Juli, 2017.
Di Arouca, kota metropolitan Porto. Sean sudah berada dalam asrama yang sudah di sediakan oleh tim Arouca.
Sean datang lebih dulu di bandingkan pemain lainnya. Bukan untuk menjadi yang pertama dan di pandang oleh pelatih, tapi Sean melakukan ini untuk beradaptasi dengan lapangan yang akan ia sering gunakan nanti.
Ruang asrama yang sangat nyaman, namun masih kalah dari asrama Sean sebelumnya.
Sekarang tepat awal Juli, dan para pemain harus datang paling telat tanggal 5 juli. Sean yang masih berada di asrama sedang membereskan barang barang bawaannya.
Setelah membereskan barang barangnya, Sean langsung mulai berjalan jalan sekitaran asrama, dan menemukan lapangan bola mini.
Sean juga datang ke lapangan mini itu, dan nyatanya ada pemain yang kira rata rata usia nya adalah 12 tahun.
'Bibit di Eropa sudah di pupuk dari kecil di fasilitas yang lebih baik dan nyaman.' Puji Sean dalam hatinya saat melihat anak anak yang sedang bermain bola.
Melanjutkannya lagi untuk beradaptasi dan mengenal lebih jauh lagi, meski tadi sudah di perkenalkan oleh staff namun Sean merasa canggung karena di temani, apalagi staff tadi adalah perempuan.
Di saat Sean sedang berjalan jalan, pemain tim utama yang sudah datang lebih dulu melihat Sean.
Ia menghampiri Sean, "Apakah kamu pemain pinjaman dari Boavista itu?"Tanya tiba tiba.
Berita tentang peminjaman Sean pada Arouca juga di umumkan di halaman sosial media kedua tim, jadi mungkin berita juga sudah sampai ke Indonesia jika ada netizen yang fokus dan mencari tahu dengan benar.
"Ah iyaa, hallo." Sapa Sean.
"Hallo juga. Rajin, pertama datang dan sudah berjalan jalan. Apakah mau di temani?" Ungkapnya dengan ramah.
Sean juga merasa hangat karena tidak di perlakukan tidak seenaknya.
"Boleh?"
"Haha tentu, ayo." Ungkapnya.
Keduanya lalu berjalan sambil mengobrol. Sean juga mengetahui bahwa pemain ini merupakan seorang gelandang di tim dan juga kapten tim.
Namanya adalah Santos, Sean juga baru tau setelah dia memperkenalkan dirinya. Keduanya terus berjalan, Santos memperkenalkan tempat tempat yang mungkin nanti akan di kunjungi oleh Sean mulai dari ruang perawatan, ruang gym dan lainnya.
Sean juga senang karena akhirnya dia bisa membentuk tubuhnya, meski Silva sudah bilang bahwa segini cukup, Sean merasa bahwa itu kurang.
Saat sore hari, banyak pemain lainnya juga datang. Santos membawa Sean pada rekan tim lainnya dan memperkenalkannya.
Untung saja, saat sesi perkenalan itu, rekan timnya tidak merendahkan dan berbicara omong kosong yang bikin orang tersinggung.
Sean mengenal pemain pemain ini, di antaranya ada Valente, Alves yang berposisi sebagai gelandang. Yang lainnya juga ada seperti Roberto dan Lopes yang merupakan penyerang dan winger.
Ada pemain belakang juga seperti Basto, Jubal dan Nelsinho namun itu belum semuanya.
Sean juga tahu mungkin mereka masih dalam perjalanan atau sengaja datang terakhir supaya datang, pelatihan juga di mulai.
Ketika malam tiba, Sean kembali ke kamar asramanya karena rekan rekan timnya kembali ke rumah mereka.
Mereka datang hanya untuk melapor saja bahwa liburannya sudah selesai dan siap untuk berlatih.
Mereka bisa pulang ke rumah karena mereka juga memiliki rumah yang jaraknya sangat dekat dari kantor dan lapangan tim.
Sendirian di asrama nya, Sean membuka ponsel nya dan melihat instagramnya sesuai perintah Silva.
Sean awalnya menolak karena dia takut kecanduan.
Silva memberikannya penjelasan bahwa Sean perlu bersosialisasi jangan terlalu berlebihan dalam pelatihan yang bisa membuat badan terbebani dan pikiran juga terbebani.
Akhirnya Sean mengalah dan menurutinya, Sean yang sedang melihat instagramnya sudah mendapatkan beberapa pengikut yang lumayan banyak di bandingkan sebelumnya.
Itu di karenakan saat pemberitaan Sean akhir Juni. Pemberitaan dari kedua klub yang memberitahukan tentang peminjaman Sean.
Kedua klub juga mencantumkan akun instagram Sean, sehingga Sean memiliki tambahan pengikut.
"Kapan Silva memasukan foto foto ini?" Ungkap Sean yang bingung.
Di instagramnya sudah ada 3 foto yang di upload, dimana itu saat Sean sedang berlatih sendiri di lapangan mini Boavista. Sean tahu bahwa ada fotographer yang datang, sesuai instruksi Silva, Sean juga fokus pada pelatihannya dan mengabaikan fotographer itu.
Sean hanya tahu bahwa dirinya di photo tapi tidak tahu hasilnya dan sekarang dia melihatnya.
"Haha ternyata di fotoo aku terlihat bagus." Ungkap Sean yang mengamati uploadan foto dirinya sendiri di instagram.
Sean melihat bahwa di photo itu, ia sedang berlari kencang, namun karena lensa fotographer yang bagus, Sean yang berlari kencang juga tidak kabur dan malah fokus, hasilnya juga bagus.
Sean yang sedang berlari kencang itu terlihat otot otot kakinya kuat, dan di lengannya juga terlihat otot otot yang masih sedang tumbuh.
Dengan tubuh tingginya itu terlihat bagus, apalagi Sean yang memiliki wajah tampan, rambut lurus panjang yang belum sempat ia potong.
Itu terlihat sangat bagus.
"Sempurna."
"Aku tidak tahu bahwa aku setampan ini." Pujinya pada diri sendiri sambil mengeluh karena tidak tahan melihat dirinya sangat sempurna dalam foto.
Sean juga melihat uploadan lainnya, dan sama hasilnya sangat bagus.
Foto kedua, Sean sedang menendang bola dan foto ketiga, Sean sedang menggiring bola.
"Sudahlah, nanti aku kecanduan." Ungkap Sean lalu menutup ponselnya dan kembali ke ranjang kasurnya untuk rebahan.
'Pelatihan di mulai tanggal 6, sekarang tersisa 5 hari lagi, fisik dan staminaku sudah bagus jadi tidak akan terlalu terbebani nantinya.'
'Aku belum pulang ke Indonesia selama 2 tahun, aku tidak tahu bagaimana kabar teman temanku di rumah?'
'Sekarang sepertinya mereka sudah duduk di bangku SMA.'
'Demi mimpi, aku putus sekolah. Tapi tak apa, asalkan aku berhasil, itu semua akan terbayarkan.'
'Ayo semangat Sean.'
Sean rebahan sembari mengobrol dengan dirinya sendiri, untuk memotivasi dirinya juga agar tidak terlalu kesepian menjalani kehidupan di Eropa sendirian.
Tak lama, Sean tertidur tiba tiba, mungkin karena kelelahan karena sudah berjalan jalan untuk mengenali lingkungan sekitarnya.
Keesokan paginya, Sean seperti biasa, melakukan lari pagi, tanpa lupa Sean juga sudah beribadah dulu sebelum pukul set 6, tepatnya jam 5. Jadi Sean tidak tidur lagi dan langsung bersiap.
Berlari pagi di sekitaran asrama, Sean di hampiri oleh penjaga asrama.
"Hei nak, lebih baik lari pagi di lapangan sana."Ungkapnya sambil menunjuk ke lapangan kecil tempat anak anak kemarin bermain bola.
Sean juga berterima kasih pada satpam karena sudah memberitahunya dan segera dia menuju ke lapangan kecil tempat kemarin.
Berlari sendirian di lapangan mini, embusan nafas yang di keluarkan Sean saat lari pagi menghasilkan asap putih, itu di sebabkan oleh udara pagi yang dingin sedangkan tubuh dalam keadaan yang hangat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 255 Episodes
Comments
Herry Ruslim
harusnya sih lanjut sekolah SMA di Porto,masa sekolah sampai SMP aja
2023-02-11
2
KING LIVERPOOL
anjing eee jubal nyasar ke novel orang itu sa tandai anjing kas rusak motor orang sembarang.
2022-12-17
2
Taaku
akhir nya bisa like
2022-12-13
1