Dengan keunggulan 1 gol oleh Sean, Boavista akhirnya memimpin di babak pertama. Pertandingan juga berlanjut namun pertandingan yang di lanjutkan ini semakin seru.
Itu di sebabkan oleh tim Facos Ferreira yang tidak mau kalah, mereka mulai keluar dan mulai menyerang dengan ganas.
Karena keuletan para pemain di Boavista, serangan mereka juga tak kunjung menorehkan hasil, malah terjadi sebaliknya.
Boavista selalu melakukan serangan balik, namun serangan yang di hasilkan masih belum maksimal karena penyerang tidak melakulan finishing dengan baik.
Pertandingan yang semakin intens itu terhenti seketika karena wasit meniupkan peluit tanda berakhirnya babak pertama.
Para pemain kembali ke ruang ganti, sedangkan pemain cadangan melakukan pemanasan di lapangan.
Di ruang ganti,
Para pemain sudah duduk sambil minum, mereka masih menunggu pelatih yang sedang dalam perjalanan ke ruang ganti.
Tak lama pelatih pun datang, " Bagus, unggul 1 gol ini masih sesuai harapanku, walaupun kita masih kehilangan banyak peluang yang tidak dimanfaatkan dengan maksimal itu sudah cukup membuat pihak lawan takut karena mereka tau bahwa kita menyerang dengan kuat."
"Untuk babak ke 2 nanti, belum ada pergantian. Kita akan masih seperti ini, tapi kita kurangi bermain menguasai bolanya dan coba untuk langsung memberikan umpan jauh ke depan, mau itu dari pemain bertahan atau pemain tengah, coba berikan bola pada Oliviera."
Pelatih pun melihat Oliviera dengan serius, "Tanggung jawab mencetak gol di babak ke 2, bergantung banyak padamu, jika ada ruang kamu bisa menendangnya sendiri, jika tidak ada, jadikan dirimu pemantul untuk pemain lainnya."
"Baik coach." Sahutnya langsung.
Tak lama, waktu istirahat pun selesai dan para pemain kembali kelapangan.
Bola di mulai dengan penguasaan tim Facos yaitu tim lawan. Awal di mulai, Facos Ferreira langsung mulai menyerang dengan melakukan penguasaan bola setengah lapangan.
Para pemain bertahan lawan pun mulai maju sedikit demi sedikit memasuki wilayah tim Boavista.
Hal itu membuat tim Boavista sedikit tertekan, para pemain depan Boavista juga harus ikut turun, namun tidak terlalu turun karena celah yang di berikan oleh tim lawan sangat besar dan ada kemungkinan serangan balik.
Apalagi sesuai instruksi pelatih, dimana memainkan umpan jauh.
Sean mencoba menganggu pemain yang sedang menguasai bola, dengan gangguan Sean, pemain yang menguasai bola itu akhirnya memberikan bola nya lagi pada rekan timnya.
Masih ikut bertahan dengan yang lainnya, pertandingan berlangsung sepihak karena terlihat bahwa Facos Ferreira yang semakin menekan menyerang, dan Boavista tertekan bertahan.
Para penonton melihat ini juga memberikan semangat pada para pemain Boavista dengan bernyanyi.
Berbeda dengan komentator, "Sepertinya di babak ke 2 ini, Facos Ferreira yang sebagai tim tamu tidak mau kalah. Mereka sudah menggempur dalam 15 menit terakhir ini mencoba untuk menyamakan skor."
"Oooh, wow, sayang sekali." Ungkap komentator yang melihat tendangan pemain tengah Facos Ferreira.
Pemain yang melakukan tendangan jarak jauh diluar kotak penalti, namun masih melenceng.
"Sayang sekali, mungkin itu sekitar 25 cm lagi."Ungkapnya.
Pertandingan terus berlanjut, baru saja Boavista memainkan bola, para pemain Facos Ferreira sudah melakukan pressing ketat, tidak memberikan kesempatan pemain Boavista untuk melakukan penguasaan bola, namun sayang sekali, para pemain Facos Ferreira tertipu.
Mereka melakan pressing bertujuan membatasi pergerakan dan operan tim Boavista, tapi tim Boavista tidak melakukan operan seperti babak pertama, dimana operan penguasaan bola.
Sean juga sudah berlari menuju depan dengan kencang, Ramos yang sedang menguasai bola juga tidak berlama lama dsn langsung menendang ke depan.
Bukan karena tujuannya Sean saja, tapi di depan sudah ada 3 pemain depan Boavista.
Bola mendatangi Oliviera yang sebagai penyerang tengah, Oliviera menerima bola dengan mulus dan mulai menggiring bola kedepan.
Saat hendak akan melakukan tendangan jarak jauh, pemain bertahan lawan mulai menghalangi dan mengganggunya, Oliviera pun terpaksa menunda tendangannya dan memberikan bola ke sisi kanan dimana ada Victor yang berlari bebas.
Dengan umpan Oliviera, Victor yang bebas pun mulai menggiring bolanya setelah menerima operan itu.
Menggiring dengan cepat sampai memasuki kotak penalti, ia pun melihat sekilas ke sampingnya mencoba mencari apakah ada rekannya, entah itu Sean atau Oliviera.
Namun dia tidak menemukannya, dengan cepat mengambil keputusan untuk menendangnya.
Dengan tendangan Victor bola pun melesat ke arah kiper, kiper yang siap dengan tendangan itu pun mulai bergerak mencoba menghentikan tendangan Victor.
Akhirnya dengan sedikit usaha, kiper Facos Ferreira berhasil menghentikan tendangan Victor dengan menepisnya, namun tepisan itu berujung petaka baginya, karena tepisan yang ia lakukan tak sengaja mengarah ke tengah dimana Oliviera berada.
Oliviera juga tak bertingkah lama dan langsung menendang bola bebas itu, dengan keras bola melayang ke arah gawang, kiper yang tak siap itu akhirnya harus merelakan gawangnya kemasukan lagi.
Oliviera yang berhasil mencetak gol itu berlari ke ujung lapangan lalu melakukan selebrasi.
Sean pun ikut dan merayakannya.
Sean sedari tadi yang kosong juga meminta bola, namun posisinya masih di belakang Victor yang sudah masuk dalam kotak penalti jadi tidak terlihat oleh Victor yang melakukan penglihatan sekilas.
Wasit meniup peluit mengisyaratkan bahwa pertandingan harus di mulai lagi.
Oliviera dan yang lainnya kembali.
Facos Ferreira yang sudah tertinggal 2 gol pun semakin menyerang karena mereka sudah tertinggal.
Serangan demi serangan di lancarkan, namun sayang masih tidak berbuah gol satu pun.
Serangan itu kadang kadang di hentikan oleh kiper, atau bola yang di tendang melenceng.
Melihat situasi seperti itu, pelatih Facos Ferreira pun kesal dan mulai melakukan pergantian berharap ada gol yang di hasilkan oleh pemain pengganti.
Pelatih Boavista segera melakukan penyesuaian dengan melakukan pergantian.
Namun Sean masih belum di ganti, sekarang pertandingan yang sudah memasuki menit 78 pun masih berlanjut seru karena kedua tim saling jual beli serangan.
Facos Ferreira menyerang lewat penguasaan bola yang menekan, Boavista menyerang lewat serangan balik umpan jauh.
Memasuki menit 83, Sean sedang berusaha menghalangi pemain lawan yang sedang menguasai bola.
Menghadapi Sean yang lumayan ketat dan kuat, pemain lawan mulai merasakan tekanan dan merasa bahwa dia akan kehilangan bola.
Baru saja dia merasakan kehilangan bola, bola itu pun akhirnya di rebut oleh Sean dengan cepat saat pemain lawan itu melihat sekeliling mencari rekannya untuk membantu.
Sean yang sudah merebut bola, langsung menggiring bolanya ke depan karena wilayah lawan sangat kosong.
Rekan Sean juga ikut berlari untuk membantu menyerang.
Sean mulai menggiring dengan kecepatan tercepatnya namun bola masih menempel di kakinya.
"Oh Messi Messi. Ini seperti Messi." Ungkap komentator yang kaget saat melihat Sean menggiring bola dengan cepat namun bolanya seperti menempel di kakinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 255 Episodes
Comments
Rih Alaihi
p
2024-02-07
0
Ahmad Najih
La kan penaldog gak bisa dribel bola tolol
masak disamain
2024-01-23
0
1ZERO
fans ronaldo kok di panggil messi
2023-02-10
3