Di pertandingan, Sean yang sudah bermain, dalam 15 menit dia bermain, dia baru menyentuh bola beberapa kali, itu juga masih bisa dihitung dengan jari tangan.
Tim Arouca yang sedang di tekan membuat Sean tidak bisa menunjukan penampilan terbaiknya.
Instruksi pelatih juga berubah beberapa saat yang lalu, dimana pelatih meminta Sean untuk ikut turun lebih dalam dan membantu pertahanan.
Sean mengikuti instruksi pelatih, dia sedang bertahandan menahan gempuran dari tim Penafiel.
Dimana pekerjaan Sean menganggu pergerakan lawan yang menguasai bola di dekatnya, juga menutup celah yang memungkinkan bola menuju ke daerah itu.
Gelandang tim Penafiel yang kesusahan mencari ruang untuk mengoper lagi akhirnya kesal dan memutuskan untuk menembak dari jarak jauh.
Tembakan keras yang di lancarkan itu langsung melewati pemain Arouca, namun pemain bertahan Arouca yang melihat itu tidak menghindar dan malah menghadangnya dengan punggungnya supaya bola terbuang lagi.
Dengan itu, bola pun menjadi kembali, namun bola tidak mengarah pada siapapun, bola mengarah ke tempat yang kosong.
Bola liar pun akhirnya segera di perebutkan kembali, Sean tidak ikut, dia buru buru mencari ruang gerak untuk memaksimalkan peluang jika seandainya rekan timnya yang mendapatkan bola.
Sean bergerak menuju daerah sisi kiri dekat garis out, dengan Sean yang bergerak perlahan namun matanya masih tertuju pada perebutan bola liar itu.
Dan benar saja dugaan Sean, Valente yang berposisi sebagai gelandang bertahan mendapatkan bolanya, ia tak membuang kesempatan dan langsung mengopernya pada Santos yang meminta bola di sebelah kanan.
Santos menerima bola dan mengontrolnya dengan baik. Sean melihat itu langsung berlari ke depan namun Sean juga melihat sekitar karena takut terjebak offside.
Santos yang sedari tadi sudah mengamati itu juga sudah melihat posisi Sean yang kosong. Santos langsung melakukan umpan panjang menuju sisi kiri daerah belakang lawan, dimana Santos berniat untuk membuat Sean berlari.
Santos percaya dengan kecepatan lari Sean. Sean yang mendapatkan umpan itu tidak membuang waktu dan segera berlari mengejar bola itu dengan cepat.
Pemain bertahan lain yang kurang 1 sekarang menjadi kesusahan menjaga salah satu pemain, Sean juga di kejar oleh pemain bertahan lawan yang bertubuh tinggi besar, tapi karena kecepatan Sean yang cepat, jarak antar keduanya semakin jauh apalagi Sean baru bermain.
Posisi kiper yang asalnya maju sedikit dan jauh dengan gawang ragu ragu apakah akan maju kedepan atau mundur.
Sean yang sedikit lagi meraih bola itu dengan tambahan sedikit kecepatan akhirnya meraih bola itu, Sean langsung mengontrol bolanya dengan baik.
Sean tidak menunda waktu, karena wilayah lawan yang kosong, Sean segera membawa bola masuk lebih dalam ke area lawan.
Roberto dan Lopes juga berlari, Sean masih diikuti oleh pemain bertahan lawan. Sesampainya di dekat daerah kotak penalti, Sean tiba tiba memperlambat kecepatannya agar tidak terlalu sulit untuk menembak.
Sean juga dengan tenang melihat ke arah gawang memastikan posisi kiper sekilas, sebelum pemain bertahan lawan meraih baju Sean untuk menghentikan Sean, Sean sudah melakukan tembakan melengkung pelan, meski pelan itu sangat terarah ke pojok kanan, dimana posisi kiper yang kaku karena Sean sudah 1 vs 1.
Bola yang terarah itu perlahan hampir keluar dan hampir mengenai tiang gawang, namun seakan bergerak sendiri bola berbelok dan masuk ke dalam gawang.
Di saat Sean akan melakukan tembakan tadi, Santos yang melakukan umpan pada Sean yakin bahwa Sean akan mencetak gol.
Santos juga sudah melakukan selebrasi terlebih dahulu dengan mengangkat kedua tangannya tinggi, seakan sangat percaya dengan Sean.
Sean yang berhasil mencetak gol berlari ke sudut lapangan untuk melakukan selebrasi. Dia berlari dan melompat lalu mendarat dengan kedua kakinya yang sedikit terbuka lebar dan ke dua tangannya ia silangkan ke ketiaknya.
Dengan postur yang tegak, dan wajah yang penuh percaya diri Sean melakukan selebrasinya.
Rekan tim Sean juga berlari menuju Sean kecuali Santos yang sudah tersenyum melihat Sean berhasil mencetak gol.
'Aku tahu dia. Dia tidak akan mengecewakan umpanku.'
Pelatih di pinggir lapangan juga tersenyum karena melihat Sean mencetak gol dengan tenangnya.
"Anak ini tidak panik sama sekali berhadapan 1 vs 1 dengan kiper. Meski aku masih khawatir karena saat latihan dan pertandingan sangat berbeda. Sepertinya aku bisa semakin mempercayainya." Ucapnya pada assisten pelatih dan staff lainnya.
Mereka hanya tersenyum saja, pelatih fisik bahkan tersenyum lebar karena dia percaya dengan fisik dan stamina Sean yang sudah melebihi batas wajar usianya.
Sean berhasil melakukan selebrasi tanpa adanya ketidaksadaran seperti pertama kali mencetak gol di liga U 19, Sean sudah siap secara mental jadi tidak lupa dan tidak sadar.
Silva yang di tribun juga langsung melompat karena pemainnya mencetak gol dalam debutnya.
Saat Sean mencetak gol, bukan hanya tim Sean yang bersorak, penonton semakin riuh karena mereka mendapatkan hasil positif dalam pertandingan ini, meski game belum berakhir tapi mereka sangat percaya bahwa tim bisa mendapatkan 3 poin.
Komentator juga berseru, "Golll, ketenangan pemain muda ini patut di acungi jempol."
"Bagaimana cara dia menembak dengan tenangnya, dan juga saat dia mendapatkan bola dia mengontrol dengan baik, ketika berlari membawa bola dia tidak terlihat seperti yang kesusahan, ketika membawa bola, dia terlihat seperti sedang mengayuh sepeda dengan kencang, bolanya juga tidak jauh dari kakinya."
"Apakah kamu melihat saat tadi bola liar?" Tanya salah satu komentator.
"Melihat, Valente yang mendapatkannya."
"Bukan itu, maksudku dia. Dia seperti percaya bahwa rekannya akan mendapatkan bola, dan dia langsung bergerak mencari ruang yang kosong."
"Apakah kamu tadi melihat bagaimana Santos?" Tanya nya lagi.
"Iya, dia melakukan umpan panjang yang cantik."
"Bukan itu saja, Santos tadi sudah melakukan selebrasi dengan mengangkat kedua tangannya sebelum pemuda ini menembak bola ke gawang."
Dengan itu juga komentator semakin bersemangat mengomentari pertandingan hari ini.
Sean dan rekannya sudah kembali ke lapangan karena wasit sudah meniup peluit menandakan game harus di mulai lagi.
Pelatih lawan memiliki wajah yang sangat jelek. Dia tidak pernah percaya timnya akan kalah di match pertama.
Apalagi dengan skor yang besar kalahnya, sebelum pertandingan di mulai, pelatih Helder Ferreira melakukan pergantian pemain, berharap pemain yang masuk dapat merubah situasi di lapangan.
Akhirnya pertandingan di mulai kembali, Sean bekerja seperti biasanya bergerak menganggu pemain yang menguasai bola, mencoba merebutnya juga dan ketika rekannya mendapatkan bola, dia berusaha mencari ruang kosong.
Saat menit di lapangan mencapai menit 83, pertandingan semakin memanas dan seru karena Penafiel tidak mau kalah terlalu memalukan, mereka berharap bisa mencetak 1 atau 2 gol sebelum pertandingan berakhir.
Serangan tim Penafiel semakin ganas saat memasuki menit 80 tadi.
Sean juga terpaksa menjadi sedikit lebih defensif untuk membantu rekan rekannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 255 Episodes
Comments
ASIKIN AJA
apakah coach Justin akan mengomentari pemain satu ini?
2023-04-03
1
Ꮩווⲛⲛ࿐
mantap
2022-12-30
2
MR L.A
🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨👍👍👍👍👍👍👍
2022-12-23
1