Di lapangan Arouca, terlihat seorang pemain muda sedang memainkan bolanya dengan pelan pelan.
Gerakan kakinya yang lemah dan lambat itu terlihat indah di sebabkan pemain muda memainkan bolanya dengan sangat teliti.
Pemain muda itu sendirian di lapangan, menunggu para pemain lainnya datang. Ia terbiasa datang lebih awal dibanding pemain lainnya.
Inilah kebiasaannya, dia selalu bekerja keras dari pada yang lain untuk menghasilkan hasil yang luar biasa bagi dirinya.
"Mungkin 10 menit lagi pelatihan akan di mulai, pemain lain juga akan datang sebentar lagi."
Sean langsung menendang bola yang tadi ia mainkan ke arah gawang dengan santai, namun tendangan itu mengenai mistar gawang.
Membawa bolanya kembali dan menuju pinggir lapangan setelah membawa bolanya.
Ia menunggu pelatihan dimulai.
Selang beberapa menit, para staff dan pemain beserta pelatih juga sudah datang.
Pemain langsung berbaris tanpa mengobrol, meski ini hari pertama, mereka sangat serius karena akan menjalani liga lagi.
Mereka kemarin finish di posisi ke 7, dan belum bisa naik untuk promosi.
"Selamat pagi."
"Pagi."Jawab semuanya.
"Sepertinya kalian berlibur dengan sangat baik, terlihat bahwa tubuh kalian sangat gemuk." Sindir pelatih pada para pemain yang memiliki tubuh sedikit buncit.
Lapangan sepi karena tiba tiba pelatih langsung membukanya dengan sindiran pedas.
"Tapi tak masalah, bagi yang memiliki fisik kurang dari batas, mereka tidak akan di mainkan terlebih dulu dan harus mencapai keadaan seperti biasanya dulu."
"Jadi bekerja keraslah untuk mencapai hal itu."
"Sebelum di mulai, sepertinya kalian sudah tahu bahwa ada pemain pinjaman, dan jika kalian sudah mengenal itu akan lebih mudah."
"Baiklah, tujuan kita musim ini adalah promosi sesuai dengan keinginan pihak klub dan saya juga. Jadi mari bekerja keras bersama sama untuk mencapai hal itu, setidaknya jika tidak bisa langsung mendapatkan promosi, kita bisa finish di peringkat 4. Agar lebih memudahkan kita di musim selanjutnya."
Biasanya tujuan tim akan di sebutkan ketika awal akan dimulainya liga, ini contoh pelatih yang baik dan ambisius, yakin akan kemampuannya.
"Lakukan pemanasan dulu 15 menit." Ungkapnya.
Dengan itu, para pemain mulai melakukan pemanasan.
Para pemain melakukan pemanasan dengan melakukan gerakan di tempat, lalu di sambung dengan pergerakan dinamis.
Setelah 1 set semuanya selesai, para pemain mulai melakukan joging ringan dari gawang ke tengah lapangan, itu di lakukan bolak balik.
Setelah beberapa kali bolak balik, para pemain mengganti pemanasannya dengan gerakan kaki dan ketangkasan.
Untuk beberapa menit, para pemain mulai merasakan bahwa keringat sudah keluar. Setelah pemanasan itu, para pemain melanjutkan dengan pemanasan lari zig-zag dengan melewati rintangan cone yang sudah di siapkan staff.
Di lanjut dengan lari maju mundur melalui batasan cone, para pemain sudah mulai mengeluarkan keringat.
Apalagi yang fisiknya sangat buruk, mereka sudah basah kuyup.
Sean hanya merasa bahwa badannya sangat panas dan segar. Ia masih belum merasakan kelelahan karena Sean sudah terbiasa latihan sendiri dan liburan musim ini juga ia berlatih dengan giat, yang membuat fisik dan staminanya berkembang sangat baik.
Setelah pemanasan, pelatih meminta para staff pelatih fisik untuk memulai latihan fisik untuk para pemain.
Namun karena baru beres berlibur, pelatih fisik juga tidak langsung kejam.
Pelatih fisik akan meningkatkan intensitas secara perlahan, sesuai dengan kebutuhan yang sudah di programkan.
Di awal, karena pelatih fisik belum mengetahui seberapa kuat daya tahan para pemain, intensitas yang di lakukan masih sangat rendah.
Pelatihan langsing di mulai dengan melatih daya tahan tubuh terlebih dulu.
Untuk melatih daya tahan tubuh, para pemain melakukan joging ringan lagi seperti pemanasan namun jaraknya pendek, itu untuk mengecek detak jantung para pemain terlebih dulu.
Namun meski jaraknya pendek, joging itu di atur oleh pelatih fisik, dimana pemain harus melakukan joging 30 detik, lalu sprint selama 15 detik lalu kembali joging 30 detik lagi dan sprint lagi.
Setelah itu, pelatihan di lanjutkan dengan program cutting karena pelatih fisik sudah tahu keadaan tubuh para pemain secara sekilas.
Pelatihan cutting ini untuk membentuk tubuh supaya tidak mempunyai lemak dan hanya membentuk otot.
Setelah beberapa latihan daya tahan tubuh lainnya seperti box jump, pelatihan di lanjutkan ke tahap pelatihan kekuatan.
Karena kondisi pemain yang belum sesuai, pelatihan kekuatan belum di lakukan gym, tapi masih di lapangan.
Para pemain melakukan push, back, squat jump dan squat thrust. Untuk angkat beban, bench press dan lunge belum dilakukan.
Setelah beberapa set pelatihan kekuatan, pelatih fisik langsung melanjutkan menuju ke pelatihan kecepatan.
Pelatihan kecepatan ini, di mulai dari shuttle run, dimana lari bolak balik, dengan jarak yang sudah di tentukan, ini di lakukan beberapa set.
Setelah shuttle run, pelatihan kecepatan lainnya yaitu sprint jarak pendek.
Pelatihan selanjutnya adalah melatih ketangkasan, dimana melakukan sikap lilin dan mencium lutut juga melakukan plank.
Dengan beberapa set dilakukanya pelatihan ketangkasan, otot otot para pemain mulai tertarik, tapi para pemain masih harus melanjutkan pelatihan.
Pelatihan selanjutnya adalah melatih kelincahan, dimana lari zig-zag seperti pemanasan tadi tapi sekarang di atur dengan waktu yang sudah di tetapkan oleh pelatih fisik.
Setelah semua pelatihan fisik selesai, pelatih fisik juga sudah mendata semuanya di bantu oleh para staff.
Ini untuk mengetahui seberapa besar pemain bisa menanggung beban latihan fisik kedepannya, dan untuk yang di bawah batas, pelatih fisik juga akan membedakannya dengan pemain lain.
Latihan fisik selesai, lali di lanjutkan dengan latihan teknik selama 20 menit.
Dimana ini untuk melatih seperti kontrol bola, passing, heading, menendang dan pergerakan.
Ini di lakukan agar skema pelatih nanti bisa cocok.
Setelah 20 menit kemudian, pelatihan di lanjutkan dengan pelatihan taktik.
Dimana pelatih memberikan beberapa instruksi untuk para pemain sesuai dengan keinginan pelatih.
Namun karena baru hari pertama, latihan teknik juga hanya sebentar.
Setelah pelatihan teknik, pelatihan dilanjutkan untuk menghibur para pemain yaitu mini game selama 20 menit.
Para pemain juga di bagi timnya.
Setelah pelatihan para pemain dalam mini game, pelatih juga langsung melakukan pendinginan untuk para pemain agar tidak cedera.
Di akhiri dengan pendinginan, para pemain yang memiliki liburan paling santai sudah berkeringat deras dan wajahnya sudah pucat.
Meski mereka pemain profesional, tapi karena sudah berlibur terlalu lama, mereka sekarang menanggung akibatnya.
Berbeda dengan Sean yang hanya kelelahan namun tidak separah para pemain lainnya.
"Hah?" Pelatih fisik yang melihat Sean pun merasa heran.
Dia melihat bahwa Sean berbeda dengan pemain lainnya yang sudah kelelahan parah.
'Sepertinya dia melakukan latihan sesuai dengan laporan yang di terima.'
Laporan bahwa Sean tidak berlibur dan memilih latihan juga di laporkan oleh pihak klub. Itu untuk mengetahui siapa yang benar benar kerja keras.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 255 Episodes
Comments
Dewa
terbaik....mantap Thor
2023-04-07
1
MR L.A
👍👍👍👍👍🙂🙂🙂
2022-12-22
2
Taaku
mantap
2022-12-13
2