepat, tapi menguasai bola terlebih dulu berniat menarik para pemain Arouca agar keluar dari wilayahnya dan membuat wilayah wilayah yang merupakan zona tembak para pemain depan kosong.
Namun kesabaran para pemain Arouca juga tidak kalah dengan kesabaran tim Leixoes, para pemain Arouca bertahan dengan kuat.
Mencapai 44 menit, 1 menit sebelum tambahan waktu, Leixoes yang sudah menguasai bola dan setengah lapangan, memberikan umpan terobosan tiba tiba pada penyerang tengah mereka.
Penyerangan tengah tim Leixoes yang memiliki lari cepat segera mengejar bola itu, bola itu juga menjadi bola liar di kotak penalti.
Kiper tim Arouca merasa bahwa dirinya harus maju tapi dia ragu karena masih ada pemain bertahan yang sedang berusaha mengejarnya dan menghentikannya.
Saat melihat bahwa penyerang tengah akan menembak dan pemain bertahannya masih tertinggal beberapa langkah, kiper Arouca maju sedikit agar ruangnya tertutup dan penyerangan tim Leixoes tidak memiliki celah banyak.
Dengan perhitungan seperti itu, penyerangan tengah yang asalnya akan menembak melihat gerakan itu dan segera melirik sekilas ke sebelah kirinya, dimana winger kiri tim Leixoes sedang berlari dan juga diikuti oleh pemain bertahan tim Arouca.
Karena melihat masih diikuti, penyerang itu tak jadi mengoperkannya dan memilih untuk mengeksekusi langsung.
Dengan tendangan yang keras, bola meluncur menuju gawang, kiper Arouca yang sudah siap berusaha menangkap ataupun menepis bola yang menuju ke tiang jauh dari posisi si penyerang.
Dengan banyak usaha bola akhirnya tersentuh, namun hanya tersentuh sedikit dan bola kembali liar di daerah kotak penalti sebelah kiri.
Winger kiri asal tim Leixoes yang sedang berlari juga semakin mempercepat kecepatannya agar bisa meraih bola, namun kiper juga tak diam lagi dan berusaha menangkap bola yang kira kira masih berjarak 3 meter darinya.
Duel antara kiper dan winger kiri tim Leixoes terjadi. Dengan banyak usaha dan wajah yang tegang, kiper Arouca mengulurkan tangannya untuk meraih bola.
Namun saat tangannya hendak menyentuh bola, bolanya seakan menjauh dari jangkauan tangan si kiper.
Kiper itu segera menutupi ruang sebelah kanannya karena bola yang akan ia sentuh itu kini sudah berada di kaki winger kiri tim Leixoes yang sudah bersiap untuk menembakkan bolanya secara langsung setelah merebut bola dan mengontrol bolanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 255 Episodes
Comments
Pria Pria
🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩
2023-01-03
3
MR L.A
👍👍👍👍👍👍🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨👍🇲🇨👍🇲🇨🇲🇨🇲🇨👍🇲🇨👍🇲🇨👍👍👍👍👍👍👍👍🇲🇨👍👍🇲🇨👍👍👍👍👍🇲🇨👍🇲🇨👍🇲🇨👍🇲🇨👍🇲🇨👍🇲🇨👍🇲🇨👍🇲🇨👍🇲🇨👍🇲🇨👍🇲🇨👍🇲🇨👍🇲🇨👍🇲🇨👍🇲🇨👍👍👍🇲🇨👍👍🇲🇨🇲🇨👍👍👍🇲🇨👍🇲🇨👍🇲🇨👍🇲🇨👍🇲🇨👍🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨👍👍🇲🇨🇲🇨
2022-12-23
1
👑VIP👑
Semangat up thor
2022-12-14
2