Juni, 2017.
Sean sudah mendapatkan klub untuk bermain di musim depan, ia di pinjamkan oleh Boavista ke tim di liga 2 Portugal, Arouca.
Dalam kontrak peminjaman juga, Boavista akan menerima peminjaman Arouca untuk pemain Sean dengan syarat minimal bermain 60 menit.
Ternyata Boavista melakukan semua ini untuk kebaikan dan perkembangan Sean kedepannya.
Bukan hanya itu saja, Boavista juga tak mau rugi karena yang membayar gaji per bulannya adalah Boavista, sedangkan Arouca hanya menyediakan tempat bagi Sean untuk berkembang.
Awalnya Boavista sudah menawarkan ke klub di liga 1 Portugal, tapi mereka tidak membutuhkannya.
Dengan berita di pinjamkannya pemain Boavista, klub klub di liga 2 Portugal juga mencoba peruntungannya.
Meski masih muda tapi itu masih menjadi asupan tambahan untuk tim agar mempunyai banyak kandidat.
Karena banyak nya penawaran, Boavista juga memberikan syarat, dan hanya Arouca yang mampu memberikan syarat itu untuk Sean.
Sean juga sudah menandatangani kontrak peminjaman selama 1 tahun dan sudah memilih nomor punggung di klub Arouca.
Sean juga di beritahu agar berkumpul pada bulan Juli untuk memulai latihan, karena liga di mulai pada akhir agustus, jadi tim harus mempersiapkan semuanya dengan baik.
Pelatih Arouca dan manajemen Arouca berani meminjam Sean bukan sekedar untuk asupan tambahan bangku cadangan, tapi karena pelatih Arouca membutuhkan pemain winger yang kencang untuk memaksimalkan skema penyerangannya.
Dengan itu juga Arouca meminjam Sean.
..
Berkat latihan yang keras dan asupan yang bagus, Sean kini sudah tumbuh lebih tinggi. Ia memiliki tinggi badan 181 cm, namun badannya masih kurang berotot.
Tapi meski tinggi badan Sean tinggi, itu tidak memperlambat kecepatan Sean untuk berlari dan berakselerasi.
Karena tubuhnya yang kurus juga Sean masih bisa berakselerasi seperti biasanya.
"Sean, kamu tidak mempunyai sosial media?" Tanya Silva pada Sean.
"Tidak." Jawab Sean dengan polos.
"Bagaimana kamu bisa sampai tidak membuat sosial media, uang datang dari sana sponsor." Jelas Silva.
"Aku sibuk dan nantinya akan menganggu latihanku."
"Ayo buat dulu, aku yang akan mengurusnya." Ungkap Silva.
Dengan itu, Silva membuatkan akun instagram untuk Sean.
Silva membuatkan dengan nama SeanAch, namun masih belum ada postingan apa apa.
"Kamu punya fotomu tidak?"
"Aku tidak suka berfoto."Jawab Sean polos.
"Aduh. Kamu ini, bagaimana caranya kita bisa menarik sponsor kalau kamu begini."
Silva kemudian meminjam ponsel Sean dan mencari di galeri nya apakah ada photo atau tidak. Tapi ternyata tidak ada.
"Nanti, aku akan menyewa fotographer khusus untukmu, dia akan datang setiap kamu berlatih dan bertanding dan akan memotretmu."
"Itu akan menganggu."Sahut Sean.
"Tidak, kamu fokus saja pada latihan dan bermain, karena fotographer juga profesional." Jelasnya.
"Baiklah."
Dengan itu Sean berhasil membuat akun instagram, dimana biodata nya diisi dengan :
Football Player
Asia - Indonesia
Boavista FC loan Arouca 17/18.
Sean hanya melihat bahwa data pribadinya ada dengan jelas di depan profilnya.
Tapi dia tidak terlalu memikirkannya karena Silva yang akan mengurusnya.
"Bagaimana perkembanganmu sebulan ini? Apakah ada yang cedera atau tidak?" Tanya Silva.
"Tidak ada, hanya saja, badanku sepertinya terlalu kurus tidak berotot." Ungkap Sean sambil meraba raba tubuhnya.
"Untuk seorang winger sepertimu, itu cukup agar tidak memperlambat kecepatan dan akselerasimu. Jadi tidak usah terlalu memikirkannya."
"Apakah ada yang kamu butuhkan untuk sekarang sekarang ini?" Tanya Silva.
"Aku belum membutuhkan apa apa, rumah juga di sediakan oleh tim di sana."
"Baiklah sepertinya kamu orang yang baik. haha." Sindir Silva yang akhir akhir ini sudah sangat akrab dengan Sean karena dia terus menemani Sean.
"Apakah tidak ada berita atau panggilan apapun untukku dari negaraku?" Tanya Sean.
"Tidak ada, aku sudah mengecek email dan lainnya, namun tidak ada apa apa. Mungkin mereka tidak tahu ada pemain muda Indonesia yang bermain di luar." Jelas Silva.
Sean berharap dirinya mendapatkan panggilan dari timnas supaya orang tua dan keluarganya bangga.
Apalagi mengingat Sean masih muda berumur 17 tahun jadi bisa memasuki timnas U19.
Timnas U 19 bisa ikut dalam berbagai kompetisi Asia.
"1 bulan ini, lebih baik kamu fokus dulu pada latihan, hasil takkan mengkhianati kerja keras." Jelas Silva.
"Jika butuh sesuatu panggil aku." Dengan itu juga Silva pergi meninggalkan Sean sendirian di asramanya yang ada di Boavista. Sean belum pindah karena dia tidak mempunyai banyak uang untuk menyewa apartemen.
Di Arouca juga, Sean lebih baik tinggal di asrama milik Arouca daripada menyewa apartemen sekitaran sana.
Di tinggalkan sendirian di asrama nya, dan waktu masih siang, Sean bingung harus melakukan apa.
Dia biasanya latihan pagi dan sore, dan sekarang masih siang dimana waktu luang masih banyak tersisa.
"Harusnya aku membeli playstation untuk mengisi waktu luangku seperti ini, tidak tahu berapa harganya."
"Tapi aku juga harus berhemat, gajiku masih sangat kecil."
"Lebih baik jalan jalan ke luar sajalah."
Dengan itu, Sean bersiap siap berganti pakaian untuk berjalan jalan di luar, dia sangat jarang berjalan jalan karena fokus untuk berlatih.
Membawa ponselnya dan segera memakai sepatunya, Sean langsung keluar dari asramanya dan menyapa orang orang yang ada di asrama.
Entah itu pegawai klub atau para pemain yang masih berada di U 16.
Mereka juga mengenal Sean.
Berjalan jalan di luar, Sean memilih taman untuk menenangkan pikirannya karena di jalanan biasa sangat ramai kendaraan yang lalu lalang yang membuat kepalanya sedikit pusing.
Berjalan ke taman terdekat, Sean melihat banyak muda mudi yang seumuran dengannya sedang berpacaran dan mereka berciuman di mana saja.
Sean mengalihkan perhatiannya untuk menghindari melihat hal itu, bukan karena naif tapi karena takut menimbulkan masalah.
Karena sedikit saja kontak mata bisa membuat orang merasa tersinggung, Sean mengalihkan dan melihat yang lain namun yang banyak di lihat adalah hal yang sama.
'Taman apa ini? Taman pacaran? Taman ***?' Pikir Sean, Sean juga langsung berdiri karena jika dirinya tetap berdiam di sini, ia merasa bahwa imannya sedikit goyah karena melihat banyak pasangan muda mudi yang sangat menikmati.
Berjalan ke luar area taman, Sean melihat banyak orang masih berpasangan.
'Hari apa ini? Kenapa banyak sekali pasangan? Apakah aku salah masuk? Atau aku jarang bersosialisasi jadi tidak tahu.'
Sean memang jarang bahkan bisa di bilang tidak pernah ikut untuk bermain atau berkumpul dengan rekan rekan timnya untuk pergi ke bar dan lainnya.
Rekan timnya juga mengajak Sean untuk mentato tubuhnya, namun Sean menolak itu dengan tegas. Ia sudah bertekad untuk tidak memberikan gambar apapun pada tubuhnya.
Sean juga tidak minum alkohol makanya tidak mengikuti mereka ke bar bar.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 255 Episodes
Comments
glanter
taman pacaran ya....😍😍😍😍
2023-04-26
2
Taaku
oke
2022-12-13
2