Dengan selesainya liga portugal untuk U 19, Sean juga sudah bisa pulang ke Indonesia, namun Sean tidak melakukan itu.
Ia ingin berlatih di sini karena fasilitas yang lengkap dan juga dia belum mendapatkan surat kontrak baru atau surat perhentian kontrak bahwa jika dirinya tidak akan di perpanjang kontrak.
Sean yang berada di asrama nya sedang memegang ponselnya, ia ragu apakah akan menghubungi Silva yang merupakan agen Gestifute waktu itu atau tidak.
Sean sekarang memerlukan agen, dia hanya berharap bahwa agennya akan mengurus segalanya dan dia fokus latihan selama liburan ini.
Dengan pemikiran yang panjang, Sean memutuskan untuk menghubungi Silva. Telponnya tersambung namun Silva belum menjawabnya.
Tak lama, "Hallo, dengan siapa?" Menggunakan bahasa Portugal.
"Hallo, Saya Sean. Pemain yang anda temui di lapangan Boavista bulan kemarin. Maaf baru menghubungi anda sekarang."
"Ohh, tentu saja tak apa. Ada kepentingan apa? Apakah anda sudah memikirkannya?" Tanya nya dengan nada semangat.
"Saya menelpon anda karena saya sekarang membutuhkan agen, meski saya masih takut anda tidak bertanggung jawab tapi saya sekarang benar benar membutuhkannya." Ujar Sean terus terang, tidak takut pihak lain tersinggung.
"Haha tak apa apa, memang begitu seharusnya. Terima kasih karena sudah percaya, saya akan memenuhi harapan anda. Jadi bisakah kita bertemu untuk mengurus kontraknya?"
"Bisa, saya sekarang ada di asrama." Ungkap Sean.
"Baiklah, saya kebetulan berada di sekitaran Boavista, jadi tunggu sebentar." Jawabnya lalu dengan cepat menelpon.
Setelah panggilannya selesai, Sean juga menyimpan ponsel nya dan bersiap.
Menunggu 10 menit namun Silva masih belum datang, Sean masih sabar menunggu di ruangannya.
Tak lama, telpon Sean mendapatkan panggilan dari Silva.
"Aku di bawah, kita mau bicara dimana? Cafe terdekat atau asramamu?"
"Kamarku saja." Sahut Sean.
"Kalau begitu, tunggu aku keluar sebentar." Langsung Sean.
Dengan itu Sean menuju keluar asrama dan mencari Silva di parkiran, tak lama Sean pun menemukannya.
Silva yang masih sekitar usia 30 tahunan memakai pakaian formal dengan membawa tas yang di pegang di tangan kanannya.
"Hallo."
"Haii, ayo langsung saja asramamu." Ungkap Silva bersemangat.
Sean juga langsung membawanya ke asrama karena dia juga ingin tahu kontrak apa yang di berikan oleh Silva.
Sesampainya di asrama, Silva langsung duduk tanpa izin terlebih dulu dan langsung mengeluarkan berkas berkas dari tas yang tadi ia bawa.
"Ini kontrak yang selalu bawa, dan namanya tinggal di isi saja. Silahkan di lihat dulu." Ungkapnya.
Sean mengambil berkas itu dan melihatnya, ia membaca dengan cepat dan membaliknya dan langsung tertuju pada biaya perawatan agen.
Untuk biaya perawatannya, Silva hanya ingin 10% dari setiap Sean menandatangani kontrak, entah itu klub ataupun sponsor.
Sean merasa bahwa ini masih terlalu besar karena dia hanya pemain kecil.
"Inii apakah tidak terlalu besar? Saya masih pemain kecil."Ungkap Sean ragu.
"Sebenarnya ini adalah batasan yang sudah di tetapkan oleh perusahaan, bukan saya. Perusahaan menetapkan ini karena perusahaan juga meyakinkan setiap karyawannya agar berusaha sebaik mungkin menjaga pemain dan memperlakukannya dengan baik, dan mendapatkan perawatan terbaik saat menandatangani setiap kontrak, jadi ini terbilang bagus." Ungkap Silva menjelaskan.
Sean merenung sebentar karena ini benar benar terlalu besar, jika memang 7 atau 8% dia masih bisa menandatanganinya langsung tanpa bertanya lebih dulu.
Melihat Sean ragu, Silva pun berkata, "Jika anda setuju, saya akan melakukan yang terbaik untuk anda. Bukan karena anda menyetujui syarat ini tapi anda juga merupakan pemain pertama saya, jadi saya akan bersungguh sungguh. Melihat karir kita yang sama sama baru di mulai. Jadi mari kita berusaha bersama." Ungkapnya.
Sean juga merasa ada benarnya karena Silva hanya mengurus dirinya jadi tidak terlalu ribet dan sibuk, apalagi Silva juga baru sama seperti dirinya.
"Aku punya pertanyaan." Ucap Sean.
"Silahkan tanyakan." Sahut Silva.
"Jika kemungkinan saya sudah tumbuh menjadi pemain besar, apakah kontrak juga akan berubah atau tidak?"
"Tentu, itu akan berubah, tapi maksimal batasan yang di tetapkan oleh perusahaan adalah agen hanya bisa menerima 15 % dari setiap kontrak tidak bisa melebihinya."
"Itu juga jika kamu sudah bergabung dengan tim tim besar dan juga namamu sudah besar jadi agen harus mendapatkan penghasilan juga sebagai jasa karena sudah mendapatkan kontrak yang baik untuk pemainnya."
"Tapi kamu santai saja, untuk sampai 15% itu kamu harus benar benar menjadi bintang, mungkin saya hanya bisa menaikan sampai 13% nantinya." Ungkap Silva percaya diri.
Silva percaya bahwa Sean akan menjadi pemain besar. Sean juga terkejut karena Silva mempercayai bahwa Silva bisa menaikan biaya kontraknya sampai 13%, dimana itu sudah menjadi pemain besar di bawah mega bintang.
"Kalau begitu, baiklah. Saya akan menjadikan anda sebagai agen saya." Ungkap Sean.
"Apakah tidak perlu pengacara?" Tanya Sean.
"Tidak perlu jika kamu benar benar memahami isi kontraknya."
"Saya memahaminya saya juga berusaha untuk percaya padamu." Dengan itu Sean menulis namanya dan menandatanganinya di atas materai.
"Aku percayakan karirku padamu."Ungkap Sean dengan serius.
"Terima kasih karena telah menjadi pemain pertamaku."
"Aku akan berusaha semaksimal mungkin."
"Jadi kenapa kamu sangat membutuhkan agen dengan buru buru?" Tanya Silva bingung.
"Saya akan habis kontrak dengan Boavista dalam 1 bulan lagi, saya tidak tahu apakah Boavista akan memberikan kontrak pada saya atau memberhentikan saya."
"Aku mengerti, karena setiap pemain yang lulus dari akademi akan mendapatkan kontrak 1 tahun terlebih dulu untuk percobaan apakah pemainnya akan sukses atau tidak."
"Aku melihatmu bertanding saat itu, jadi aku tertarik padamu, namun saat kamu perlu memikirkannya aku pun mencari target lain jadi tidak terlalu memperhatikan setiap pertandingan terakhir kamu."
"Bisa beritahu aku, dalam 1 tahun ini kamu bermain berapa kali dan statistik gol dan assistnya." Ungkap Silva.
"Selama 6 bulan pertama, aku hanya bermain 3 kali dan tidak membuat statistik apapun. Saat sudah liburan musim dingin, aku sudah mulai bermain dan memainkan 17 pertandingan dengan 15 gol 5 assist. Jadi jika di totalkan bermain 20 kali mencetak 15 gol dan 5 assist." Jelas Sean.
Silva yang mendengar itu tertegun, ia tidak menyangka bahwa Sean pemain yang hebat, ia bisa menyusul pemain lainnya dengan bermain di musim ke 2 dan mencetak banyak gol.
"Bagus, ini akan mudah."
"Jadi bagaimana apakah kamu akan pergi atau gimana?"
"Saya percayakan padamu sekarang, saya belum terlalu memikirkannya apakah akan mencari klub baru atau bertahan."
"Kamu sekarang berusia 17 tahun kan?" Tanya Silva.
"Iya, saya sudah 17 tahun."
Silva pun berpikir sebentar.
"Baiklah, kalau begitu aku akan mengurusnya sekarang dan mencoba berbicara dengan klub." Jelas Silva bersemangat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 255 Episodes
Comments
Buana Lukman
up lagi
2022-12-13
1
Taaku
mantap
2022-12-13
1