Di lapangan latihan tim Arouca, pelatih hanya melakukan pelatihan ringan untuk menjaga kestabilan tubuh para pemain.
Mereka baru bermain kemarin tapi masih harus latihan dengan intensitas rendah.
Karena latihannya dengan intensitas rendah, para pemain juga tak terlalu serius mereka kadang kadang akan melakukannya sambil mengobrol, namun Sean berbeda, ia tetap sungguh sungguh meski pelatihan intensitas ringan.
Tadi juga ketika pelatihan di mulai, para pemain mengucapkan selamat karena Sean masuk surat kabar, Sean menjawab bahwa itu penghargaan yang penting untuk dirinya dan akan bekerja lebih keras membantu tim, para rekannya juga senang melihat pemain muda yang ambisius.
Hari ini, pelatih Jorge Costa juga menjelaskan dan mengevaluasi permainan kemarin.
Para pemain juga mengetahui kekurangan mereka dan berharap dalam pelatihan berikutnya mereka bisa memperbaiki semua itu.
Berakhirnya pelatihan, Sean kembali ke asramanya dan memainkan ponselnya untuk melihat instagramnya apakah sudah di upload oleh Silva permintaannya dan ternyata sudah.
Sean memainkan ponsel sambil menunggu tubuhnya untuk tidak tegang dan panas, jika dia langsung mandi mungkin akan sakit.
"Sekarang liga baru di mulai, tim liga 2 portugal ada 20 jadi jumlah pertandingan totalnya adalah 38."
"Sekarang Arouca ada di posisi 3 karena menang kemarin hanya kalah selisih gol saja dari tim Nacional yang berhasil mencetak 4 gol, diikuti oleh Santa Clara yang sama sama mencetak 4 gol."
"Aku harap musim pertama ku berjalan lancar."
Sean kemudian berjalan ke kamar mandi karena tubuhnya sudah tidak lagi panas.
..
Malam harinya, Sean sangat bosan, ia kemudian menelpon ibunya.
"Ada apa nak? Tumben menelpon." Ungkap ibunya.
"Tidak ada apa apa, hanya bosan dan tak ada kegiatan lain saja."
"Kasian anak ibu. Bermainlah disana jangan menutup diri." Ungkap Ibunya.
"Ibu tahu kan bagaimana pergaulan di sini? Apakah ibu ingin aku seperti mereka? Mempunyai anak di usia muda? Gagal dalam karir?"
"Huuuus jaga bicaramu. Ibu juga tahu, tapi melihatmu kesepian lebih baik bergaul tapi jangan terlalu terbawa bawa."
"Iya bu akan kuusahakan nanti."
"Bagaimana dengan adikku yang cantik itu? Dimana dia?" Tanya Sean.
"Dia belum pulang, mungkin sebentar lagi." Ucap ibunya.
"Baiklah, Bu, apa uang ya kukirim sudah di pakai?" Tanya Sean tiba tiba.
"Masih ibu simpan. Ada apa? Apakah kamu perlu sesuatu dan kekurangan uang? Kalau begitu ibu kirim kembali uangnya ya?" Tanya ibunya yang langsung khawatir.
"Tidak bu, aku bertanya saja. Ku kira sudah di pakai untuk memperbaiki usaha ayah."
'Ibuku begini lagi, uang yang ku transfer masih di simpan.' Sean menghela nafas.
"Ayahmu menghormatimu tapi dia malu menggunakannya karena dia juga merasa bahwa kamu masih perlu uangnya, nanti saja ucap ayahmu jika kamu sudah menjadi pemain hebat baru bantu ayah." Ungkap ibunya menjelaskan.
Sean yang mendengar itu tahu dengan jelas sikap ayahnya.
"Ada kabar apa di Indonesia bu?" Sean penasaran, daripada bosan lebih baik mengobrol dengan ibunya sambil mengisi waktu dari pada terbuang tak jelas.
"Tak ada berita penting, hanya BBM naik seperti biasa."
"Ohh iya, teman teman sekolahmu dulu ke rumah dan menanyakan bagaimana kabarmu. Mereka bilang mereka sudah menghubungi tapi kamu tidak menjawabnya."
Sean tahu itu, dia hanya tak sempat saja karena sibuk berlatih.
"Katakan saja aku baik di sini, terus ada apalagi bu?"
"Ohh ini bukan berita penting, tapi sangat penting bagi ibu." Ungkapnya dengan serius.
"Ada apa bu?"
"Ibu menonton film bersama ayahmu, adikmu dan keponakanmu ke bioskop, lalu melihat seorang aktris yang membintangi film itu, ibu sangat nge fans pada aktris itu."
"Ibu ini kebiasaan. Apa apa ngefans." Ungkap Sean.
Ibunya terbiasa ngefans pada aktris karena menyukainya secara selewat saja. Tapi Sean juga penasaran, biasanya artis yang di suka ibu adalah cowok tapi sekarang artis perempuan.
"Kenapa ibu bisa ngefans?"tanya Sean konyol.
"Karena dia sangat cantik dan lucu, dia juga berakting dengan baik." Ungkapnya.
"Ohh pantas, tapi kenapa ibu bilang lucu? Apakah artis itu memerankan peran pelawak atau apa?"
"Tidak, karena dia masih sangat muda mungkin seumuran denganmu." Ungkapnya.
"Ohh, terus ibu tahu namanya?" Tanya Sean.
"Tahu, namanya Callista." Ungkap ibunya.
Sean yang mendengar itu tertegun, dia belum pernah mendengar nama artis itu selama tinggal di Indonesia.
"Apakah aktris baru?"
"Iya baru."
"Baiklah bu."
"Kamu liburan musim dingin pulang ke Indonesia?" Tanya ibunya.
"Gimana nanti bu, aku pengennya di sini dulu untuk berlatih karena libur juga hanya sebentar."
"Mungkin waktu liburan musim panas saja, biar bisa lama di sananya."
"Baiklah, jaga kesehatanmu dan jangan terlalu kecapean."
"Baik bu, kalau begitu aku tutup ya." Dengan itu, panggilan dan obrolan Sean dengan ibunya berakhir.
Sean menyimpan ponselnya di ranjang kasurnya.
'Hiduo sendirian benar benar membosankan.'
'Bertahan, ayo bisa Sean, demi cita citamu.'
Sean kemudian rebahan di kasurnya tapi tak bisa tidur karena masih jam 7 malam.
Sean biasanya tidur jam 8 atau jam kurang.
Mengambil kembali ponselnya dan membuka instagram, lalu mencari Callista, aktris yang di sukai ibunya.
Saat mencari, Sean dengan cepat menemukannya.
Pengikut instagram Callista sudah 1,5 juta. Dibandingkan dirinya yang masih 5 ribu pengikut masih beda jauh.
Sean kemudian melihat foto fotonya, dia memiliki puluhan photo yang sudah di upload.
"Memang cantik seperti yang dikatakan ibu."
"Tapi kenapa ibu sampai bisa ngefans padahal hanya modal cantik." Ungkap Sean.
Sean melihat lihat terus dan benar benar memuji bahwa Callista benar benar cantik dan di lihat dari wajahnya juga benar benar sama dalam umurnya karena di biodata Callista ada tulisan 17 y.o.
Sean kemudian menutup lagi ponselnya, dan keluar dari kamar asramanya untuk menghirup udara segar.
Sean berjalan jalan di sekitaran asrama, namun ada satpam yang sedang mengecek ruangan ruangan yang belum di kunci, Sean juga menyapanya.
"Nak, bukannya tidur malah di luar."
"Belum waktunya pak, bentar lagi." Ungkap Sean lalu mengobrol sebentar dengan satpam itu.
Sean kembali kemar nya setelah mengobrol. Sesampainya di kamar, Sean melihat lagi surat kabar yang ada tentangnya dan membacanya lagi dan lagi sampai sampai sudah merasakan kantuk.
Sean pun membereskan surat kabar itu dan kembali ke ranjang kasur dan rebahan dengan selimut yang sudah menutupi bagian tubuhnya.
Menutup matanya dan mencoba tidur.
Keesokan paginya, Sean sedang berlari joging di lapangan mini tempat ia biasa melakukannya.
Sean setiap hari joging untuk menjaga tubuhnya tetap sehat, dan juga melatih daya tahan tubuh terhadap cuaca pagi yang dingin karena tidak mungkin dirinya akan tetap bermain di cuaca panas.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 255 Episodes
Comments
Dewa
semangat Thor
2023-04-07
0
MR L.A
👍👍👍👍👍👍🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨
2022-12-23
1
Adrian Syaputra
semangat trusss
2022-12-18
2